Senam Anti Hipertensi Tingkatkan Pengetahuan dan Kendali Tekanan Darah Warga Daleman

Print Friendly and PDF

Senam Anti Hipertensi


Senam Anti Hipertensi Tingkatkan Pengetahuan dan Kendali Tekanan Darah Warga Daleman

Sukoharjo – majalahlarise.com - Program pencegahan hipertensi yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo melalui kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 di Desa Daleman, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal tersebut terungkap dari hasil monitoring dan evaluasi Program Sosialisasi dan Senam Anti Hipertensi yang dilaksanakan di Posyandu Dusun Darasan pada Selasa, 9 Desember 2025.

Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan sekaligus membantu pengendalian tekanan darah masyarakat melalui edukasi dan aktivitas fisik sederhana. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyuluhan kesehatan, senam anti hipertensi, kemudian ditutup dengan post-test serta pengukuran tekanan darah peserta.

Salah satu mahasiswa PBL 2, Wulan, menyampaikan hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan serta perubahan tekanan darah ke arah yang lebih baik setelah kegiatan senam.

“Dari hasil evaluasi, kami melihat peningkatan pengetahuan peserta yang sangat tinggi. Selain itu, tekanan darah peserta juga mengalami perbaikan setelah senam anti hipertensi,” ujar Wulan.

Ia menguraikan, aktivitas fisik sederhana seperti senam anti hipertensi dapat menjadi pilihan upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan di masyarakat, terutama bagi kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa upaya pencegahan hipertensi tidak selalu harus bergantung pada obat, tetapi juga bisa dilakukan melalui kebiasaan hidup aktif,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 32,35 meningkat menjadi 100 pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode penyuluhan yang dipadukan dengan praktik langsung.

Selain peningkatan pengetahuan, hasil pengukuran tekanan darah juga menunjukkan perubahan positif. Rata-rata tekanan darah sebelum senam tercatat 138,5/74,6 mmHg dan setelah senam menjadi 136,6/76,9 mmHg. Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sekitar 1,9 mmHg menunjukkan potensi senam anti hipertensi dalam membantu pengendalian tekanan darah secara nonfarmakologis.

Salah satu peserta, Siti Aminah, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

“Setelah mengikuti senam dan penyuluhan, saya jadi lebih paham cara menjaga tekanan darah. Badan juga terasa lebih ringan dan segar,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa PBL 2 berharap masyarakat Desa Daleman dapat menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan serta menjadikan senam anti hipertensi sebagai kegiatan rutin dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular di lingkungan desa. (Sofyan)


Baca juga: Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Penderes Asal Jawa Tengah Akhirnya Dipulangkan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top