GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Program Minim Sampah Plastik, SMP Negeri 2 Manyaran Tanamkan Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa
![]() |
| Siswa saat makan dan minum di kantin sekolah menggunakan wadah yang dibawa dari rumah. |
Program Minim Sampah Plastik, SMP Negeri 2 Manyaran Tanamkan Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa
Wonogiri – majalahlarise.com - SMP Negeri 2 Manyaran terus menjalankan program sekolah secara konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan layanan pendidikan sekaligus memperkuat karakter siswa. Salah satu program unggulan yang dijalankan sejak semester satu Tahun Pelajaran 2025/2026 ialah program minim sampah plastik di lingkungan sekolah.
Program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan kepada seluruh siswa dalam aktivitas keseharian di sekolah.
Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026), menyampaikan program tersebut lahir dari kepedulian sekolah terhadap pembentukan karakter siswa melalui kebiasaan sederhana namun berdampak besar.
“Kami berpikir, program apa yang bisa menghadirkan rasa tanggung jawab ke dalam diri anak dan lingkungannya. Dari situ, kami memulai program pengurangan sampah plastik secara bertahap,” ujarnya.
Melalui program ini, sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah dengan menggunakan wadah sendiri. Sekolah juga mendorong siswa tidak menggunakan kemasan sekali pakai yang berpotensi menambah sampah plastik.
“Anak-anak boleh membawa makanan dan minuman dari rumah, tetapi harus menggunakan wadah sendiri. Kami ingin membiasakan mereka bertanggung jawab sejak dari hal kecil,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, pihak sekolah tetap menyediakan air minum di lingkungan sekolah. Namun, siswa diwajibkan menggunakan botol pribadi. Sekolah juga menyiapkan kantong khusus untuk pengumpulan botol plastik yang kemudian diambil secara berkala.
“Setiap beberapa hari, botol plastik kami kumpulkan. Ke depan, kami juga bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membangun bank sampah agar sampah plastik ini bisa dikelola dan memberi nilai manfaat,” kata Siti Khumaidah.
Dari pelaksanaan program tersebut, perubahan perilaku siswa mulai terlihat nyata. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sementara kesadaran siswa terhadap kebersihan dan tanggung jawab meningkat signifikan.
“Guru-guru pernah melihat siswa memungut sedotan plastik yang tercecer lalu membuangnya ke tempat sampah. Itu tanda tumbuhnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Selain berdampak pada kebersihan, program minim sampah plastik juga berpengaruh pada peningkatan kedisiplinan siswa dalam berbagai aspek kegiatan sekolah.
“Tanggung jawab terhadap sampah ternyata berdampak pada disiplin anak. Sekarang, anak-anak lebih tertib, lebih peduli, dan muncul disiplin positif. Guru juga ikut memberi contoh dan apresiasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, pendidikan tidak sekadar mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga mendidik karakter siswa agar siap menghadapi tantangan kehidupan, termasuk pengaruh negatif media digital.
“Kami membekali anak dengan rasa tanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. Aksi kecil seperti mengurangi sampah plastik ini dampaknya luar biasa terhadap pembentukan karakter,” jelasnya.
Program tersebut juga disinergikan dengan kantin sekolah dan lingkungan sekitar agar kebiasaan baik dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
“Harapan kami, kebiasaan ini terbawa sampai di rumah. Anak-anak bisa menjadi agen perubahan, minimal untuk pengelolaan sampah plastik di lingkungannya,” katanya.
Melalui program minim sampah plastik ini, SMP Negeri 2 Manyaran berupaya membuktikan pendidikan karakter dapat dibangun melalui pembiasaan sehari-hari yang sederhana, terencana, dan dilakukan secara berkelanjutan. (Sofyan)
Baca juga: SD Aisyiyah Slawi Gelar Wayang Golek Pitutur, Peringati Milad ke-10 Tahun
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: