Mafindo Wonogiri Gelar Program AI Goes to School, Bekali Guru SD Korwil Bidik Kecamatan Baturetno Pengetahuan Kecerdasan Buatan

Print Friendly and PDF

Pemateri Santo Ari Wibowo menyampaikan materi tentang peran AI dalam dunia pendidikan.


Mafindo Wonogiri Gelar Program AI Goes to School, Bekali Guru SD Korwil Bidik Kecamatan Baturetno Pengetahuan Kecerdasan Buatan

Wonogiri – majalahlarise.com -Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai merambah dunia pendidikan. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Wonogiri mengambil peran melalui penyelenggaraan program AI Goes to School yang digelar di Aula Kantor Korwil Bidik Kecamatan Baturetno, Selasa (16/9/2025).

Program ini merupakan hasil kerja sama Mafindo Institute dengan Google dan AVPN (Asian Venture Philanthropy Network) yang berkomitmen mendorong pemanfaatan AI secara etis dan bermanfaat dalam proses belajar mengajar. Sebanyak 65 guru sekolah dasar terpilih dari Kecamatan Baturetno menjadi peserta perdana di Kabupaten Wonogiri.

Agus Sriyanto, Person in Charge (PIC) AI Goes to School Mafindo Institute Wonogiri, menjelaskan program ini adalah bagian dari gerakan nasional literasi kecerdasan buatan.

Peserta saat praktik penggunaan AI untuk membuat materi pelajaran.


“Secara nasional, program ini menargetkan 10.000 guru di 44 wilayah. Di Wonogiri, ini adalah titik pertama pelaksanaan. Peserta akan mendapatkan pengenalan AI, etika penggunaan, dan akses LMS (Learning Management System) yang bisa dikerjakan hingga beberapa bulan ke depan. Setelah menyelesaikan LMS, guru berhak mendapatkan sertifikat yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan profesi,” terangnya.

Agus menambahkan, manfaat terbesar program ini adalah mendukung guru dalam menciptakan media pembelajaran.

“Harapannya, AI membantu guru lebih praktis membuat media yang menarik. Siswa akan lebih mudah memahami pelajaran, sementara guru bisa lebih efisien dalam menyusun bahan ajar,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri yang diwakili Kabid PTK SD, Stevani Agung Sedayu, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.


“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik. Guru-guru yang mengikuti pelatihan sebaiknya tidak berhenti pada dirinya sendiri, melainkan menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan di sekolah lain. Dengan begitu, Wonogiri bisa semakin maju di bidang pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi,” ungkap Stevani.

Pengawas Korwil Bidik Kecamatan Baturetno, Martinah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan AI bisa menjadi alat bantu yang sangat penting bagi guru, mulai dari tingkat TK hingga SD.

“Pengalaman tahun lalu saat KKG Taman Kanak-kanak gabungan di lima kecamatan, AI sudah kami manfaatkan untuk membuat lagu pembelajaran, mendesain cerita bergambar yang bisa dianimasikan, hingga membuat permainan edukatif. Dengan AI, pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan sesuai prinsip joyful learning,” jelasnya.

Martinah juga mengajak para guru untuk serius mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

“Kesuksesan itu butuh proses. Mari kita terapkan di sekolah masing-masing, agar manfaat AI benar-benar dirasakan siswa,” tegasnya.

Pada sesi pemaparan, Santo Ari Wibowo menyampaikan materi tentang peran AI dalam dunia pendidikan. Ia menjelaskan AI bisa menjadi solusi atas beban administratif dan teknis yang sering dihadapi guru.

“AI bisa digunakan untuk otomatisasi absen siswa dengan teknologi pengenalan wajah, pembuatan soal secara instan, hingga analisis hasil ujian untuk mengetahui tingkat penguasaan materi siswa. Di masa depan, AI bahkan berpotensi membantu penulisan karya ilmiah, penyusunan kurikulum, hingga pengembangan kerangka pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik,” jelas Santo.

Lebih lanjut, Santo menyoroti pentingnya pemahaman etika dalam penggunaan AI. “Mesin hanya bekerja berdasarkan data yang kita masukkan. Guru harus tetap kritis agar tidak sepenuhnya bergantung pada AI, melainkan menjadikannya sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas,” pungkasnya.

Melalui program ini, Mafindo berharap guru-guru di Wonogiri mampu menjadi pionir dalam pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Selain meningkatkan kualitas media pembelajaran, AI juga diharapkan dapat membuka jalan bagi transformasi pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. (Sofyan)


Baca juga: Meriah! 10 Ribu Jamaah Padati Pengajian Akbar Maulid Nabi di Boyolali



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top