Getasari Kembali Gelar Merti Dukuh, Tradisi Budaya Hidupkan Silaturahmi Warga

Print Friendly and PDF

Gelaran kirab budaya disambut meriah oleh ribuan warga.

Getasari Kembali Gelar Merti Dukuh, Tradisi Budaya Hidupkan Silaturahmi Warga

Boyolali – majalahlarise.com - Setelah enam tahun fakum, tradisi Merti Dukuh di Dukuh Getasari, Desa Gladagsari, Kecamatan Gladagsari, akhirnya kembali digelar. Gelaran kirab budaya yang berlangsung pada Minggu pagi (28/9/2025) ini disambut meriah oleh ribuan warga, baik dari dalam desa maupun masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan jalannya acara.

Merti Dukuh merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Getasari sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas rezeki dan kesehatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Acara tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga serta sarana melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Puncak acara ditandai dengan kirab gunungan hasil bumi yang diarak keliling dukuh. Gunungan berisi aneka hasil panen warga, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, hingga palawija. Selain kirab, warga juga menampilkan beragam kesenian tradisional, seperti reog, barongan, serta kelompok karawitan yang mengiringi jalannya prosesi budaya.

Acara ini turut dihadiri Pj Kepala Desa Gladagsari yang juga Sekretaris Camat Gladagsari, Rulyan Giatmoko, beserta jajaran perangkat desa. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kabupaten Boyolali serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya desa.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Merti Dukuh, Semi Raharjo, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Merti Dukuh bukan hanya wujud rasa syukur, tetapi juga doa bersama agar warga Getasari selalu diberikan kelancaran, kesehatan, dan desa kita semakin sejahtera, loh jinawi, serta masyarakatnya guyub rukun,” ujarnya.

Sementara itu, Rulyan Giatmoko menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat.

“Tradisi seperti ini perlu kita jaga dan teruskan kepada generasi muda. Merti Dukuh bukan hanya tentang adat, tapi juga tentang kebersamaan dan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita,” katanya.

Rangkaian kegiatan Merti Dukuh telah dimulai sejak Kamis (25/9/2025) dengan kenduri dan tahlilan, dilanjutkan doa bersama serta malam tirakatan. Seluruh prosesi tersebut diikuti secara antusias oleh warga sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.

Dengan kembalinya tradisi Merti Dukuh setelah fakum sejak 2019, masyarakat berharap kegiatan ini dapat dijadikan agenda tahunan desa. Selain menjaga kelestarian budaya, acara ini juga diyakini mampu menarik perhatian wisatawan, sekaligus memperkuat identitas Desa Gladagsari sebagai desa yang menjunjung tinggi tradisi leluhur. (Ags/ Sofyan)


Baca juga: Paguyuban AUM Kecamatan Sambi Dicas Semangat SPMB dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top