Pentingnya Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang bagi Multigenerasi NKRI

Print Friendly and PDF

Pentingnya Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang bagi Multigenerasi NKRI

Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.

Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.


"Kawan, kalau ingin pandai ya belajar, kalau ingin bermartabat ya sekolah atau kuliah, dan kalau ingin sukses ya belajar, berusaha, berdoa, dan tawakal kepada_Nya”


       Pendidikan itu penting bagi multigenerasi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai calon generasi emas dan pemimpin masa depan Indonesia. Pendidikan pra sekolah didapatkan pada ranah keluarga yang difasilitasi langsung oleh bapak, ibu, dan Saudara-Saudaranya di rumah dan masyarakat. Pendidikan parasekolah ini sangat penting bagi multigenerasi NKRI sebagai calon generasi emas dan pemimpin masa depan NKRI yang harus disiapkan dengan sungguh-sungguh. Pentingnya pendidikan prasekolah pada ranah keluarga ini harus dapat meletakkan pondasi dasar bagi multigenerasi NKRI antara lain: (1) karakter baik, (2) sikap sopan dan santun, (3) budi pekerti luhur, (4) disiplin dan rajin belajar, (5) kreativitas, (6) komunikasi yang baik dan santun, dan (7) taat beragama. Tujuh hal tersebut harus benar-benar ditanamkan benar-benar kepada multigenerasi NKRI oleh kedua orang tua dan Saudara di rumah dan masyarakat sebagai modal dasar menuju jenjang pendidikan sekolah TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan perguruan tinggi. Komitmen keluarga untuk menanamkan tujuh pilar pondasi dasar pendidikan anak-anak Indonesia tersebut harus ditanamkan dan diajarkan kepada calon bapak dan ibu saat pranikah sehingga benar-benar siap untuk menyiapkan generasi emas, berkarakter, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif pada saat sudah memiliki anak di masa depan.

       Pendidikan sangat penting bagi masyarakat NKRI karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang, meningkatkan derajat dan martabat manusia, mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Cermati dan lihat diri kita sendiri yang berjuang untuk sekolah atau kuliah dan masyarakat sekitar kita sebagai kasus percontohan dengan pendidikan dapat keluar dari ranah kemiskinan dan lebih bermartabat secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya menjadi program prioritas keluarga dan pemerintah daerah serta pemerintah pusat. Mengapa harus ada kolaborasi antara keluarga dan pemerintah untuk dapat mewujudkan pendidikan untuk seluruh masyarakat NKRI dikarenakan belum semua keluarga mampu untuk memenuhi pembiayaan pendidikan bagi anak-anaknya sampai lulus SMA atau SMK bahkan menjadi sarjana yang siap kerja. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan dasar 9 tahun mulai jenjang TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK ini harus benar-benar dapat diwujudkan dengan skema pendidikan gratis, baik negeri dan swasta. Artinya, semua pembiayaan pendidikan dasar dan pendidikan tinggi harus dapat dibiayai gratis oleh negara. Dengan demikian, apabila proses pendidikan dan penanaman hardskill dan softskill dapat dilaksanakan dengan baik maka diyakini akan mengahasilkan generasi masa depan yang unggul, kreatif, inovatif, produktif, dan inspiratif. Bagi pemerintah daerah dan pusat yang selama ini sudah menggratiskan pembiayaan pendidikan dasar dan menengah diucapkan terima kasih dan sungguh program prorakyat yang hebat luar biasa. Semoga dapat ditingkatkan jumlah siswa dan mahasiswa yang menerima pendidikan gratis jenjang sekolah dasar dan Pendidikan tinggi di seluruh wilayah NKRI pada era pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden, Bapak Gibran Rakabuming Raka. Apabila ini terwujud maka sujud Syukur terus dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sepanjang masa.

       Pendidikan gratis untuk pendidikan dasar, menengah, dan Pendidikan tinggi di seluruh Indonesia harus dapat dievaluasi apakah sudah semua terlaksana apa belum? Apabila belum harus diidentifikasi kendala dan daya dukung apa yang harus dapat diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Apabila dana pendidikan yang menjadi permasalahan maka harus dicari solusi kolaborasi antarpemerintah dengan dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat untuk dapat menyediakan pembiayaan pendidikan gratis pada pendidikan dasar, menengah, dan Pendidikan tinggi dari Sabang sampai Merauke. Hal ini sangat penting dikarenakan pendidikan merupakan kebutuhan multigenerasi NKRI yang harus dipenuhi sesuai dengan UUD 1945. 

