Kajian KHGT di PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ust Pujiono Uraikan Pentingnya Kesatuan Kalender Islam Global

Print Friendly and PDF

Kajian dan Sosialisasi KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) menghadirkan Mudir Ponpes, Ustadz Pujiono, aktif mengkaji isu falak dan kalender Islam kontemporer.


Kajian KHGT di PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Ust Pujiono Uraikan Pentingnya Kesatuan Kalender Islam Global

Boyolali - majalahlarise.com - PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar Kajian dan Sosialisasi KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) di Aula Masjid At-Taqwa, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan menghadirkan Mudir Ponpes, Ustadz Pujiono, yang aktif mengkaji isu falak dan kalender Islam kontemporer.

Kegiatan diikuti seluruh civitas akademika PonpesMU serta para guru dari TK Aisyiyah PK Sambi, SD MPK Sambi, SMP Muhammadiyah 14, dan SMA Muhammadiyah PK Boyolali. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala TK PK Aisyiyah Ibu Mulyati, Kepala SMP Muhammadiyah 14 Ust Ahmad Yasin, Kepala SMA Muhammadiyah PK Boyolali Ustadzah Ari Rosmawati, serta guru SD Muhammadiyah PK Sambi. Kehadiran lintas jenjang pendidikan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memahami perkembangan wacana kalender Islam secara ilmiah dan persyarikatan.

Acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Sultan Agil Muzaki. Qiro’ah yang khidmat menghadirkan suasana religius sekaligus meneguhkan pembahasan KHGT berangkat dari semangat kembali pada tuntunan syariat.

Dalam pemaparannya, Ustadz Pujiono menjelaskan KHGT merupakan ikhtiar ijtihad kontemporer untuk mewujudkan kesatuan penanggalan Hijriyah secara global. Ia menyampaikan umat Islam memerlukan sistem kalender yang unifikatif, berbasis sains, dan dapat diterapkan secara internasional sebagaimana kalender Masehi.

“Kalender Hijriyah bukan sekadar penanda ibadah, tetapi simbol peradaban. Ketika umat Islam bersatu dalam sistem waktu, kesatuan itu berdampak pada ukhuwah dan tata kelola ibadah yang lebih teratur,” ujar Ustadz Pujiono.

Ia juga menguraikan dasar astronomis perhitungan kalender, mulai konsep ijtimak (konjungsi), kriteria visibilitas hilal, hingga pentingnya pendekatan hisab hakiki kontemporer dalam menjawab tantangan zaman modern. Menurutnya, literasi ilmu falak perlu diperkuat di lingkungan pendidikan Muhammadiyah agar generasi muda melek sains dan kokoh dalam manhaj tarjih.

Sesi berlangsung interaktif. Para guru dan peserta menyimak dengan penuh perhatian penjelasan mengenai KHGT, potensi perbedaan dengan metode rukyat lokal, serta implikasi terhadap penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Kajian ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan literasi kalender Islam di lingkungan pendidikan Muhammadiyah kawasan Sambi dan sekitarnya. Melalui sosialisasi berkelanjutan, civitas akademika tidak hanya menjadi pengguna kalender, melainkan memahami filosofi, landasan syar’i, dan argumentasi ilmiahnya.

Kegiatan ditutup dengan sholat Dhuhur berjamaah dan doa bersama memohon petunjuk serta persatuan umat Islam dalam mengelola waktu sebagai bagian dari amanah peradaban. (Sofyan)


Baca juga: Puasa Ramadan Mampu Meningkatkan Takwa Sosial


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top