Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko saat memberikan sambutan kegiatan sosialisasi peran kemitraan UMKM BUMN.

    Singgih Januratmoko Bersama BUMN Waskita Karya Gelar Sosialisasi UMKM

    Klaten- majalahlarise.com -BUMN Waskita Karya bersama mitra Komisi VI DPR RI gelar Kegiatan Sosialisasi Peran Kemitraan UMKM BUMN Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Hotel Grand Cokro Kabupaten Klaten (Minggu 20/11/2022). 

    Dalam giat tersebut hadir anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko. "Kita berterima kasih kepada Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang telah mensuport kegiatan sosialisasi ini," ucapnya dalam sambutan pembuka.

    Selain memberikan sambutan, Singgih sapaan akrabnya juga memberikan materi berupa motivasi terhadap pelaku UMKM pada kegiatan sosialiasi tersebut.

    "Kita jangan malu terlahir sebagai orang miskin atau ekonomi yang biasa saja, yang terpenting kita punya semangat untuk terus berjuang demi mewujudkan mimpi mimpi yang kita punya, UMKM harus maju harus berkembang," paparnya.

    Baca juga: Workshop Implementasi Model Sekolah Ramah Anak Dalam Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Daerah

    Selanjutnya, Singgih juga memberikan testimoni bagi pelaku UMKM yang telah berhasil menjadi usaha yang maju.

    "Ini ada pelaku UMKM pelaku usaha roti ibu rumah tangga juga, dulu hanya 10 kilo tepung produksi roti paling 400 pcs, sekarang sudah 1 karung tepung dan sudah masuk ke perusahaan-perusahaan, ya ini merupakan bentuk dukungan dari kami dengan memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM, kalo datang kesini jangan jadi mental pengemis tapi harus punya mental berjuang," pungkasnya.

    Kegiatan sosialiasi peran kemitraan UMKM BUMN ini merupakan bentuk kerja sama antara Komisi VI DPR RI dan Mitra Kerja BUMN Waskita Karya.

    Waskita Karya merupakan BUMN yang fokus pada pembangunan infrastruktur. Waskita memiliki visi menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. (Sofyan)


    Baca juga: Kuliah Umum Mahasiswa Fatipa Unisri Hadirkan Factory Manager Indofood


    MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BAHASA JAWA ADAT MANTU KELAS XI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BRAINWRITING DI SMA NEGERI 3 DEMAK

    Oleh: Erlita Fajriani, S.Pd

    Guru SMA Negeri 3 Demak Jawa Tengah

    Erlita Fajriani, S.Pd


           Keberhasilan  suatu  pembelajaran  dapat  dipengaruhi  oleh  model pembelajaran  yang  digunakan  guru.  Jika  model  pembelajarannya  menarik dan terpusat pada peserta didik (student-centered learning) maka motivasi dan minat peserta didik akan meningkat. Dengan demikian akan terjadi peningkatan hasil pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran Akan tetapi masih banyak guru yang hanya menggunakan model pembelajaran konvensional, termasuk penulis sehingga motivasi dan minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menjadi berkurang. Terutama dalam pembelajaran bahasa Jawa, peserta didik selalu mengeluh kesulitan dalam menulis teks berbahasa Jawa. 

           Kondisi tersebut yang menjadi latar belakang penulis menggunakan model pembelajaran brainwriting dalam pembelajaran bahasa Jawa, untuk meningkatkan hasil belajar peseta didik dan tercapainya tujuan pembelajaran. Masalah yang sering muncul pada kompetensi dasar ketrampilan menulis teks eksposisi adat mantu. Biasanya, peserta didik kesulitan dalam menulis teks eksposisi dikarenakan peserta didik belum bisa membedakan jenis teks. Apalagi ditambah dengan minimnya perbendaharaan kosakata bahasa Jawa pada peserta didik. Terutama pada generasi Z seperti saat ini, peserta didik jarang berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya sehingga kosakata  menjadi terbatas.

           Kondisi tersebut diperburuk dari pihak guru yaitu, bahan ajar yang belum menuntun peserta didik dalam mengembangkan teks eksposisi, model pembelajaran yang masih konvensional, media pembelajaran yang belum memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan teks eksposisi. Serta belum dilakukannya feedback dan revisi pada tulisan peserta didik. Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa guru belum menuntun peserta didik dalam mengembangkan teks eksposisi.

           Setelah penulis melakukan refleksi diri, wawancara dengan teman sejawat, kepala sekolah, dan juga dengan pakar mengenai kesulitan peserta didik dalam kompetensi dasar ketrampilan menulis teks eksposisi adat mantu. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik kesulitan dalam pembelajaran disebabkan oleh kurangnya perbendaharaan suku kata bahasa Jawa, topik yang kurang dimengerti peserta didik, serta guru belum membimbing peserta didik dalam menyusun dan mengembangkan teks eksposisi.

           Dari beberapa kajian literatur kemudian penulis menemukan model pembelajaran brainwriting dalam PTK Sumartini (2019) yang berjudul Model Brainwriting dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Wawangsalan. Model pembelajaran brainwriting merupakan satu model pembelajaran yang dalam penyampaiannya melalui bentuk tulisan. Secara leksikografi, brain artinya otak, write artinya menulis. Jadi, brainwriting yaitu menulis segala hal yang ada dalam otak. Brainwriting merupakan cara yang bisa mengatasi setiap orang untuk menuangkan ide atau gagasan melalui tulisan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa model pembelajaran brainwriting efektif dalam pembelajaran menulis, yaitu menulis wawangsalan.

           Kemudian penulis mengaplikaikan model pembelajaran brainwriting kedalam ketrampilan menulis teks eksposisi adat mantu. Model pembelajaran brainwriting pada ketrampilan menulis teks eksposisi adat mantu membuat peserta didik lebih aktif dan tertantang dalam mengikuti pembelajaran, peserta didik melakukan kegiatan meliputi:

    Peserta didik dan guru mendiskusikan tema teks eksposisi tradisi adat mantu yang akan dibuat. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak. Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan proses penulisan teks eksposisi adat mantu sesuai dengan tema yang sudah ditentukan secara individu di dalam kelompok. Setelah selesai menulis teks eksposisi tradisi adat mantu, hasil tulisan peserta didik ditukarkan dengan peserta didik lain di dalam kelompok. Peserta didik diminta memberikan saran, komentar, gagasan, dan semacamnya pada teks eksposisi adat mantu teman yang dibacanya, meliputi struktur teks, isi, dan diksi yang tepat dalam penulisan. Setelah teks eksposisi tradisi adat mantu tersebut mendapatkan (feedback dan revisi) dari teman, peserta didik  memperbaiki tulisannya kembali. Kemudian teks eksposisi tradisi adat mantu dikumpulkan untuk mendapatkan penilaian oleh guru.

           Dengan menggunakan model pembelajaran brainwriting peserta didik menjadi lebih antusias dalam menulis teks eksposisi adat mantu. Didukung dengan bahan ajar dan lembar kerja peserta didik yang membantu peserta didik dalam mengembangkan teks eksposisi mulai dari meyusun cengkorongan (kerangka teks) terlebih dahulu, kemudian mengembangkan cengkorongan tersebut menjadi teks eksposisi. Penulis juga menggunakan media video tradisi adat mantu untuk mempermudah peserta didik menuangkan idenya dalam bentuk tulisan sesuai dengan tema Sehingga memudahkan peserta didik dalam menulis teks eksposisi adat mantu.

           Terbukti bahwa dengan menggunakan model pembelajaran brainwritig kemampuan peserta didik dalam menulis teks eksposisi menjadi semakin meningkat, Perbendaharaan kosakata peserta didik bertambah karena adanya feedback dan revisi dari peserta didik lain. peserta didik mengikuti pembelajaran bahasa Jawa dengan antusias. Sehingga hasil pembelajaran meningkat dan tujuan pembelajaran tercapai.


    Kegiatan workshop implementasi model sekolah ramah anak di SDN 15 Solo, belum lama ini.


    Workshop Implementasi Model Sekolah Ramah Anak Dalam Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Daerah

    Solo- majalahlarise.com -Tim Pengabdian Masyarakat Unisri Surakarta menggelar workshop Implementasi Model Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam pendidikan karakter berbasis budaya daerah di SD Negeri 15 Surakarta.

    Sekolah tersebut juara tingkat Jawa Tengah dan SDN percontohan dalam mengimplementasikan Model Pengembangan SRA dalam  pendidikan karakter berbasis budaya daerah untuk mendukung KLA pada SD.

    Ketua PGRI Surakarta Prof. Dr. Sugiaryo menjadi pembicara dalam workshop bertema "Implementasi  Model Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Daerah dalam Pengembangan Sekolah Dasar Ramah Anak Untuk Mendukung Kota Layak Anak (KLA) itu. Workshop diikuti para guru dan kepala sekolah tersebut.

