Olah Sampah Bungkus Apel untuk Kreasi Membuat Bunga

Print Friendly and PDF

Murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga dari Bekas Bungkus Apel".


Olah Sampah Bungkus Apel untuk Kreasi Membuat Bunga

Solo- majalahlarise.com -Keberadaan sampah anorganik yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah serius bagi lingkungan. Tidak hanya merusak ekosistem makhluk hidup, tetapi juga berpotensi memicu bencana alam.

Sebagai upaya mengedukasi pengelolaan sampah anorganik agar bisa dimanfaatkan, sejumlah 56 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan Parents Day dengan tema “Reuse, Membuat Hiasan Bunga dari Bekas Bungkus Apel,”  di sekolah setempat, Selasa (8/11/2022).

Dipilihnya tema ini karena berkaitan dengan materi pembelajaran tematik di kelas 3 “Benda di Sekitarku,” serta mengedukasi peserta didik untuk mengetahui pentingnya pengolahan sampah dengan menerapkan konsep 3R. 


Baca juga: Unisri Gelar ICTESS IV, Hadirkan Pembicara dari 4 Negara

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus komite kelas III bekerja sama dengan tim guru kelas III ini diawali dengan salat duha dan murajaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan kembali konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).

Reduce, artinya mengurangi penggunaan benda yang berpotensi menjadi sampah. Reuse, artinya memanfaatkan kembali sampah yang masih dapat digunakan. Sedangkan recycle, artinya mengolah kembali sampah anorganik untuk dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna. 

Kegiatan Parents Day diisi oleh oleh Ibu Rina Dewi Triyuningsih, selaku ketua komite kelas III dan dibantu oleh perwakilan pengurus komite kelas III.

Menurut Ibu Rina Dewi Triyuningsih, selaku orang tua dari Balqis Khansa Kalila menjelaskan dipilihnya tema ini supaya anak-anak dapat mengurangi produksi sampah dan dapat melakukan daur ulang dengan berbagai bentuk kreasi menarik. “Saya lihat di supermarket banyak bungkus apel dan pir tidak terpakai dan menjadi sampah. Bungkus apel sendiri termasuk jenis styrofoam. Styrofoam merupakan jenis sampah yang tidak bisa diuraikan. Oleh karena itu saya mendapat ide untuk mengubah sampah bungkus apel ini menjadi kreasi menarik dan bisa saya edukasikan ke anak-anak,” ungkapnya.

Para siswa sangat antusias mengikuti langkah demi langkah kegiatan membuat bunga. Salah satu murid kelas III, Shafira Kireina Ginta Huwaida mengaku ini merupakan pengalaman pertama kali membuat kreasi dari bungkus apel. “Baru pertama kali, biasanya bungkus apelnya langsung saya buang, ternyata bungkus apel ini bisa dimanfaatkan untuk membuat bunga yang indah,” ujarnya.

Eka Pratiwi Nugrahini, selaku koordinator tim guru kelas III berharap melalui kegiatan ini murid memiliki kesadaran diri sejak kecil dalam mengurangi penggunaan sampah.

"Semoga mereka selalu menerapkan konsep 3R dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat turut berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah," pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Enam Mahasiswa FISIP Univet Bantara Diserahkan Kembali Usai Mengikuti Workshop Jurnalistik Bersama PWI Surakarta


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top