Menjaga Warisan Rasa, Pecel Mbah Nardi Wonogiri Tetap Eksis Lintas Generasi

Print Friendly and PDF



Menjaga Warisan Rasa, Pecel Mbah Nardi Wonogiri Tetap Eksis Lintas Generasi

WONOGIRI – majalahlarise.com - Aroma nasi pecel hangat dan gurihnya sambal kacang menyapa siapa saja yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman No. 191, Donoharjo, Wuryorejo. Di tengah gempuran kuliner modern, warung sederhana ini tetap berdiri kokoh, menawarkan nostalgia rasa yang tak lekang oleh waktu.

Warung yang lebih dikenal warga lokal sebagai Pecel Mbah Nardi ini kini dikelola oleh generasi penerus. Anto, pengelola warung saat ini, menceritakan bahwa usaha ini adalah estafet dari orang tuanya.

“Dulu ibu, terus kakak saya yang pegang. Sekarang saya yang meneruskan. Kalau ditanya resep, saya hanya mengikuti apa yang sudah ada, resep turun-temurun,” ujar Anto saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan.

Meski Anto mengaku tidak mengingat persis tahun berapa warung ini berdiri, jejak digital dan catatan kuliner lokal menyebutkan bahwa warung di lokasi ini telah melegenda sejak era 1970-an. Konsistensi rasa itulah yang membuat pelanggan terus kembali.

Warung ini buka mulai pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB, menjadikannya jujugan favorit untuk sarapan dan makan siang. Menu andalannya adalah Nasi Pecel, yang disajikan dengan sayuran segar, siraman sambal kacang kental, dan pelengkap rempeyek atau timpi (keripik tempe).

Tak hanya pecel, Anto menyebutkan variasi menu lain yang tak kalah diminati. “Selain pecel, ada oseng, sayur lombok, dan garang asem ayam kampung,” jelasnya.

Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong. Seporsi nasi pecel dibanderol mulai dari Rp 9.000. Untuk lauk tambahan seperti gorengan, pelanggan cukup merogoh kocek seribu rupiah per biji, sementara menu spesial Garang Asem Ayam Kampung dihargai Rp 13.000.

Saat ditanya mengenai resep rahasia yang membuat pecelnya begitu diminati, Anto menjawab dengan rendah hati. Baginya, “resep rahasia” itu adalah kebiasaan menjaga kualitas yang sudah dilakukan ibunya sejak dulu, meskipun ia sendiri mengaku tidak terlalu mendalami teknis peracikan bumbu secara mendetail.

“Yang paling diminati memang pecel, tambah telur, dan gorengan. Kalau resep, ya itu sudah dari sananya,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Dengan dibantu empat orang karyawan, warung ini tak pernah sepi pembeli. Kesibukan terlihat jelas terutama di jam-jam sarapan, di mana perpaduan nasi pecel hangat dan suasana Wonogiri yang asri menjadi magnet tersendiri.

Bagi para pelancong atau warga lokal yang ingin mencicipi kuliner legendaris ini, Warung Pecel Mbah Nardi di Jalan Jend. Sudirman No. 191 siap memanjakan lidah dengan cita rasa otentik Jawa yang khas. (Danu)


Baca juga: Wagub Taj Yasin: Ngopeni Nglakoni Harus Benar-Benar Dirasakan Masyarakat Desa


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top