Akselerasi Pengetahuan Petani, BEM FP UNS bersama Petani Desa Glagahwangi Kunjungi Kelompok Tani Organik Desa Gentungan

Print Friendly and PDF

BEM FP UNS dan Petani Desa Glagahwangi saat foto bersama Kelompok Tani Organik Desa Gentungan


Akselerasi Pengetahuan Petani, BEM FP UNS bersama Petani Desa Glagahwangi Kunjungi Kelompok Tani Organik Desa Gentungan

Solo- majalahlarise.com -Sebagai upaya akselerasi pembangunan pertanian terutama pertanian organik, peningkatan kapasitas petani perlu dilakukan baik melalui pelatihan maupun studi banding. Peningkatan pengetahuan petani memiliki arti yang sangat penting dan vital untuk mengakselerasi adopsi teknologi budidaya organik. Hal tersebut mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) untuk berkomitmen dalam mengakselerasi pengetahuan petani konversi organik Desa Glagahwangi terkait pertanian organik dengan mengadakan studi banding ke Kelompok Tani Organik ”Tani Mulyo 1” Desa Gentungan, Kabupaten Karanganyar.

Tim PPK Ormawa BEM FP UNS bersama dengan kelompok petani konversi organik Desa Glagahwangi yang berjumlah 32 orang petani, mengadakan studi banding ke Kelompok Tani Organik ”Tani Mulyo 1” Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Minggu (10/9/2023).

Pemilihan Kelompok Tani Organik ”Tani Mulyo 1” sebagai tempat studi banding bukanlah tanpa alasan. Kelompok Tani ”Tani Mulyo 1” telah melaksanakan budidaya pertanian padi organik selama bertahun-tahun. Tidak hanya itu, budidaya pertanian organik ditunjang dengan adanya Taruna Tani atau kelompok tani muda serta terintegrasi dengan desa wisata membuat perekonomian masyarakat berjalan dengan sangat lancar dan baik.

Baca juga: FGD LPPM Unisri Surakarta, 6 Manfaat Riset Kolaborasi 

Hal tersebut disampaikan oleh Hasyim Ashari selaku Pembina Kelompok Tani ”Tani Mulyo 1”. Kegiatan konversi pertanian organik telah dilaksanakan oleh Kelompok Tani ”Tani Mulyo 1” sejak tahun 2009 dan hingga saat ini telah memiliki sertifikasi organik pada produk berasnya. Selain itu, sejak tahun 2019 telah diintegrasikan dengan Desa Wisata yang mengandalkan adanya Embung Setumpeng sebagai objek wisata. Untuk menjamin adanya regenerasi, dibentuk Taruna Tani sehingga keberlanjutan program pertanian organik dan desa wisata dapat terjamin.

Kegiatan studi banding ini hakikatnya dilaksanakan untuk membuka wawasan dan memantik semangat petani konversi organik Desa Glagahwangi sehingga dapat lebih termotivasi dan mendapat dorongan dalam upaya merintis pertanian organik.

Muhammad Aji selaku ketua tim PPK Ormawa BEM FP UNS 2023 berharap melalui studi banding ini dapat membantu membuka pengetahuan petani Desa Glagahwangi sehingga dapat selangkah lebih maju dalam meningkatkan kualitas pertanian organiknya. Nantinya seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh akan diaplikasikan ke kelompok tani konversi organik Desa Glagahwangi dan kedepannya diharapkan petani Desa Glagahwangi dapat mengikuti kesuksesan kelompok tani ”Tani Mulyo 1” Desa Gentungan.

"Segala upaya yang diinisiasi tim PPK Ormawa BEM FP UNS 2023 semata-mata ditujukan untuk memberikan modal dasar yang penting bagi Petani Desa Glagahwangi. Sehingga pertanian masih dapat terjaga dan tetap mampu menjadi pilar penyangga ekonomi kerakyatan," terangnya. (Sofyan)

Baca juga: Dua Siswa SMP Muhammadiyah PK Sabet Medali di Kompetisi Sains Nasional


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top