Peserta penulisan buku SAGUSAKU angkatan 2 IGI Kabupaten Wonogiri

    Satria Darma Founder IGI memberikan kenang-kenangan buku kepada Dr. Sri Mulyati, M.Pd Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Wonogiri

    Founder IGI, Pengurus IGI Kab. Wonogiri dan Jajaran Disdikbud Kab. Wonogiri saat foto bersama 
    Pelatihan Penulisan Buku SAGUSAKU Angkatan 2 IGI Kabupaten Wonogiri

    Wonogiri-majalahlarise.com-Ikatan Guru Indonesia (IGI) sebagai organisasi profesi guru berupaya  memajukan kemampuan literasi produktif guru-guru di Kabupaten Wonogiri melalui pelatihan penulisan buku pendidikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan penulisan buku pendidikan, menumbuhkan semangat dan motivasi bagi guru dalam berinovasi sebagai bagian dalam upaya pengembangan keprofesian berkelanjutan.
         Kegiatan bertajuk Satu Guru Satu Guru (SAGUSAKU) angkatan 2 ini diikuti 158 peserta terdiri dari 23 guru TK, 99 Guru SD, 27 guru SMP/MTs, 7 guru SMA/SMK, dan 2 Pengawas TK/SD. Bertempat di Rumah Makan Alami Sayang 2, Rabu-Sabtu (27-30/12).
         Menghadirkan narasumber Dr. Yunus Abidin, M.Pd dari Dosen UPI Bandung yang sekaligus juri Diseminasi Literasi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Satria Darma, Fasilitator sekaligus Founder Ikatan Guru Indonesia Penggiat Literasi Indonesia. Noerbadriyah, M.Pd Ketua IGMP Bahasa Indonesia Pusat. Drs. Sri Mulyati, M.Pd Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Wonogiri.
         Ketua Panitia, Lilik Prihatmoko, S.Pd mengatakan hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini membuka kesempatan guru untuk mengembangkan kreatifitas dan menuliskan menjadi sebuah buku. Guru dapat menulis buku pendidikan untuk kegiatan literasi dengan maksimal dan menumbuhkan mindset guru untuk terus mengembangkan kompetensi.
         “Pada bulan Februari 2018 naskah buku dari peserta pelatihan telah selesai dan siap diterbitkan sehingga pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 siap diluncurkan. Metode pelatihan ini bersistem tatap muka dan pembimbingan online. Penyajian pelatihan ini disampaikan dengan metode ceramah, praktik terbimbing, dan praktik mandiri. Peserta dinyatakan lulus apabila telah berhasil menyelesaikan tugas minimal berupa draf buku,” terangnya.
         Kepala Disdikbud Kabupaten Wonogiri, Drs. Siswanto, M.Pd diwakili Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Wonogiri Dr. Sri Mulyati, M.Pd dalam sambutan menyampaikan perkembangan teknologi informasi di negeri ini tidak bisa dibendung terlebih penggunaan handphone. Di sekolah sudah diterapkan siswa tidak boleh membawa handphone. Namun pihaknya masih berfikir bagaimana dunia pendidikan dapat memanfaatkan handphone digunakan secara positif dalam mendukung proses pembelajaran.
         “Handphone yang semula menjadi hal yang menakutkan menjadi suatu peluang yang sangat positif bagi guru dan anak didik diawali dari literasi elektronik maupun literasi buku,” ungkapnya.
         Pihaknya menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri mendukung kegiatan SAGUSAKU telah mewadahi hasil karya guru melalui pameran karya buku dan karya inovasi guru pada peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 Kabupaten Wonogiri.
         “Kami mewadahi rekan-rekan IGI ingin meningkatkan kompetensi guru dengan mandiri. Mendorong GTT untuk berkarya dan berinovasi sebab pemerintah memperjuangkan GTT per Januari 2017 mendapatkan 500 ribu per bulan. Jangan lupa pamer hasil karya, pamer hasil kerja,” jelasnya.
         Sementara itu, Fasilitator sekaligus Founder Ikatan Guru Indonesia Penggiat Literasi Indonesia, Satya Darma mengatakan program utama IGI menggagas gerakan literasi nasional dan menginginkan guru menjadi pelopor untuk menggerakan literasi siswanya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Negara kita sangat tertinggal dibidang litarasi. Salah satu upaya gerakan litarasi guru untuk membaca maupun menulis dilanjutkan kepada siswanya.
         “Guru ini mulai kita ajari bagaimana dia menulis, bagaimana dia membaca, bagaimana memanfaatkan buku bacaan untuk sekolah kemudian menjadikan produk. Siswa pun demikian. Kita berharap Wonogiri bisa menjadi pelopor program festival literasi Wonogiri 2018. Dalam jangka waktu enam bulan kita membuat prestasi semua siswa kita dorong untuk membaca sebanyak mungkin. kita bikin rekor,” tuturnya. (Sofyan)

    Peserta dan Panitia foto bersama usai acara Silaturahmi Akbar Santri TPQ Nusantara V Wilayah Manyaran 
    Kak Boni saat mendongeng
    Silaturahmi Akbar Santri TPQ Nusantara V Wilayah Manyaran

    Wonogiri-majalahlarise.com-Silaturahmi Akbar Santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nusantara V Wilayah Manyaran dikemas dengan kegiatan Indonesia mendongeng santri TPQ Cinta Negeri, Senin (25/12) di Masjid Al Fallah Banaran, Gunungan, Manyaran Wonogiri.
        Ketua Panitia, Eko Rahmanto kepada majalahlarise.com mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini memperkuat ukhuwah santri, ustad dan ustadzah. Meningkatkan kreatifitas santri, serta TPQ di Kecamatan Manyaran semakin maju dan berkembang bagus.
         Acara yang diikuti sekitar 50 peserta dari TPQ Manyaran ini dikemas dalam mendongeng untuk anak-anak oleh Kak Boni bertujuan agar anak-anak semangat untuk mengaji. Sebelum acara ditutup ada pembagian doorpres dan doa bersama untuk Palestina.
         "Kegiatan ini program dari Badan Koordinasi (Badko) TPQ. Selain itu, ada program kegiatan tahunan yang diadakan Badko TPQ diantarnya perlombaan antar TPQ, temu santri, temu ustad dan ustadzah. Setiap tahun ada kegiatan akbar seperti ini," terangnya. (Sofyan)

    Pementasan drama tari oleh mahasiswa PGSD FKIP Univet Bantara Sukoharjo

    Pemain foto bersama usai pertunjukan
    Gelar Kreasi Mahasiswa PGSD Univet Bantara Sukoharjo

    Sukoharjo-majalahlarise.com-Ujian mata kuliah mahasiswa Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP dikemas dalam kegiatan yang bertajuk Gelar Kreasi Mahasiswa PGSD Univet Bantara Sukoharjo. Gelar kreasi mahasiswa ini mempertunjukkan pentas drama seni tari untuk semester 5, pameran media pembelajaran untuk mahasiswa semester 3 dan lomba sosiodrama kebijakan pendidikan untuk mahasiswa semester 7.
         Kegiatan sehari ini, dimeriahkan lomba lady MIO S, lomba foto selfie, lomba status sosmed dan workshop membatik bertempat di Auditorium Univet Bantara Sukoharjo. Kamis (21/12).
         Ketua Pelaksana, Koko Prasetyo, S.Pd, M.Or saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan  tujuan digelarnya kegiatan sebagai sarana mengapresiasi kreatifitas yang dimiliki mahasiswa. “Ini bentuk mata kuliah yang kita kemas mahasiswa memunculkan kreatifitas berkaitan dengan pembelajaran yang besok dilakukan di sekolah nantinya. Konsepnya ujian mata kuliah yang kita kemas sebagai pagelaran karya seni. Kita akomodasi mata kuliah semuanya,” jelasnya
         Lebih lanjut dikatakan Koko Prasetyo kegiatan seperti ini tahun kemarin sudah dilaksanakan tapi dengan konsep yang berbeda. Tahun ini konsep dibuat pentunjukan yang asyik dan menarik sehingga mahasiswa mampu menunjukan hasil karya mereka mengukuti perkuliahan selama satu semester.
        “Dosen PGSD komitmen setelah melihat acara ini mengakui mahasiswa luar biasa dari latihan sepanjang semester latihan terus menerus. Ada waktu luang mereka menyempatkan untuk latihan. Menurut saya kedepannya akan kita kemas lebih baik lagi dari tahun ini,” harapnya.
         Disinggung mengenai dampak dengan adanya kreatifitas mahasiswa ini terhadap mahasiswa setelah lulus dari PGSD, Koko menerangkan guru SD sekarang dituntut harus bisa mengembangkan kebudayaan daerah. Melalui mata kuliah yang diajarkan harapannya mahasiswa ketika mengajar mengaplikasikan tahu bagaimana mereka bisa mengkonsep sebuah pertunjukan, membuat story broad bisa mengapikasikannya pada siswa.
         “Kegiatan ini yang menjalankan mahasiswa, dosen memfasilitasi yang dibutuhkan mahasiswa. Mereka didampingi dosen atau mentor matakuliah diantaranya mata kuliah seni tari dan drama, mata kuliah kebijakan pendidikan, media pembelajaran IPA. Mereka komunikasi terus dengan para dosennya dan mereka dibebaskan untuk berekspresi tapi ada batasan-batasan ketika mereka salah akan diingatkan,” ujarnya. (Sofyan)

    Masyarakat dan Guru membeli makanan yang dijajakan siswa
    Pak Guru saat transaksi jual beli dengan siswa sebagai penjual
    Siswa menjajakan makanan
    Edy Pujiyono, S.Pd (Kepala SDN 3 Ketos Paranggupito Wonogiri)

    Marketing Day SDN 3 Ketos Paranggupito Wonogiri

    Wonogiri -majalahlarise.com- Banyak sekali ilmu yang didapatkan siswa dan siswi dari pembelajaran di kelas, namun kadang pembelajaran di kelas ini kurang maksimal tanpa adanya praktek lapangan atau belajar secara langsung di lapangan. Berkaitan dengan itu maka SDN 3 Ketos Paranggupito Wonogiri mengadakan kegiatan marketing day. Jumat (22/12) di sekolah setempat.
        Kepala SDN 3 Ketos Paranggupito Wonogiri, Edy Pujiyono, S. Pd menyampaikan kegiatan ini diadakan bertujuan siswa belajar secara langsung mempraktekkan ilmu jual dan beli. Dengan mengadakan pembelajaran berwirausaha maka siswa dan siswi diharapkan mempunyai pengalaman baru dalam belajar, menjadi lebih semangat, dapat merasakan suasana belajar yang berbeda, dan tentu saja ilmu yang sangat bermanfaat.
        Lebih lanjut, Edy mengatakan siswa kelas 1 sampai dengan kelas 4 sebagai pembeli sedangkan siswa kelas 5 dan kelas 6 sebagai penjual. Barang dagangan yang dijual merupakan kreatifitas siswa yang merupakan jajanan sehat. Pembeli dari kelas rendah diberi batas maksimal dalam membawa uang saku yaitu sebesar Rp 5.000 guna memberi pembelajaran untuk tidak boros dalam menggunakan uang saku.
         Senada dikatakan, Lilik Prihatmoko, S. Pd selaku panitia bahwa marketing day mempunyai manfaat bagi siswa akan memajukan mutu peserta didik, karena dengan begitu pikiran mereka lebih berkembang daripada sebelumnya. Akan memberikan hal positif bagi perkembangan siswa dan siswi ke depan nanti. Akan memberikan mereka motivasi untuk terus belajar agar mempunyai mimpi lebih tinggi. Menambah pengalaman dan juga ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi. (Sofyan)

    Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti saat mengambil sumpah/janji dan melantik perangkat desa hasil seleksi pengisian perangkat desa tahun 2017

    Perangkat desa yang dilantik
    Pelantikan Perangkat Desa Gunungan, Manyaran Wonogiri

    Wonogiri- Kepala Desa Gunungan, Manyaran Wonogiri, Widi Hastuti mengambil sumpah/janji dan melantik perangkat desa hasil seleksi pengisian perangkat desa tahun 2017. Kamis (21/12). Mereka yang diambil sumpah dan dilantik yaitu Lina Sutatiningsih (Seksi Pelayanan Desa), Niki Utami (Kepala Dusun Gunungan), Istino (Kepala Dusun Majan), Wasni (Kepala Dusun Dedean), Sukatno (Kepala Dusun Daleman), Annisa Nurhesti, SE (Kepada Dusun Tunggul), Hari Setiyawan (Kepala Dusun Brambangan).
         Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti saat membacakan sambutan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dalam rangka pengambilan sumpah/janji dan pelantikan perangkat desa hasil seleksi pengisian tahun 2017 mengatakan merasa bangga dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh stake holder karena kerjasama yang dirajut dan dibangun telah membuahkan hasil nyata yaitu lulusnya 695 orang peserta Ujian Perangkat Desa se-Kabupaten Wonogiri.
         “Kegiatan seleksi ini tidak dapat dikatakan ringan, karena dari 718 formasi yang dibutuhkan diperebutkan oleh 3590 orang dan tempat seleksinya pun tersebar di 25 Kecamatan yang meliputi 226 Desa,” terangnya.
         Dikatakannya, proses pengisian perangkat desa tahun 2017 di Kabupaten Wonogiri bebas dari praktik transaksi, transparan, dan akuntabel karena dalam proses pengisian perangkat desa telah disosialisasikan sampai ke desa-desa menggunakan jalur birokrasi dan media yang ada dan dalam pelaksanaan ujian pun dapat dipantau oleh masyarakat. Bahkan dalam pelaksanaan koreksi hasil ujian dilakukan secara terbuka  dan langsung diumumkan kepada publik.
         “Dalam pembinaan aparatur pemerintah desa diarahkan pada orientasi pembenahan manajemen aparatur penerintah desa, orientasi kinerja, orientasi peningkatan kuantitas dan kualitas perangkat desa, dan orientasi pada budaya kerja bagi perangkat desa,” jelasnya.
         Sebelum mengakhiri sambutan, pihaknya berpesan kepada perangkat desa baru segera pelajari peraturan yang berlaku di desa, segera melaksanakan tugas yang diamanatkan, perangkat desa yang berasal dari luar desa sesuai dengan surat penyataannya agar berdomisili di desa tempat kerja.
         “Selamat bergabung dalam wadah pemerintaan desa di Kabupaten Wonogiri, bersama bekerja  dalam semangat Sesarengan mBangun Wonogiri,” katanya. (Sofyan)

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, M.P mengambil sumpah dan melantik Dekan dan Direktur Program Pasca Sarjana Periode 2017-2021 
    Dekan dan Direktur Program Pasca Sarjana Periode 2017-2021 saat foto bersama Jajaran Yayasan dan Rektorat  Univet Bantara Sukoharjo


    Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dekan dan Direktur Program Pasca Sarjana Periode 2017-2021 Univet Bantara Sukoharjo.

    Sukoharjo –majalahlarise.com-Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, M.P mengambil sumpah dan melantik Dekan dan Direktur Program Pasca Sarjana Periode 2017-2021. Kamis (21/12).  Mereka yang diambil sumpah dan dilantik yakni Drs. Tono Harsan, M.H (Dekan FKIP), Ir. Yos Wahyu Harinta, M.Si (Dekan Fakultas Pertanian), Drs. Joko Suryono, M.Si  (Dekan FISIP), Satri Agung Wibawa, S.T, M.T (Dekan Fakultas Teknik), Titik Haryanti, SKM, MPH (Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat), Dr. Sri Wahyu Agustiningsih, S.E, M.Si (Dekan Fakultas Ekonomi) dilantik berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 852/A/SK/.6/Univet.Btr/XII/2017. Sedangkan  Dr. Farida Nugrahani, M.Si sebagai Direktur Program Pasca Sarjana berdasarkan Surat Keputusan Rektor nomor: 858/ A/SK/.6/Univet.Btr/XII/2017.
         Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, M.P usai melantik, kepada awak media mengatakan  Dekan dan Direktur Pasca Sarjana menjabat dan melaksanakan tugasnya selama empat tahun. Mereka harus bisa mengkoordinir program studi akreditasi yang sudah baik untuk dipertahankan.  Kurang baik harus ditingkatkan serta  mulai merancang program yang akreditasi B bisa membuat A.
         “Dekan harus belajar format penilaian akreditasi. Format mana yang lemah perlu dibenahi. Contoh kita perlu meningkatkan kompetensi, kualifikasi akademik Dosen. Untuk mencapai Akreditasi A idealnya 70% harus Doktor jenjang karir sudah di Lektor Kepala atau Guru Besar,” ungkapnya.
         Lebih lanjut dikatakannya, Dekan harus memotivasi  dan menggerakkan program studi lebih giat seperti yang diharapkan sesuai visi Rektor yakni  Dosen harus kuliah S3. “Dosen yang S3 sekarang ini sekitar 20%. Ada 26 Dosen menempuh S3. Lainnya kita pacu ketika mereka memperoleh jabatan fungsional akademik sudah berhak mencari beasiswa dari Negara untuk menempuh S3,” jelasnya.

         Terkait target yang dicapai Dekan selama menjabat, Prof. Ali menuturkan harus ada peningkatan kualitas akademik maupun non akademik yang nyata dari kondisi awal. Sebab oleh Yayasan setiap Fakultas mengenai anggaran sudah otonomi sehingga masing-masing unit bisa menuangkan kreasi untuk kemajuan Fakultas.  (Sofyan)

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, M.P saat memberikan sambutan Singkronisasi Program Kegiatan LITBANG IPTEK dan PERGURUAN TINGGI

    Peserta dari Dosen internal, Dosen Mitra se-Solo Raya dan Mahasiswa
    Singkronisasi Program Kegiatan LITBANG IPTEK dan PERGURUAN TINGGI

    Sukoharjo-majalahlarise.com-Singkronisasi antara LITBANG IPTEK dengan Perguruan Tinggi sangat diperlukan untuk pengembangan hasil penelitian Dosen dan Mahasiswa. Seperti program-program dari Kemenristek Dikti yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat jika ada singkronisasi dengan BAPPELBANGDA yang dulu bernama BAPPEDA.
         Hal tersebut dikemukakan Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, M.P saat membuka acara Singkronisasi Program Kegiatan LITBANG IPTEK dan Perguruan Tinggi diselenggarakan BAPPELBANGDA Kabupaten Sukoharjo bekerjasama LPPM Univet Bantara Sukoharjo. Sabtu (16/12) bertempat di lantai III Gedung H Univet Bantara Sukoharjo.
         "Mudah-mudahan singkronisasi ini membawa kebaikan bagi BAPPELBANGDA Sukoharjo bagi dosen-dosen dan mahasiswa di Surakarta apalagi meteri yang disajikan ada dua yakni Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan hilirisasi hasil penelitian," harapnya.
         Mengenai HAKI, pria yang akrab disapa pak Ali ini mengatakan sesuatu yang kita miliki diketahui masyatakat umum agar tidak dikomersilkan orang lain perlu dilindungi hak atas kekayaan intelektual. Begitu pula hilirisasi penelitian juga penting bahwa penelitian yang baik adalah penelitian yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
         Ketua LPPM Univet Bantara Sukoharjo, Suprapto, S.T, M.Eng menjelaskan singkronisasi merupakan kegiatan yang dilakukan bersama BAPPELBANGDA terkait programnya litbang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan perguruan tinggi ada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui singkronisasi ini diharapkan kedua lembaga terjadi sinergi singkronisasi sehingga apa yang menjadi keinginan kebutuhan dari pemerintah daerah bisa dilakukan oleh perguruan tinggi.
         "Dengan kegiatan ini menggiring kita bersama bahwa penelitian harus berorientasi pada luaran berkaitan produk yang bisa dipatenkan sehingga sah secara hukum bisa berdampak secara komersial bagi peneliti maupun bagi masyarakat. Selain itu, melalui kegiatan ini mendorong dosen internal maupun dosen mitra perguruan tinggi Solo Raya, LPPM, mahasiswa punya potensi menciptakan ide gagasan menjadi nilai tambah bagi dirinya sendiri," terangnya.
         Kegiatan yang diikuti perwakilan perguruan tinggi se-Solo Raya ini menghadirkan dua pemateri yakni Kun Harismah, Ph.D (staf pengajar Fakultas Teknik Kimia UMS) memaparkan materi tentang hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan Endang Setyaningsih, S.Si, M.Si (staf pengajar biologi FKIP UMS) menyampaikan materi tentang hilirisasi hasil penelitian. (Sofyan)

    Mahasiswa Univet Berjaya Diajang BWF Para-Badminton Championships 2017

    Sukoharjo-majalahlarise.com-Tiga Mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo berhasil meraih prestasi gemilang dalam  BWF Para-Badminton Championships 2017  di Ulsan, South Korea. Mereka adalah Leani Ratri Oktilas (mahasiswa Pascasarjana MPBI) meraih 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. Ukun Rukaendi (mahasiswa Pascasarjana MPBI) mendapatkan 2 emas. Suryo Nugroho (mahasiswa Pendidikan Bhs Inggris) mendapatkan 1 emas, 1 perak.
         Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid W.M, M.P dalam rilis yang diterima majalahlarise.com, Senin (11/12) menyampaikan selamat dan sukses kepada tiga mahasiswa Univet Bantara tersebut yang juga peserta PELATNAS Para-Badminton untuk ASIAN PARAGAMES 2018 Jakarta dan PARALYMPIC GAMES 2020 Tokyo. (Sofyan)


    Prof. Dr. Udin S Winataputra, M.A saat memaparkan materi seminar
    Peserta seminar nasional

    Jajaran AP3Knl saat foto bersama
    Seminar Nasional dan Muswil Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (AP3Knl) Jawa Tengah 2017

    Solo-Assosiasi Profesi Pendidikam Pancasila dan Kewarganegaraan (AP3Knl) Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah mengangkat tema Aktualisasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk memperkuat sendi-sendi kehidupan berbangsa. Sabtu (25/11) di Aula Gedung F Lantai 3 FKIP UNS Surakarta.
         Sebagai Keynote Speaker dalam seminar yakni Prof. Dr. Udin S Winataputra, M.A (Guru Besar FKIP Universitas Terbuka Jakarta) dan Dr. Winarno, S.Pd, M.Si (Kepala Program Studi PPKn FKIP UNS).
    Prof. Dr. Udin S Winataputra, M.A selaku Keynote Speaker pertama menerangkan reaktualisasi PPKn untuk penguatan bernegara berbagsa Indonesia dan reaktualisasi implementasi Pancasila.
        "Kerangka konseptual pemahaman, penghayatan dan pengamalan Pancasila yaitu Idealisasi: membangun pengertian yang mendasar dan mendalam tentang substansi dan fungsi Pancasila dalam bernegara-bangsa Indonesia. Instrumentasi: memaknai secara utuh tentang nilai dan moral Pancaslla dalam bentuk kebijakan publik dalam konteks Nasional. Operasionalisasi: menjabarkan nilai dan moral Pancasila ke dalam program-program pemerintah dan publik masyarakat sivil. Aktualisasi: mewujudkan/ mengejawentahkan nilai dan moral Pancasila dalam kehidupan perorangan, masyarakat, dan kebudayaan atau peradaban," paparnya.
         Lebih lanjut, disampaikan Prof. Udin bahwa aktualisasi nilai dan moral Pancasila melalui pembentukan sikap hidup personal, pelaksanakan tugas profesional, interaksi sosial-kultural, proses budaya dan peradaban serta proses kemanusiaan global.
         Keynote Speaker kedua, Dr. Winarno, S.Pd, M.Si mengatakan implementasi Pancasila melalui PKn, para informan pakar pada umumnya sependapat bahwa pendidikan kewarganegaraan berkaitan dengan Pancasila yakni pendidikan kewarganegaraan di Indonesia bertugas membelajarkan Pancasila kepada para siswa. Namun kaitan antara pendidikan, Pancasila menjadi dasar, asas bagi pendidikan nasional dan Pancasila itu ada dalam PKn.
         "PKn secara umum bertugas mendidik warga negara agar paham dan menjadi warga negara yang baik. Dengan menyampaikan Pancasila melalui pendidikan kewarganegaraan mendidik agar warga negara tahu local wisdom, pengalaman sejarah, sistem kenegaraan, sadar apa yang ada dalam negara, tahu hak dan kewajibannya sehingga nanti kita tidak kehilangan jatidiri bangsa, bukan melulu demokrasi," jelasnya.
         Ketua Pelaksana, Wijianto, S.Pd, M.Sc saat ditemui disela-sela kegiatan menyampaikan melalui seminar ini diharapkan menghasilkan konsep-konsep pemikiran terkait dengan bagaimana sendi-sendi berbangsa ini diperkuat melalui aktualisasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
     "Selain sesi seminar dilanjutkan pemaparan makalah penunjang yang akan dipresentasikan sesuai paper yang telah mereka susun merupakan ide-ide mengarah pada penguatan sendi-sendi kehidupan berbangsa melalui aktualisasi pendidikan Pancasila dan pendidikan Kewarganegaraan baik itu di sekolah maupun di perguruan tinggi," katanya. (Sofyan)

    Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Manyaran, Tejo Sudrajat memberangkatkan peserta jalan sehat. (foto: Pak Agung)

    Suasana pembagian doorprice. (foto: Pak Agung)
    Jalan Sehat HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2017 Kecamatan Manyaran Wonogiri

    Wonogiri-majalahlarise.com-Cuaca mendung tidak menghalangi pelaksanaan kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2017 di Kecamatan Manyaran Wonogiri. Sabtu (25/11).
         Mengenakan pakaian olahraga sebanyak 1913 peserta jalan sehat yang terdiri siswa, guru, tenaga kependidikan SD, SMP/MTs, SMA/SMK serta jajaran pengurus PGRI Cabang Manyaran dan UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Manyaran diberangkatkan oleh Kepala UPT Disdikbud Kecamatan Manyaran, Tejo Sudrajat di pintu gerbang SDN 2 Manyaran.
         Peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditetapkan oleh panitia start dari SDN 2 Manyaran dan finis di SDN 2 Manyaran. Kegiatan tahunan ini dimeriahkan pembagian 198 doorprice dari pihak sponsor maupun pendukung lainnya. (Sofyan)

    Kepala SMK Jayawisata Surakarta, Suprapti, S.Pd, M.Si saat menerima berkas SPMI
    Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal SMK Jayawisata Surakarta

    Solo-Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sekolah, SMK Jayawisata Surakarta mengadakan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut, Drs. Sulistyo Budi Wahyono Pengawas SMK. Rabu (15/11/2017).
         Kepala SMK Jayawisata Surakarta, Suprapti, S.Pd, M.Si ditemui di ruang kerjanya menjelaskan sistem penjaminan mutu internal ini mengacu pada 8 standar nasional pendidikan (SNP). "Tujuan SPMI untuk meningkatkan mutu sekolah. Kalau dulu dikenal ISO. Bedanya kalau ISO itu yang menstandarisasi dari eksternal sedangkan SPMI itu menstandarisasi dari internal. Kami merupakan sekolah imbas dari SMKN 8 Surakarta yang merupakan sekolah model pelaksanaan SPMI," terangnya.
         Lebih lanjut, wanita kelahiran Wuryantoro, Wonogiri ini mengatakan setelah diselenggarakan SPMI, sekolah melaksanakan analisa kekuatan, kelemahan, kekurangan, ancaman menggunakan analisis SWOT dari 8 standar nasional pendidikan yang diselenggarakan SMK Jayawisata Surakarta.
         "Melalui SPMI ini diharapkan sekolah dalam melaksanakan semua kegiatan di sekolah berdasarkan mutu yang sudah diterapkan oleh sekolah mengacu 8 standar nasional pendidikan. Mulai standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pembelajaran, standar kompetensi lulusan, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian," harapnya. (Sofyan)

    Penyampaian materi tentang Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan Undang-Undang Lalu Lintas

    Siswa melakukan 12 gerakan lalu lintas
    Binluh Diklat PKS SMK Negeri 4 Surakarta

    Solo-majalahlarise.com-Sat Binmas Polres Surakarta melaksanakan Binluh Diklat Patroli Keamanan Sekolah (PKS) kepada siswa dan siswi SMK Negeri 4 Surakarta. Mulai pukul 13.00 WIB-17.00 WIB. Senin-Selasa (20-21/11).
         Dalam rilis yang diterima majalahlarise.com, kegiatan ini diikuti 40 peserta anggota PKS baru. Sebagai Nara sumber Kanit Bintibmas, AKP. Budi Santoso, S.H menyampaikan tentang Pengertian Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan Undang undang Lalu lintas. Sebagai instruktur AKP Budi Santoso, S.H, Aiptu Soeparman, Aiptu Suroto, Bripka Tejo.
         Kegiatan ini didampingi Kepala Sekolah, Drs. Suyono, M.Si dan Wakil Bagus Triwidodo, S.St dan Guru pendamping. Selain diberi materi pengertian PKS dan Undang undang Lalu Lintas peserta melakukan 12 gerakan lalu lintas dan PBB. (Suroto Binmas/Sofyan)

    Rumah pengelolaan sampah dan bank sampah Badran Bakti Utomo

    Pekerja saat mengelola sampah organik menjadi pupuk organik

    Joko Maryanto (Ketua Pengelola dan Bank Sampah) menunjukan pupuk organik hasil olahan sampah organik
    Dari Sampah Jadi Berkah

    Wonogiri-majalahlarise.com-Persoalan sampah menjadi persoalan masyarakat yang tidak pernah kunjung ketemu penyelesaiannya. Walau begitu persoalan sampah ini jika diatasi dan dikelola dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan keuntungan bahkan bisa menjadi sumber penghasilan hidup masyarakat. Permasalahan sampah ini dapat diatasi jika ada kesadaran dari masyarakat.
         Mengenai permasalahan sampah ini, warga lingkungan Wuryantoro Kidul  Rt. 04/Rw. 01 Kelurahan  Wuryantoro Kecamatan Wuryantoro mendirikan bank sampah yang diberi nama bank sampah Badran Bakti Utomo. Walaupun pengelolaan sampah belum maksimal, namun keberadaan bank sampah ini sudah mulai dirasakan manfaatnya.
         “Dulu sepanjang jalan raya di depan SMK Gajah Mungkur, SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro, utara jembatan Cengkal banyak dibuang sampah. Sampah berserakan di pinggir jalan. Sejak ada bank sampah yang kami dirikan bersama warga, sampah yang berserakan tersebut udah dapat teratasi,” ungkap Ketua Rt. 04/Rw. 01 Kelurahan Wuryantoro sekaligus Ketua bank sampah Badran Bakti Utomo, Joko Maryanto saat berbincang dengan majalahlarise.com belum lama ini.
         Dikatakannya, manfaat yang dirasakan oleh warga di lingkungan Rt menambah pendapatan dana kas Rt. Selain itu, masyarakat bisa bekerja dan hasil sampah olahan berupa pupuk organik dijual kepada petani kebun sayur.
         “Adanya bank sampah ini kita mendapatkan dua keuntungan yakni sampah dari konsumen dipilah-pilah sampah organik dibuat pupuk dijual 1 kantong plastik dijual lima ribu rupah. Sedangkan sampah non organik ada plastik dan kertas bisa diolah atau dijual lagi,” terangnya.
         Bank sampah yang baru berdiri satu tahun ini mendapatkan bantuan dari Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk pengembangan tempat dan peralatan. Begitu pula dari Dinas Lingkungan Hidup memberikan bantuan alat transportasi motor dan mesin pencacah plasik.
         “Kami mendirikan bank sampah ini awalnya modal pas-pasan. Pertama beli rumah iuran warga 50 ribu rupiah. Ada 40 kepala keluarga terkumpul 2 juta rupiah. Meminjam uang untuk membeli mobil. Kami melakukan pengambilan sampah ke rumah-rumah, rumah makan maupun instansi yang dijadikan pelanggan. Mereka memberi iuran 20 ribu per KK sedangkan iuran instansi bervariasi ada 100 ribu ada juga 130 ribu per bulan. Sekarang sudah ada 150 pelanggan yang teratasi sampahnya,” papar Joko.
         Ditemui di ruang kerjanya, Camat Wuryantoro, Drs. Purwadi Hardosaputro mengatakan keberadaan bank sampah Badran Bakti Utomo mendukung sekali program penanganan sampah dan bisa menjadi contoh yang baik bagi  daerah lain agar sampah yang selama ini menjadi persoalan bisa menjadi berkah bagi masyarakat.
         “Program penanganan sampah sudah ada himbauan dari Pemerintah Kabupaten agar setiap Desa dan Kelurahan membentuk bank sampah. Kami juga sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa setiap keluarga bisa mengelola sampahnya dengan baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan diri sendiri,” terangnya. (Sofyan)

    Siswa SMANSABA bersiap menerbangkan 34 burung merpati dan 34 balon

    Seven Soul Band saat menghibur penonton 

    Kepala SMAN 1 Baturetno, Sumanto, S.Pd, M.Pd saat menyerahkan potongan tumpeng kepada salah satu guru

    Pentas tari oleh siswa
    SMAN 1 Baturetno Terbangkan 34 Burung Merpati dan 34 Balon

