Gangsa Dwipantara Fest 2023, SMP Negeri 1 Surakarta jadi Penampil Terbaik

Print Friendly and PDF

Penampilan SMP Negeri 1 Surakarta dalam acara Gangsa Dwipantara Festival 2023.

Gangsa Dwipantara Fest 2023, SMP Negeri 1 Surakarta jadi Penampil Terbaik

Solo- majalahlarise.com -SMP Negeri 1 Surakarta menjadi kelompok penampil terbaik pertama, disusul oleh SMP Negeri 4 Surakarta dan SMP Negeri 5 Surakarta sebagai penampil terbaik kedua dan ketiga dalam acara Gangsa Dwipantara Festival 2023 yang digelar, Selasa (21/11/2023) di Pendapa GPH Djojokusumo ISI Solo.

Festival Gamelan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo ini merupakan peringatan atas pengakuan UNESCO terhadap gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 15 Desember 2021 yang lalu.

Gamelan merupakan warisan dari para leluhur yang penuh dengan pengajaran serta pelajaran di dalam penyajian pertunjukannya, setiap daerah di Indonesia memiliki gamelan dengan keunikan tersendiri. Hal ini menjadi dasar acara peringatan momen spesial tersebut dengan festival gamelan bertajuk “Gangsa Dwipantara”. Gangsa yang berarti gamelan dan Dwipantara berarti deretan pulau-pulau, yang pula dimaknai sebagai representasi Nusantara. Maka dalam event ini kata Gangsa Dwipantara dimaknai sebagai jajaran kebudayan gamelan yang ada di Nusantara (Indonesia).

Baca juga: Prodi Akuntansi Unisri Gelar Seminar Perpajakan Optimalisasi SP2DK

Dua poin penting kegiatan festival ini adalah pertama, menjadi ajang kreativitas para siswa SMP di Kota Surakarta, yang diberikan ruang untuk berekspresi dalam kegiatan ini. ISI Solo, khususnya Jurusan Karawitan, melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, menyebar mahasiswanya di SMP Kota Surakarta, untuk kemudian selama satu semester, mereka berkegiatan di sekolah-sekolah untuk menyebarkan pengetahuan dan ilmu seni gamelan kepada peserta didik untuk kemudian ditampilkan pada acara ini. 

Pada festival ini, Himakar ISI Solo menghadirkan beberapa komunitas gamelan dari luar Surakarta seperti Arjasura dengan membawa roh gamelan Jawa Timuran, Seblaka Sesutane dengan nyawa Banyumasan, Swaga Yugama dari Universitas Gadjah Mada (UGM), SMKI Tanon membawa ruh gamelan ala Sragenan, Akademi Komunias Negeri Seni Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta, dan Daneswara dari komunitas gamelan Bali. Semuanya menyemarakan Gangsa Dwipantara demi bergaungnya gamelan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor ISI Solo, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum mengungkapkan dengan pengakuan UNESCO terhadap gamelan tersebut, tentu memiliki arti penting khususnya bagi masyarakat gamelan di dunia dan khususnya masyarakat di tanah air sebagai pewaris inti unsur kebudayaan tersebut.

“Tidak dipungkiri lagi, bahwa pengakuan keluhuran gamelan oleh masyarakat Internasional, bahkan sebelum UNESCO mendeklarasikannya, gamelan telah  banyak diapresiasi, dikagumi, dipentaskan, dipelajari, dan bahkan dikaji secara keilmuan melalui beragam riset oleh masyarakat internasional," terangnya.

Dengan penetapan tersebut, tentunya semakin mempertegas kekukuhan posisi unggul dari gamelan itu sendiri sebagai hasil olah cipta, rasa, dan karsa leluhur bangsa Indonesia. Pengukuhan UNESCO tersebut dapat menjadi energi dan semangat baru yang berharga di tengah fakta bahwa gaung bunyi gamelan justru terasa semakin melirih di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang notabene adalah pewaris inti dari karya seni budaya ini.

Terkandung harapan bahwa kegiatan ini bisa menjadi motivasi dan spirit besar bagi masyarakat Indonesia untuk kembali memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap gamelan dengan senantiasa menghadirkannya dalam setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya memberi apresiasi kepada Jajaran Pimpinan Prodi dan Jurusan Karawitan FSP ISI Solo, yang memiliki spirit dan sangat konsisten dalam pelestarian serta pengembangan seni tradisional, dalam hal ini gamelan, merasa perlu menginisiasi untuk menindaklanjuti sebagai rencana aksi jangka panjang yang luar biasa. Kegiatan Festival pada kali ini dilaksanakan dengan spirit atas kebanggaan terhadap gamelan," ungkapnya.

Disampaikan pula, terkandung harapan, melalui kegiatan ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua tentang lahirnya energi kesadaran yang lebih besar untuk semakin peduli terhadap pelestarian dan pengembangan gamelan untuk kemaslahatan masyarakat dunia. Sebagai momentum pengingat lahirnya spirit baru yang lebih besar untuk semakin peduli terhadap kelestarian seni budaya gamelan di Indonesia dan dunia. 

"Secara lebih luas, kegiatan ini sebagai bentuk ekspresi kebersamaan masyarakat gamelan di Indonesia dalam spirit komitmen menjaga, menggali, mengembangkan, dan memanfaatkan secara positif seni budaya gamelan dari Indonesia untuk masyarakat dunia," pungkasnya. (humasisisolo/ anton)

Baca juga: Arsiparis ISI Solo Raih Juara III Lomba Karya Tulis Kearsipan Tahun 2023 di UGM


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top