GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Natal Bersama GSJA Immanuel Boyolali, Perkuat Toleransi di Dukuh Pete
![]() |
| Perayaan Natal berlangsung khidmat dan penuh keakraban. |
Natal Bersama GSJA Immanuel Boyolali, Perkuat Toleransi di Dukuh Pete
BOYOLALI – majalahlarise.com - Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Immanuel Boyolali kembali menggelar Perayaan Natal Bersama sebagai penutup rangkaian Natal 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Jemaat Wilayah Timur ini dilaksanakan di Dukuh Pete, Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Sabtu (20/12/2025).
Perayaan Natal berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Jemaat GSJA Immanuel Boyolali berbaur dengan warga setempat, menciptakan suasana harmonis yang mencerminkan kuatnya nilai toleransi antar umat beragama.
Ketua Panitia Natal Wilayah Timur, Nugroho Setiawan, menyampaikan perayaan Natal bersama warga merupakan wujud nyata kehadiran gereja di tengah masyarakat.
“Natal ini kami rayakan bersama warga sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi. Kehadiran kami diharapkan membawa berkat serta mempererat persaudaraan demi kemajuan bangsa dan negara,” ungkapnya.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penampilan drama bertema keluarga yang menggambarkan berbagai persoalan hidup. Melalui cerita tersebut, jemaat ingin menyampaikan pesan Tuhan selalu hadir sebagai penolong dan sumber pengharapan bagi setiap orang yang berserah kepada-Nya.
Pendeta Krishandrika Immanuel Raharjo menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini, “Tak Tergoyahkan, Mercusuar Harapan dalam Kehadiran-Nya”, menjadi pengingat bahwa iman kepada Tuhan merupakan fondasi kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Dengan iman kepada Tuhan, kita tidak perlu takut menghadapi persoalan hidup. Kasih dan penyertaan Tuhan menjadi kekuatan bagi kita untuk terus melangkah dan menjadi berkat bagi sesama,” tuturnya.
Melalui perayaan ini, jemaat GSA Immanuel Boyolali diharapkan semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat sekitar dan terus menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sosial sehari-hari. (Ags/ Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...

Tidak ada komentar: