SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parent Class for Teacher, Perkuat Motivasi dan Pola Didik Humanis

Print Friendly and PDF

Kegiatan Parent Class for Teacher.


SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parent Class for Teacher, Perkuat Motivasi dan Pola Didik Humanis

Boyolali – majalahlarise.com – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parent Class for Teacher pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Aula SD Muhammadiyah PK Banyudono. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Motivasi Guru dalam Memahami Bahasa Cinta dan Membangun Pola Didik yang Efektif.”

Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami karakter siswa melalui pendekatan psikologis dan emosional, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, humanis, dan menyenangkan.

Hadir sebagai narasumber utama, Kusnulia Rosita, M.Psi, psikolog sekaligus dosen Universitas Tiga Serangkai (UTS). Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya guru memahami love language atau bahasa cinta siswa sebagai kunci membangun kedekatan emosional, meningkatkan motivasi belajar, serta menjaga kesehatan mental anak di lingkungan sekolah.

Ia menguraikan setiap siswa memiliki karakter dan watak yang berbeda, sehingga pendekatan pendidikan perlu disesuaikan. Kusnulia menjelaskan empat tipe karakter dasar siswa, yakni sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris.

Sanguinis digambarkan sebagai siswa yang ceria, aktif, komunikatif, dan mudah bergaul, namun terkadang kurang fokus serta mudah merasa bosan. Melankolis merupakan siswa yang perfeksionis, teliti, sensitif, dan berpikir mendalam, tetapi cenderung mudah cemas serta kurang percaya diri. Plegmatis dikenal sebagai siswa yang tenang, sabar, pendamai, dan mudah beradaptasi, meski sering kurang memiliki motivasi dan inisiatif. Sementara itu, koleris merupakan siswa yang tegas, mandiri, berjiwa pemimpin, dan berorientasi pada target, namun terkadang terkesan keras dan kurang sabar.

Ia menuturkan tidak ada karakter yang lebih baik atau lebih buruk. Seluruh karakter tersebut merupakan potensi yang perlu dipahami dan diarahkan secara tepat. Ketika guru mampu mengenali karakter siswa sekaligus menyesuaikan bahasa cintanya, proses pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya guru menerapkan pola ASAH, ASIH, dan ASUH dalam mendidik siswa. Ia menguraikan bahwa guru Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pendidik dan pengasuh yang menghadirkan keteladanan, kasih sayang, serta tanggung jawab moral dan spiritual.

“Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan guru. Pola asah, asih, dan asuh harus hidup dalam keseharian guru bersama siswa,” tutur Pujiono.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Shela Yunitamara, S.Pd, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Sementara itu, Ketua Panitia, Siti Mar’athus Sholihah, S.Pd, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi guru dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan berkarakter Islami.

Kegiatan Parent Class for Teacher ini juga mendapat dukungan dari Ketua LazisMU SD Muhammadiyah PK Banyudono sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu sumber daya pendidik. (Sofyan)


Baca juga: Murid Kelas IV dan V SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sukses Ikuti English Camp 2026



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top