PKBM Syifa Surakarta Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

Print Friendly and PDF

Acara doa bersama sebelum buka puasa dipimpin oleh ustadz Khafid.


PKBM Syifa Surakarta Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

Surakarta – majalahlarise.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jalan Jamsaren No. 44, Serengan, menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan tema “Dekat di Hati, Erat dalam Bakti: Merajut Kasih Lintas Generasi”, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan anak yatim piatu, lansia, serta masyarakat sekitar sebagai wujud pengabdian sosial PKBM Syifa kepada lingkungan.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Lurah Serengan, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan non-formal dengan masyarakat.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menyampaikan kegiatan buka puasa bersama sengaja melibatkan masyarakat sekitar agar keberadaan PKBM dapat semakin dirasakan manfaatnya. Ia menguraikan kegiatan tersebut menghadirkan lansia, anak yatim piatu, serta anak berkebutuhan khusus yang tinggal di lingkungan sekitar lembaga.

Pemberian bingkisan tali asih kepada para penerima manfaat yaitu anak yatim-piatu, lansia dan penyandang disabilitas.


“Kami memang sengaja mengundang masyarakat sekitar, mulai dari lansia, anak yatim piatu hingga anak berkebutuhan khusus. Harapannya, PKBM Syifa dapat semakin dikenal dan keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” jelas Puri.

Ketua panitia, Jais, dalam laporannya menguraikan kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari dua wilayah rukun warga, yaitu RW 06 dan RW 10 Kelurahan Serengan. Peserta yang hadir berasal dari empat rukun tetangga yakni RT 01 dan RT 02 (RW 06), serta RT 03 dan RT 04 (RW 10).

Ia menjelaskan jumlah penerima manfaat dalam kegiatan ini mencapai 37 orang, yang terdiri dari lima anak yatim, 31 lansia, serta satu orang penyandang disabilitas. Seluruh peserta berasal dari masyarakat Kelurahan Serengan. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh semangat sehingga kegiatan buka puasa bersama ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P., memberikan apresiasi atas inisiatif PKBM Syifa yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan pendidikan non-formal kepada masyarakat luas.

Menikmati santap buka puasa bersama.


Ia mengatakan pendidikan di Indonesia tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga melalui pendidikan non-formal seperti PKBM yang mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat. 

“PKBM menjadi salah satu benteng terakhir untuk memastikan program wajib belajar 12 tahun dapat terpenuhi, terutama bagi anak-anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Serengan M. Sumaryanto, M.Si., mengungkapkan pemerintah kelurahan mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan PKBM Syifa. Ia menuturkan PKBM tidak hanya memberikan layanan pendidikan setara ijazah, tetapi juga mengembangkan keterampilan kewirausahaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami dari pemerintah kelurahan selalu mendukung kegiatan PKBM Syifa. Semoga lembaga ini terus maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Menjelang waktu berbuka, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Khafid yang mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan hati dan kasih sayang antar manusia sebagai wujud kedekatan kepada Allah SWT. Ia mengatakan hubungan yang harmonis antarmanusia menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Ketika manusia mampu menjaga hubungan baik dengan sesama, berarti ia sedang mendekatkan diri kepada Allah. Kedekatan hati dan kasih sayang itu bisa dirajut lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua,” ujar Ustadz Khafid.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan sosial. Menurutnya, ajaran agama menekankan bahwa manusia harus saling peduli dan membantu satu sama lain.

“Rasulullah mengingatkan, orang yang memutus tali silaturahmi tidak akan masuk surga. Karena itu kita harus menjaga kasih sayang dan kepedulian kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim,” tuturnya.

Di akhir tausiyah, Ustadz Khafid mengajak jamaah untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain melalui ilmu, tenaga, maupun harta yang dimiliki. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar generasi agar kehidupan masyarakat dipenuhi keberkahan.

“Yang muda menghormati yang tua dan yang tua membimbing yang muda. Jika hubungan antar generasi terjaga dengan baik, maka kehidupan akan dipenuhi keberkahan dan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. 

Dalam kegiatan ini juga diberikan bingkisan tali asih kepada para penerima manfaat yaitu anak yatim-piatu, lansia dan penyandang disabilitas. (Sofyan)


Baca juga: LazisMu SD Muhammadiyah PK Banyudono Berbagi 160 Paket Ifthar di Empat Lembaga


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top