    Wonogiri-majalahlarise.com-Sebanyak 34 burung merpati dan 34 Balon diterbangkan siswa usai prosesi pemotongan tumpeng nasi kuning oleh Kepala SMAN 1 Baturetno, Sumanto, S.Pd, M.Pd didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bidang Kurikulum, Bidang Humas beserta jajaran Guru dan Karyawan. Kamis (9/11) di halaman sekolah setempat.
         Dalam sambutan, Kepala SMAN 1 Baturetno, Sumanto, S.Pd, M.Pd menyampaikan kemeriahan peringatan ulang tahun sekolah juga dirasakan masyarakat Baturetno. Hal ini terbukti pada kegiatan sepeda santai tepatnya, Minggu (5/11) animo masyarakat yang ikut meningkat sampai 290 lebih dibandingkan tahun sebelumnya kurang dari 200 peserta.
         "Sejak tanggal 3 Nopember 2017 sampai 8 Nopember 2017, kami melaksanakan berbagai kegiatan perlombaan antar siswa, antar guru, antar SD, antar SMP/MTs, antar SMA/SMK se-Kabupaten Wonogiri. Selain lomba ada kegiatan donor darah dari PMR, bakti sosial ke Paranggupito menyumbang air bersih dan bakti sosial ke masyarakat sekitar sekolah. Kami juga menyelenggarakan workshop dari alumni bertujuan menginspirasi siswa menjadi orang yang sukses," paparnya.
         Lebih lanjut, pria yang tinggal di Slogohimo ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak telah mendukung terselenggaranya acara ini.
         "Mudah-mudahan atas doanya prestasi kita meningkat. Prestasi SMAN 1 Baturetno bisa sejajar dengan SMA Negeri kota terbukti tahun kemarin ujian nasional bisa mendapatkan posisi ke dua UN setelah SMAN 1 Wonogiri. Ini bisa diraih berkat kerjasama orang tua, bapak ibu guru juga anak-anak," harapnya.
         Ketua Panitia, Martono Tulus Nugroho, S.Pd memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya jalan sehat, fulsal, lomba ping pong antar guru, lomba mural, vokal group antar kelas dan talk show, sepeda santai untuk masyarakat umum, lomba mata pelajaran untuk SMP, turnamen bola voli, lomba PBB pelajar SMP, lomba kaligrafi dan lomba melukis untuk sekolah dasar, lomba Dimas dan Diajeng, paduan suara antar kelas, festival band pelajar SMA se-Wonogiri, lomba menyanyi antar guru, menghias tumpeng, kebersihan kelas.
         Puncak acara yang bertema SMANSABA BERKREASI ini dihadiri Forkompincam Baturetno, Pengawas SMA/SMK Provinsi Jawa Tengah, Komite Sekolah, tamu undangan. Disela-sela acara dibacakan sejarah singkat perjalanan SMAN 1 Baturetno oleh Dra. Datonah serta dimeriahkan hiburan paduan suara voice of SMANSABA, tari tradisonal dan tari kreasi baru, band lokal Vlodska band, Seven Soul band. (Sofyan)

    Prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 1 Manyaran diwakili Waka Kurikulum, Kalis Joko Wiyono, S.Pd

    Jajaran Waka SMAN 1 Manyaran, perwakilan Guru dan Ketua OSIS saat foto bersama usai pemotongan tumpeng
    Puncak Peringatan HUT ke-24 SMAN 1 Manyaran Wonogiri

    Wonogiri-majalahlarise.com-Pemotongan tumpeng dilakukan Kepala SMAN 1 Manyaran yang diwakili Waka Kurikulum, Kalis Joko Wiyono, S.Pd, M.Pd menandai Puncak Peringatan HUT ke-24 SMAN 1 Manyaran Wonogiri. Senin (31/10) di Aula sekolah setempat. Acara cukup sederhana ini dihadiri Forkompincam Manyaran, Komite Sekolah, Kepala SMP/MTs se-Manyaran, Bapak/Ibu Guru serta seluruh murid SMAN 1 Manyaran.
         Kepala SMAN 1 Manyaran diwakili Waka Kurikulum, Kalis Joko Wiyono, S.Pd dalam sambutan mengatakan diusia ke-24 tahun SMAN 1 Manyaran diibaratkan seperti anak sekolah yang sudah sarjana lebih dewasa. Sehingga sekolah harus berbenah diri berpikir seperti anak sarjana. 
         "Kalau diibaratkan usia perkawinan itu kurang 1 tahun lagi masuk usia 25 tahun atau perkawinan perak. Sekolah kita semakin dewasa dalam menghadapi berbagai hal," ujarnya.
         Pihaknya berpesan kepada seluruh siswa, walau kuantitas sedikit namun kualitas harus lebih unggul dan kualitas tetap dijaga. Selain itu, mengingatkan siswa kelas XII yang sebentar lagi menghadapi UNBK ada simulasi UNBK agar mempersiapkan diri sebaik mungkin.
         Di tempat yang sama, Ketua Panitia, Rudi Hartono, S.Pd menyampaikan ucapan selamat datang kepada tamu undangan atas kehadirannya dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung atas terselenggaranya kegiatan peringatan HUT SMAN 1 Manyaran.   
         "HUT ke-24 Manyaran ini dimeriahkan berbagai lomba yakni lomba intern sekolah berupa lomba kebersihan kelas, bola voly antar kelas, futsal putra. Lomba ekstern yaitu pertandingan voly SMA se-Wonogiri, pertandingan sepak bola trofeo se-Kecamatan Manyaran," katanya.
         Selanjutnya, Pria yang menjabat Waka Kesiswaan ini berharap kepada tamu undangan untuk bisa mengikuti acara sampai selesai dan tidak lupa selama kegiatan ada kekurangan mohon dimaafkan demi kebaikan selanjutnya. 
         Acara bertajuk 24DIANCE ini menampilkan potensi seni dan musik dari siswa. (Sofyan)

    Fashion Show Siswa-Siswi SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro

    Gamelan Rock saat menunjukkan kemahirannya 
    Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro Wonogiri

    WONOGIRI-majalahlarise.com-Menumbuhkan semangat dan potensi pemuda Indonesia sebagai generasi muda yang aktif dan kreatif menjadi tujuan diselenggarakannya gelar potensi dan karya seni siswa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan tahun 2017 di SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro. Rabu (1/11).
         Kepala SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro, Drs. Bambang Sulistyanto mengatakan diselenggarakan peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu wujud ikut serta pemuda Muhammadiyah yang berpangkalan di SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro menyumbang atau mengisi kemerdekaan serta wujud siswa sebagai pemuda yang handal dan berkemajuan.
         Menurut Ketua penyelenggara kegiatan, Doni Mustova, S.Kom, menyampaikan adanya kegiatan ini menggerakkan pemuda-pemuda di SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro untuk mengenang sejarah Sumpah Pemuda dan mengetahui potensi siswa melalui hasil karya berupa baca puisi, hasta karya, fashion show, pentas seni band, gamelan rock, hiphop band, tari, gerak dan lagu solo vokal.
         "Dengan adanya event ini kami mengetahui sumber daya manusia yang ada disini baik kelas X, XI, XII. Pesan kami pada pemuda sekarang untuk tetap semangat. Jangan karena ilmu teknologi maju semangat belajar dan rasa memiliki bangsa ini berkurang," ujarnya.(Sofyan)

    Peneliti saat bersama mahasiswa Fakultas Ekonomi Univet Bantara Sukoharjo

    Sukoharjo-majalahlarise.com-Tujuan mata kuliah Bahasa Inggris di perguruan tinggi khususnya di Fakultas Ekonomi adalah membekali dan melatih mahasiswa memahami materi ilmu dalam perbankan, bisnis, keuangan, dan perdagangan didukung dengan substansi materi yang disampaikan berbahasa Inggris serta istilah-istilah perbankan dan finance menggunakan Bahasa Inggris.
         Pengajaran tersebut berhubungan disiplin ilmu tertentu dalam situasi pengajaran khusus, metodologi yang berbeda dari Bahasa Inggris umum. Sementara itu, dapat dipahami bahwa tingkat pemahaman dan penguasaan bahasa Inggris bidang ekonomi sangat dirasakan urgensinya dalam menghadapi persaingan kerja.
       Dalam rilis yang diterima majalahlarise.com belum lama ini, Peneliti Arin Arianti, S.Pd, M.Pd dan Nurnaningsih, S.Pd, M.A dari Progdi Bahasa Inggris Univet Bantara Sukoharjo tertarik untuk mencari bentuk pengembangan pembelajaran bahasa Inggris bidang Ekonomi dengan menggunakan pendekatan needs analysis. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan pembelajar dijadikan landasan dalam menentukan arah dan proses pembelajaran sehingga tujuan pengajaran sesuai target kebutuhan yang diharapkan.
        Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebutuhan Bahasa Inggris mahasiswa Fakultas Ekonomi Univet Bantara Sukoharjo terkait dengan tujuan mereka belajar bahasa Inggris  yang berorientasi untuk memasuki dunia kerja, dengan menitikberatkan pada pentingnya peningkatan kemampuan berbicara/ speaking sebagai salah satu skill yang menjadi sasaran utama dalam belajar bahasa Inggris.
          Bentuk perancangan bahasa Inggris diarahkan pada English for Occupational Pursposes (EOP) untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja, seperti ketika mereka akan melamar pekerjaan dalam bentuk surat lamaran pekerjaan maupun ketika berada didalam situasi interivew. Sehingga mahasiswa ekonomi ketika lulus tidak hanya menguasai materi ilmu ekonomi tetapi juga memiliki kemampuan lebih yaitu dapat berbicara dalam bahasa Inggris dan menerapkannya dalam dunia kerja.  (Sofyan)

    Pemateri, M. Iqbal Dawami saat membimbing peserta kelas editing buku

    Peserta menunjukkan karya buku hasil SAGUSAKU 1 foto bersama dengan Pemateri dan Pengurus IGI Kabupaten Wonogiri

    Kelas Editing Buku Alumni SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku) I Tahun 2017 IGI Kabupaten Wonogiri

    Wonogiri-majalahlarise.com- Guna membekali penulis buku dapat melakukan editing naskah buku secara baik dan benar, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Wonogiri mengadakan kegiatan Kelas Editing Buku Alumni Sagusaku I Tahun 2017. Minggu (12/11), di Rumah Makan Alami Sayang, Wonogiri.
         Pemateri, M. Iqbal Dawami menyampaikan dunia editing atau mengedit lebih rumit daripada menulis. Sebab editor bertugas mencari kesalahan yang terkait dengan isi buku kemudian memperbaikinya.  
         "Pekerjaan editing itu sangat-sangat melelahkan, rumit dan jika ada kesalahan dalam tulisan yang pertama kali disalahkan itu editor. Jika tulisan itu bagus dan baik yang dicari penulisnya," ungkapnya.
         Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Iqbal ini mengatakan ada syarat menjadi editor naskah diantaranya rajin membuka kamus dan thesaurus. Rajin membaca berbagai jenis buku ilmiah, ilmiah populer, fiksi (novel). Mengetahui tata bahasa, punya cita rasa daya ungkap lebih kepada seni sehingga pembaca ingin membaca. Mengetahui tema yang diedit, teliti dan sabar.
         "Membaca naskah-naskah yang masih mentah itu membosankan. Maka editor juga harus teliti dan sabar," ujarnya.
         Sebelum melakukan editing, menurut Iqbal langkah yang harus dikerjakan memastikan naskah lengkap dan final dari penulis, mengetahui tema tulisan, jenis buku yang diterbitkan dan sasaran pembacanya, mengaktifkan track change di Ms. Word pada saat hendak mengedit.
         Sementara itu, Ketua IGI Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo, S.Pd menuturkan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan Sagusaku I yang telah menghasilkan satu guru satu buku. "Peserta pelatihan editing ini diharapkan dapat mengedit naskah buku hasil penulisan peserta Sagusatu II mendatang sehingga mempermudah penulis dan penerbit dalam menerbitkan buku," terangnya.
         "Melihat hasil dari pelatihan Satusagu I melesat seperti anak panah, IGI siap memberikan fasilitas pengembangan kompetensi teman-teman guru. Bisa satu kelas satu buku atau satu siswa satu buku kita bantu mengorbitkan semua. Target pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 guru di Wonogiri sudah memiliki 150 buku yang akan dipamerkan," paparnya. (Sofyan)
     





Top