GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Empat Daerah di Semarang Raya Siap Jalankan PSEL Terpadu di Bawah Kendali Pemprov Jateng
![]() |
| Rapat Persiapan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya, yang diadakan di Aula Lantai 2 Gedung A Kantor Gubernur Jateng. |
Empat Daerah di Semarang Raya Siap Jalankan PSEL Terpadu di Bawah Kendali Pemprov Jateng
Semarang - majalahlarise.com - Sejumlah daerah di Jawa Tengah, terutama wil.ayah Semarang Raya memiliki potensi yang besar untuk mendukung Pembangunan instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Bahkan, Semarang Raya menjadi salah satu kawasan yang dipersiapkan untuk aglomerasi pelaksanaan PSEL oleh Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Persiapan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya, yang diadakan di Aula Lantai 2 Gedung A Kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, 11 Nopember 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) memimpin rapat, yang dihadiri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, serta Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Semarang. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian LH Hanifah Dwi Nirwana.
Dalam paparannya, Hanifah mengemukakan Pemkot Semarang dinilai memiliki kesiapan untuk melaksanakan PSEL, baik infrastruktur maupun sarana dan prasarana. Pemkot Semarang juga telah menyampaikan kesediaan untuk menyediakan sampah sebesar 1.000 ton per hari.
"Yang penting untuk digaribawahi adalah komitmen Pemkot Semarang untuk siap menyediakan sampah 1.000 ton per hari, dan dilaksanakan secara konsisten,"kata Hanifah.
Dia menambahkan, keterlibatan Pemprov Jateng dalam hal ini adalah sebagai fasilitasi dalam upaya aglomerasi untuk pelaksanaan PSEL tersebut. Mengingat, PSEL akan melibatkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yakni di wilayah Semarang Raya. Setidaknya ada empat daerah yang nantinya akan melaksanakan kesepakatan di bawah koordinasi Gubernur Jawa Tengah.
Keempat daerah tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Keempat daerah tersebut saat ini tercatat masih memiliki sampah yang tidak terkelola. Kabupaten Kendal misalnya, masih ada 237 ton sampah tidak terkelola per hari. Sedangkan Demak, terdapat 497 ton sampah tidak terkelola per hari.
Hanifah mendorong agar kabupaten yang masih belum dapat melaksanakan pengelolaan sampah, dapat mendukung aglomerasi PSEL tersebut, dengan mengirimkan sampah mereka pada proyek PSEL yang bertempat di kawasan Jatibarang, Kota Semarang.
Sekda Sumarno mengatakan, penanganan sampah membutuhkan komitmen dan kolaborasi banyak pihak. Terlebih, saat ini daerah Semarang Raya juga menjadi kawasan wisata yang sangat diminati wisatawan dari berbagai daerah.
Menurutnya, pendekatan untuk penyelesaian masalah sampah sering fokus di hilir. Padahal, persoalan tersebut bisa dicegah sedari hulu, dengan kesadaran masyarakat untuk bijak dalam membuang sampah secara sembarangan. "Salah satunya bisa melalui pendekatan agama, yakni menanamkan keyakinan bahwa jika membuang sampah sembarangan sama dengan melakukan dosa jariyah," katanya. (Hum/ Sofyan)
Baca juga: Nasabah Asal Boyolali Raih Mobil Honda Brio di Undian Simpanan PT BPR BKK Boyolali 2025
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...

Tidak ada komentar: