GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Angkringan Griyo Sokma Jati, Harmoni Rasa dan Nuansa Jawa di Tengah Sawah Sukoharjo
![]() |
| Pengunjung saat menikmati masakan bakmi jowo di Angkringan Griyo Sokma Jati. |
Angkringan Griyo Sokma Jati, Harmoni Rasa dan Nuansa Jawa di Tengah Sawah Sukoharjo
SUKOHARJO – majalahlarise.com - Saat senja mulai turun dan angin berembus pelan dari hamparan persawahan, Angkringan Griyo Sokma Jati menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih dari sekadar makan malam. Nuansa tradisional Jawa terasa kuat lewat bangunan joglo yang berdiri anggun, berpadu dengan alunan musik organ tunggal yang mengalir santai, menciptakan suasana syahdu bagi siapa pun yang singgah.
Itulah kesan pertama yang dirasakan majalahlarise.com ketika berkunjung ke Angkringan Griyo Sokma Jati yang beralamat di Pondok RT 04 RW 01, Bulakrejo, Sukoharjo. Di tempat ini, pengunjung tidak hanya dimanjakan cita rasa khas angkringan, tetapi juga suasana pedesaan yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk kota.
Pemilik sekaligus pengelola Angkringan Griyo Sokma Jati, Ginanjar, menguraikan sejak awal konsep yang diusung memang kental dengan sentuhan Jawa. Awalnya, bangunan menggunakan model limasan. Namun, setelah mengalami musibah kebakaran, konsep tersebut dikembangkan dengan memadukan limasan di bagian belakang dan joglo di bagian depan.
![]() |
| Pengunjung bisa berkaraoke diiringi musik organ tunggal. |
“Dari awal kita konsep Jawa. Angkringan, tapi kita kemas seperti resto, dipadukan dengan sentuhan modern,” ujar Ginanjar.
Sentuhan modern itu salah satunya hadir lewat sajian musik. Menurutnya, musik menjadi elemen penting untuk menarik pengunjung agar betah berlama-lama. Awalnya, musik akustik sempat dicoba, namun respons pengunjung belum maksimal. Konsep kemudian berkembang dengan menghadirkan musik pop, tembang kenangan, hingga iringan keyboard yang kini rutin menemani suasana malam.
“Dengan musik, pengunjung bisa lebih santai, bisa melepas penat. Akhirnya kita pertahankan sampai sekarang,” tuturnya.
Dari sisi menu, Angkringan Griyo Sokma Jati juga terus bertransformasi mengikuti selera pasar. Pada awal berdiri, menu utama hanya soto sebagai sajian andalan. Seiring waktu, permintaan pengunjung semakin beragam.
![]() |
| Beragam menu makanan khas angkringan disajikan. |
“Awalnya soto. Terus banyak yang minta ayam, ayam kampung, nila, lele, sampai terakhir ada bebek bakar. Sekarang juga ada bakmi Jawa, mie goreng, ternyata banyak yang suka,” jelas Ginanjar.
Angkringan ini mulai beroperasi pada 2022, tepatnya menjelang Hari Raya Idul adha. Dari yang semula hanya menyediakan nasi kucing dan gorengan, kini dapur Griyo Sokma Jati nyaris tak pernah berhenti beraktivitas demi memenuhi pesanan pengunjung yang terus berdatangan.
Di tengah ketatnya persaingan kuliner di Sukoharjo, Ginanjar memiliki harapan sederhana namun penuh makna. Ia mengajak para pelaku usaha kuliner untuk terus menjaga ciri khas, terutama kuliner berbasis budaya Jawa.
![]() |
| Masakan bakmi Jawa khas angkringan Griyo Sokma Jati. |
“Mari sama-sama punya ciri khas. Kuliner Jawa supaya bisa terus berkembang. Semoga ke depan tambah laris, tambah banyak pengunjung, dan semua bisa maju bareng-bareng,” katanya.
Kenyamanan tempat dan ragam menu juga dirasakan langsung oleh pengunjung. Joko Suryono, salah satu pelanggan, mengaku Angkringan Griyo Sokma Jati menjadi tempat favoritnya untuk bersantai.
“Makanan yang saya suka bakmi Jowo, rasanya pas. Tempatnya nyaman, parkir luas, dan yang seru bisa karaoke langsung diiringi organ tunggal,” ungkapnya.
Angkringan Griyo Sokma Jati tidak sekadar menyajikan makanan, tetapi menghadirkan pengalaman. Perpaduan rasa, suasana, dan budaya Jawa menjadikan tempat ini sebagai ruang berkumpul yang hangat, tempat melepas penat sambil menikmati malam Sukoharjo yang bersahaja. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...




Tidak ada komentar: