FIB UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Jumputan di Gunungkidul, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya

Print Friendly and PDF

Para peserta latihan menunjukan hasil karya batik jumputan yang telah dibuatnya.


FIB UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Jumputan di Gunungkidul, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya

Gunungkidul - majalahlarise.com - Dalam upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat lokal, Riset Grup (RG) Sejarah Kebudayaan Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Pelatihan Pembuatan Jumputan bagi Komunitas Sanggar Seni Tresna Budaya. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/6/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen FIB UNS dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan, melalui pengembangan keterampilan kreatif yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Sanggar Seni Tresna Budaya beserta para wali murid yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. Dalam pemaparannya, Dyah menjelaskan kain jumputan tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.

Narasumber, Dr. Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS menjelaskan kain jumputan tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.


"Kain jumputan memiliki nilai historis dan estetika yang tinggi, serta proses pembuatannya relatif mudah dipelajari namun memiliki nilai jual yang menjanjikan," ujar Dr. Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn.

Menurutnya, keterampilan membuat kain jumputan dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, produk tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi FIB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis budaya, FIB UNS berupaya mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa.


Adapun anggota RG Sejarah Kebudayaan FIB UNS yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum., Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.Si., Dr. Asti Kurniawati, S.S., M.Hum., Drs. Supariadi, M.Hum., dan Dr. Hayu Adi Darmarastri, S.S., M.Hum.


Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Kemiri mampu mengembangkan produk kreatif berbasis budaya yang memiliki daya saing, sehingga dapat memperkuat perekonomian lokal secara berkelanjutan sekaligus melestarikan tradisi budaya daerah. (Sofyan)


Baca juga: Puncak Peringatan HUT Ke-75 IBI Cabang Wonogiri, Ratusan Bidan Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top