Tampilan layar Pembekalan Test Seleksi Kampus Mengajar IV Tahun 2022.

    10 Mahasiswa DKV ISI Surakarta Ikuti Pembekalan Test Seleksi Kampus Mengajar IV Tahun 2022

    Solo- majalahlarise.com -Setelah lolos tahap desk evaluasi administrasi, kesepuluh mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta yang sudah mendaftar Kampus Mengajar IV Tahun 2022, maka tahapan selanjutnya seleksi berupa test numerasi, literasi, dan VCAT secara online. 

    Maka dari itu, atas inisiasi program studi mengadakan sesi pembekalan untuk memberi informasi, wawasan,  pengetahuan, dan kiat dalam mengikuti seleksi nantinya, dimana pembekalan dilaksanakan pada Senin, 20 Juni 2022 via aplikasi zoom. 

    Dengan narasumber dari mahasiswa internal yang sudah lolos ikuti program Kampus Mengajar baik angkatan I, II, maupun III sehingga komunikasi lebih cair dan mudah diterima dengan sesama mahasiswa. 

    Sebagai narasumber yakni Redinta Berliana Okary dan Naviatul Ilma (KM I) dengan materi seputar pengalaman seputar pelaksanaan awal KM I, konversi nilai dan prosesnya, kemudian Nailul Khoiriyah dari KM II memaparkan program kerja saat di KM II, kemudian Diky Aldiansyah yang saat ini masih menjalani program KM III menjelaskan materi dan kiat saat mengikuti test seputar literasi, numerasi dan kebhinekaan nantinya. 

    Baca juga: Mengalami Tindak Kekerasan Seksual di Kampus, Mahasiswa Perempuan Jangan Diam

    Kampus Mengajar adalah sebuah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa selama 1 (satu) semester untuk membantu para guru dan kepala sekolah jenjang SD dan SMP dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdampak pandemi. Melalui program ini, mahasiswa bisa membaktikan ilmu, keterampilan, serta menginspirasi para murid sekolah dasar dan menengah tersebut untuk memperluas cita-cita dan wawasan mereka.

    Sebagai pemantik diskusi, Basnendar Herry Prilosadoso. S.Sn., M.Ds selain sebagai dosen DKV, juga selaku DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dari Kampus Mengajar I, II, dan III ini berharap dengan kegiatan ini mahasiswa dapat lebih dini apa saja materi test dan seputar info pelaksanaan Kampus Mengajar, serta manfaat yang didapat oleh mahasiswa apabila lolos seleksi. 

    Kesepuluh mahasiswa DKV dari angkatan 2020 yang lolos tahap pertama, yaitu Asry Ayu Andini, Putri Munadiyah Ramadhan, Alvi Zahro Annisa, Sekar Dwi Ayuningtyas, Isti Damayanti, Tiara Mara Antika, Niswana Salsabila Arrad-Mizan, Inayah Gadhis Adinda Malay, Tiefanny Mayra Sugara, dan Natasya Safarani Riady terlihat sangat antusias mengikuti sesi pembekalan sebelum menghadapi test yang akan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juni 2022 tersebut. 

    Sedangkan menurut Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn. M.Sn sebagai Kaprodi DKV sangat mendukung pembekalan kepada mahasiswa ini agar bisa mempersiapkan lebih awal dan tentunya diharapkan bisa lolos di Kampus Mengajar Angkatan IV untuk menambah wawasan, memenuhi target IKU, serta tetap menjaga tradisi setiap tahun ada mahasiswa DKV yang lolos mengikuti program dari Kemendikbudristek ini. (Sofyan)


    Baca juga: Lulusan SMA/ SMK Ikuti Pelatihan Public Speaking Univet Bantara, Menjadi Pribadi Lebih Percaya Diri dan Berprestasi

    Rusmanto, S.Pd.I, M.Pd.I, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Kota Surakarta, selaku narasumber workshop memantik semangat peserta yang hadir.

    IKSM Gelar Wokshop Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

    Solo- majalahlarise.com -IKSM SMP/MTS Muhammadiyah Kota Surakarta menggelar workshop penyusunan modul ajar kurikulum merdeka pada Selasa (28/6/2022) di Balai Muhammadiyah Kota Surakarta. Acara dihadiri kurang lebih 130 peserta yang terdiri atas Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, guru kelas VII, dan guru BK dari SMP/MTS Muhammadiyah di Kota Surakarta.

    Drs. H. Tridjono selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta menyambut baik kegiatan workshop penyusunan modul kurikulum merdeka. Hal itu karena penyusunan modul ajar merupakan bagian tugas guru. Guru memiliki tugas mulai sebagai pendidik, pengajar, pelatih, pembimbing, dan penilai. 

    “Kesuksesan kegiatan pembelajaran di kelas dipengaruhi kemampuan guru. Guru sebagai motivator, akselerator, fasilitator, dan inovator. Semakin kreatif guru maka semakin menarik dan menyenangkan kegiatan pembelajaran di kelas,” jelasnya saat sambutan acara workshop.

    Rusmanto, S.Pd.I, M.Pd.I, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Kota Surakarta, selaku narasumber workshop memantik semangat peserta yang hadir. Menurutnya workshop ini penting diselenggarakan karena dalam rangka mempersiapkan sekolah-sekolah Muhammadiyah agar lebih siap dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka tahun ajaran 2022/2023. 

    Baca juga: Lulusan SMA/ SMK Ikuti Pelatihan Public Speaking Univet Bantara, Menjadi Pribadi Lebih Percaya Diri dan Berprestasi

    “Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang memerdekakan guru dan memuliakan siswa termasuk wali siswa sehingga siswa semakin kerasan baik di rumah maupun di sekolah. Sekolahku rumah kedua dan sekolahku surgaku,” jelasnya.

    Rusmanto juga mengharapkan masyarakat dalam hal ini orang tua siswa semakin fokus dan semangat dalam membantu sekolah menjalankan program-programnya. Bakat dan minat para siswa semakin terasah. Selain itu, guru ketika melihat siswa sebagai pribadi yang unik dan memiliki beragam potensi yang berbeda. Guru semakin fokus mengembangkan potensi siswa.

    “Kurikulum merdeka tidak ada guru yang marah-marah lagi kepada siswa. Guru tidak memaksakan siswa menyelesaikan semua pelajaran, tetapi bagaimana guru mampu membimbing dan memantik siswa agar berkembang dan tumbuh sesuai bakat dan minatnya. Akhirnya, sekolah Muhammadiyah maju dan berkembang,” jelasnya.

    Rusmanto mencontohkan bagaimana implementasi kurikulum merdeka di sekolah yang dipimpinnya. Perencanaan kurikulum merdeka berdasarkan masukan dan saran dari wali siswa dan siswa agar sesuai kebutuhan. Maka ketika proses pengambilan rapor dimanfaatkan untuk menyaring saran dan masukan dari orang tua atau wali siswa.

    “Saran dan masukan dari Wali Siswa digunakan untuk perbaikan program kegiatan sekolah ke depan,” tandasnya.

    Acara workshop dilanjutkan dengan diskusi kelompok sesuai cluster bidang pengajaran masing-masing. Diskusi dipandu oleh mentor yang sudah berpengalaman. Terlihat peserta antusias dalam proses diskusi hingga presentasi materi.

    Sementara itu, salah satu peserta workshop, Jamaluddin, guru bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah 10 Kota Surakarta mengaku senang mengikuti kegiatan workshop penyusunan modul ajar kurikulum merdeka. 

    “Hari ini mendapat pencerahan dari instruktur tentang kurikulum merdeka. Setelah ini, saya akan koordinasi dengan pimpinan dan kurikulum dalam membahas penerapan kurikulum merdeka di kelas serta menyiapkan modul pembelajaran,” jelasnya.

    Hal serupa juga disampaikan Rizka Dian Permatasari, S.Pd., guru bahasa Inggris SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, melalui workshop ini mendapat pemahaman tentang panduan menyusun modul ajar kurikulum merdeka yang lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: Mengalami Tindak Kekerasan Seksual di Kampus, Mahasiswa Perempuan Jangan Diam

    Narasumber Mas Sulis Setiyono, S.Pd, M.Pd (Trainer Public Speaking) saat menyampaikan materi public speaking.

    Lulusan SMA/ SMK Ikuti Pelatihan Public Speaking Univet Bantara, Menjadi Pribadi Lebih Percaya Diri dan Berprestasi

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Humas Kerjasama dan Unit PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengadakan Pelatihan Public Speaking mengangkat tema "Menjadi Pribadi Lebih Percaya Diri dan Berprestasi" menghadirkan narasumber Mas Sulis Setiyono, S.Pd, M.Pd (Trainer Public Speaking) dengan Open Speech, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum (Rektor Univet Bantara). Bertempat di Auditorium, Selasa (28/6/2022).

    Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan bekal gelar saja tidak cukup untuk menembus dunia kerja. Namun harus memiliki soft skill atau ketrampilan dalam bidang-bidang tertentu.

    "Kalau kuliah di Univet Bantara banyak sertifikat soft skill atau sertifikat kompetensi menyertai ijazah yang memberikan nilai lebih atau nilai jual lulusan dalam pasar dunia kerja salah satunya soft skill public speaking," terangnya.

    Expo Prodi Univet Bantara 

    Baca juga: Mengalami Tindak Kekerasan Seksual di Kampus, Mahasiswa Perempuan Jangan Diam

    Dalam pemaparan materi, narasumber Mas Sulis Setiyono, S.Pd, M.Pd menyampaikan ketrampilan atau kemampuan public speaking sangat diperlukan dalam berkomunikasi ketika nanti lulus sekolah, kuliah atau bekerja. Hal ini dikarenakan manusia dalam berinteraksi sesama manusia memerlukan ketrampilan berbicara terlebih dalam berbicara dihadapan public atau orang banyak.

    "Selain ijazah dalam pekerjaan komunikasi itu menjadi hal utama, Sepinter apapun kalau tidak didukung komunikasi yang baik tidak akan bisa berkembang potensi maupun kualitas hubungan dengan orang lain tidak disebut zero kemampuan komunikasinya," tuturnya.

    Lebih lanjut dikatakan, percaya diri sangat dibutuhkan ketika melakukan public speaking. Untuk melatih percaya diri dalam public speaking yang harus dikuasai yaitu menanamkan pikiran positif, jangan minder, persiapan materi, latihan berulang-ulang, menambah jam terbang.

    Baca juga: Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Univet Bantara Selenggarakan Seminar Nasional Pengembangan Bahan Ajar dan Implementasi Kurikulum Merdeka

    Selain itu, hal yang perlu dikuasai selanjutnya yaitu vokal melalui pengaturan volume atau keras lirihnya suara, pacing atau kecepatan bersuara, kejelasan pengucapan artikulasi dan intonasi.

    Begitu pula ketika berbicara yang perlu diperhatikan gesture yaitu jangan datar, ekspresi komponen muka, gerakan badan sesuai kalimat dan kontrol gerakan yang tidak disadari.

    "Dalam berkomunikasi dengan audience yang perlu diperhatikan yaitu menganalisa keberadaan atau posisi audience, berit pertanyaan kepada audience, menyapa audience secara spesifik dan menggunakan humor untuk memecah ketegangan suasana," tuturnya.

    Pihaknya juga memberikan tips mengurangi rasa grogi ketika melakukan public speaking diantaranya sebelumnya mengadakan persiapan secara matang materi, pakaian dan sarana prasarana lainnya, menambah jam terbang, imbangi kegiatan fisik, visualisasikan kesuksesan diri, merasa yakin gugup yang dirasakan tidak terlihat jelas di audience, dan audience tidak tahu konten speaker atau pembicara.

    Kegiatan yang diikuti siswa lulusan SMA/SMK ini dimeriahkan tour the campus berupa expo Prodi Univet Bantara dan praktik kuliah langsung. Selain itu peserta memperoleh e-sertifikat, bingkisan sovenir dan doorprize menarik. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Workshop Kurikulum Merdeka

    Talshow dengan tema “Edukasi Penguatan Peran Mahasiswa Pada Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan Seksual di Lingkungan Unisri Surakarta" yang digelar secara daring, Sabtu (25/6/2022).

    Mengalami Tindak Kekerasan Seksual di Kampus, Mahasiswa Perempuan Jangan Diam

    Solo- majalahlarise.com -Laporan kasus tindak pelecahan seksual oleh seorang mahasiswa perempuan yang diduga dilakukan oleh dosen pada saat mahasiswa tersebut melakukan bimbingan tugas akhir di lingkungan sebuah universitas beberapa waktu lalu menjadi momentum munculnya laporan-laporan serupa.

    Citra positif perguruan tinggi sebagai jenjang sekolah yang memiliki derajat paling tinggi dalam dunia akademisi menjadikan perguruan tinggi luput dari sorotan dan stigma negatif, termasuk adanya tindak kekerasan seksual yang terjadi.

    Menurut dosen Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi Surakarta Sritami Santi Hatmini MA, adanya tindak kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi seolah menjadi sisi gelap yang hadir akan tetapi tidak pernah terekspose ke dunia luar.

    Baca juga: Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Univet Bantara Selenggarakan Seminar Nasional Pengembangan Bahan Ajar dan Implementasi Kurikulum Merdeka

    "Mahasiswa perempuan seolah gamang dan terbungkam atas keadaan rentan mereka di tengah tradisi patriarkhi yang tetap ada di lingkungan Perguruan Tinggi," kata Santi.

    Hal itu dikatakan di sela Talkshow dengan tema “Edukasi Penguatan Peran Mahasiswa Pada Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan Seksual di Lingkungan Unisri Surakarta" yang digelar di kampus setempat, Sabtu (25/6/2022).

    Talkshow dalam rangkaian agenda pengabdian tahun 2022 dan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sebagai tindakan preventif untuk penguatan peran, sarana edukasi, termasuk sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual di lingkungan kampus Unisri Surakarta.

    Talkshow juga sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

    Talkshow secara daring melalui platform Ms. Teams yang diikuti 75 mahasiawa dan dipandu Satria Rizaldy MA itu menghadirkan ketua Yayasan Kakak Direktur Yayasan SpekHam Surakarta, Rahayu Purwaningsih.

    Lebih lanjut Santi mengatakan, hadirnya respon positif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi itu menjadi tindak lanjut pemerintah pada darurat kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi.

    Akan tetapi kehadiran peraturan itu tidak serta merta mampu memberangus tindak kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi dengan seketika. Mahasiswa perempuan di lingkungan Perguruan Tinggi yang menjadi objek kekerasan seksual masih merasa gamang tentang apa dan bagaimana harus bersikap apabila mereka dihadapkan pada tindak kekerasan seksual yang terjadi dan atau mereka alami.

    "Rasa malu dan kurangnya edukasi termasuk sosialisasi mengenai pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi menjadi problematika utama yang harus diselesaikan," terangnya. (Sofyan)


    Baca juga: SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Workshop Kurikulum Merdeka

     

    Tampilan layar Seminar Nasional Pengembangan Bahan Ajar dan Implementasi Kurikulum Merdeka diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Univet Bantara Sukoharjo secara daring.

    Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Univet Bantara Selenggarakan Seminar Nasional Pengembangan Bahan Ajar dan Implementasi Kurikulum Merdeka

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Seminar Nasional Pengembangan Bahan Ajar dan Implementasi Kurikulum Merdeka. Menghadirkan pembicara Prof. Dr. Andayani, M.Pd (Universitas Sebelas Maret Surakarta). Yuyun Yulia, Ph.D (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta), opening speech Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum (Rektor Universitas Veteran Bantara Sukoharjo) dengan moderator Mas Sulis Setiyono, S.Pd, M.Hum (Trainer dan Praktisi Pendidikan) secara daring melalui zoom meeting. Senin (27/6/2022).

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani dalam sambutan pembukaan seminar nasional menyampaikan perguruan tinggi harus siap melaksanakan kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) secara mandiri. Terselenggaranya seminar nasional ini manghadirkan dua narasumber berkompeten akan semakin memahami menyelenggarakan pembelajaran yang menarik MBKM.

    "Ketika kita melaksanakan MBKM berarti kita harus terbuka kepada perguruan tinggi yang lain karena di dalam MBKM mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar di luar program studi baik di perguruan tinggi  yang sama maupun di luar perguruan tinggi berbeda. Mahasiswa juga diberi kesempatan magang atau praktik langsung di kalangan masyarakat," paparnya.

    Lebih lanjut disampaikan, sebelum melaksanakan kurikulum atau mengiplementasikan kurikulum baru dosen harus mampu menyajikan mata kuliah yang baik bahan ajarnya menarik.

    "Semoga arahan dari kedua narasumber yang dihadirkan, kita semua mampu melaksanakan MBKM dengan sebaik-baiknya, menyusun dan mengembangkan bahan ajar karena bahan ajar merupakan modal utama supaya mahasiswa bisa mengikuti kuliah dengan gembira dan nantinya sesuai dengan apa yang diarahkan oleh mas Menteri," jelasnya.

    Baca juga: Buka Project Desa KKNT Di Desa Mlese Klaten, Rektor Unisri "Mari Membangun Bangsa dari Desa"

    Ketua pelaksana seminar nasional, Veronica Unun Pratiwi, S.Pd, M.Pd mengatakan tujuan diadakan seminar nasional yang dikemas webinar ini untuk mengenal lebih dalam kurikulum Merdeka Belajar, bagaimana implementasinya di dalam dunia pendidikan serta penerapannya dalam bahan ajar. 

    "Seminar nasional ini diharapkan membawa manfaat positif bagi dosen, guru, mahasiswa dan pemerhati pendidikan. Supaya pendidik dan calon pendidik tidak meraba-raba kurikulum merdeka belajar. Selain itu bisa membawa dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan di saat ini," harapnya.

    Pembicara Prof. Dr. Andayani, M.Pd dalam pemaparan materi menyampaikan lahirnya merdeka belajar merupakan permulaan dari gagasan-gagasannya nanti yang juga akan diluncurkan untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional yang terkesan monoton. Merdeka belajar menjadi salah satu program inisiatif untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia bagi murid maupun para guru. Merdeka belajar lahir dari banyaknya keluhan orangtua pada sistem pendidikan nasional yang berlaku selama ini salah satunya keluhan soal banyaknya siswa yang dipatok nilai-nilai tertentu.

    "Implikasi setelah terwujudnya Merdeka Belajar yaitu mengurangi beban guru, menciptakan belajar lebih menyenangkan, bebas berekspresi, meningkatkan kompetensi guru, banyak platform yang mendukung pembelajaran daring agar tetap interaktif, penerapan pembelajaran dengan platform digital, dan tidak menuntut siswa menjadi sama," paparnya.

    Dijelaskan pula konsep pembelajaran edutainment diera digital yaitu sebuah model pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan dipadukan dengan hiburan sehingga pembelajaran banyak diminati.

    "Pembelajaran edutainment menggunakan demontrasi, menerapkan penggunaan multimedia, menggunakan musik dan lagu, menggabungkan pendidikan dengan permainan atau game, menyelipkan humor yang berhubungan dengan pendidikan, menggunakan metode bermain peran pada pendidikan," paparnya.

    Sementara itu, pembicara Yuyun Yulia, Ph.D menerangkan tentang kurikulum merdeka belajar sesuai ajaran dari Ki Hadjar Dewantara menggunakan sistem among Tamansiswa yaitu tumbuhnya jiwa siswa yang merdeka lahir batin dan tenaganya. Pendidikan harus memerdekakan jiwa manusia sebagai anggota Persatuan Kebangsaan.

