Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo praktik membuat donat.


    Murid Kelas III SD Muhammadiyah PK Solo Perkuat Karakter Melalui Kegiatan DONAT

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 84 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo praktik membuat donat dalam kegiatan parent day yang digelar di hall utama gedung sekolah setempat, Sabtu (31/1/2026).

    Tema yang diangkat untuk kegiatan _parents day_ kali ini "Sprinkles of Love: Membuat DONAT (Dzikir, Obrolan, dan Nasehat Anak Taqwa)" serta turut mengundang narasumber Melati Hapsari selaku orang tua murid dari Naifa Sekar Fadheela.

    Koordinator tim guru kelas III, Yuli Ekowati, menyampaikan kegiatan parents day merupakan program unggulan sekolah yang sudah direncanakan sejak awal tahun ajaran baru dan dilaksanakan setiap Sabtu keempat jika dalam satu bulan terdapat lima kali hari Sabtu.

    "Tujuan kegiatan ini untuk menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata agar pembelajaran semakin bermakna. Penanaman karakter murid juga bisa diterapkan dalam pendekatan berbasis aktivitas melalui keterampilan membuat kue donat," terangnya.

    Kegiatan parents day dibuka dengan sambutan dari ketua paguyuban orang tua murid kelas III, pembagian kelompok murid, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan langkah-langkah membuat kue donat dari narasumber.

    Sebelum praktik secara berkelompok, Melati menjelaskan langkah-langkah membuat donat dasar yang anti gagal. Pertama, siapkan alat dan bahan kemudian pisahkan antara bahan basah dan bahan kering. Kedua, pengulenan adonan hingga kalis elastis. Ketiga, fermentasi pertama berupa tahap mengistirahatkan adonan dengan kain basah atau _plastic wrap_ selama 15-20 menit. Keempat, Bulatkan adonan hingga permukaannya licin lalu istirahatkan kembali selama 10 menit. Kelima, pipihkan adonan lubangi tengahnya dengan cetakan atau jari tangan. Keenam, goreng dengan minyak banyak serta api kecil dan cukup dibalik sekali saja kemudian beri topping sesuai selera. 

    Salah satu murid kelas III, Hanif Arkan Bramantyo, terlihat antusias saat mengikuti proses menaburkan topping di atas permukaan donat.

    "Aku baru tahu, ternyata untuk membuat adonan donat lebih baik menggunakan air es supaya ragi tidak berkembang terlalu cepat saat proses pengulenan. Kunci dari empuknya donat juga tergantung tepung yang dipakai yaitu tepung protein tinggi," ucapnya.

    Kegiatan parents day kali ini secara tidak langsung dapat menguatkan karakter murid. Belajar memasak akan mengasah kemampuan kognitif, meningkatkan kreativitas, dan yang paling utama melatih kesabaran. Perwakilan orang tua murid yang mendampingi tiap kelompok juga senantiasa menyelipkan nasihat, pesan-pesan religi, dan kalimat positif agar para murid selalu semangat belajar di sekolah. Kegiatan ini juga bagian dari implementasi mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi teks prosedur. (Sofyan)


    Baca juga: Univet Bantara Sukoharjo Lantik Ketua dan Sekretaris Program Studi Periode 2026–2031

    Pengambilan sumpah janji Jabatan dan Pelantikan Ketua serta Sekretaris Program Studi oleh Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum.


    Univet Bantara Sukoharjo Lantik Ketua dan Sekretaris Program Studi Periode 2026–2031

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pengambilan Sumpah Janji Jabatan dan Pelantikan Ketua serta Sekretaris Program Studi di lingkungan kampus setempat untuk periode 2026–2031, Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung H Univet Bantara Sukoharjo.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, menyampaikan pelantikan ini menjadi penanda berakhirnya masa jabatan struktural sebelumnya, mulai dari Rektor hingga Ketua Program Studi, sekaligus awal periode kepemimpinan baru di tingkat program studi.

    “Hari ini menjadi periode yang terakhir untuk jabatan struktural mulai dari Rektor hingga Kaprodi, dan hari ini pula kita telah melantik seluruh Kaprodi baru di lingkungan Univet Bantara,” ujarnya.

    Ia berharap pelantikan tersebut menghadirkan semangat baru, terutama dalam menghadapi tantangan akreditasi program studi yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Menurutnya, capaian akreditasi unggul menjadi target utama universitas.

    “Yang paling berat adalah tugas-tugas mereka dalam waktu dekat ini, yakni menghadapi akreditasi. Kita berharap semuanya bisa menjadi unggul, sehingga kita segera bisa mengajukan Univet sebagai universitas unggul,” tuturnya.

    Prof. Farida juga menyampaikan kabar capaian membanggakan terkait akreditasi program studi. “Alhamdulillah, baru saja kita mendapatkan pengumuman dua program studi yang akreditasinya telah menjadi unggul, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika,” tuturnya.

    Ia menguraikan, program studi lain yang belum unggul diharapkan segera menyusul, sementara program studi yang telah unggul juga bersiap menghadapi reakreditasi. “Prodi-prodi yang belum unggul kami harapkan segera merapat ke sana, dan beberapa prodi unggul juga akan reakreditasi. Maka kita siapkan sebaik-baiknya,” jelasnya.

    Menurut Prof. Farida, Ketua Program Studi memiliki peran strategis sebagai pimpinan di level terdepan dalam memajukan Univet Bantara. “Kaprodi adalah pimpinan di level paling depan untuk memajukan Univet, sehingga tugasnya paling berat, terutama dalam mengupayakan program studi menjadi unggul dan mendapatkan mahasiswa baru yang juga unggul,” ungkapnya.

    Selain itu, Kaprodi diharapkan mampu memotivasi dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Dengan Tri Dharma yang dijalankan secara optimal, itu menjadi modal yang baik untuk bisa terakreditasi unggul,” ujarnya.

    Ia juga meminta para Dekan untuk senantiasa berkoordinasi dengan Ketua Program Studi. “Saya mohon para Dekan secara periodik berkoordinasi dengan Kaprodi. Setiap masalah bisa dipecahkan bersama, bahkan lebih baik jika pertemuan tidak menunggu masalah, tetapi untuk memikirkan ide-ide baru yang kreatif demi memajukan program studi,” harapannya.

    Prof. Farida menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi. “Saya ucapkan selamat untuk semuanya yang dilantik, dan terima kasih kepada yang sudah purna atas prestasi dan dedikasinya. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, MM menyampaikan pelantikan Ketua dan Sekretaris Program Studi diselenggarakan sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas Univet ke depan.

    “Pelantikan Kaprodi dan Sekprodi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Univet ke depan. Prodi yang belum unggul kami harapkan tahun ini bisa unggul, dan prodi yang sudah unggul dapat mempertahankan kualitasnya,” ujarnya.

    Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan pelantikan ini sebagai momentum kebersamaan dan rasa syukur. “Sekaligus kita mensyukuri bahwa Univet insyaallah semakin maju. Semoga semuanya tetap bersemangat untuk kemajuan Univet,” harapannya. (Sofyan)


    Baca juga: Perkuat Sinergi, HILLSI Wonogiri dan Disnakerin Gelar Outbound Bersama

     

    Peserta outbound sinergi Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) DPC Kabupaten Wonogiri bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Wonogiri.

    Perkuat Sinergi, HILLSI Wonogiri dan Disnakerin Gelar Outbound Bersama

    Karanganyar – majalahlarise.com - Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) DPC Kabupaten Wonogiri bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan outbound sinergi di Agrowisata Amanah, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (31/1/2026).

    Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang terdiri atas pimpinan dan pengelola Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Wonogiri, serta jajaran Disnakerin Wonogiri. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja (P3TK) Disnakerin Wonogiri, Joko Pramono, S.Si., beserta staf, serta Ketua DPC HILLSI Kabupaten Wonogiri, Dwi Suswatiningsih, SE, M.Pd.

    Outbound sinergi diselenggarakan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara HILLSI, pengelola LPK, dan Disnakerin Wonogiri dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan. Perubahan kebutuhan dunia usaha dan industri menuntut adanya kerja sama yang lebih erat agar program pelatihan kerja yang dijalankan LPK selaras dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan pasar kerja.

    Ketua DPC HILLSI Kabupaten Wonogiri, Dwi Suswatiningsih, menyampaikan kegiatan outbound menjadi sarana efektif untuk membangun kebersamaan dan kepercayaan antarlembaga.

    Peserta asyik dan antusias mengikuti kegiatan outbound.


    “Melalui kegiatan outbound ini, kami ingin membangun suasana kebersamaan yang lebih akrab sehingga komunikasi antarpengelola LPK dan Disnakerin semakin terbuka. Dari sinilah kepercayaan dan sinergi dapat tumbuh dengan lebih kuat,” ujar Dwi Suswatiningsih.

    Ia juga menguraikan suasana nonformal dalam outbound memberi ruang bagi peserta untuk saling bertukar gagasan dan menyamakan persepsi terkait pengembangan pelatihan kerja di Wonogiri.

    “Ketika suasana cair, diskusi menjadi lebih hidup. Banyak ide dan masukan yang muncul demi peningkatan kualitas LPK,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Bidang P3TK Disnakerin Wonogiri, Joko Pramono, menyampaikan LPK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

    “LPK adalah garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan LPK perlu terus diperkuat agar program pelatihan benar-benar sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Joko Pramono.

    Ia berharap hasil dari kegiatan outbound tidak berhenti pada kebersamaan semata, namun berlanjut pada langkah nyata.

    “Kami mendorong agar sinergi ini ditindaklanjuti dengan program konkret, terutama dalam peningkatan kualitas pelatihan, produktivitas, serta penempatan tenaga kerja di Kabupaten Wonogiri,” jelasnya.

    Dari sisi pembiayaan, kegiatan outbound mencerminkan semangat gotong royong. Seluruh biaya pelaksanaan dipikul bersama oleh anggota DPC HILLSI Kabupaten Wonogiri dan Disnakerin Wonogiri sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan.

    Kegiatan outbound ditutup dengan arisan rutin HILLSI yang digelar setiap tiga bulan sekali. Dalam kesempatan tersebut, jajaran staf Disnakerin Wonogiri turut berpartisipasi aktif, sehingga semakin mempererat keakraban dan hubungan kerja antara pengelola LPK dan pemerintah daerah.

    Melalui kegiatan ini, HILLSI dan Disnakerin Wonogiri berharap sinergi yang terbangun mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan peran LPK, serta kontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Wonogiri. (Sofyan)


    Baca juga: Lomba Mewarnai Celengan Karakter di Umbul Nogo, Wadah Ekspresi Kreativitas Anak

    Para peserta lomba mewarnai celengan karakter menunjukkan hasil karyanya bersama-sama.


    Lomba Mewarnai Celengan Karakter di Umbul Nogo, Wadah Ekspresi Kreativitas Anak

    Wonogiri - majalahlarise.com - Suasana ceria dan penuh warna mewarnai kawasan objek wisata Umbul Nogo Manyaran, Minggu (1/2/2026). Anak-anak usia PAUD, TK hingga SD kelas 3 antusias mengikuti Lomba Mewarnai Celengan Karakter yang digelar oleh Rumah Kreatif Management.

    Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini memberikan fasilitas lengkap bagi peserta, mulai dari celengan karakter pilihan, kuas, cat warna, wadah cat dan air, hingga e-sertifikat peserta. Menariknya, setiap peserta juga mendapatkan free satu hijab cantik serta kesempatan meraih hadiah doorprize.

    Koordinator acara dari Rumah Kreatif Management, Irawan, menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk menyalurkan imajinasi dan kreativitas sejak dini.

    Penyerahan piala juara 1, 2, dan 3.


    “Kita ingin agar anak-anak bisa mengekspresikan imajinasinya untuk mewarnai celengan karakter ini, supaya anak-anak lebih luas mengetahui betapa besarnya dunia kreativitas bagi mereka,” tutur Irawan saat ditemui di sela kegiatan.

    Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat, termasuk para pendidik.

    “Kita berharap teman-teman dan juga anak-anak, termasuk para pendidik dari PAUD maupun SD di tingkatan bawah, lebih mengerti tentang kegiatan mewarnai celengan karakter, sehingga anak-anak semakin berani mengekspresikan imajinasinya,” ujarnya.

    Penilaian lomba dilakukan oleh tim juri dengan kriteria kreativitas, inovasi, serta keberanian dalam memadukan warna. Salah satu juri, Yustina mengapresiasi kegiatan tersebut.

    Para peserta saat mewarnai celengan karakter.


    “Ini kegiatan yang sungguh luar biasa dan positif untuk mendidik keberanian anak-anak. Tadi terlihat kreativitas dan inovasi penggunaan warna, tidak monoton seperti yang sering ditemui di sekolah,” ungkap Yustina, pendidik dari PAUD Putra Mandiri, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

    Ia berharap lomba semacam ini dapat digelar lebih rutin. “Mungkin dalam satu tahun bisa dua atau tiga kali karena kegiatan ini benar-benar positif, terutama untuk anak-anak usia PAUD. Mohon diteruskan dan dimaksimalkan,” tuturnya.

    Sementara itu, Juara 1 lomba mewarnai, Aisyah Aqilla Rofiq, tampak sumringah saat menerima piala dan piagam penghargaan. Ia mengaku senang bisa mengikuti lomba dan meraih juara.

    “Senang. Aku mewarnai celengan karakter kuda poni,” ungkap Aisyah polos.

    Lomba Mewarnai Celengan Karakter ini ditutup dengan penyerahan piala Juara 1, juara 2, dan 3 sekaligus menjadi momentum edukatif yang memadukan kreativitas, rekreasi, dan pembelajaran karakter bagi anak-anak. (Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV dan V SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sukses Ikuti English Camp 2026

    Kegiatan Parent Class for Teacher.


    SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parent Class for Teacher, Perkuat Motivasi dan Pola Didik Humanis

    Boyolali – majalahlarise.com – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parent Class for Teacher pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Aula SD Muhammadiyah PK Banyudono. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Motivasi Guru dalam Memahami Bahasa Cinta dan Membangun Pola Didik yang Efektif.”

    Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami karakter siswa melalui pendekatan psikologis dan emosional, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, humanis, dan menyenangkan.

    Hadir sebagai narasumber utama, Kusnulia Rosita, M.Psi, psikolog sekaligus dosen Universitas Tiga Serangkai (UTS). Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya guru memahami love language atau bahasa cinta siswa sebagai kunci membangun kedekatan emosional, meningkatkan motivasi belajar, serta menjaga kesehatan mental anak di lingkungan sekolah.

    Ia menguraikan setiap siswa memiliki karakter dan watak yang berbeda, sehingga pendekatan pendidikan perlu disesuaikan. Kusnulia menjelaskan empat tipe karakter dasar siswa, yakni sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris.

    Sanguinis digambarkan sebagai siswa yang ceria, aktif, komunikatif, dan mudah bergaul, namun terkadang kurang fokus serta mudah merasa bosan. Melankolis merupakan siswa yang perfeksionis, teliti, sensitif, dan berpikir mendalam, tetapi cenderung mudah cemas serta kurang percaya diri. Plegmatis dikenal sebagai siswa yang tenang, sabar, pendamai, dan mudah beradaptasi, meski sering kurang memiliki motivasi dan inisiatif. Sementara itu, koleris merupakan siswa yang tegas, mandiri, berjiwa pemimpin, dan berorientasi pada target, namun terkadang terkesan keras dan kurang sabar.

    Ia menuturkan tidak ada karakter yang lebih baik atau lebih buruk. Seluruh karakter tersebut merupakan potensi yang perlu dipahami dan diarahkan secara tepat. Ketika guru mampu mengenali karakter siswa sekaligus menyesuaikan bahasa cintanya, proses pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya guru menerapkan pola ASAH, ASIH, dan ASUH dalam mendidik siswa. Ia menguraikan bahwa guru Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pendidik dan pengasuh yang menghadirkan keteladanan, kasih sayang, serta tanggung jawab moral dan spiritual.

    “Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan guru. Pola asah, asih, dan asuh harus hidup dalam keseharian guru bersama siswa,” tutur Pujiono.

    Kegiatan ini dipandu oleh moderator Shela Yunitamara, S.Pd, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Sementara itu, Ketua Panitia, Siti Mar’athus Sholihah, S.Pd, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi guru dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan berkarakter Islami.

    Kegiatan Parent Class for Teacher ini juga mendapat dukungan dari Ketua LazisMU SD Muhammadiyah PK Banyudono sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu sumber daya pendidik. (Sofyan)


    Baca juga: Murid Kelas IV dan V SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sukses Ikuti English Camp 2026


    Murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan English Camp.

    Murid Kelas IV dan V SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sukses Ikuti English Camp 2026

    Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 146 murid kelas IV dan V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan English Camp di Arrohman English Center, Mangunrejo, Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kediri, Selasa-Jumat (20-23/1/2026).

    Mengangkat tema "English Adventure Learn and Play in Pare", kegiatan ini juga diikuti tiga belas guru pendamping yang bertugas menjembatani kebutuhan murid dengan orang tua serta memberikan dukungan langsung untuk belajar mandiri dalam proses pembelajaran.

    Ketua panita English Camp 2026, Slamet Rismiyadi, menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu program sekolah yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan tujuan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam belajar bahasa Inggris secara interaktif dan menggembirakan.

    "Lingkungan di Kampung Inggris Pare sangat mendukung untuk mempercepat penguasaan bahasa secara intensif, kami yakin tingkat kepercayaan diri dalam berkomunikasi para murid akan meningkat dengan adanya program English Camp ini. Metode belajar di sini juga sangat interaktif sehingga kemampuan grammar, speaking, dan pronunciation lebih fasih dan terasah," terangnya.

    Hari pertama, kegiatan English Camp dimulai dengan seremonial pembukaan yang meriah. Peserta diserahkan kepada Tim Arrohman English Center yang siap memandu dalam petualangan memperoleh pembelajaran bahasa Inggris. Pembagian kelompok berdasarkan jenis kelamin, putra terdiri dari lima kelompok dan putri juga ada lima kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 13 - 15 murid dan didampingi satu orang tutor dari Tim Arrohman English Center.

    Materi inti hari pertama berupa kemampuan mengembangkan vocabulary melalui aktivitas menarik seperti introduction dan practice speech. Setiap murid akan diberikan kesempatan ke depan untuk berkenalan dan berbagi pengalaman dalam bahasa Inggris. Tak hanya sampai di situ, mereka juga diberikan tips cara menumbuhkan rasa percaya diri ketika tampil di depan umum.

    Hari kedua, peserta English Camp mengikuti kegiatan outing class ke Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kediri. Selain menjadi ajang refreshing, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan sejarah dan dijadikan wisata edukasi dan budaya. Kegiatan menarik yang dilakukan peserta English Camp di Candi Tegowangi diantaranya: kompetisi dalam adu keterampilan berbahasa Inggris, permainan edukatif yang memasukkan unsur sejarah dan bahasa Inggris serta memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai sejarah dan budaya lokal.

    Kegiatan ini dikemas santai dan menyenangkan, terlihat senyum ceria peserta English Camp semakin terpancar saat mobil es krim datang ke lokasi acara. Setiap murid diberi kesempatan untuk menikmati satu cup es krim sesuai rasa yang mereka sukai. Meski antrean mengular, peserta English Camp tetap tertib menunggu giliran untuk dilayani. 

    Keseruan tak berhenti di sini, hari ketiga merupakan puncak perayaan rangkaian kegiatan English Camp yang dinamai farewell party. Momentum ini penuh makna, menguras emosi, dan mengukir kenangan indah bagi peserta English Camp. Semua berkumpul dan berpelukan untuk merayakan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan English Camp. 

    Bakat serta kemampuan berbahasa Inggris peserta English Camp juga ditampilkan di sini, ada yang berperan sebagai pembawa acara, adu keterampilan story telling dan singing serta mempresentasikan pengalaman pribadi dalam tutur bahasa Inggris.

    Kegiatan penutup pun tiba, kata pamit dan salam perpisahan mulai diucapkan Tim Arrohman English Center. Tangis haru mulai menyelimuti, janji yang terucap untuk untuk giat berlatih mengembangkan kemampuan bahasa Inggris akan dilaksanakan saat kembali ke Kota Solo. 

    Salah satu peserta English Camp, Danendra Maheswara Hadinoto, merasa bangga dan terharu dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini.

    "Belajar bahasa Inggris secara praktis di lingkungan yang berbahasa Inggris itu luar biasa. Pengalaman unik dan menarik, kita dibiasakan untuk berdialog menggunakan bahasa Inggris dengan tutor, teman serta ustaz-ustazah. Kita juga ditantang untuk selalu berpartisipasi aktif dalam diskusi yang digelar supaya menambah pengetahuan dan pengalaman hidup," ucapnya. (Sofyan)


    Baca juga: DnA Entrepreneur Gelar Bedah Produksi Jamur Crispy di Wonogiri, UMKM Dapat Ilmu dan Peluang Baru

    Peserta dan pengurus Komunitas DnA Entrepreneur Academy saat foto bersama dalam kegiatan Bedah Produksi Jamur Crispy dan ceker tanpa tulang.


    DnA Entrepreneur Gelar Bedah Produksi Jamur Crispy di Wonogiri, UMKM Dapat Ilmu dan Peluang Baru

    WONOGIRI – majalahlarise.com – Komunitas DnA Entrepreneur Academy menggelar kegiatan Bedah Produksi Jamur Crispy sebagai bagian dari komitmen mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berlangsung di dapur produksi Midic JTC, Kendal RT 04 RW 07, Girimarto, Wonogiri, Sabtu (31/1/2026).

    Acara mengusung konsep Sharing Gratis, Jajan Bayar dengan fokus utama praktik langsung di dapur produksi. Peserta yang terdiri dari pelaku UMKM mengikuti proses pembuatan jamur crispy dan ceker tanpa tulang secara langsung, mulai dari pengolahan hingga teknik penggorengan agar menghasilkan tekstur renyah.

    Ketua DnA Entrepreneur Noki Putra Perdana, menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu agenda komunitas pada tahun 2026 untuk mendekatkan diri dengan pelaku UMKM. Ia menuturkan, meski terdapat isu perlambatan ekonomi, semangat pelaku usaha perlu tetap dijaga melalui kolaborasi dan silaturahmi.

    “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin UMKM tetap optimis. Dari silaturahmi, kita bisa mendapatkan ilmu baru sekaligus membuka peluang-peluang usaha ke depan,” terangnya.

    Peserta dari pelaku UMKM mengikuti proses pembuatan jamur crispy dan ceker tanpa tulang crispy secara langsung.


    Lebih lanjut, Noki menguraikan DnA Entrepreneur sejak awal dibentuk dengan tujuan memajukan UMKM. Berangkat dari latar belakang pelaku UMKM, komunitas ini secara konsisten menghadirkan kegiatan pendampingan agar usaha kecil terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

    Sementara itu, Sarmidi atau akrab disapa Midic, Owner Midic JTC, mengapresiasi kunjungan bisnis dari DnA Entrepreneur dan pelaku UMKM Wonogiri. Ia menjelaskan sesi diskusi turut membahas perjalanan usahanya, mulai dari pengalaman sebagai karyawan hingga membangun usaha jamur crispy yang ditekuni saat ini.

    “Selain berbagi cerita perjalanan usaha, tadi juga ada pelatihan dan praktik langsung pembuatan jamur crispy dan ceker tanpa tulang,” ujar Midic.

    Midic berharap kegiatan tersebut mampu membantu penguatan pemasaran produknya. Menurutnya, kolaborasi dengan DNA Entrepreneur yang memiliki jejaring dan kekuatan branding dinilai strategis untuk memperluas jangkauan pasar.

    “Dengan adanya kunjungan ini, saya berharap Jamur Midic semakin dikenal. Apalagi jika nanti kawan-kawan membuat konten di dapur produksi, tentu jangkauan ke konsumen bisa lebih luas,” jelasnya.

    Salah satu peserta, Bu Tuni, mengaku memperoleh pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Ia menyampaikan sebelumnya belum memahami teknik penggorengan crispy untuk produk jamur dan ceker.

    “Dari sini saya dapat ilmu baru. Sekarang jadi tahu resep dan tekniknya, dan ingin mencoba di rumah,” ungkapnya.

    Bu Tuni juga berharap keikutsertaannya dalam kegiatan DnA Entrepreneur mampu membuka relasi baru sekaligus mendorong pengembangan usaha ke depan.

    Kegiatan Bedah Produksi Jamur Crispy ini menjadi ruang belajar bersama bagi pelaku UMKM, tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga penguatan jejaring, pemasaran, dan semangat tumbuh bersama dalam ekosistem kewirausahaan lokal. (Sofyan)


    Baca juga: Angkat Materi Penyusunan LMS untuk Perkuliahan, DKV ISI Surakarta Gelar KamisNulis


Top