Sembilan Murid SD Muhammadiyah PK Solo Asah Keterampilan Fotografi di Hari Anak Nasional

Print Friendly and PDF

Sembilan murid peserta ekstrakurikuler (ekskul) fotografi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) sebagai ruang belajar di luar kelas.


Sembilan Murid SD Muhammadiyah PK Solo Asah Keterampilan Fotografi di Hari Anak Nasional

Solo - majalahlarise.com - Sembilan murid peserta ekstrakurikuler (ekskul) fotografi SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) sebagai ruang belajar di luar kelas. Mereka tidak hanya turut menyukseskan kegiatan HAN, tetapi juga melakukan praktik liputan fotografi secara langsung di Taman Lingkar Lokananta, Solo, Sabtu (8/8/2026).

Keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo atas surat pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Surakarta terkait keikutsertaan peserta didik dalam peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Para murid ekskul fotografi ditugaskan mengikuti kegiatan sekaligus mengabadikan berbagai aktivitas melalui karya fotografi.

Penanggung jawab ekskul fotografi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Widardiyanto Kurnia Fachruddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk mempraktikkan materi yang sebelumnya telah dipelajari dalam kegiatan ekskul.

“Pada pertemuan ekskul pekan sebelumnya, mereka sudah belajar teknik pemotretan. Kebetulan ada kegiatan Hari Anak Nasional sehingga sekaligus menjadi ajang untuk mempraktikkan teori yang sudah didapatkan,” ujarnya.

Dalam praktik tersebut, murid dibebaskan menggunakan kamera maupun gawai yang dibawa dari rumah. Mereka belajar menentukan objek, memilih sudut pengambilan gambar, menangkap momen, serta menyesuaikan teknik pemotretan dengan kondisi di lapangan.

Menurut Widardiyanto, pengalaman memotret secara langsung dalam sebuah kegiatan memberikan tantangan tersendiri bagi murid. Mereka dituntut lebih peka terhadap lingkungan dan mampu menemukan momen menarik yang dapat dituangkan dalam sebuah karya visual.

“Anak-anak belajar bahwa fotografi bukan sekadar mengambil gambar. Mereka juga belajar mengamati, menentukan momen, dan menyampaikan sebuah cerita melalui foto,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan minat dan bakat murid melalui pembelajaran yang kontekstual. Pengalaman di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kreativitas peserta didik dalam menghasilkan karya. 

Widardiyanto berharap ekskul fotografi dapat menjadi ruang bagi murid untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan apresiasi atas karya autentik yang mereka hasilkan.

“Harapannya, kegiatan ekskul ini bermanfaat untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap karya autentik mereka,” tuturnya.

Karya fotografi hasil praktik murid selanjutnya akan dikurasi oleh tim ekskul. Sebagian karya akan dicetak dan dipajang di dinding sekolah, sedangkan karya terpilih lainnya berkesempatan dimuat dalam majalah sekolah PK Media.

Melalui praktik liputan fotografi di Hari Anak Nasional, pembelajaran ekskul tidak berhenti di ruang kelas. Murid mendapatkan pengalaman langsung untuk mengamati peristiwa, mengasah keterampilan teknis, menghasilkan karya, dan belajar menghargai proses kreatif.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang memberi kesempatan kepada murid untuk belajar dari peristiwa nyata sekaligus menemukan bahwa karya mereka dapat menjadi cara untuk merekam dan menceritakan sebuah peristiwa. (Sofyan)


Baca juga: Perkuat Kerja Sama Internasional, UNISRI Kenalkan Domino Games untuk Pembelajaran Matematika di Thailand


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top