Acara Silaturahmi dan Sharing dengan PP Salimah.

    PD SALIMAH Sukoharjo Sharing Tentang LWS  Bersama PP SALIMAH

    Sukoharjo- majalahlarise.com -PD Salimah Sukoharjo melaksanakan silaturahmi dan sharing tentang LWS (Lembaga Wakaf Salimah) Bersama PP Salimah pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 bertempat di Wisma Yatim Sukoharjo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Ari Aji Astuti, S.PdI (Ketua PW Salimah Jawa Tengah), Fitria Rahmadany (Humas PW Salimah Jateng), seluruh pengurus PD Salimah Sukoharjo dan pengurus BAYD (Bina anak Yatim & Dhuafa) Kab. Sukoharjo. 

    Acara dibuka oleh Arin Rahmawati, S.Pd. selaku ketua PD Salimah Sukoharjo dan dilanjutkan dengan sambutan ketua PW Salimah Jateng, Ibu Ari Aji Astuti, S.PdI  yang menyatakan bahwa kegiatan ini  memanfaatkan momen  perjalanan Ibu Reny Anggrayni ke Solo dengan harapan akan makin memotivasi dan memberi arahan buat para pengurus. PW Salimah Jawa Tengah mengapresiasi PD Sukoharjo atas aset yg dimiliki berupa gedung Wisma Salimah, gedung Kossuma, dan yang terbaru gedung BQS. Dan semoga semua perjuangan serta aset yg dimiliki membawa manfaat bagi masyarakat dan bisa menginspirasi PD-PD yang lain tambah Ari Aji Astuti.

    Kegiatan inti adalah sharing da  ri PP Salimah tentang program LWS yang oleh Ketua II PP Salimah Reny Aggrayni, ST. Dalam arahannya, Reny Anggrayni, ST mengatakan bahwa Salimah harus makin bisa menebar kebaikan dengan berbagai program yang bisa dirasakan masyarakat dan menjalin kemitraan. Selain itu terkait LWS, kita harus bisa membangun kepercayaan para wakif dengan program program salimah dan nilai produktifnya sehingga itu semua akan menjadi amal sholih buat semuanya. Semoga lelah letih perjuangan dalam BAYD (Bina Anak Yatim Dhuafa) ditorehkan dalam tulisan yang akan mampu memotivasi para pengurus dan anggota Salimah daerah lain, imbuhnya.   

    Kegiatan silaturahmi dan sharing diakhiri dengan diskusi dengan dua penanya yakni Ibu Sundari, SS selaku ketua BAYD Salimah Sukoharjo dan Ibu Srining Hastuti, S.Pd , ketua LWS Kab. Sukoaharjo. 

    Dalam diskusi ini Sundari, SS mengenalkan beberapa pengurus BAYD Kab. Sukoharjo dan menceritakan teknis kerja pengurus, mulai dari pengumpulan dana infaq dan shodaqoh dari para donatur sampai pengelolaan dana dan pengelolaan kegiatan dengan membagi PJ di setiap kegiatan.

    Setelah acara ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan survey gedung BQS (Baitul Quran Salimah) Sukoharjo yang proses pembangunan hampir selesai yang tidak jauh letaknya dari Wisma Yatim Salimah. Terlihat wajah-wajah lega karena saatnya akan bisa menebar kebaikan lagi. Fastabiqul Khoirot. (Sofyan)


    Baca juga: Kreatif, Siswa Kelas I SD Muh PK Kottabarat Mewarnai Gambar pada Tas Kain

    Salah satu siswa mewarnai gambar pada tas kain.

    Kreatif, Siswa Kelas I SD Muh PK Kottabarat Mewarnai Gambar pada Tas Kain

    Solo- majalahlarise.com -Mewarnai gambar pada kertas, tentu sudah biasa. Namun, mewarnai gambar pada tas kain, tentunya menjadi pengalaman baru bagi anak-anak.

    Mewarnai gambar pada tas kain tersebut dilakukan oleh siswa kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, yang dikemas dalam kegiatan parenting program, Sabtu (23/10/2021).

    Perwakilan guru kelas I, Ustazah Yuli Ekowati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengambil tema "Fun Painting with Mom, Let's Paint Our Bag," diikuti oleh 76 siswa bersama orang tua dengan sistem blended learning. 

    "Perwakilan sebanyak tujuh siswa didampingi orang tua mengikuti kegiatan dan praktik langsung di sekolah, sedangkan siswa dan orang tua lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting," ungkap Ust. Yuli.

    Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aplikasi dari pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Semua alat dan bahan sudah disiapkan sebelumnya, yaitu alat pewarna dan tas kain yang sudah diberi pola gambar dengan tema "Menjaga Kebersihan."  

    "Sebelum mewarnai, peserta diberi materi tentang cara membedakan antara alat dan bahan, serta gradasi warna," imbuhnya.

    Untuk menambah kemeriahan, acara diselingi dengan berbagai permainan, meliputi tebak suara, tebak gambar, dan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan lingkungan sekolah.

    "Siswa diminta menebak gambar potongan puzzle wajah gurunya, kemudian juga diberikan beberapa pertanyaan, seperti letak kelas I, nama kepala sekolah, dan jadwal pemakaian seragam," beber Ust. Yuli.

    Meskipun berlangsung secara blended, tetapi peserta tampak antusias mengikuti kegiatan parenting sampai selesai. Semua berlomba menjadi pemenang, karena orang tua dan siswa diberi waktu setengah jam untuk menyelesaikan tugas mewarnai dan mengirim hasil fotonya di grup WhatsApp kelas.

    Ketua komite kelas I, Bunda Riastanti Adiwardani, kegiatan ini bisa menambah kekompakan orang tua siswa, siswa, dan semua guru. 

    "Jika semua kompak, maka siswa akan lebih bersemangat dalam belajar," kata orang tua dari Prabu Dahrmatirta Wardhana ini di akhir kegiatan. (Sofyan)


    Baca juga: Ruang Ekspresi dan Kreativitas Kampung Seni #8, Mahasiswa FSRD ISI Surakarta Unjuk Gigi

    Workshop sehari berlangsung dari pagi hingga sore, berjalan  antusias, interaktif dan komunikatif dipadukan dengan beragam simulasi contoh pelayanan prima berbasis kearifan lokal dan spiritual.

    Pelayanan Prima Menjadi Kunci Sukses BPR Tumbuh dan Berkembang di Era Digital

    Klaten- majalahlarise.com -Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat PT BPR SHINTA BHAKTI WEDI (SBW) Klaten, Sabtu (23/10-2021) bertempat di Nirwana Hotel, Sarangan, menyelenggarakan Workshop Mewujudkan Pelayanan Prima Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual.

    Kegiatan workshop diikuti 40 peserta dari  jajaran komisaris, direksi dan karyawan, dibuka oleh Direktur Utama, M. Nugraha, dalam sambutannya berharap agar seluruh pimpinan dan karyawan BPR SBW, selalu memberikan layanan kepada para nasabah dan masyarakat dengan profesional. 

    "Dalam memberikan pelayanan tidak boleh hanya melihat dari penampilan seseorang. Berikan pelayanan prima kepada nasabah dan masyarakat, penuh keikhlasan tanpa pandang bulu," pesannya.

    Tampil sebagai fasilitator workshop, Direktur Amalia Consulting, Suharno, yang juga dosen prodi akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Dalam paparannya menyampaikan pelayanan prima merupakan salah satu senjata ampuh untuk memenangkan persaingan yang sangat kompetitif, pada industri jasa keuangan, khusus Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

    "Bank Umum memiliki kelebihan dalam pelayanan berbasis digital dengan suku bunga sangat rendah. Bila BPR tidak memberikan layanan prima yang bersifat personal dan melakukan jemput bola, dapat dipastikan BPR tidak akan mampu tumbuh dan berkembang," tandasnya.

    "Sumber Daya Isani (SDI) BPR diharapkan selalu meningkat pengetahuan dan ketrampilan pelayanan yang bersifat dinamis agar nasabah loyal terhadap BPR SBW, sehingga tidak berpaling ke lembaga keuangan yang lain," wanti-wantinya.

    Workshop sehari yang berlangsung dari pagi hingga sore, berjalan  antusias, interaktif dan komunikatif dipadukan dengan beragam simulasi contoh pelayanan prima berbasis kearifan lokal dan spiritual, membuat peserta workshop selalu antusias dan fun selama mengikuti kegiatan. 

    Workshop ditutup oleh Direktur BPR Shinta Bhakti Wedi, Y. Herry Susanto, dalam pesannya berharap SDI BPR Shinta Bhakti Wedi berkomitmen untuk mengembangkan aspek pelayanan dan kepemimpinan dalam dirinya.

    "Kita semua adalah pemimpin, utamanya pemimpin bagi diri kita sendiri. Hakekat pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu siap untuk melayani kepada sesama, rekan kerja, atasan, nasabah dan masyarakat dengan setulus hati, " pungkasnya menutup kegiatan workshop. (Sofyan)

    Baca juga: Ruang Ekspresi dan Kreativitas Kampung Seni #8, Mahasiswa FSRD ISI Surakarta Unjuk Gigi

    BEM FSRD ISI Surakarta saat foto bersama di Kampung Seni #8.

    Ruang Ekspresi dan Kreativitas Kampung Seni #8, Mahasiswa FSRD ISI Surakarta Unjuk Gigi

    Solo- majalahlarise.com -Kampung Seni merupakan acara tahunan yang diadakan oleh BEM FSRD ISI Surakarta dengan mengangkat tema “Hompimpa” yang merepresentasikan dari generasi 90-an, Kampung Seni #8 diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sebagai permulaan bangkitnya semangat berkarya dan dapat memberi dampak positif kepada lingkungan sekitar, dimana event kreatif ini dilaksanakan selama 3 hari pada 17-19 Oktober 2021 di Kampus 2 Mojosongo ISI Surakarta, Kawasan Ringroad Utara dengan peraturan ketat dan mematuhi prokes. 

    Beragam event pendukung Kampung Seni #8 ini yang berupa Workshop, Talkshow, Gelar Griya, High Value of Art, Pameran Karya, Hompimpa Bermain, Bercanda, dan Berbagi menjadi sajian yang meramaikan event kreatif yang semuanya tetap dijalankan dengan mematuhi prokes. 

    Pameran karya sebagai salah satu event pendukung yang memajang karya mahasiswa dari 8 (delapan) prodi di FSRD ISI Surakarta, dimana beragam jenis karya dari seni lukis, poster, kriya, desain interior, fotografi, audiovisual dan beragam karya lainnya terpasang rapi di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus Mojosongo. 

    Di hari pertama terdapat berbagai acara yang digelar yaitu Pameran karya dari mahasiswa FSRD ISI Surakarta yang dilaksanakan di Gedung Sungging Prabangkara dan Gelar griya yang meliputi Campus Tour, Workshop, Open Stand dari setiap jurusan di FSRD ISI Surakarta dan Talkshow “Kuliah Seni mau jadi apa?” dengan narasumber Akbar Putra Wahyu Hidayat (DKV’19) dan M. Ulil Absor Hasan (FTV’19) yang dilaksanakan secara offline dan online. 

    Menurut Rendya Adi Kurniawan, S.Sn., M.Sn selaku dosen pembimbing BEM FSRD ISI Surakarta menjelaskan bahwa event rutin ini sebagai ajang unjuk kreativitas dari mahasiswa dari FSRD ISI Surakarta, sekaligus wujud dengan wabah pandemi ini tidak menyurutkan bagi mahasiswa untuk tetap bersemangat  berkreasi dan berprestasi. (Sofyan)

    Baca juga: IFG Berperan Penting di Industri Asuransi dan Penjaminan, Harus Terus Berinovasi

    Sosialisasi bertema ”Peran IFG dan Anak Perusahaan dalam Menyediakan Produk Asuransi dan Penjaminan di Masyarakat”. 


    IFG Berperan Penting di Industri Asuransi dan Penjaminan, Harus Terus Berinovasi

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, Singgih Januratmoko, mengajak seluruh jajaran Indonesia Financial Group (IFG) yang memiliki wilayah operasi hingga ke daerah - daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

    ”IFG ini adalah BUMN, bisa dibilang sebagai salah satu instrumen negara untuk menyejahterakan masyarakat. Lewat apa? Lewat bidang usahanya, yaitu asuransi dan penjaminan. Mungkin belum ada yang mengenal, tapi sebenarnya layanannya cukup banyak untuk masyarakat. IFG harus terus berinovasi, mencari terobosan, agar pelayanannya semakin optimal dalam menggerakkan ekonomi,” ujar Singgih Januratmoko saat memberikan sambutan secara virtual, Sabtu (23/10/2021).

