GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Kekuatan Imajinasi untuk Wujudkan Sukses Berwirausaha Berbasis Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Pragmatik
Kekuatan Imajinasi untuk Wujudkan Sukses Berwirausaha Berbasis Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Pragmatik
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum. |
"Kawan, imajinasi jauh lebih kuat dari pengetahuan kita maka berimajinasilah untuk dapat mewujudkan mimpi dan cita-citamu untuk meraih sukses"
Setiap manusia yang dilahirkan ke bumi berhak untuk sukses. Sukses bukan sekadar tercapai apa yang dicita-citakan sejak kecil hingga dewasa. Ada yang memaknai sukses merupakan capaian tertinggi dalam kariernya. Kemudian ada juga yang mengatakan sukses merupakan perwujudan nyata terhadap cita-cita untuk memiliki rumah yang bagus, harta benda melimpah, jabatan yang tinggi, pekerjaan sesuai bidang keahliannya, pedagang yang menjual dagangannya sampai habis. Semua pernyataan dan pendapat itu juga tidak salah. Namun demikian perlu ditegaskan bahwa sukses merupakan rangkaian proses yang dilakuan oleh setiap orang yang meyakini dan memperjuangkan terus-menerus cita-cita untuk sukses dengan rasa syukur dan kekuatan imajinasi sebagai kekuatannya . Kesuksesan itu letaknya di hati dengan penuh rasa syukur dan diperjuangkan dengan kekuatan imajinasinya yang dilandasi dengan kesungguhan, kesabaran, dan doa secara terus menerus tanpa mengenal lelah dan putus asa.
Berwirausaha itu memerlukan 5 modal dasar imajinasi untuk mewujudkan sukses dalam berwirausaha berbasis bahasa dan sastra dalam perspektif pragmatik, antara lain: (1) imajinasi untuk meniatkan usaha yang dirintis untuk ibadah, (2) imajinasi untuk menjadi wirausahawan yang sukses dan berkah, (3) imajinasi untuk memiliki produk yang ditawarkan atau dijual kepada konsumen laris manis, (4) imajinasi untuk dapat bekerja sama dengan kolegial dalam berwirausaha dan banyak membuka lapangan kerja bagi masyarakat, dan (5) imajinasi untuk terus berusaha, berdoa, dan bersedekah saat berwirausaha sepanjang masa. Dengan modal lima dasar imajinasi tersebut tentu akan dapat terwujud cita-cita menjadi wirausahwan yang sukses berbasis bahasa dan sastra dalam perspektif pragmatik. Hal ini dapat menjadi salah satu wujud nyata untuk mewujudkan imajinasai dalam bentuk kata, frasa, kalusa, kalimat, paragraf, wacana yang berbasis teks, koteks, dan konteks dalam perspektif pragmatik. Mengapa demikian? Semua produk yang akan dipasarkan atau dijual tentu harus ditawarkan dengan bahasa yang mengandung maksud tersurat dan tersirat untuk memengaruhi pelanggan atau konsumennya. Semua itu memerlukan pemahaman multikonteks yang dimiliki oleh para penjual dan konsumen agar tertarik untuk membeli produk-produk yang ditawarkan.
Berwirausaha merupakan salah satu Solusi yang harus dimiliki oleh generasi muda NKRI saat ini. Mengapa demikian? Data BPJS pada Agustus 2025 dijelaskan bahwa jumlah pengangguran mencapai 7,46 juta orang atau 4,85 dari jumlah angkatan kerja di Indonesia. Kondisi ini harus diketahui sekolah kepala SMK dan rektor, dekan, kaprodi di semua perguruan tinggi di Indonesia sebagai jenjang manajer pengelolaan pendidikan menengah dan tinggi yang menyiapkan tenaga kerja Indonesia berbasis kompetensi hardskill dan softskill. Seluruh masyarakat NKRI sadar atau tidak sadar tentu semua lulusan SMK dan sarjana semua bidang di seluruh NKRI tidak akan dapat terserap ke dalam dunia kerja semua sesuai bidangnya. Oleh karena itu, harus ada solusi kreatif dan inovatif untuk para lulusan SMK dan sarjanaa yang siap kerja tersebut, yaitu bekerja atau berwirausaha. Apabila bekerja belum tentu semua tertampung sesuai bidnag keahliannya maka harus ada pelatihan dan pembekalan untuk dapat melahirkan para wirausahawan muda di seluruh wilayah NKRI.
Kecakapan dan wirausaha untuk generasi muda dapat dilakukan dengan penuh keberanian yang rasional. Misalnya, kita latih untuk wirausaha bidang kuliner, berarti aneka makanan dapat dijual dengan berbagai model inovasi kreatif dan inovatif yang dapat menarik pembeli yang ada. Hal ini dapat memanfaatkan imajinasi bahasa dan sastra dan menggunakan konteks pragmatik untuk dapat memengaruhi para konsumennya. Merintis usaha cilok cinta, jilbab berantena, ceker judes, cireng asmara, bakso rindu, bakpau gemoy, roti maryam memesona, batik ratulisa, dawet diklisa, dan banyak lagi aneka kuliner yang dapat dikemas dengan imajinasi kata, frasa, kalusa, dan kalimat dalm perspektif pragmatic untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas nilai jualnya. Sandaran dasar pragmtik yang memelajari maksud ujaran dibalik tuturan penutur dengan lawan tutur yang melibatkan konteks tentu akan mewarnai setiap kehiudpan masyarakat di sekelilingnya. Hal ini tentu akan menjadi modal dasar pengembangan imajinasi untuk dapat menyukseskan wirausaha yang dirintis oleh para pengusaha muda di seluruh wilayah NKRI sambil terus berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) dalam multikonteks kehidupan yang dijelajahinya serta ikut belajar Bersama melalui Komunitas Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra (DIKLISA) sepanjang masa.
Kunci sukses berwirausaha bagi sarjana-sarjana yang baru lulus tentu harus disiapkan pendamping dan starup umkm yang dapat dijadikan rujukan dan konsultan dalam perintisan dan pengembangan usahanya. Oleh karena itu, SMK, kampus, dan seluruh elemen masyarakat terkait harus dapat memantik dan membuka aneka ruang usaha bidang digital dan nondigital sebagai bentuk ruang pengembangan skill wirausaha multigenerasi NKRI. Semangat menjadi wirausaha, teknik dan cara merintisnya, strategi dan pengembangan usahanya, teknik pemasaran digital dan nondigital, serta berbagi sedekah untuk keberkahan usahanya harus terus diusahakan, dilatih, didampingi, dan diupayakan dalam aneka Latihan, workshop, giat umkm, giat kuliah wirausaha, dan praktik wirausaha di kampus, masyarakat, dan aneka pendampingan perusahaan-perusahaan BUMN dan nonBUMN yang tersebar di seluruh wilayah NKRI.
Mari kita mulai buka starup wirausaha berbasis bahasa dan sastra dalam perspektif pragmatik, antara lain: (1)Nama produk: Jenang Rindu Sepanjang Masa ( JERISA), (2) Modal per bungkus: Rp 5.000,00. (3) Harga jual per bungkus; Rp 10.000,00. (4) Model pemasaran: luring dengan buka lapak di tempat strategis; pemasaran daring: stor WA, facebook, Instagram, tiktok, youtube, dll. (5) keuntungan per bungus Rp 5.000,00. Misal sehari belanja modal 100 bungkus x Rp 5.000,00 berarti: Rp 500.000,00 kemudian dijual laku semua 100 bungkus x 10.000,00 dengan hasil penjualan Rp 1.000.000,00. Kemudian dikurangi belanja modal Rp 500.000,00 berarti masih siasa Rp 500.000,00 kemudian dipotong zakat 2,5% berarti Rp 12.500,00 dan dikurangi operasional 10% berarti Rp 50.000,00. Dengan demikian keuntungan bersihnya Rp 500.000 dikurangi Rp 62.500 sama dengan RP 437.500,00. Jangan lupa sedekah setiap hari dari hasil yang diperoleh ya. Alhamdulillah, semoga usahanya berjalan lancar dan berkah selamanya.
Deskripsi di atas merupakan contoh nyata apabila akan mencoba membuka wirausaha, baik membuat produk secara mandiri maupun sebagai penjual kedua semua produk yang mau ditawarkan kepada pembelinya. Pemanfaatan aspek bahasa dan sastra sebagai basis wirausaha dalam perspektif pragmatik dapat dimanfaatkan dalam penamaan produk-produknya yang unik, mudah diingat, dan dikenang sepanjang hayat sebagai produk unggulan yang dipasarkan. Misalnya: Balisa (Batik Literasi Menulis & Membaca), Bakasa (Baju kangen sepanjang masa), Karia (Kaos Rindu Selamanya), Jelita (Jenang Literasi Sastra), Keripik (Kebab Rindu pada Pragmatik), Jemari (Jejak Makan Rindu), Comar (Coklat Asmara), Darima (Dawet Rindu Selamanya), Bamoy (Bala-Bala Gemoy), Romansa (Roti Manja Sepanjang Masa) dan sebagainya. Pemberian nama-nama produk tersebut secara leksikal hanya merupakan akronim gabungan frasa tetapi dalam perspektif pragmatik memiliki daya pragmatik yang sangat kuat bagi para pembeli dan konsumennya. Hal ini dilihat pada bentuk, fungsi, dan konteks nama-nama produk unggulan wirausaha berbasis bahasa dan sastra tersebut memiliki maksud tersirat yang sangat unik, menarik, dan memiliki imajinasi yang sangat kuat bagi para konsumen sepanjang masa.
Dalam perspektif pragmatik diksi-diksi di atas mengandung implikatur dan praanggapan. disebut dengan implikatur dan pranggapan. Implikatur dan praanggapan yang terikat konteks ini memiliki daya pragmatik untuk menyampaikan pesan tersirat kepada pembeli atau konsumennya bahwa ini produk memang akan selalu unik dan dirindukan umat sepanjang masa. Akhirnya, mari kita semua tetap berolahraga dan tersenyum 228 agar tetap sehat dan menyenangkan diri sendiri serta pembeli kita semua. Selanjutnya, wahai seluruh generasi muda Indonesia, selamat mencoba untuk merintis usaha sekecil apa pun yang penting jangan pernah takut untuk memulai dan terus-menerus berusaha serta jangan pernah putus asa untuk terus mencoba dengan kekuatan imajinasi bahasa dan sastra agar sukses ada ditangan kita.
“Kehendak-Nya menjadi wewenangnya tetapi rencana, usaha, dan doa menjadi kewajiban manusia untuk terus menguapayakkanya sampai titik darah penghabisan”
Istana Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA Surakarta, 18 November 2025
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...

Tidak ada komentar: