Satu Keluarga Wisuda Bareng Warnai Prosesi Wisuda Unisri Surakarta

Print Friendly and PDF



Satu Keluarga Wisuda Bareng Warnai Prosesi Wisuda Unisri Surakarta

Surakarta - majalahlarise.com - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar rapat senat terbuka wisuda sarjana angkatan ke-80 dan wisuda magister angkatan ke-41 di The Sunan Hotel Solo, Kamis (7/5/2026). Prosesi wisuda Periode I Tahun 2026 tersebut berlangsung lancar dengan diikuti sebanyak 453 lulusan dari berbagai program studi dan fakultas. Dalam momentum wisuda kali ini, sejumlah kejadian istimewa turut mewarnai suasana haru dan bahagia para wisudawan beserta keluarga.

Salah satu kisah yang menarik perhatian yakni adanya lima orang dari satu keluarga yang berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana secara bersamaan di Unisri. Mereka adalah Matnuri MAP, Kombes Rizki Ferdiansyah MH, Arga Yuna Nurindrawan MH, Kinanti Weningsari MH, dan Pangestihka Normalasari MH. Selain itu, terdapat pula pasangan suami istri yang wisuda magister bersama serta tiga wisudawati yang tepat berulang tahun pada tanggal 7 Mei saat prosesi wisuda berlangsung.

Matnuri MAP saat ditemui awak media usai wisuda menyampaikan awalnya tidak ada rencana khusus untuk kuliah bersama keluarga. Namun setelah dirinya lebih dahulu mendaftar di Unisri, anggota keluarga lainnya akhirnya ikut melanjutkan studi di kampus tersebut. 

Satu keluarga berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana secara bersamaan di Unisri yaitu Matnuri MAP, Kombes Rizki Ferdiansyah MH, Arga Yuna Nurindrawan MH, Kinanti Weningsari MH, dan Pangestihka Normalasari MH. 


Menurutnya, perkembangan kampus yang baik, lokasi strategis, serta biaya pendidikan yang terjangkau menjadi alasan memilih Unisri. “Semangat belajar saya tetap 17 tahun. Saya ingin memberi contoh kepada anak-anak bahwa belajar itu penting dan jangan pernah berhenti belajar,” tuturnya.

Matnuri memiliki latar belakang profesi yang beragam mulai dari prajurit TNI AD, notaris PPAT, dosen, trainer Lemhannas, hingga praktisi pendidikan. Ia menguraikan telah menempuh berbagai jenjang pendidikan dari disiplin ilmu dan kampus yang berbeda, termasuk program pendidikan yang bekerja sama dengan luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Jepang. 

“Saya suka ilmu apa saja yang belum saya tahu. Dengan ilmu yang berbeda-beda dari kampus yang berbeda membuat saya semakin dewasa dan semakin bisa memberikan motivasi kepada anak-anak,” ujarnya.

Selain aktif di dunia profesi dan pendidikan, Matnuri juga terus berkontribusi dalam edukasi kebangsaan kepada masyarakat melalui pelatihan dan pengajaran secara daring maupun luring. Ia menuturkan dukungan keluarga menjadi kekuatan besar dalam perjalanan pendidikannya. Anak-anaknya kini juga telah menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di instansi pemerintahan. 

“Ilmu sangat penting untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih maju. Saya ingin keluarga saya terus belajar dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo menyampaikan kepercayaan masyarakat terhadap Unisri terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya keluarga yang secara turun-temurun memilih kuliah di Unisri, mulai dari orang tua, anak, hingga saudara lainnya. 

“Kepercayaan masyarakat kepada Unisri cukup bagus. Maka kami merasa senang, bangga, dan terharu karena ada satu keluarga yang memilih kuliah di Unisri,” ujarnya.

Ia menjelaskan para lulusan tidak hanya dibekali kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan personal, sosial, serta jiwa kewirausahaan. Pembentukan karakter, akhlak mulia, kemampuan komunikasi, dan semangat adaptasi menjadi perhatian kampus agar lulusan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. 

“Saya berpesan para lulusan memiliki sikap mental yang kuat, motivasi tinggi, punya jiwa militansi, dan selalu berpikir positif agar mampu beradaptasi dengan lingkungan,” katanya.

Prof. Sutoyo juga menguraikan salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik terhadap Unisri yakni adanya jaminan mahasiswa dapat lulus tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pendidikan. “Kualitas tetap terjaga, tetapi mahasiswa dijamin bisa lulus empat tahun,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menuturkan keberhasilan salah satu lulusan Unisri yang memperoleh kesempatan bekerja di Jepang setelah menyelesaikan studi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan kemampuan bahasa, tetapi juga etos kerja dan sikap yang baik. 

“Kalau hanya kemampuan bahasa saja tetapi attitude tidak bagus, tidak bisa. Karena kita bekerja di negeri orang,” ungkapnya. Ia menambahkan keberhasilan lulusan bekerja di luar negeri menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika Unisri.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, Nuroso Bambang Wasisto Utomo menyampaikan yayasan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus. Menurutnya, keberhasilan wisudawan menjadi bukti proses pendidikan berjalan baik di lingkungan Unisri.

Nuroso menuturkan selama tahun 2025 kesejahteraan dosen dan karyawan mengalami peningkatan disertai efisiensi yang berjalan optimal. “Selama tahun 2025 itu kesejahteraan dari dosen dan karyawan meningkat. Kemudian di sisi lain, efisiensi sangat besar sekali,” tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen pengembangan fasilitas pendidikan, yayasan juga telah menyelesaikan pembangunan gedung tujuh lantai yang nantinya digunakan untuk Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Ini bukti nyata bahwa yayasan peduli dan selalu memberikan fasilitas,” kata Nuroso. (Sofyan)


Baca juga: Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama, KUA Manyaran Gelar Sosialisasi EWS dan Dialog Lintas Agama


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top