GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Grand Opening Kedai Indah Pak Plenthux, Hadirkan Sensasi Kuliner Jawa dengan Menu Khas Wonogiri dan Jogja
![]() |
| Para pengunjung saat menikmati sajian menu makanan di Kedai Indah Pak Plenthux. |
Grand Opening Kedai Indah Pak Plenthux, Hadirkan Sensasi Kuliner Jawa dengan Menu Khas Wonogiri dan Jogja
Wonogiri – majalahlarise.com - Kabupaten Wonogiri kembali menambah destinasi kuliner baru yang menarik perhatian pecinta makanan khas daerah. Kedai Indah Pak Plenthux resmi dibuka melalui acara grand opening pada Minggu (15/3/2026) di Jl. Raya Wonogiri–Ngadirojo, Bulusulur, Wonogiri. Kehadiran kedai ini menambah ragam pilihan rumah makan yang menawarkan cita rasa khas Jawa dengan suasana yang hangat dan bersahabat.
Sejak sore hari, suasana di kedai terlihat ramai oleh para tamu undangan dan pengunjung yang penasaran mencicipi menu andalan. Aroma masakan yang menggoda langsung menyambut setiap tamu yang datang, menghadirkan nuansa kuliner tradisional yang akrab di lidah masyarakat.
Pemilik Kedai Indah Pak Plenthux, Mas Teguh, menyampaikan kedai ini mengusung konsep kuliner khas Jawa dengan ragam menu yang terinspirasi dari masakan Wonogiri dan Yogyakarta.
![]() |
| Para penyaji masakan sedang memasak menu yang dipesan pengunjung. |
“Kedai ini menyajikan menu-menu masakan Jawa, dari Wonogiri dan Yogyakarta. Bahkan nanti kami juga akan membuka menu mie Malaysia dan mie Aceh. Selain itu ada berbagai variasi nasi goreng khas Jawa Tengah dan Yogyakarta,” ujar Mas Teguh.
Beragam pilihan menu tersedia dengan harga yang ramah di kantong. Untuk kategori nasi goreng, pengunjung dapat menikmati pilihan seperti Nasi Goreng Biasa, Nasi Goreng Komplit, Nasi Goreng Ati, Nasi Goreng Pete, Nasi Goreng Selimut, hingga Nasi Goreng Mawut ala Magelangan. Sementara pecinta mie dapat memilih Mie Goreng, Mie Rebus, hingga Mie Goreng Komplit yang disajikan dengan bumbu khas.
Selain itu, kedai ini juga menyediakan menu Cap Cay, Kwetiau, serta Soto Ayam Kampung yang menjadi pilihan favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan hangat dan sederhana. Untuk minuman, tersedia berbagai pilihan seperti Cincau Brenggolo, Es Teh, Es Jeruk, hingga Kopi Hitam yang cocok menemani santapan.
Mas Teguh menguraikan, salah satu menu yang menjadi unggulan di kedai tersebut adalah mie godog Jogja dan nasi goreng Wonogiri, yang saat ini menjadi menu paling diminati pengunjung.
“Menu spesial kami adalah mie godog Jogja. Untuk yang paling diminati di sini mie godog Jogja dan nasi goreng Wonogiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Suparno Parnaraya yang turut hadir dalam acara pembukaan kedai menyampaikan rasa syukur atas hadirnya tempat kuliner baru yang turut meramaikan dunia usaha di Wonogiri.
![]() |
| Para pengunjung saat foto bersama mengabadikan moment terindah saat berada di Kedai Indah Pak Plenthux. |
“Saya bersyukur hari ini Allah mengizinkan kedai ini dibuka. Kehadiran tempat ini tentu ikut meramaikan kuliner di Wonogiri sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan tempat makan,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu menu yang disajikan di kedai tersebut, yaitu nasi goreng selimut, yang menurutnya memiliki rasa yang khas dan menggugah selera.
“Di sini ada menu spesial nasi goreng selimut. Saya juga baru tahu, ternyata rasanya luar biasa. Semoga masyarakat Wonogiri bisa menikmati hidangan dari kedai ini,” katanya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, kehadiran Kedai Indah Pak Plenthux diharapkan menjadi alternatif tempat bersantap bagi masyarakat maupun para pemudik yang ingin menikmati hidangan khas Jawa dengan cita rasa autentik.
Dengan konsep sederhana namun menghadirkan kehangatan khas warung tradisional, Kedai Indah Pak Plenthux berpotensi menjadi salah satu destinasi kuliner baru yang menarik di Wonogiri. Aroma masakan yang menggoda, harga terjangkau, serta ragam menu khas daerah menjadikan kedai ini layak menjadi persinggahan bagi siapa saja yang melintas di jalur Wonogiri–Ngadirojo. (Sofyan)
Baca juga: PCA Banyudono Gelar Pesantren Birrul Walidain ke-2 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: