PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil

Print Friendly and PDF

Pimpinan PKBM Syifa Surakarta, narasumber dan peserta pelatihan olahan bayam Brazil saat foto bersama.


PKBM Syifa Surakarta Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Olahan Bayam Brazil

Surakarta — majalahlarise.com - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Surakarta menggelar Acara Pengabdian Masyarakat dan Pelatihan Bayam Brazil yang berkolaborasi dengan Various Brazil Spinach Creations. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Serengan, Minggu (8/2/2026), dan diikuti 30 peserta dari kalangan ibu-ibu PKK wilayah setempat.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas Winantu, menyampaikan kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan PKBM dengan masyarakat. Menurutnya, pemilihan lokasi di luar PKBM dilakukan secara sengaja agar masyarakat sekitar lebih mengenal keberadaan PKBM Syifa sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mampu membaur dan hadir di tengah masyarakat.

“Selain banyak aplikasi yang kami gunakan dalam pembelajaran, kami juga sengaja memilih tempat di luar PKBM dengan harapan masyarakat sekitar mengetahui adanya PKBM yang bisa membaur dengan lingkungan. Tema yang diangkat hari ini pemberdayaan dan olahan bayam Brazil dengan fokus pada sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pembuatan olahan kripik bayam Brazil.


Ia menjelaskan, pelatihan ini menitikberatkan pada hilirisasi hasil panen bayam Brazil agar memiliki nilai tambah. Selama ini, hasil panen kerap berhenti di konsumsi segar sehingga nilai jualnya belum optimal. Di sisi lain, masih diperlukan inovasi pangan sehat yang menarik bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi dan stunting di tingkat keluarga.

Melalui kolaborasi bersama Various Brazil Spinach Creations serta dukungan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta, peserta dibekali pengetahuan gizi sekaligus keterampilan praktis mengolah bayam Brazil menjadi produk pangan kreatif seperti keripik, nugget, dimsum, hingga mi sayur.

Pelatihan ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan pengetahuan nutrisi, mengasah keterampilan pengolahan pangan, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, mendukung program ketahanan pangan, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.

Pembuatan olahan dimsum bayam brazil.


Apresiasi disampaikan Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Hesti Dwi Saptaningtyas, M.T. Ia menguraikan PKBM Syifa dikenal konsisten menghadirkan program yang inovatif dan berbeda di setiap kegiatan.

“Saya mengikuti dan mendampingi kegiatan PKBM Syifa dari waktu ke waktu. Luar biasa karena selalu menghadirkan inovasi. Mudah-mudahan keterampilan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan masyarakat sekitar dan bisa menjadi percontohan bagi PKBM lain agar terus berinovasi,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Lurah Serengan, M. Sumaryanto. Ia menyampaikan terima kasih atas kontribusi PKBM Syifa dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan.

“Bayam Brazil ini pertumbuhannya cepat dan manfaatnya besar. Selain mendukung ekonomi lokal, pelatihan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga RW 6 dan dapat meluas ke seluruh Kelurahan Serengan bahkan Kecamatan Serengan,” jelasnya.

Koordinator Pelatihan, Indhiyanti Listiany, menjelaskan bayam Brazil sangat mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki potensi besar untuk meningkatkan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga.

“Bayam Brazil mudah ditanam dan bisa diolah menjadi produk bernilai. Harapannya ibu-ibu PKK mampu memanfaatkan tanaman ini untuk kebutuhan keluarga sekaligus peluang usaha,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan langsung pembuatan keripik bayam Brazil dan dimsum bayam Brazil. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi praktik hingga uji cita rasa produk.

Salah satu peserta, Sri Minastri, mengaku pelatihan ini memberi manfaat besar bagi perempuan di wilayahnya. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh membuka peluang usaha rumahan yang dapat dimulai dari lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih atas pelatihan dan sosialisasi ini. Ilmunya, praktiknya, sampai icip-icip produknya sangat bermanfaat. Insyaallah bisa dipasarkan mulai dari wilayah kami sendiri, lalu dikembangkan lebih luas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, PKBM Syifa Surakarta berharap ketahanan pangan keluarga semakin kuat serta tercipta peluang usaha mikro berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Sofyan)


Baca juga: RAT KSPPS Kossuma Cita Mandiri 2026 Amanah Terjaga, Anggota Berdaya


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top