Dosen dan Mahasiswa ISI Surakarta Ubah Galon Bekas Jadi Peluang Kreatif di Yayasan Al Kahfi

Print Friendly and PDF

Mengolah limbah galon plastik menjadi produk home decor seperti lampu tidur.


Dosen dan Mahasiswa ISI Surakarta Ubah Galon Bekas Jadi Peluang Kreatif di Yayasan Al Kahfi

Surakarta – majalahlarise.com - Tim dosen dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menginisiasi pelatihan upcycling galon bekas bagi anak-anak Yayasan Al Kahfi Surakarta sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Tidak hanya memberikan pendampingan praktik, kegiatan ini juga menghasilkan sebuah modul upcycling komprehensif yang resmi diserahkan kepada pihak yayasan sebagai panduan berkelanjutan. Senin, 10 November 2025

Ketua pelaksana kegiatan, Neni Nurul Rosalina, M.Ars, dosen Arsitektur ISI Surakarta, menuturkan pelatihan dirancang untuk edukatif sekaligus menyenangkan, sehingga mudah diterima oleh anak-anak. Melalui pendekatan kreatif, peserta diajak mengolah limbah galon plastik menjadi produk home decor seperti lampu tidur, pot tanaman, hingga tempat pensil.

“Modul ini kami susun agar dapat terus digunakan oleh yayasan dalam mengembangkan keterampilan anak-anak di masa mendatang,” jelasnya.

Pada sesi pelatihan sebelumnya, anak-anak berhasil menghasilkan berbagai kreasi fungsional, antara lain lampu gantung dekoratif, pot tanaman, dan tempat penyimpanan. Karya-karya tersebut kini dipajang di lingkungan yayasan, bahkan beberapa di antaranya direncanakan untuk dijual dalam bazar amal guna mendukung kegiatan operasional yayasan.

Kegiatan ini turut melibatkan dosen Desain Interior Indarto, S.Sn., M.Sn., serta mahasiswa Bryan Wahyu Perdana dan Toshiro Adilfi Wilmer Deevan. Modul pendamping yang dikembangkan merangkum teknik dasar, langkah-langkah kerja, hingga inspirasi desain dalam format yang mudah dipahami baik oleh pengasuh maupun anak-anak.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen ISI Surakarta dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Melalui pelatihan berbasis kreativitas dan lingkungan ini, diharapkan lahir generasi muda yang lebih peduli, kreatif, serta mampu memanfaatkan limbah sebagai peluang bernilai. (Sofyan)


Baca juga: 20 Warga Masih Hilang, BPBD Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top