Pesantren Ramadan Kelas 1 dan 2 SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlangsung Seru dan Menggembirakan

Print Friendly and PDF

Murid kelas 1 dan 2 saat mengikuti kegiatan pesantren Ramadan.


Pesantren Ramadan Kelas 1 dan 2 SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlangsung Seru dan Menggembirakan

Solo- majalahlarise.com -Sebanyak 149 murid kelas 1 dan 2 SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan di sekolah setempat, Jl. Dr. Muwardi No. 24, Purwosari, Laweyan, Kota Solo, Kamis (4/4/2024).

Tema yang diusung dalam Pesantren Ramadan 1445 Hijriah ini adalah "Anak Saleh Calon Penghuni Surga". Ragam kegiatannya, meliputi lomba rangking satu, mewarnai kaligrafi, keterampilan membungkus kado, tukar kado, dongeng bersama Kak Jun, salat berjemaah, dan buka bersama.

Ketua panitia kegiatan, Atit Nur Ariyanna, mengungkapkan bahwa Pesantren Ramadan kelas 1 dan 2 didesain tidak menginap karena pertimbangan masih usia kelas bawah.

Murid kelas 1 dan 2 saat mengikuti kegiatan lomba rangking satu.

Baca juga: Safari Terawih Keliling SMPN 1 Paranggupito, Sarana Dekatkan Sekolah dengan Warga Masyarakat 

"Untuk kelas bawah memang tidak menginap, tetapi kami merancang acara semenarik mungkin, sehingga anak-anak tetap nyaman," ungkapnya.

Menurut Atit, ada tiga kegiatan utama yang sangat menarik bagi anak, yaitu lomba rangking satu, tukar kado, dan dongeng bersama Kak Jun.

"Materi lomba rangking satu adalah tentang Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Peserta menjawab pernyataan yang dibacakan guru dengan cara mengangkat kertas bertuliskan benar/salah. Apabila jawaban peserta benar, ia akan tetap duduk di posisi. Namun, jika jawabannya salah, maka peserta harus keluar dari barisan duduknya," terang Atit.

Sedangkan pendongeng islami, Kak Jun, banyak mengisahkan tentang hari kebangkitan setelah kiamat berlangsung. Dengan bahasa khas anak-anak, ia berkisah tentang hari perjalanan manusia melewati alam kubur (barzakh), hari penghitungan (yaumul hisab), dan hari penimbangan (yaumul mizan).

"Besok di yaumul hisab mulut akan dikunci oleh Allah, dan semua anggota tubuh akan bersaksi atas apa yang pernah ia lakukan di dunia. Sedangkan di yaumul mizan, amalan kita di dunia akan ditimbang, akan lebih berat amalan baik atau buruk," ujar Kak Jun diselingi dengan humor khas anak-anak.

Salah satu murid kelas 2, Akifa Afsheen Farenka, mengaku gembira karena bisa berbuka puasa bersama teman-temannya saat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan. 

"Seru sekali saat mendengarkan dongeng dari Kak Jun dan bertukar kado dengan teman-teman," katanya. (Sofyan)

Baca juga: Silaturahmi dengan Kanjeng Gusti Bhre, Pemuda Muhammadiyah Solo Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Budaya



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top