    Sosialisasi bertema ”Peran IFG dan Anak Perusahaan dalam Menyediakan Produk Asuransi dan Penjaminan di Masyarakat” itu juga menghadirkan 100 orang peserta dari berbagai daerah, kegiatan berjalan lancar dan tertib. 

    Singgih menjelaskan, Indonesia Financial Group (IFG) atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) adalah holding BUMN bidang asuransi dan penjaminan. IFG menjadi induk usaha dari sejumlah perusahaan, seperti PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

    ”IFG ini punya peran penting Bapak/Ibu. Dan sengaja saja hadirkan di sini agar Bapak/Ibu semua bisa memahami, dan harapannya bisa disampaikan ke keluarga, ke tetangga, ke komunitas Bapak/Ibu dan semuanya,” ujar Mufti kepada perwakilan warga yang hadir.

    ”Saya sebagai anggota DPR RI yang mewakili Sukoharjo, Solo, Klaten dan Boyolali tentu sangat ingin agar Bapak/Ibu bisa mendapatkan pelayanan yang baik dari pelayanan unit-unit usaha IFG,” imbuh politisi  senior tersebut.

    Dia mencontohkan peran PT Jasa Raharja. ”Mohon maaf, bila ada kejadian tidak diinginkan terutama kecelakaan, warga bisa mendapatkan santunan. Tapi tentu tidak semua. Misal berkendara sambil mabuk, lalu kecelakaan, itu tidak bisa dapat santunan,” jelasnya. 

    Kemudian ada juga PT Jasindo yang juga melayani asuransi untuk petani dan nelayan. ”Jadi ketika petani ketika gagal panen, bisa dapat asuransi semacam ganti rugi. Juga ketika nelayan ada kecelakaan, bisa dapat santunan. Dan itu premi alias bayar iurannya murah. Bisa disampaikan ke teman-teman petani dan nelayan, kalau ada kesulitan silakan hubungi tim kami,” tuturnya.

    Singgih mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengakses layanan dari seluruh kelompok usaha IFG. ”Di masing - masing usaha sudah tersebar kantornya, kontaknya juga mudah dicari. Jangan ragu mengurus layanannya,” ujarnya. (Sofyan)

     

    Bella Cyntya Maharani, Bagas Wirawan Priambudi, Adhielia Savitri (dari kanan ke kiri).

    Tiga Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Berangkat Tugas Sebagai Pejuang Muda Kampus Merdeka

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Tiga Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Bella Cyntya Maharani, Bagas Wirawan Priambudi, Adhielia Savitri berpamitan kepada Dekan FISIP Univet dan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi akan berangkat melaksanakan tugas sebagai Pejuang Muda Kampus Merdeka yang merupakan program dari Kementerian Sosial bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi,  Kementerian Agama Republik Indonesia. Sabtu (23/10/2021).

    Bella Cyntya Maharani saat ditemui di sela-sela pamitan tugas, menyampaikan dirinya bersama rekan mahasiswa yang lolos telah mengikuti tahapan seleksi dari administrasi, seleksi wawancara, dan seleksi final.

    "Seleksi administrasi diikuti sebanyak 11.106 mahasiswa seluruh Indonesia diambil sekitar 5140 mahasiswa yang akan di tempatkan di 514 kabupaten di seluruh Indonesia," terangnya.

    Lebih lanjut disampaikan, dari mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi yang lolos ada 4 mahasiswa. Tapi yang  satu mahasiswa tidak bisa berangkat karena sesuatu hal. Ada juga dari mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, prodi Pendidikan Bahasa Inggris, prodi Manajemen.

    Baca juga: Siswa SD Muh PK Kottabarat Praktikum Membuat Es Krim

    "Dalam bertugas kita dari Univet Bantara di tempatkan di Provinsi Kalimantan Barat kabupaten Landak," ujarnya.

    Di tempat yang sama, Bagas Wirawan Priambudi menambahkan waktu bertugas selama dua sampai tiga bulan dimulai hari ini. Pembagian tugas dibuat setiap kabupaten ada 10 orang. Tugas yang diberikan membantu pengentasan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat.

    "Program tugas yang dilaksanakan menyesuaikan di lapangan terlebih dahulu, memetakan masalah, lalu berunding dengan grup masing-masing fokus pada masalah yang dihadapi masyarakat di sana," ungkapnya.

    Dikatakan pula, persiapan yang telah dilakukan ada pembekalan berupa belajar pemetakan masalah, perumudan masalah, dan cara mengatasi masalah. Selain itu mempersiapkan diri dari bidang akademik dan bidang non akademik atau soft skill menunjang mengentaskan kemiskinan.

    Ditambahkan Adhielia Savitri bahwa orang tua sangat mendukung dan setuju mengikuti program ini. Karena menambah wawasan.

    "Orang tua saya berkata belajar tidak hanya di sekolah saja tapi di tempat lain juga belajar," imbuhnya.

    Sementara itu, Dekan FISIP Univet Bantara, Drs. Joko Suryono, M.Si menuturkan pihaknya cukup bangga ada empat mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi yang lolos program pejuang muda kampus merdeka. Dari empat mahasiswa hanya tiga mahasiswa bisa berangkat bertugas. Satu mahasiswa tidak bisa berangkat karena sesuatu hal.

    "Output yang diperoleh melalui program ini dia akan semakin matang dalam ikut menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat, mampu membantu menyelesaikan masalah kemiskinan, masalah sosial," paparnya.

    Menurutnya, mahasiswa nantinya akan lebih matang lagi soft skill berkaitan pengembangan diri, keahlian dibidang komunikasi, bekerjasama dalam kelompok dan membantu menyelesaikan masalah kemiskinan di masyarakat.

    "Harapan kami, mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan baik. Ini sebagai sebuah pilot project contoh dari mahasiswa kita. Mudah-mudahan nanti dilanjutkan oleh mahasiswa lain angkatan berikutnya ikut berperan aktif dalam pejuang muda," harapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Atlet Leani Ratri Oktila Diwisuda Rektor Univet Bantara Sukoharjo



    Kegiatan parenting Fun Sains Membuat Es Krim yang digelar melalui Zoom Meeting.

    Siswa SD Muh PK Kottabarat Praktikum Membuat Es Krim

    Solo- majalahlarise.com -Sejumlah 82 siswa kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan parenting Fun Sains Membuat Es Krim yang digelar melalui Zoom Meeting, Sabtu (23/10/2021).

    Kegiatan yang berlangsung selama dua jam dari pukul 07.30-09.30 WIB, merupakan implementasi pembelajaran Tema 3 tentang perubahan wujud benda. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Bunda Rara, orang tua dari Astranarendra, siswa III A. 

    Sebelum praktik membuat es krim, Bunda Rara memaparkan materi tentang macam-macam benda beserta ciri-cirinya, serta percobaan perubahan wujud benda, yaitu mencair, membeku, menguap, dan menyublim.

    Kegiatan semakin menarik ketika memasuki sesi pembuatan es krim, yang merupakan contoh konkret perubahan wujud benda cair menjadi padat. 

    Bahan-bahan untuk membuat es krim, yaitu empat bungkus Beng-Beng 20 gram atau 2 bungkus Oreo 38 gram, 2 kotak susu UHT 250 ml. Sedangkan alat yang perlu dipersiapkan untuk membuat es krim, di antaranya adalah celemek, gunting, rolling pin (penggilas), gelas plastik, dan empat buah stik es krim.  

    Menurut Bunda Rara, proses pembuatan es krim sangat mudah. Pada mulanya Beng-Beng dihancurkan agar remuk, bisa menggunakan tangan dengan cara diremas atau dipukul menggunakan alat. 

    "Guntinglah ujung plastik pada kemasan Beng-Beng. Kemudian, masukkan stik es krim. Setelah itu, tuangkan susu ke dalam wadah Beng-Beng sesuai selera. Terakhir, diamkan di dalam freezer selama kurang lebih empat jam, beber Bunda Rara. 

    Ustazah Noviana Rahmawati, koordinator guru kelas III berharap kegiatan parenting ini akan menambah minat siswa dalam belajar sains.

    "Melalui kegiatan praktikum ini, semoga bisa menjadi kegiatan edukasi yang menyenangkan, menumbuhkan kreatifitas, dan semangat kewirausahaan,” ungkap Ust. Ana. (Sofyan)


    Baca juga: Atlet Leani Ratri Oktila Diwisuda Rektor Univet Bantara Sukoharjo


Top