GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Guru MIPA SD Muhammadiyah Solo Mendunia Lewat Pelatihan Bilingual Nasional
Guru MIPA SD Muhammadiyah Solo Mendunia Lewat Pelatihan Bilingual Nasional
YOGYAKARTA – majalahlarise.com - Guru-guru MIPA SD Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pelatihan Guru MIPA Bilingual yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PP Muhammadiyah di Hotel Aveon, Yogyakarta, pada 17–20 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas guru Muhammadiyah menerapkan pembelajaran bilingual secara efektif di kelas.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus kemampuan bahasa Inggris guru MIPA agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Sejumlah guru SD Muhammadiyah Solo turut ambil bagian dan menunjukkan komitmen kuat mengembangkan pembelajaran bilingual di sekolah masing-masing.
Ketua Panitia, Sutomo, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan motivasi kepada peserta sekaligus menguraikan pentingnya peningkatan kompetensi bahasa bagi guru MIPA. Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi modal penting dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, dalam keynote speech mengatakan guru Muhammadiyah tidak perlu ragu menggunakan pendekatan bilingual dalam pembelajaran. Ia menjelaskan penggunaan bahasa Inggris justru membuka peluang meningkatkan daya saing guru dan peserta didik di era global.
“Guru harus percaya diri. Penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran bukan hambatan, tetapi peluang meningkatkan daya saing,” katanya.
Sesi inspiratif disampaikan Gogot Suharwoto melalui materi Bridging Logic and Language: Effective Strategies for Bilingual. Ia menguraikan penguatan pembelajaran bilingual perlu diletakkan pada dua sisi sekaligus, yakni logika materi dan aspek bahasa.
Menurutnya, logika mencakup konsep, penalaran, pola, serta hubungan sebab-akibat, sementara aspek bahasa meliputi kosakata, struktur kalimat, terminologi, dan cara menjelaskan. Ia menuturkan jembatan antara logika dan bahasa dimulai dari penguatan konsep yang kokoh.
Memasuki hari kedua, peserta dipisahkan berdasarkan mata pelajaran. Di kelas A yang diikuti guru Matematika dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, fasilitator Rizki, dosen UHAMKA, bersama Vita dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik memberikan materi praktik pengajaran, penggunaan Classroom English, hingga strategi Content and Language Integrated Learning (CLIL).
Peserta juga mengikuti sesi peer teaching dengan umpan balik langsung dari fasilitator. Pola ini mendorong keberanian guru menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran secara bertahap dan terarah. Para fasilitator menjelaskan penerapan bilingual dapat dimulai dari sapaan, instruksi, hingga asesmen, sementara konsep inti tetap dapat disampaikan dalam Bahasa Indonesia agar pemahaman siswa tetap terjaga.
Salah satu peserta, Tri Yuniarti dari SD Muhammadiyah 1 Solo, mengaku pelatihan tersebut meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memotivasinya menerapkan pembelajaran bilingual di sekolah.
“Rencana tindak lanjut antara lain penyusunan perangkat ajar berbasis bilingual, penerapan scaffolding bagi siswa, penguatan lesson design, hingga berbagi praktik baik dengan guru di sekolah masing-masing. Insya Allah Guru MIPA SD Muhammadiyah 1 Solo mendunia. Kelas A Matematika bilingual saya sendiri, lalu kelas C IPAS bilingual ada Anita P, Rusmawardah, dan Anida,” ujarnya.
Para peserta menyampaikan apresiasi kepada Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah atas komitmen berkelanjutan meningkatkan kualitas guru Muhammadiyah. Apresiasi juga diberikan kepada para fasilitator dan panitia yang telah menyiapkan kegiatan secara profesional, nyaman, dan responsif.
Dukungan berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing sekolah Muhammadiyah, sekaligus mengantarkan guru MIPA SD Muhammadiyah Solo tampil percaya diri di kancah nasional maupun internasional. (Sofyan)
Baca juga: Atlet Jateng Sumbang 43 Medali untuk Indonesia di SEA Games 2025
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...

Tidak ada komentar: