Hanya Bermodal HP, Ibu PKK Desa Gambiranom Belajar Raup Komisi Affiliate Bersama KKN UNS

Print Friendly and PDF

Kelompok KKN 162 Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan program edukasi Affiliate Marketing di Aula Kantor Desa Gambiranom.


Hanya Bermodal HP, Ibu PKK Desa Gambiranom Belajar Raup Komisi Affiliate Bersama KKN UNS

Wonogiri – majalahlarise.com - Mengubah waktu luang menjadi penghasilan tambahan kini bukan lagi sekadar wacana bagi ibu rumah tangga di Desa Gambiranom. Melalui sentuhan literasi digital, peluang ekonomi berbasis ponsel pintar mulai terbuka lebar.

Pada Senin (26/1/2026), Kelompok KKN 162 Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan program edukasi Affiliate Marketing di Aula Kantor Desa Gambiranom. Kegiatan ini menyasar kader PKK sebagai garda terdepan penggerak ekonomi keluarga di tingkat desa.

Sebanyak 53 kader PKK mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mempelajari bagaimana ponsel yang selama ini digunakan untuk komunikasi dan media sosial dapat bertransformasi menjadi sarana produktif penghasil rupiah.

Narasumber kegiatan, Muhammad Azis, menguraikan konsep affiliate marketing dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami. Ia menyampaikan langkah-langkah dasar menjadi affiliator, mulai dari mendaftar program, membuat konten promosi, hingga memperoleh komisi saat produk terjual.


“Ikut program affiliate, dapat uang cuma modal HP saja,” ujar Azis, memotivasi para peserta.

Azis menuturkan, kunci utama dalam menjalankan affiliate marketing terletak pada keberanian untuk memulai dan konsistensi membuat konten. Menurutnya, siapa pun bisa menjalankan program ini tanpa harus memiliki modal besar.

“Buat jadi affiliator itu mudah. Mulai dengan daftar program, buat konten promosi produk, tunggu orang beli, lalu dapat komisi,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada peluang penghasilan tambahan, tim KKN 162 UNS juga menyisipkan materi literasi keuangan tentang pentingnya Dana Darurat Keluarga. Pendapatan dari hasil affiliate diarahkan agar tidak langsung dihabiskan, melainkan dialokasikan sebagai cadangan keuangan untuk menghadapi situasi tak terduga.

Edukasi ini diberikan sebagai upaya memperkuat ketahanan finansial keluarga, mengingat minimnya literasi keuangan kerap membuat peluang pendapatan tambahan tidak dikelola secara optimal.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu kader PKK, Ibu Puji, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Bobot materinya bagus karena memang dibutuhkan masyarakat sekarang yang serba digital. Pemaparannya jelas dan peserta sangat antusias,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN 162 UNS berharap para ibu PKK Desa Gambiranom tidak hanya aktif bersosial media, tetapi juga memiliki kecakapan finansial untuk membangun masa depan keluarga yang lebih mandiri dan berdaya saing. (DF/ Sofyan)


Baca juga: Prodi DKV ISI Surakarta Matangkan Persiapan Agenda Kegiatan Tahun 2026



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top