Legenda Kuliner Malam: Nasi Liwet Mbah Kisut, Hangat dari Tungku hingga Tengah Malam

Print Friendly and PDF

Nasi Liwet Mbah Kisut, kuliner malam yang telah eksis sejak awal tahun 2000-an ini, menjadi destinasi wajib bagi pecinta masakan tradisional khas Jawa.


Legenda Kuliner Malam: Nasi Liwet Mbah Kisut, Hangat dari Tungku hingga Tengah Malam

Sukoharjo – majalahlarise.com - Di balik sunyinya malam Desa Gondang Manang, Kecamatan Baki, Sukoharjo, tersimpan sebuah legenda kuliner yang tak pernah sepi pemburu rasa. Nasi Liwet Mbah Kisut, kuliner malam yang telah eksis sejak awal tahun 2000-an ini, menjadi destinasi wajib bagi pecinta masakan tradisional khas Jawa.

Setiap malam, Mbah Kisut mulai membuka lapaknya sekitar pukul 21.30 WIB. Menariknya, belum genap tengah malam, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB, nasi liwet yang dimasak sudah ludes terjual. Kepopuleran ini tak lepas dari cita rasa klasik yang dipertahankan secara turun-temurun. Proses memasak menggunakan tungku tradisional membuat aroma dan rasa nasi liwet terasa lebih gurih, hangat, dan autentik.

Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp7.000 per porsi lengkap dengan suwiran, Nasi Liwet Mbah Kisut menjadi pilihan favorit semua kalangan. Tak heran jika setiap malam, warga Baki dan sekitarnya rela antre demi seporsi nasi liwet hangat yang baru matang.

Dalam obrolan santai, Mbah Kisut mengenang perjalanan panjangnya berjualan. Ia bercerita bahwa dahulu berjualan secara berpindah-pindah, bahkan sempat berjualan di kawasan Begalon. Namun masa pandemi Covid-19 menjadi ujian berat. Saat itu, ia sempat dilarang berjualan di luar.

Mbiyen sadean e teng Begalon mas. Covid niko didukani mpun mboten angsal sadean, ning nggih pripun lengganan kulo sanjang ken bika teng griyo mawon mbah. Nah bar niku alhamdulillah mpun teng ndalem. Ning mboten mesti sok kadang ngantos jam 2 enjing. Ning kerep alhamdulillah e jam 23.00–00.00 mpun telas sedanten,” tutur Mbah Kisut dengan senyum sederhana.

Keputusan penting pun diambil pada tahun 2021. Mbah Kisut memilih menetap berjualan di rumahnya sendiri di Gondang Manang. Ternyata, langkah tersebut justru membawa berkah. Pelanggan semakin banyak dan Nasi Liwet Mbah Kisut kian dikenal sebagai kuliner malam legendaris.

Tak hanya nasi liwet, Mbah Kisut juga menyajikan menu tradisional lainnya seperti jenang lemu dan ketan juruh yang semakin melengkapi cita rasa nostalgia. Bagi warga Baki dan sekitarnya, nama Nasi Liwet Mbah Kisut sudah tak asing lagi, ia bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari cerita dan kenangan kuliner malam yang terus hidup hingga kini. (Manaf)


Baca juga: Suasana Bazar UMKM Ngarsopuro Tetap Ramai Meski Diguyur Hujan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top