PKM Memperkuat Pembangunan SDM Perangkat Desa dan Peran Perempuan PKK Berbasis IDM Desa Berkembang, Maju, Mandiri di Kabupaten Wonogiri

Print Friendly and PDF

Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi TP.PKK Desa Sendangagung.


PKM Memperkuat Pembangunan SDM Perangkat Desa dan Peran Perempuan PKK Berbasis IDM Desa Berkembang, Maju, Mandiri di Kabupaten Wonogiri

Sukoharjo – majalahlarise.com — Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 berkomitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa dan peran perempuan PKK di Kabupaten Wonogiri. Program ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung visi pemerintah membangun desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek dan Univet Bantara. Tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Dr. Mathilda Sri Lestari bersama Iwan Ristanto dan Rahmatul Ahya menargetkan dua desa, yaitu Desa Sendangagung dan Desa Purwosari di Kecamatan Wonogiri.

Kabupaten Wonogiri memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang besar, namun pengelolaannya belum optimal. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM), nilai rata-rata Wonogiri berada pada angka 0,6852, masuk kategori berkembang. Indeks Ketahanan Sosial (IKS) 0,806, Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) 0,667, dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) 0,533 menunjukkan perlunya peningkatan kemampuan masyarakat di berbagai sektor.

Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi TP.PKK Desa Purwosari.

“Desa sebenarnya punya potensi besar, tapi belum semua perangkat desa memiliki kemampuan manajemen dan teknologi yang memadai. Karena itu, kami berikan pelatihan berbasis digital agar tata kelola pembangunan lebih efisien dan transparan,” jelas Dr. Mathilda Sri Lestari, ketua tim pengabdian.

Dalam pelatihan tersebut, tim memperkenalkan aplikasi Mobile Smart RAB berbasis Android, yang memudahkan perangkat desa menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan jalan desa secara cepat dan akurat. Aplikasi ini dapat diinstal melalui ponsel pintar, tanpa harus menggunakan komputer atau program rumit.

“Dengan aplikasi ini, perangkat desa bisa menyelesaikan perhitungan RAB hanya dalam waktu 2,2 menit atau sekitar 132 detik,” ujar Iwan Ristanto.

Protoipe alat pengaduk dengan motor penggerak dynamo listrik 350watt


Alat Pengaduk Detergen untuk menggantikan pengaduk secara manual.


Aplikasi Smart RAB membantu perangkat memasukkan data lapangan seperti panjang, lebar, dan tebal jalan, kemudian secara otomatis menghitung kebutuhan bahan, biaya tenaga kerja, dan estimasi anggaran total. Selain mempercepat proses, aplikasi ini juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan desa.

Selain melatih perangkat desa, tim PKM juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Tim Penggerak PKK di Desa Sendangagung dan Purwosari. Program ini mengajarkan pemanfaatan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dan detergen cair ramah lingkungan.

Menurut Rahmatul Ahya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan jiwa wirausaha dan kepedulian terhadap lingkungan.



“Kami memperkenalkan mesin pengaduk sabun listrik berdaya 350 watt agar proses produksi lebih cepat dan efisien,” terangnya.

Dengan penggunaan mesin pengaduk tersebut, produktivitas meningkat signifikan dari sebelumnya hanya 10 liter sabun manual menjadi 50 liter dalam waktu 5–8 menit. Selain itu, peserta juga diajarkan proses pengemasan, pemasaran, serta pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin edar Produk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) dari Kementerian Kesehatan.

“Pelatihan ini membuat kami semangat memanfaatkan waktu luang untuk hal yang bermanfaat dan menghasilkan,” ungkap Sulastri, kader PKK Desa Purwosari yang kini mulai menjual sabun hasil pelatihan ke warung sekitar.

Melalui kegiatan ini, kelompok PKK tidak hanya menjadi penggerak kesejahteraan keluarga, tetapi juga berperan penting dalam pengelolaan limbah dan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Program PKM Univet Bantara membuktikan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menciptakan inovasi yang sesuai kebutuhan lokal dan mudah diadopsi masyarakat.

“Kami tidak sekadar datang memberi pelatihan, tetapi mendampingi masyarakat hingga mampu mandiri menggunakan teknologi dan mengembangkan produk sendiri,” kata Dr. Mathilda.

Dampak program ini mulai terasa. Perangkat desa kini lebih percaya diri dalam menyusun rencana pembangunan dengan teknologi digital, sedangkan kader PKK mampu memproduksi sabun ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga dan peluang usaha baru.

Selain mendukung program pemerintah “Membangun dari Desa”, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Asta Cita Presiden seperti memperkuat pembangunan SDM, mendorong hilirisasi dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Melalui penerapan teknologi, keterampilan, dan inovasi, PKM Univet Bantara membuka peluang bagi desa-desa di Wonogiri untuk berkembang menuju status Desa Maju dan Mandiri.

“Program ini menjadi contoh bahwa desa bisa modern tanpa meninggalkan nilai gotong royong. Inovasi digital dan pemberdayaan perempuan harus berjalan berdampingan,” tegas Dr. Mathilda.

Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek atas dukungan pendanaan, serta Univet Bantara Sukoharjo yang memfasilitasi kegiatan secara penuh.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PKM Univet Bantara menjadi motor penggerak perubahan sosial ekonomi desa menjadikan Wonogiri bukan sekadar daerah berkembang, tetapi daerah yang tumbuh mandiri, produktif, dan berdaya saing. (Sofyan)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top