GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Visiting Professor Fakultas Teknik Univet Sukoharjo Hadirkan Prof Mohd Haziman UTHM Malaysia, Kupas Strategi Menulis dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi
![]() |
| Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Haziman Wan Ibrahim, CEng, saat memaparkan materi Strategies for Writing and Publishing Scientific Papers in Reputable Journals for Lecturers and Students. |
Visiting Professor Fakultas Teknik Univet Sukoharjo Hadirkan Prof Mohd Haziman UTHM Malaysia, Kupas Strategi Menulis dan Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi
Sukoharjo - majalahlarise.com - Fakultas Teknik Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Kuliah Umum Visiting Professor bertema Strategies for Writing and Publishing Scientific Papers in Reputable Journals for Lecturers and Students di Ruang 3 Fakultas Teknik Univet Bantara, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Haziman Wan Ibrahim, CEng, Professor Faculty of Civil Engineering and Built Environment (FKAAB), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia. Kuliah umum tersebut diikuti dosen dan mahasiswa serta melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai upaya memperluas jejaring akademik dan kolaborasi penelitian.
Dekan Fakultas Teknik Univet Bantara, Ir. Hendramawat Aski Safarizki, S.T., M.T., menjelaskan kegiatan kuliah tamu merupakan implementasi nyata dari kerja sama yang telah ditandatangani antara Univet Bantara dan UTHM Malaysia. Menurutnya, kegiatan akademik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kedua institusi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan dan penelitian.
“Ini juga sebagai ajang agar kita bisa berkolaborasi lebih luas karena kami mengundang empat kampus dari luar Univet yang nantinya juga akan melakukan penandatanganan kerja sama setelah acara kuliah tamu,” ujar Hendramawat.
Ia menjelaskan, keterlibatan sejumlah perguruan tinggi di luar Univet diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi yang semakin luas, berbagai program akademik, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah internasional dapat diwujudkan secara lebih optimal.
![]() |
| Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Haziman Wan Ibrahim, CEng, saat foto bersama Dekan Fakultas Teknik Univet Bantara, Ir. Hendramawat Aski Safarizki, S.T., M.T beserta jajarannya dan peserta kuliah umum. |
“Harapannya dari semua yang hadir pada pagi hari ini bisa saling berkolaborasi, dan Univet khususnya dapat memperoleh luaran publikasi internasional sehingga pencapaian akademik dapat berkembang lebih cepat,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Mohd Haziman Wan Ibrahim menekankan pentingnya publikasi ilmiah sebagai sarana menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Menurutnya, pengetahuan yang dimiliki akademisi tidak boleh berhenti di ruang kelas maupun tersimpan dalam pikiran, tetapi harus didokumentasikan dan dipublikasikan agar manfaatnya terus dirasakan meskipun penulisnya sudah tidak ada.
“Sebelum kita meninggal, ilmu yang ada di kepala kita harus dipublikasikan. Walaupun kita sudah tiada, ilmu itu tetap ada dan memberi manfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan publikasi ilmiah memberikan banyak manfaat, mulai dari menyebarluaskan temuan baru, meningkatkan reputasi akademisi, hingga memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik di berbagai bidang. Artikel yang dipublikasikan juga berpotensi menjadi rujukan bagi peneliti lain dan berbagai pihak yang membutuhkan dasar ilmiah dalam pengambilan keputusan.
“Melalui publikasi, orang akan mengenal kita dan mengenal keahlian yang kita miliki,” katanya.
Prof. Mohd Haziman juga menjelaskan pentingnya publikasi jurnal internasional bereputasi bagi pengembangan karier dosen dan peneliti. Publikasi pada jurnal Q1 dan Q2 menjadi indikator pencapaian akademik yang memiliki nilai tinggi. Menurutnya, keberhasilan menembus jurnal bereputasi tidak hanya memberikan kepuasan akademik, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar dalam pengembangan profesi.
“Jika ingin mencapai jenjang akademik tertinggi, suka atau tidak suka, publikasi ilmiah harus menjadi bagian dari perjalanan akademik,” tuturnya.
Selain membahas strategi publikasi, ia menerangkan perbedaan antara jurnal ilmiah dan prosiding konferensi. Jurnal ilmiah umumnya memuat hasil penelitian yang lebih lengkap dan mendalam, sedangkan konferensi lebih tepat digunakan untuk mempublikasikan temuan awal atau preliminary findings.
“Jangan masukkan data yang terlalu maju ke konferensi. Biasanya konferensi digunakan untuk mempublikasikan data awal atau preliminary findings,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Mohd Haziman juga mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menjalani proses publikasi jurnal internasional. Proses penilaian oleh editor dan reviewer dapat berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, bahkan lebih dari satu tahun. Namun, menurutnya, hasil yang diperoleh sebanding dengan usaha dan ketekunan yang dilakukan penulis.
“Kalau mahu mendapatkan emas, kita harus sabar. Publikasi di jurnal berkualitas memang memerlukan waktu yang panjang,” ungkapnya.
Ia turut menjelaskan budaya membaca menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Semakin banyak referensi yang dipelajari, semakin luas wawasan peneliti dalam menemukan kebaruan, memperkuat landasan teori, serta mengidentifikasi peluang penelitian yang masih dapat dikembangkan.
“Kalau kita tidak membaca, sulit untuk menulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pengetahuan dan ide yang kita miliki,” tuturnya.
Di akhir sesi, Prof. Mohd Haziman memaparkan tahapan publikasi artikel ilmiah mulai dari pemilihan jurnal yang sesuai, penyesuaian format naskah, proses review, hingga pemeriksaan tingkat kesamaan naskah menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme. Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT yang dapat membantu penulis dalam menyusun ide, struktur tulisan, dan penggunaan bahasa secara efektif.
“Gunakan ChatGPT untuk membantu mengorganisasi ide dan penulisan. Jangan sekadar copy-paste kerana jika terdeteksi, artikel boleh ditolak,” pungkasnya.
Menurut Prof. Mohd Haziman, publikasi ilmiah yang berkualitas tidak hanya memberikan manfaat bagi dosen dan peneliti sebagai penulis, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan reputasi dan peringkat universitas di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap dosen dan mahasiswa terus bersemangat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan mampu menembus jurnal bereputasi internasional.
“Saya berharap hasil perkongsian pada hari ini dapat memberi manfaat kepada dosen dan pelajar untuk menyediakan satu artikel yang berkualiti, yang berimpak, dan mampu diterbitkan dalam jurnal yang mempunyai peringkat Q1 dan Q2,” ujarnya. (Sofyan)


Tidak ada komentar: