Petakan Potensi dan Hambatan UMKM Desa Bagor Sragen, Tim Dosen FSRD ISI Surakarta Lakukan Observasi Awal

Print Friendly and PDF

Observasi awal guna memetakan potensi, kendala, serta hambatan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.


Petakan Potensi dan Hambatan UMKM Desa Bagor Sragen, Tim Dosen FSRD ISI Surakarta Lakukan Observasi Awal

SRAGEN – majalahlarise.com – Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pedesaan masih menghadapi beragam tantangan untuk dapat berkembang secara berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, tim dosen dari Jurusan Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melakukan observasi awal guna memetakan potensi, kendala, serta hambatan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Kegiatan observasi ini dipimpin oleh Dr. Ir. Tri Prasetyo Utomo, M.Sn dan dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke desa setempat. Kunjungan awal yang melibatkan dosen dan mahasiswa tersebut diterima secara resmi oleh Kepala Desa Bagor, Kukuh Riyanto, pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di Gedung Pertemuan Desa Bagor. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga serta para pelaku UMKM.

Dalam proses observasi, tim dosen mencatat sejumlah persoalan utama yang dihadapi UMKM Desa Bagor. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan akan stand display yang representatif untuk pemasaran produk, masih minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, lemahnya aspek kemasan (packaging), hingga keterbatasan dalam manajemen keuangan usaha.

Selain persoalan UMKM, tim juga menyoroti potensi budaya lokal melalui keberadaan Festival Klobot yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Desa Bagor. Namun demikian, terdapat pula sejumlah hambatan yang dirasakan warga, seperti keterbatasan kemampuan dalam merancang kostum pawai, desain gunungan tumpeng yang menarik, serta penyusunan koreografi saat defile pawai festival.

Kepala Desa Bagor, Kukuh Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan observasi ini dapat menjadi langkah awal dalam menemukan solusi konkret bagi pengembangan UMKM desa. 

“Melalui kunjungan ini, kami berharap potensi dan kendala UMKM dapat terlihat secara jelas, sehingga ke depan kampus dapat memberikan solusi melalui program-program dosen,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Dosen FSRD ISI Surakarta, Dr. Ir. Tri Prasetyo Utomo, M.Sn, menjelaskan bahwa observasi awal ini memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kegiatan riset maupun pengabdian kepada masyarakat. 

“Observasi ini penting untuk merancang program yang tepat sasaran, sekaligus sebagai bentuk penerapan teknologi dan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi seni, khususnya ISI Surakarta, melalui proses hilirisasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM sekaligus penguatan potensi budaya lokal Desa Bagor, Kabupaten Sragen. (Sofyan)


Baca juga: Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Dampingi Sekolah Muhammadiyah di Banten, Perkuat Mutu dan Strategi SPMB


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top