SMA Negeri 1 Wuryantoro Gelar Workshop Integrasi Koding dan AI dalam Kurikulum Merdeka

Print Friendly and PDF

Narasumber Dr. Singgih Subiyantoro, M.Pd., Dekan FKIP Univet Sukoharjo saat memaparkan materi Integrasi Koding dan AI dalam Kurikulum Merdeka.


SMA Negeri 1 Wuryantoro Gelar Workshop Integrasi Koding dan AI dalam Kurikulum Merdeka

Wonogiri – majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Wuryantoro menggelar Workshop Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Singgih Subiyantoro, M.Pd., Dekan FKIP Univet Sukoharjo, serta diikuti oleh seluruh guru sebagai peserta.

Ketua Panitia, Broto Apriliyanto, S.Pd., M.Pd., dalam menyampaikan tujuan utama workshop ini adalah memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman.

“Workshop ini digagas agar guru mampu mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial ke dalam proses belajar, sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih keterampilan digital yang sangat dibutuhkan di era sekarang,” terangnya.

Kepala SMA Negeri 1 Wuryantoro, Sentot, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.


Menurutnya, relevansi kegiatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang memberi ruang luas bagi guru untuk berinovasi. “Integrasi koding dan AI akan membuat pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan abad 21,” imbuh Broto.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Wuryantoro, Sentot, S.Pd., M.Pd., menjelaskan harapan besar bagi guru dan siswa setelah mengikuti workshop.

“Kami berharap guru semakin percaya diri mengaplikasikan hasil workshop dalam pembelajaran, sementara siswa bisa merasakan pengalaman belajar yang lebih modern, menantang, dan menyenangkan. Dengan demikian, sekolah dapat melahirkan generasi yang adaptif dan kompetitif,” ujarnya.

Sentot juga menuturkan pihak sekolah terus berusaha menyiapkan sarana dan prasarana meskipun secara bertahap. “Kami berupaya melengkapi fasilitas dengan memperbaiki beberapa komputer lama yang masih bisa digunakan, memfasilitasi guru dalam mengikuti pelatihan, serta menganggarkan buku referensi terkait koding dan AI di tahun mendatang,” jelasnya.

Narasumber saat foto bersama dengan para peserta.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti di sini. “Guru perlu terus berlatih dan mendampingi siswa dalam mengembangkan keterampilan koding dan AI. Harapannya, SMA Negeri 1 Wuryantoro bisa menjadi sekolah rujukan dalam pembelajaran berbasis teknologi di wilayah ini,” tambahnya.

Dari hasil workshop, guru memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya literasi digital serta praktik penerapannya dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Melalui materi yang disampaikan narasumber, peserta diarahkan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan berbasis proyek dengan memanfaatkan koding dan AI.

Sebagai narasumber, Dr. Singgih Subiyantoro, M.Pd. memaparkan pentingnya integrasi koding dan AI sejak SMA.

“Koding dan AI adalah literasi baru abad 21. Dengan mempelajarinya sejak SMA, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator yang mampu berinovasi sesuai kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, guru akan terbantu dalam membuat pembelajaran lebih interaktif dan efisien, sementara siswa terbiasa berpikir logis, kreatif, serta siap menghadapi dunia kerja dan studi lanjut yang berbasis teknologi.

Namun, Singgih tidak menutup mata terhadap tantangan terbesar sekolah di daerah. “Keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru, dan akses internet masih menjadi kendala. Solusinya adalah melalui dukungan kolaborasi, peningkatan pelatihan guru, penyediaan fasilitas dasar, serta pemanfaatan aplikasi yang ramah bagi daerah dengan keterbatasan teknologi,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan FKIP Univet Sukoharjo berkomitmen mendampingi sekolah mitra. “Kami aktif melalui program pelatihan, pendampingan kelas digital, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar guru dan siswa memiliki kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan saat ini,” paparnya.

Menutup materinya, Singgih berpesan kepada siswa SMA Negeri 1 Wuryantoro agar tidak takut pada teknologi.

“Jadilah pengguna yang cerdas, adaptif, dan inovatif. Gunakan koding dan AI untuk berkarya, bukan hanya bermain. Masa depan ada di tangan kalian, maka manfaatkan era digital ini dengan sikap bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Siswa SMP Negeri 1 Wuryantoro Raih Prestasi Membanggakan di Seleksi MAPSI Sub Rayon 02


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top