    Baca juga: Universitas BSI Kampus Surakarta Jalin Kerjasama dengan WITPARI

    "Arti kemerdekaan menurut Ki Hadjar yaitu tidak tergantung atau terpengaruh pihak yang lain, dapat mengatur diri sendiri, mandiri berdiri di atas kaki sendiri," tuturnya.

    Ditambahkan, pendidikan untuk jiwa merdeka menggunakan sistem among berazas kekeluargaan melarang adanya hukuman dengan paksaan dalam proses belajar mengajar karena akan mematikan jiwa merdeka siswa sebagai tujuan akhir dari sistem among.

    "Setiap tempat menjadi perguruan dan setiap orang menjadi guru kita," ucapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi Unisri Berikan Pelatihan Marketing Digital dan Akuntansi Bagi Petani dan Penjual Durian Desa Genengan Jumantono

    Kepala SMP Negeri 8 Surakarta saat menyampaikan sambutan workshop kurikulum merdeka.

    SMP Negeri 8 Surakarta Gelar Workshop Kurikulum Merdeka

    Solo- majalahlarise.com -Bertempat di Ruang Aula SMP Negeri 8 Surakarta Kepala Sekolah Triad Suparman, M.Pd. bersama Guru SMP Negeri 8 Surakarta mengikuti program Workshop Kurikulum Merdeka bekerjasama dengan Lembaga Penyelenggaraan Diklat FKIP UNS. Peserta program Workshop ini adalah semua Bapak Ibu Guru dan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta. Workshop Kurikulum Merdeka ini rencana akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari, dimulai pada hari Senin – Kamis, tanggal 27 – 30 Juni 2022, pukul 07.30 – 16.00 WIB.

    Workshop di sini menekankan pada mengenal Kurikulum Merdeka dalam mengadakan kegiatan pembelajaran di tahun pelajaran ke depan. Workshop Kurikulum Merdeka kerjasama dengan SMP Negeri 8 Surakarta dengan Lembaga Penyelenggaraan Diklat fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidkan Universitas Sebelas Maret dengan alokasi waktu selama 32 jam.

    Acara workshop dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Drs. Heri Mulyono, MM. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Kurikulum Merdeka itu tidak sulit, jadi tidak perlu khawatir untuk melakukannya. Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka. Dengan tujuan, antara lain meningkatkan pemahaman Kurikulum Merdeka, sebagai persiapan implementasi Kurikulum Merdeka di kelas VII, dan menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

    Baca juga: Buka Project Desa KKNT Di Desa Mlese Klaten, Rektor Unisri "Mari Membangun Bangsa dari Desa"

    Kegiatan selanjutnya merupakan Materi Kebijakan Pendidikan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu SMP Bidang Dikda SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, S.Pd. menyampaikan Kebijakan Pemulihan Pembelajaran, Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi Peserta Didik pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. 

    Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi Peserta Didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) diperlukan kebijakan pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan. 

    Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran Peserta Didik dan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. 

    Acara terakhir di hari pertama yaitu menyampaikan materi Kompetensi Guru Profesional dan PKB yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. Guru harus menjadi teladan dan contoh berbahasa yang menyenangkan dan menyejukkan Peserta Didk. Jadilah Guru yang dirindukan oleh Peserta Didik. 

    Selanjutnya untuk hari kedua, Selasa, tanggal 28 Juni 2022 yang dimulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Materi yang disampaikan yaitu Pengembangan Karakter Profil Pelajar Pancasila dan Ajaran Ki Hajar Dewantara, oleh Akhmad Arif Musadad, M.Pd. Materi yang kedua yaitu Karakteristik Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan / Kurikulum Merdeka di SMP, oleh Dr. Sarwanto, S,Pd., M.Pd.

    Workshop hari ketiga, Rabu tanggal 29 Juni 2022 pukul 09.00 – 16.00 WIB, dengan kegiatan Pengembangan Modul Ajar dan Modul Proyek dalam Kurikulum Merdeka, oleh Dr. Mohammad Masykuri, M.Si., Dilanjutkan dengan materi Asesmen Diagnostik, Asesmen Formatif, dan Asesmen Sumatif dalam Kurikulum Merdeka yang disampaikan oleh Dr. Sri Yamtinah, M.Pd.