    Baca juga: Madrasah Robotik Competition (MRC) 2022 Diikuti Madrasah se-Indonesia

    Sebagai lanjutan dari workshop, keesokan hari, tim pengabdian Unisri menggelar pelatihan bagi para peserta didik. Yakni melalui kegiatan karawitan dan gendhing-gendhing yang mengiringi lagu-lagu tembang dolanan yang mengandung pendidikan karakter budaya daerah.

    Saat bersamaan diserahkan bantuan media pembelajaran budaya Jawa berupa 10 white board dan tulisan Artefak bertuliskan filsafat budaya Jawa : “Ajining Diri ono Ing Kedaling Lathi”, “Ajining Sariro Ono Ing Busono”, “Becik Ketitik Ala Ketara”, “Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”.

    "Kegiatan ini dibiayai dana hibah dari Dirjen Dikti Kemendikbud," kata Dr Siti Supeni, ketua tim pengabdian sekaligus Dosen PPKN Unisri.

    Kepala SDN 15 Surakarta Agus Kristo M.Pd menyambut baik dua kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu. "Kami sampaikan terimakasih atas bantuan yang telah tim pengabdian sumbangkan berupa whiteboard dan artefak," kata Agus. (Sofyan)


    Baca juga: Rektor Prof. Dr. Sutardi Lantik Satgas PPKS Unisri

    Dekan Fatipa Unisri Surakarta Dr Nanik Suhartatik memberi kenang kenangan pada Factory Manager Indofood Semarang Agus Waskito, usai memberi kuliah umum di kampus setempat, baru-baru ini.


    Kuliah Umum Mahasiswa Fatipa Unisri Hadirkan Factory Manager Indofood

    Solo- majalahlarise.com -Era disrupsi merupakan era perubahan, yang dapat digambarkan dengan VUCA, yaitu volatility, uncertainty, complexity and ambiguity. 

    Hal itu dikatakan Factory Manager Indofood Semarang Agus Waskito ketika membagikan pengalaman dalam kuliah umum bertajuk "Peluang dan Tantangan Mahasiswa Teknologi Pangan di Tengah Era Distruktif" yang digelar Fatipa Unisri Surakarta, belum lama ini.

    Pada era tersebut, lanjut Agus, semua orang berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi, salah satunya adalah inovasi di bidang makanan.

    Dengan pergerakan industri 4.0, kata dia, juga ikut mendorong dalam proses inovasi terutama terkait dengan bidang “internet of thing”.

    Baca juga: Sarasehan 1000 Guru SD/MI Muhammadiyah Se-Kabupaten Boyolali

    "Sebagai lulusan pangan, hendaknya mempersiapkan peluang inovasi apa yang akan dijadikan sebuah gebrakan dalam meniti karier," pesan Agus pada sejumlah mahasiswa.

    Keluar dari zona nyaman, meningkatkan koneksi, berpikir cerdas, dan pemenuhan literasi, kata dua, merupakan cara-cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi VUCA. 

    "Munculah ke permukaan dan buatlah seribu pintu apabila peluang tidak kunjung mengetuk pintumu," kata Agus. (Sofyan)


    Baca juga: Madrasah Robotik Competition (MRC) 2022 Diikuti Madrasah se-Indonesia

    Rektor Prof. Dr. Sutardi foto bersama usai melantik Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Slamet Riyadi Surakarta.


    Rektor Prof. Dr. Sutardi Lantik Satgas PPKS Unisri

    Solo- majalahlarise.com -Rektor Prof. Dr. Sutardi melantik Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rabu (23/11/2022). 

    Satgas PPKS Unisri masa bakti 2022-2024 yang dikukuhkan oleh rektor tersebut diketuai Dr Oktiana Handini, koordinator mata kuliah umum atau MKU.

    Pengukuhan Satgas PPKS tersebut sekaligus mengawali talkshow bertajuk "Implementasi 4A Melalui Anti Kekerasan Seksual" di kampus setempat. 4A adalah Anti Korupsi, Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, dan Anti Intolerensi. 

    Baca juga: Madrasah Robotik Competition (MRC) 2022 Diikuti Madrasah se-Indonesia

    Talkshow yang menghadirkan Elisabeth dari Spek HAM dan Dr Widiastuti itu diikuti 315 peserta, yakni 260 mahasiswa semester 1 yang sedang menempuh MKU. Para dosen pengampu MKU dan 15 orang satgas PPKS yang dilantik juga ikut.

    Kedua narasumber, Elisabeth dan Dr Widiastuti banyak membahas soal pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. "Talkshow ini merupakan program kerja semester gasal 2022/2023," kata Dr Oktiana. (Sofyan)


    Baca juga: Sarasehan 1000 Guru SD/MI Muhammadiyah Se-Kabupaten Boyolali

    Para pemenang MRC 2022 saat foto bersama usai menerima tropi juara.


    Madrasah Robotik Competition (MRC) 2022 Diikuti Madrasah se-Indonesia

    Yogyakarta– majalahlarise.com -Kompetisi Robotik Madrasah (KRM) atau Madrasah Robotik Competition (MRC) 2022 diselenggarakan secara tatap muka di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta pada 22-23 November 2022. MRC merupakan program tahunan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, yang diperuntukkan bagi siswa-siswi madrasah di seluruh Indonesia mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

    “Digelarnya MRC 2022 di GOR UNY ini harapannya adalah agar terbuka jejaring baru antara siswa-siswi madrasah yang memiliki minat dan bakat di bidang robotika dengan praktisi dan akademisi robotika di perguruan tinggi, seperti UNY dan Yogyakarta adalah pilihan kota yang tepat untuk MRC tahun ini,” ucap Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag.

    MRC 2022 mengambil tema The Next Generation of Robots: Making Better Life.  Tema ini selaras dengan semangat bangsa Indonesia untuk pulih bersama dan bangkit lebih kuat dari Pandemi Covid-19.

    Selain itu, tema ini juga menyerukan kepada peserta bahwa teknologi-teknologi yang akan mereka ciptakan musti memiliki kebermanfaatan bagi kehidupan yang lebih baik.

    Baca juga: Sarasehan 1000 Guru SD/MI Muhammadiyah Se-Kabupaten Boyolali

    Dalam MRC 2022 ada dua kategori yang dilomba. Pertama, Robot Inovasi untuk jenjang MI, MTS dan MA. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat model robot. Untuk tingkat MI, model robotnya musti bisa menjawab tantangan atau persoalan yang ada di sekolahan/madrasah (Robots for School). Untuk tingkat MTs, model robotnya musti bisa menjawab tantangan atau persoalan rumah / home appliance (Robots for Household). Dan untuk tingkat MA, model robotnya harus bisa menjawab tantangan atau persoalan lingkungan (Robot for Environment). Kedua, Mobile/Battle Robot untuk tingkat MI, MTs dan MA.

    “Pendaftar MRC tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, yakni ada 490 tim. Ada kenaikan sekitar 18%. Dari 490 tim, panitia menyeleksi 30 tim untuk masing-masing jenjang dan kategori,” katanya.

    Para peserta berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali, Sumatera Selatan, Riau, NTB, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Kalimantan Selatan,  Sulawesi Selatan, Aceh, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat, NTT, dan Kepulauan Bangka Belitung.

    Sedangkan daerah yang mendominasi sebagai pendaftar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Yogyakarta.

    Dalam event MRC 2022, Direktorat KSKK Madrasah juga menggelar pameran serta exhibition robotika dari perusahaan-perusahaan serta komunitas-komunitas robotika baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Festo, Aespiro, INspsira Academy, PT. Media Inovasi Edukasi Inovatif, PT. Tekno Agung Makmur, PT. Robotika Akademi, PT. Cipta Otomasi Indonesia dan Universitas Dian Nuswantara. Perusahaan-perusahaan ini juga memberikan workshop singkat terkait inovasi teknologi robot. Selain workshop, perusahaan-perusahaan tersebut juga memberikan doorprize bagi para peserta dan pemenang.

    Bahkan panitia juga menyiapkan 300 juta untuk uang pembinaan para pemenang. Selain uang pembinaan, pemenang juga diberikan sertifikat, kit robotik dan medali. (Dessy/S)


    Baca juga: Lewat Materi Branding Produk, Dosen DKV ISI Surakarta Dampingi UMKM Desa Bagor, Sragen

    Guru SD/ MI Muhammadiyah Se-Kabupaten Boyolali saat menghadiri sarasehan.


    Sarasehan 1000 Guru SD/MI Muhammadiyah Se-Kabupaten Boyolali

    Boyolali- majalahlahlarise.com -Forum Komunikasi Kepala Sekolah SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Boyolali mengadakan Kegiatan Sarasehan Guru SD/MI Muhammadiyah Se Kabupaten Boyolali bertempat di Gedung PKPN Atau PKP-RI. Sabtu (26/11/2022).

    Berdasarkan Presensi kehadiran Kegiatan Diikuti 1015 guru Se kabupaten Boyolali dengan menghadirkan Tema "Guru Bergerak Mencerahkan Bangsa".

    Ketua Panitia Kegiatan Ustadz Haryadi di dampingi Sekretaris Panitia ibu Rohmah menuturkan kegiatan ini disamping menyemarakan hari Guru juga dalam rangka koordinasi dan menjalin silaturahmi. "Alhamdulillah dari 101 Sekolah yang ada semua mewakilkan sehingga target panitia 1000 guru dapat terpenuhi. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas Bantuan imateri dan materi yang di berikan pihak sponsor maupun bapak ibu kepala SD dan MIM yang telah mendukung acara ini. Semoga menjadi momentum baik dan bisa dilestarikan," ujarnya.


    Baca juga: Lewat Materi Branding Produk, Dosen DKV ISI Surakarta Dampingi UMKM Desa Bagor, Sragen

    Sementara hadir membuka acara Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, SPd dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dengan baik atas partisipasi Muhammadiyah dalam turut serta Mencerahkan bangsa. "Pendidikan negeri maupun swasta memiliki tugas yang sama mencerdaskan anak bangsa, di era saat sebagaimana pesan mas Menteri Nadiem Makarim ada 3 dosa pendidikan yang harus dihindari oleh setiap lembaga yaitu, intoleransi, bulying dan kekerasan seksual. 

    Masih menurut Darmanto, kita negara bhineka dengan keragaman suku, ras dan  agama agama maka harus rukun dan bersatu, terlebih tidak ada ruang untuk buly. sekolah harus buang dan hindari tiga hal tersebut di atas. "Dengan mengucapkan Basmalah Demgan ini Sarasehan Guru SD/MI Muhammadiyah kami nyatakan di buka," ungkapnya.

    Ketua Majelis Dikdasmen H. Agus Sriyono memperkenalkan Pengurus FKKS SD/MI Muhammadiyah yang baru hasil setelah mengalami perubahan dan Penambahan, dalam arahannya Ust. Agus Sriyono mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan hasil Rakornas Majelis dikdasmen mengenai Profil Pelajar Pancasila Berkemajuan. 

    "Sedari dahulu Muhammadiyah selalu memberikan pencerahan pada bangsa dan negara, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya ucapkan selamat berkarya dan berkhidmat di Muhammadiyah, walau Muhammadiyah belum bisa memberi materi yang banyak, tapi profesi dan kemulian Guru itu tidak bisa dinominalkan," terangnya.

    Sementara Ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Ust. Pujiono sejenak mengkomando kepada para guru Untuk menghenningkan cipta seraya berdoa untuk para korban bencana alam di Cianjur. "Semoga saudara-sauadara kita di Cianjur diberi kekuatan dan Ketabahan, segera pulih seperti sediakala," harapnya.

    Acara yang dipandu Master Of Ceremoni Ust. Nurudin dan Erma Pratiwi ini menghadirkan motivator nasional Saijan dari Yogjakarta. Dalam uraian materinya Saijan menjelaskan bahwa untuk menjadi sekolah unggulan memang prosesnya harus  mau bergerak, mau belajar, mau kreasi mau capek. jika hal tersebut dilakukan pasti akan sukses, jika sukses efeknya jelas sejahtera. "Jangan terbalik kayak sinetron, kadang guru gak mau bergerak, penginnya sukses. ya sulit. Monggo silahkan belajar ke Sapen atau Nitikan kami terbuka," ujarnya.

    Masih menurut ust. Saijan terlebih disaat jaman sekarang yang sudah mulai luntur nilai nilai karakter, maka sekolah harus bisa mengembalikan nilai adab adab itu, bagaimana anak terbiasa salam sapa, hormat orang tua, dan lain sebagainya. itulah tugas mulia seorang guru.

    Dalam acara tersebut juga disematkan pemberian reward penghargaan kepada guru yang lama mengabdi di Muhammadiyah, Guru yang paling jauh dari sekolah dan beragam door prize dari sponsor. 

    Bapak Muziman dari Wonosegoro yang mendapatkan hadiah merasa senang dan harapanya acara ini bisa dirutinkan sebagai ajang silaturahmi saling kenal, saling berbagi dan akhirnya menguatkan rasa semangat dan banyak teman. (Sofyan)


    Baca juga: SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Aksi Nyata Peduli Bencana


Top