Mahasiswa Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo Jalani Magang Internasional di Jepang

Print Friendly and PDF

Mahasiswa Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo saat di Jepang.


Mahasiswa Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo Jalani Magang Internasional di Jepang

SUKOHARJO – majalahlarise.com - Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo kembali menorehkan kiprah internasional melalui program magang di Jepang. Saat ini, delapan mahasiswa dari Program Studi Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian tengah mengikuti program internship di perusahaan budidaya jamur Yukiguni Maitake Co. LTD melalui mitra Mizuho Nourin Co. LTD. Jepang.

Dekan Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc., saat ditemui di kampus pada Kamis (5/2/2026), menguraikan program magang ke Jepang telah berjalan sejak September hingga Oktober 2025 dan masih berlangsung hingga sekarang.

“Alhamdulillah mahasiswa sudah berada di Jepang dan mengikuti magang dengan baik. Mereka merasa betah karena setiap bulan ada kegiatan pendampingan dari perusahaan, mulai dari pengenalan budaya, kunjungan ke berbagai tempat di Jepang, hingga pengalaman kuliner,” ujarnya.

Menurutnya, suasana musim dingin dengan salju pada akhir tahun hingga awal tahun justru menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Pendampingan intensif dari pihak perusahaan membuat mahasiswa merasa nyaman dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan sosial di Jepang.

Suasana musim dingin dengan salju pada akhir tahun hingga awal tahun justru menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.


Program magang ini khusus diikuti mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian. Sementara untuk Program Studi Peternakan, peluang magang ke Jepang masih terbatas karena mayoritas industri peternakan di sana bergerak pada ternak babi. Saat ini sedang menjalin komunikasi untuk peluang magang di peternakan unggas dan sapi perah di perusahaan Jepang.

“Ke depan, Insya Allah akan ada pemberangkatan lagi pada tahun 2026 sekitar bulan September. Pendaftaran kemungkinan sudah dibuka awal Maret untuk mahasiswa yang berminat mengikuti program magang ke Jepang,” jelasnya.

Novian menuturkan, Fakultas Pertanian Univet Bantara telah menyelenggarakan program magang internasional ke Jepang sejak tahun 2017. Program ini sempat terhenti saat pandemi Covid-19, namun kini kembali berjalan seiring membaiknya kondisi global.

Ia menyampaikan, sejumlah alumni peserta magang bahkan kembali ke Jepang setelah lulus dengan status sebagai pekerja di perusahaan pertanian. Tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian Jepang menjadi peluang besar bagi lulusan.

“Selain membekali mahasiswa keterampilan pertanian modern, program ini juga membuka wawasan tentang kehidupan dan etos kerja di luar negeri. Harapannya, meskipun tidak kembali ke Jepang, lulusan mampu mengembangkan pertanian di Indonesia dengan lebih baik,” tuturnya.

Dari sisi jumlah, tahun ini terdapat delapan mahasiswa yang mengikuti magang di Jepang. Jumlah tersebut masih terbatas pascapandemi. Pada periode sebelumnya, peserta magang bisa mencapai 15 hingga 20 orang. Untuk tahun 2026, diproyeksikan sekitar 15 mahasiswa akan diberangkatkan.

Novian juga menguraikan dampak positif program magang terhadap lulusan yang memilih berwirausaha di dalam negeri. Sejumlah alumni mengembangkan usaha agribisnis, budidaya hidroponik, melon hidroponik, sayur hortikultura, hingga usaha kuliner.

“Selama magang di Jepang, mahasiswa juga mendapatkan uang saku. Jika manajemen keuangannya baik, itu bisa menjadi modal usaha setelah lulus. Sudah ada alumni yang menjadi pengusaha hidroponik maupun kuliner, dan itu sangat menggembirakan,” katanya.

Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki peluang besar seiring arah kebijakan pemerintah yang fokus pada ketahanan pangan, gizi, dan pengembangan pertanian terpadu. Menurutnya, pertanian menjadi sektor strategis yang menopang seluruh kebutuhan dasar manusia.

“Pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil merupakan satu kesatuan. Dari sanalah kebutuhan pangan, gizi, dan kehidupan bisa tercukupi. Peluangnya sangat besar dan menjadi ujung tombak pembangunan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen pengembangan pertanian terpadu, Fakultas Pertanian Univet Bantara saat ini tengah mengembangkan laboratorium terpadu seluas kurang lebih satu hektare. Fasilitas tersebut mencakup kandang ayam sistem close house berkapasitas sekitar 20 ribu ekor, laboratorium agroklimatologi, kandang ruminansia sapi, serta rencana pengembangan laboratorium pengolahan hasil pertanian.

“Ke depan, kami ingin membangun sistem dari hulu hingga hilir di lingkungan fakultas. Semua proses dimainkan langsung oleh Fakultas Pertanian, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktik yang utuh,” pungkasnya. (Sofyan).


Baca juga: Sinergi Polres Karanganyar dan Mafindo Bekali Pelajar Skill Masa Depan Lewat Program ‘AI Ready ASEAN’


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top