Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rampungkan Magang di Cool Uncle: Rancang Desain Berbasis Kebutuhan Pasar

Print Friendly and PDF


Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rampungkan Magang di Cool Uncle: Rancang Desain Berbasis Kebutuhan Pasar

Solo - majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Muhammad Arkan Abadi, telah sukses menyelesaikan program magang selama empat bulan di Cool Uncle, sebuah brand lokal eyewear yang berbasis di kawasan Selokan Mataram, Yogyakarta. Magang ini merupakan bagian dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Cool Uncle dikenal sebagai brand lokal yang bergerak di bidang fashion eyewear. Brand ini telah bekerja sama dengan berbagai brand lokal dan nasional, menjadikannya tempat yang ideal bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman langsung di industri kreatif.

Berbeda dari program magang konvensional yang sering kali hanya berfokus pada praktik teknis, magang Arkan di Cool Uncle menitikberatkan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar. Sebelum memulai proses produksi desain, peserta magang diwajibkan untuk mempelajari brand guideline dari Cool Uncle. Tujuannya adalah agar visual komunikasi yang dirancang dapat selaras dengan identitas dan karakter pasar yang telah terbentuk.

“Di Cool Uncle, saya belajar bahwa desain bukan hanya soal estetika, tapi juga soal relevansi dan dampak. Kami diajak untuk memahami audiens, menyelami nilai brand, dan merancang solusi visual yang benar-benar menjawab kebutuhan,” ujar Arkan saat diwawancarai usai menyelesaikan program magang.

Selama periode magang yang berlangsung dari 3 Maret hingga 3 Juni 2025, Arkan terlibat dalam berbagai proyek desain nyata yang menuntut ketelitian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Ia juga mendapatkan bimbingan langsung dari para profesional di Cool Uncle, termasuk dalam hal brainstorming ide dan revisi desain

Program ini tidak hanya memperkaya keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme, kolaborasi, dan orientasi sosial dalam proses berkarya. Dengan pendekatan ini, Cool Uncle dan ISI Surakarta berharap dapat mencetak lulusan yang adaptif terhadap dinamika industri, peka terhadap kebutuhan pasar, serta memiliki kesadaran sosial dalam setiap karya visual yang dihasilkan.

Kolaborasi Kampus dan Industri

Kerja sama antara ISI Surakarta dan Cool Uncle menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif. Melalui skema MBKM, mahasiswa diberikan ruang untuk belajar langsung dari praktik profesional, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan realitas dunia kerja.

“Magang ini membuka wawasan saya tentang bagaimana desain bisa menjadi alat komunikasi yang strategis. Saya merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan di industri kreatif setelah pengalaman ini,” tambah Arkan.

Dengan berakhirnya program magang ini, Arkan berharap dapat terus mengembangkan pendekatan desain yang berorientasi pada solusi dan berdampak positif bagi masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk aktif mencari pengalaman di luar kampus sebagai bagian dari proses pembelajaran yang holistik. (Sofyan).


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top