Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Raih Juara 2 Esai Internasional VOYAGES 2025, Angkat Isu Cyberbullying Lewat Gagasan Futuristik

Print Friendly and PDF

Cintya Ayu Wardhani, mahasiswa semester 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, berhasil meraih Juara 2 Lomba Esai Kategori Keunggulan Tata Bahasa pada ajang internasional VOYAGES 2025.


Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Univet Bantara Raih Juara 2 Esai Internasional VOYAGES 2025, Angkat Isu Cyberbullying Lewat Gagasan Futuristik

Sukoharjo — majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Bantara. Cintya Ayu Wardhani, mahasiswa semester 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, berhasil meraih Juara 2 Lomba Esai Kategori Keunggulan Tata Bahasa pada ajang internasional VOYAGES 2025.

Cintya mengaku bersyukur sekaligus termotivasi atas capaian ini. Baginya, kemenangan bukan sekadar prestasi personal, melainkan bukti bahwa mahasiswa daerah juga mampu bersaing di level internasional. “Penghargaan ini menegaskan bahwa gagasan yang lahir dari keresahan sosial sehari-hari bisa memiliki relevansi global apabila dikemas dengan disiplin akademik yang baik,” ungkapnya.

Ditanya mengenai motivasi mengikuti kompetisi, Cintya menjelaskan bahwa ia ingin menguji sejauh mana ide dan kapasitas akademiknya relevan secara global. “Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari kampus saya, tidak kalah dalam kualitas berpikir kritis, ketajaman analisis, dan keberanian beropini,” jelasnya.

Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, ia sudah memiliki bahan kuat dari kegiatan PKM-GFT Maret lalu mengenai aplikasi CyberGuard Bullying. Bahan tersebut kemudian dituangkan kembali dalam bentuk esai reflektif yang lebih solutif.


Dalam kompetisi ini, Cintya mengusung tema “CyberGuard Metaverse”, yakni konsep futuristik untuk mengatasi cyberbullying dengan memanfaatkan Artificial Intelligence, Machine Learning, serta simulasi empati berbasis Metaverse. Gagasan ini dikaitkan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).

“Kekuatan esai terletak pada perpaduan antara opini reflektif saya sebagai mahasiswa dengan analisis ilmiah berbasis jurnal, sehingga menawarkan solusi yang kritis sekaligus aplikatif dan visioner,” terang Cintya.

Cintya menjelaskan prestasi ini tak lepas dari dukungan keluarga, dosen, dan kampus. “Awalnya saya sempat ragu, tetapi dengan restu orang tua serta keyakinan dari Ibu Kaprodi Ilmu Komunikasi, Bu Henny Sri Kusumawati, saya akhirnya berani mencoba,” katanya.

Selain dukungan moral, arahan akademik dari dosen serta fasilitas kampus juga memberi peran penting sehingga ia bisa menyiapkan esai dengan penuh percaya diri.

Penghargaan ini tidak membuat Cintya larut dalam euforia sesaat. Ia mengaku capaian ini adalah komitmen jangka panjang untuk terus mengembangkan kualitas penulisan akademik yang berdampak.

“Saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di Univet Bantara untuk berani mengikuti kompetisi dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Ke depan, saya ingin berkontribusi dalam memperkuat budaya akademik yang terbuka pada inovasi mahasiswa, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui edukasi literasi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., turut memberikan apresiasi atas capaian mahasiswanya. “Kami berharap prestasi ini menjadi awal dari lebih banyak lagi pencapaian internasional, baik akademik maupun non-akademik. Ke depan, diharapkan pula kegiatan kemitraan dengan UNKL Malaysia dapat diperluas cakupannya untuk mendukung kemajuan ilmu,” ujarnya. (Sofyan)


Baca juga: Wagub Jateng Targetkan 50 Persen Difabel Rasakan Manfaat Program Kecamatan Berdaya


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top