GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
RS PKU Aisyiyah Boyolali Kirim Relawan Kesehatan ke Daerah Bencana Sumatra
RS PKU Aisyiyah Boyolali Kirim Relawan Kesehatan ke Daerah Bencana Sumatra
BOYOLALI — majalahlarise.com - RS PKU Aisyiyah Boyolali melepas dua relawan kesehatan untuk menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Sumatra. Dua relawan tersebut, dr. Della Bintari Pratiwi dan Argian Prihatnala, dilepas secara resmi pada Jumat (2/1/2025) untuk bergabung dalam Tim Kesehatan bersama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.
Kedua relawan dijadwalkan berangkat melalui Bandara Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (3/1/2025). Selama dua pekan, mulai 4 hingga 17 Januari 2025, mereka akan bertugas di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali, dr. Zahrosofi Ahmadah, MARS, dalam sambutannya berpesan agar penugasan tersebut diniatkan sebagai ibadah. Ia menguraikan ibadah tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang diwujudkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.
“Ibadah memiliki makna yang luas. Seluruh aktivitas yang diniatkan sebagai ketaatan kepada Allah, termasuk membantu sesama yang tertimpa musibah, merupakan ibadah,” tuturnya.
Acara pelepasan relawan turut dihadiri Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RS PKU Aisyiyah Boyolali, Drs. Thontowi Jauhari, SH, M.Si, serta Kepala Bidang Administrasi dan SDI (Sumber Daya Insani), Purwani, S.Kep., Ners., MARS.
Menurut dr. Zahrosofi, upaya meringankan penderitaan para korban bencana merupakan bentuk ibadah kemanusiaan bernilai tinggi, bahkan dapat dimaknai sebagai jihad kemanusiaan. Ia berharap para relawan menjalani tugas dengan penuh keikhlasan.
“Tanpa keikhlasan, pekerjaan berat akan terasa semakin berat. Dengan keikhlasan, pekerjaan seberat apa pun akan menjadi ringan. Seberat apa pun tugas relawan, penderitaan para korban bencana jauh lebih berat,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pengabdian para relawan membawa keberkahan bagi RS PKU Aisyiyah Boyolali sehingga rumah sakit tersebut terus berkembang menjadi institusi kesehatan yang unggul dan berkemajuan.
“Menjadi relawan kemanusiaan merupakan bagian dari sikap takwa. Manusia diperintahkan untuk saling menolong dan menebarkan kasih sayang. Orang-orang bertakwa dijanjikan kemudahan, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam kata pamitannya, dr. Della Bintari Pratiwi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengatakan penugasan tersebut merupakan panggilan profesi yang telah lama ia nantikan.
“Ini panggilan profesi. Saya sudah lama ingin menjadi relawan kesehatan di daerah bencana untuk mengamalkan ilmu kedokteran yang saya miliki. Ketika ditawari berangkat ke Sumatra, saya langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang,” ujarnya.
Menanggapi tantangan berat di lapangan, dr. Della mengatakan kondisi tersebut justru menjadi motivasi tersendiri. “Itu tantangan. Saya menyukai tantangan,” ucapnya singkat.
MDMC Kerahkan Ratusan Relawan
Di sisi lain, Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengerahkan ratusan relawan untuk memberikan layanan darurat bagi para penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bencana hidrometeorologi tersebut dipicu hujan ekstrem akibat Siklon Seyar yang terjadi sejak 25 November 2024, sehingga menimbulkan kerusakan luas serta korban jiwa. MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat dan mengoordinasikan pengerahan tim profesional dari regional Sumatra serta wilayah Jawa, termasuk Tim Kesehatan, sesuai kebutuhan di daerah terdampak.
Purwani, yang juga tergabung dalam Tim Kesehatan Emergency Medical Team (EMT) PP Muhammadiyah, menjelaskan seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) di Indonesia dilibatkan dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Pada prinsipnya, setiap RSMA diminta mengirimkan satu tim. Namun karena keterbatasan personel, RS PKU Aisyiyah Boyolali mengirim dua relawan yang bergabung dengan RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada 3 Januari 2025 terdapat tiga tim medis yang diberangkatkan, masing-masing dari RS PKU Muhammadiyah UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, Brebes, serta tim gabungan dari RS PKU Aisyiyah Boyolali dan RS Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Pengiriman tim medis dari jaringan RSMA dijadwalkan berlangsung secara bergilir hingga Februari 2025. (Sofyan)
Baca juga: Pengajian Wali Santri PonpesMU Manafiul Ulum Sambi Tekankan Sinergi Orang Tua dan Pesantren
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...

Tidak ada komentar: