GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Aksi Keren Drumer Cilik Meriahkan HUT ke-80 RI, Nge-Drum Bareng Bawakan Lagu Perjuangan
![]() |
| Drumer cilik beraksi tampil percaya diri membawakan lagu-lagu perjuangan. |
Aksi Keren Drumer Cilik Meriahkan HUT ke-80 RI, Nge-Drum Bareng Bawakan Lagu Perjuangan
Solo - majalahlarise.com - Dentuman ritmis dari puluhan stik drum menggema di Studio Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) Solo, Solo Grandmall, Kamis (14/8/2025) sore. Sejumlah drumer cilik, berusia mulai dari lima hingga 13 tahun, tampil percaya diri membawakan lagu-lagu perjuangan untuk menyambut HUT Ke-80 Republik Indonesia.
Dengan penuh semangat, mereka mengiringi Lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar yang lebih dikenal dengan “17 Agustus” serta membawakan lagu Bendera dan Beraksi yang dipopulerkan grup band Kotak. Meski hanya berlatih selama tiga hari, para drumer cilik ini mampu menunjukkan kekompakan dan energi luar biasa di atas panggung.
Salah satu peserta, Kamila Nadiya Syifa, mengaku gembira bisa ikut tampil bersama teman-temannya.
“Senang dan seru bisa ikut ngedrum bareng teman-teman, meskipun hanya berlatih selama tiga hari,” ujarnya usai tampil.
Kebahagiaan yang sama dirasakan Josse Miracle Immanuel Santosa, drumer termuda yang baru berusia lima tahun namun sudah bercita-cita menjadi pemain drum hebat.
“Senang, latihannya lima hari,” katanya singkat sambil tersenyum.
Instruktur GRSB Solo, Erick Kapile, mengapresiasi kerja keras para muridnya yang mampu tampil kompak meski persiapan terbatas.
“Kami dari GRSB ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Kita ngedrum bareng, walau hanya latihan tiga harian. Intinya satu: cintailah Indonesia,” tegasnya.
Aksi nge-drum bareng ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana menanamkan semangat kebangsaan sejak dini. Melalui irama drum dan lagu-lagu perjuangan, anak-anak diajak untuk belajar mencintai tanah air dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. (Mas Is/ Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
ALAT PERAGA ULAR TANGGA NORMA DAN KEADILAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKn Oleh: Sulistiani, S.Pd Guru SMP Negeri 3 Satu Atap Mijen, Demak J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...

Tidak ada komentar: