Astrid Widayani Buka Pelatihan Video Sejarah Berbasis AI di MAN 1 Surakarta, Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

Print Friendly and PDF

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, hadir membuka Pelatihan Membuat Video Sejarah dengan Artificial Intelligence (AI).


Astrid Widayani Buka Pelatihan Video Sejarah Berbasis AI di MAN 1 Surakarta, Dorong Inovasi Pembelajaran Digital

SURAKARTA – majalahlarise.com - Semangat inovasi pembelajaran terasa kuat di lingkungan MAN 1 Surakarta, Sabtu (14/2). Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, hadir membuka Pelatihan Membuat Video Sejarah dengan Artificial Intelligence (AI), sebuah terobosan kreatif yang memadukan teknologi kecerdasan buatan dengan materi sejarah di jenjang sekolah menengah atas.

Kegiatan ini diprakarsai guru sejarah, Rusdi Mustapa, yang menghadirkan model pembelajaran berbasis video AI dengan pendekatan point of view (POV). Melalui metode tersebut, siswa diajak tidak sekadar membaca teks atau mendengar penjelasan, tetapi merasakan alur peristiwa sejarah seolah berada langsung di dalam cerita.

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan apresiasi atas kreativitas guru yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkaya proses belajar. Menurutnya, pendidikan di era digital membutuhkan keberanian berinovasi agar siswa lebih terlibat dan antusias.

Pelatihan proses pembuatan video dimulai dari penyusunan narasi sejarah oleh guru. 


“Inovasi seperti ini membuat pembelajaran tidak monoton. Sejarah yang biasanya terasa berat dan penuh hafalan kini dikemas dengan visualisasi menarik sehingga siswa lebih mudah memahami dan terlibat dalam materi,” ujar Astrid.

Rusdi menguraikan, proses pembuatan video dimulai dari penyusunan narasi sejarah oleh guru. Narasi tersebut kemudian dimasukkan dalam sistem AI melalui prompt untuk menghasilkan script konten yang terstruktur. Tahap berikutnya, visualisasi video diproduksi menggunakan aplikasi AI seperti Sora dan dirangkai melalui perangkat lunak editor hingga menjadi tayangan utuh yang komunikatif dan kontekstual.

Pendekatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup. Peristiwa sejarah tidak lagi terasa jauh dan kaku, melainkan dekat dengan imajinasi siswa. Visual, suara, dan sudut pandang cerita menyatu menjadi media pembelajaran yang relevan dengan generasi digital.

Astrid juga mengatakan teknologi hadir sebagai alat bantu, bukan pengganti peran pendidik. Guru tetap menjadi pusat kreativitas dan pengarah nilai dalam proses pendidikan.

“Guru adalah kunci utama pendidikan. Teknologi memperkuat daya cipta guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif dan menarik,” imbuhnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sinergi antara kompetensi guru dan kecanggihan teknologi membuka peluang lahirnya pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan membumi di hati peserta didik. (Sofyan)


Baca juga: Borong 5 Emas dan 3 Perak, SD Muhammadiyah PK Solo Gemilang di OlympicAD VIII Makassar


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top