Tim PKM PMM Univet Bantara Gelar Pelatihan Basic First Aid dan Mitigasi Tanggap Darurat Bencana

Print Friendly and PDF

Materi Mitigasi Tanggap Darurat Bencana yang disampaikan oleh Triyono dari BPBD Kabupaten Boyolali.


Tim PKM PMM Univet Bantara Gelar Pelatihan Basic First Aid dan Mitigasi Tanggap Darurat Bencana

Boyolali – majalahlarise.com - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dan Program Mahasiswa Membangun Desa (PMM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelatihan Basic First Aid dan Mitigasi Tanggap Darurat Bencana bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (13/8/2025) di GOR Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Pelatihan diikuti oleh 29 anggota Paguyuban Perahu, Kepala Desa beserta 5 perangkat desa, serta jajaran dosen pengusul program. Hadir pula narasumber dari PMI dan BPBD Kabupaten Boyolali yang menyampaikan materi dan praktik lapangan.

Acara diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pertolongan pertama. Tepat pukul 08.20 WIB, acara dibuka oleh MC Sri Murni, dilanjutkan sambutan oleh Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K. dan Suharto, S.E.

Basic First Aid dipaparkan oleh Teguh Widodo dari Tim PMI Boyolali.


Sesi pertama menghadirkan materi Basic First Aid yang dipaparkan oleh Teguh Widodo dari Tim PMI Boyolali dengan moderator Anindia Emma Putri Fauziah. Dalam pemaparannya, Teguh menekankan pentingnya keselamatan penolong, penilaian situasi, teknik penyelamatan korban di air (raih, lempar & tarik, dayung, renang), pencegahan hipotermia, serta prosedur Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) sesuai usia korban.

Setelah pemaparan, peserta diberi kesempatan praktik langsung BHD-RJP selama 45 menit. Praktik ini dipandu tim PMI Boyolali yang memberikan arahan serta koreksi agar teknik peserta lebih tepat. Diskusi interaktif pun digelar, di mana tiga peserta mengajukan pertanyaan. Salah satunya dari anggota Paguyuban Perahu yang menanyakan penanganan korban kecelakaan yang tidak bisa bergerak dan mengalami pendarahan. Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Teguh Widodo. Para penanya juga mendapat doorprize sebagai bentuk apresiasi panitia.

Sesi kedua dimulai pukul 10.25 WIB dengan materi Mitigasi Tanggap Darurat Bencana yang disampaikan oleh Triyono dari BPBD Kabupaten Boyolali, dengan moderator Nanda Putri Rahmawati. Materi berfokus pada pencegahan dan tanggap darurat terhadap kejadian tenggelam serta sambaran petir, termasuk koordinasi dan peran aktif masyarakat dalam penanganan awal bencana.


Setelah istirahat, sholat, dan makan siang, peserta mengikuti praktik mitigasi tanggap darurat yang kembali dipandu Triyono. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan pada sesi diskusi.

Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, pengundian doorprize khusus bagi anggota Paguyuban Perahu, serta foto bersama narasumber dan seluruh peserta sebagai dokumentasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat khususnya Paguyuban Perahu Desa Ngargorejo semakin siap dalam menghadapi keadaan darurat, baik di darat maupun di perairan, serta mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat sebelum bantuan medis datang.

Terimakasih kepada LPPM Univet Bantara Sukoharjo dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Skema Program PkM PMM Tahun 2025. Sumber Dana Kegiatan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Skema Program PkM PMM Tahun 2025. (Sofyan)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top