       Selama ini pemerintah sudah menjalankan berbagai program beasiswa pendidikan gratis untuk Pendidikan dasar, menengah, dan tinggi harus terus dilanjutkan dan diperluas cakupan sasaran yang menerima beasiswa tersebut sehingga dapat menghasilkan lulusan SMA, SMK, sarjana, dan sederajat bagi seluruh masyarakat NKRI. Apabila pemerintah memiliki program pendidikan wajib lulus SMA, SMK, dan sarjana untuk seluruh anak Indonesia dengan biaya gratis dari pemerintah tentu ini akan sangat luar biasa untuk generasi emas masa depan. Progam unggulan ini seharusnya menjadi program prioritas pemerintah pusat dan daerah secara bertahap beriringan dengan program peningkatan makan bergizi gratis bagi seluruh anak Indonesia yang sedang berjalan dengan baik. Apabila ada kekurangan di berbagai wilayah semga segera ditindaklanjuti dengan perbaikan yang maksimal oleh yang berweang berdasarkan hasil evaluasi secara periodik. Dengan demikian, benear-benar akan terwujud SDM Indonesia yang berkarakter, unggul, kreatif, kritis, inovatif, produktif, dan inspiratif.

       Berdasarkan hasil penelusuran data Kemendikdasmen RI untuk semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, total peserta didik di Indonesia mencapai lebih dari 52 juta siswa yang tersebar di 443.703 sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Jumlah ini terus dipantau, dengan data 2024/2025 tercatat 52,9 juta siswa. Tren ini didukung oleh peningkatan jumlah sekolah dan guru sebagai fasilitator pembelajaran di skeolah. Merujuk pada data Kemendikdasmen RI tersebut maka diperlukan pembiayaan yang sangat besar sehingga harus direncanakan secara cermat dan detail melalui APBN dan APBD secara kolaboratif untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Apabila pemerintah melakukan evaluasi bertahap tentu akan dapat ditingkatkan anggaran untuk dpat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) minimal seluruh masyarakat NKRI lulus SMA dan atau SMK sederajat. Kemudian program peningkatan kualitas berikutnya pendidikan sarjana/sederajat untuk seluruh multigenerasi NKRI sebagai calon generasi emas dan pemimpin masa depan NKRI yang siap berkompetisi di Tingkat nasional dan internasional.

       Program peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pendidikan sarjana atau sederajat ini harus menjadi program prioritas bagi pemerintah Indonesia saat ini dan ke depan. Hal ini sebagai upaya untuk dapat menyiapkan SDM Indonesia yang unggul, kreatif, kritis, inovatif, produktif, dan inspiratif. Apabila pemerintah dapat mewujudkan program satu keluarga satu sarjana sampai bekerja tentu akan dapat menjadi pemantik untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal ini sebagai langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk dapat membekali kompetensi hardskill dan softksill bagi seluruh masyarakat NKRI. Semua program pemerintah yang dilaksanakan saat ini tentu sudah dipertimbangkan dan dianggarkan dengan hitungan yang tepat sasaran. Namun demikian perlu dilakukan kajian ulang bagaimana upaya meningkatkan SDM Indonesia melalui pendidikan untuk dapat melakukan percepatan pembangunan pada sektor yang lainnya di masa yang akan datang. 

       Program pendidikan sarjana untuk satu keluarga diharapkan dapat menjadi investasi keluarga, pemerintah pusat dan daerah untuk jangka panjang yang berdaya saing dan berdaya sanding pada abd XXI. Apabila materi disimpan akan mengalami penyusutan tetapi apabila ilmu/pendidikan disebarluaskan dan diajarkan dengan benar dapat menjadi modal dasar bagi multigenerasi NKRI untuk dapat mengelola dan meningkatkan kuantitas dan kualitas materi/pendidikan yang dimilikinya. Artinya pentingnya pendidikan bagi multigenerasi NKRI dapat menjadi bekal peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter, unggul, kreatif, kritis, inovatif, produktif, dan inspiratif untuk masa depan sebagai calon generasi emas Indonesia 2045 yang akan datang. 

       Wahai orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, pusat, guru, dosen, penggiat literasi Arfuzh Ratulisa, Komunitas Dilaog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra (DIKISA), dan seluruh elemen pendidikan terkait marilah kita sosialisasikan dan didorong program pendidikan SMA, SMK, dan sarjana /sederajat untuk multigenerasi NKRI dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan. Teruslah berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) sebagai modal dasar untuk dapat mencerdaskan kehidupan multigenerasi NKRI dan membangun keabadian sepanjang masa melalui tulisan di media cetak dan online. Membacalah untuk menulis dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat. Jadilah seperti bintang, bulan, dan matahari yang selalu menyinari bumi, baik tampak maupun tidak tampak oleh manusia. Selamat berkarya untuk nusantara sepanjang masa.

“Semoga program satu keluarga satu lulusan sarjana atau sederajat langsung bekerja dapat terwujud dan menjadi program prioritas pemerintah Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara bertahap dan berkelanjutan bagi multigenerasi NKRI”

Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Pontianak Kalimantan Barat, 20 Februari 2026






Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top