Univet Bantara Sukoharjo Dorong Inovasi Energi Terbarukan untuk Perikanan Desa Purwosari Wonogiri

Print Friendly and PDF

 

Tim PKM Univet Bantara Sukoharjo.

Univet Bantara Sukoharjo Dorong Inovasi Energi Terbarukan untuk Perikanan Desa Purwosari Wonogiri

Sukoharjo – majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2025. Program ini terlaksana berkat kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Salah satu fokus utama PKM tahun ini adalah pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis energi surya untuk mendukung sektor perikanan di Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Program ini melibatkan Pokmas Pengelola Sumberdaya Air (PSDA) yang dipimpin oleh Gatot Kuncoro, S.Pd., serta Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Cerdas setempat.

Sejak berdiri, Posyantek telah menjadi lembaga rujukan nasional yang memberi pelayanan teknis, informasi, dan orientasi pemanfaatan TTG. Pada tahun 2015, Posyantek bahkan meraih Juara I Posyantek Berprestasi Tingkat Nasional, bukti nyata perannya dalam membantu masyarakat memanfaatkan teknologi.


Posyantek hadir untuk menjembatani kebutuhan masyarakat sebagai pengguna TTG dengan perguruan tinggi sebagai sumber inovasi. Dengan demikian, masyarakat desa tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, melainkan juga penerima manfaat langsung.

Dalam program PKM ini, Univet Bantara menerapkan model perikanan berbasis tenaga surya. Teknologi solar cell diaplikasikan pada kolam-kolam ikan untuk berbagai fungsi vital, antara lain: Pompa tenaga surya untuk sirkulasi air. Penggerak aerator yang menjaga kualitas oksigen di kolam. Lampu kolam sebagai penerangan saat malam hari. Pompa penyiraman tanaman air kolam.

Univet mendampingi kelompok masyarakat dalam mengembangkan TTG pembuatan pakan pelet ikan mandiri.


Tidak hanya itu, Univet juga mendampingi kelompok masyarakat dalam mengembangkan TTG pembuatan pakan pelet ikan mandiri. Inovasi ini membantu petani ikan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan yang harganya semakin tinggi.

Hasil uji coba penerapan solar cell menunjukkan dampak signifikan. Jika kapasitas diperbesar hingga 2500 Wp, sistem mampu menghasilkan daya sekitar 1000 watt/jam. Pemanfaatan energi matahari ini dapat menghemat konsumsi listrik dari PLN, sekaligus menekan biaya operasional bagi kelompok masyarakat.

Dalam pendekatannya, tim Univet menggunakan konsep Life Cycle Cost (LCC) atau biaya siklus hidup. Artinya, teknologi tidak hanya dinilai dari investasi awal, tetapi juga dari efisiensi jangka panjang, termasuk penghematan energi, biaya perawatan, hingga umur pakai alat.

Ketua Pokmas PSDA, Gatot Kuncoro, S.Pd., menyambut baik program ini. Menurutnya, keberadaan teknologi tenaga surya dan pembuatan pelet mandiri akan menjadi solusi nyata bagi kelompok masyarakat di Desa Purwosari yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

“Dengan teknologi ini, biaya produksi bisa ditekan. Kami juga tidak terlalu bergantung pada listrik PLN. Pakan ikan bisa kami produksi sendiri sesuai kebutuhan,” ungkap Gatot.

Uji coba penerapan solar cell.


Masyarakat Desa Purwosari menilai program ini memberi manfaat ganda yaitu meningkatkan produktivitas perikanan, mendukung kemandirian energi, serta menjaga lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Keberhasilan penerapan TTG perikanan berbasis tenaga surya di Desa Purwosari diharapkan menjadi model nasional yang dapat direplikasi di daerah lain. Program ini tidak hanya menjawab tantangan tingginya biaya produksi perikanan, tetapi juga menjadi langkah konkret mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, inovasi energi terbarukan di sektor perikanan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pembangunan desa berkelanjutan. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top