Rompi Baru Branding Penjual Jamu Tradisional Mekarsari Kismoyoso Boyolali

Print Friendly and PDF

Penjual jamu tradisional Mekarsari Kismoyoso Boyolali mengenakan rompi branding saat berjualan.


Rompi Baru Branding Penjual Jamu Tradisional Mekarsari Kismoyoso Boyolali

Boyolali- majalahlarise.com -Perasaan gembira dan senyum yang tersungging di sudut bibir adalah ekspresi yang tampak terlihat dari para anggota Paguyuban Jamu Tradisional Mekarsari, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. 

Pasalnya dalam kegiatan Mahasiswa Kelompok 77 KKN Univet Bantara Sukoharjo Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dibimbing oleh DPL Fiqi Nurbaya, SKM., M.Kes, melaksanakan KKN TEMATIK Univet Bantara Sukoharjo Tahun Akademik 2023/2024  yang dimulai pada tanggal 1 Agustus 2023 dengan mengusung tema  Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menciptakan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal berlokasi di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dan mempunyai program kerja Rompi Baru “Branding” Penjual Jamu Tradisional Mekarsari Kismoyoso Boyolali. 

Bulan Agustus ini, Para penjual jamu tradisional di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang tergabung dalam Paguyuban Jamu Mekarsari tampil dengan wajah baru dilengkapi dengan atribut rompi yang menunjukkan jati diri sebagai penjual jamu tradisional. 

Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 77 KKN, Stefanus Bram Prasetya menerangkan rompi ini bukan sekedar pelengkap busana saja, melainkan mempunyai filosofi dan menyimpan banyak harapan. Setelah 2 tahun vakum berjualan jamu keliling saat Pandemi COVID-19, Paguyuban jamu tradisional ini berjuang untuk mengembalikan dan membentuk citra UMKM Jamu Tradisional Desa Kismoyoso, Boyolali. 

"Selama berjualan jamu tradisional, pedagang berkeliling desa sesuai dengan daerah pemasarannya menggunakan rompi sebagai branding Jamu Tradisional Mekarsari. Branding ini penting untuk memajukan UMKM Jamu Tradisional di Desa Kismoyoso dalam rangka menciptakan citra dan reputasi positif UMKM Jamu Tradisional Mekarsari, Kismoyoso, Boyolali," terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, makna filosofi dan arti rompi baru Paguyuban Jamu Mekarsari diawali dari pilihan warna dan tulisan di rompi. Warna coklat/ krem dianggap netral jika dipadupadankan dengan pakaian atau baju lainnya yang warnanya berbeda. Pada bagian kiri depan terdapat logo Kelompok 77 KKN Univet Bantara Sukoharjo yang mempunyai jargon “Kismoyoso Maju”. Sementara itu, bagian belakang, terdapat tulisan “Paguyuban Jamu Tradisional MEKARSARI Kismoyoso – Boyolali”, mengusung ikatan paguyuban jamu yang menaungi. 

"Pemakaian rompi ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas, karena dalam penggunaannya rompi ini akan langsung menjadi tanda untuk calon pembeli, penggunaan rompi ini akan menarik perhatian pembeli, apabila penjual jamu berjualan di suatu daerah dan menggunakan rompi maka orang-orang yang ingin membeli jamu akan mengenali sang penjual karena pemakaian rompi yang khas dan bertanda di bagian belakang rompi. Selain sebagai tanda pengenal, pemakaian rompi dapat melindungi penjual jamu ini dari terpaan angin dan polusi, selain hal tersebut rompi dengan design yang simple tidak membuat gerah seperti memakai jaket dan tidak akan terasa berat saat dipakai," paparnya.

Adanya kegiatan “Branding” ini Mahasiswa Kelompok 77 KKN TEMATIK Univet Bantara Sukoharjo berharap dapat tercipta citra dan reputasi positif sehingga dapat memajukan dan mengangkat potensi daerah khususnya UMKM Jamu Tradisional Mekarsari, Kismoyoso, Boyolali. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top