    Baca juga: Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi Unisri Berikan Pelatihan Marketing Digital dan Akuntansi Bagi Petani dan Penjual Durian Desa Genengan Jumantono

    Kemudian untuk hari terakhir, Kamis tanggal 30 Juni 2022 kegiatan yang dilakukan adalah tugas mandiri, yang disampaikan oleh Tim Kurikulum. Kurikulum Merdeka ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia apalagi dalam rangka memperbaiki krisis pendidikan di Indonesia. Pembelajaran melalui kegiatan projek (project based learning) memberikan kesempatan lebih luas kepada Peserta Didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila yang relevan dengan kehidupan sehari-hari Peserta Didiknya.

    Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. mengatakan bahwa tujuan mengikuti program workshop Kurikulum Merdeka ini adalah agar bisa  menambah ilmu yang disampaikan secara langsung oleh Mas Menteri. Guru mengajar agar supaya di saat ini Peserta Didk menjadi lebih pandai dari sebelumnya. Guru melayani Peserta Didk agar menjadi anak yang berkarakter. Dengan melakukan program ini pelayanan mutu menjadi meningkat. 

    Kesimpulan yang disampaikan dalam program Workshop Kurikulum Merdeka ini antara lain bahwa keunggulan kurikulum merdeka, yaitu lebih sederhana dan mendalam  yaitu fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan. Lebih merdeka maksudnya Merdeka bagi Peserta didik memiliki arti yaitu Tidak ada program peminatan di SMA, Peserta Didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Merdeka bagi Guru yaitu Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan Peserta Didik. Merdeka untuk Sekolah maksudnya yaitu sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan Peserta Didik. Lebih relevan dan Interaktif. Mari Kita Merdeka Belajar! (Sofyan)


    Baca juga: Universitas BSI Kampus Surakarta Jalin Kerjasama dengan WITPARI 


    Pembukaan Project Desa KKNT Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Desa Mlese Kecamatan Cawas Klaten, Minggu (26/6/2022).


    Buka Project Desa KKNT Di Desa Mlese Klaten, Rektor Unisri "Mari Membangun Bangsa dari Desa"

    Solo- majalahlarise.com -Rektor Universitas Slamet Riyadi / Unisri Surakarta Prof Dr Sutardi mengajak masyarakat membangun bangsa yang dimulai dari desa.

    Ajakan itu disampaikan Rektor ketika membuka Project Desa KKNT Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Mlese Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Minggu (26/6/2022).

    Selain Rektor, hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, civitas akademika Unisri, Camat Cawas, Forkompinca, Kades dan BPD Mlese, PKK, dan karang taruna.

    Menurut, Prof. Dr. Sutardi, mengawali pembangunan negeri dari desa itu sangatlah tepat, sebab potensi desa itu sangatlah besar dan belum seluruhnya digarap secara optimal.

    Baca juga: APIK Menjadi Program Prioritas SD Muhammadiyah PK Kottabarat

    "Saya melihat potensi Desa Mlese ini luar biasa, baik pertanian maupun UMKM terutama produk lurik ATBM atau alat tenun bukan mesin yang perlu dibantu untuk promosi dan penjualannya," kata Rektor.

    Pembukaan Project Desa KKNT MBKM di Desa Mlese ditandai dengan diklat bina karakter bagi generasi muda / karang taruna. Diklat bina karakter itu sebagai perwujudan Desa Pelopor Pancasila di Mlese.

    "Ini penting. Pancasila sudah terbukti menyelamatkan bangsa ini dari ancaman perpecahan dan rongrongan bangsa lain," kata Prof Dr Sutardi.

    Ketua KKN Unisri Kharis Triyono melaporkan, selain diklat bina karakter bagi generasi muda, dalam program tersebut, Unisri juga memberi bantuan wifi gratis serta membuatkan website Desa Mlese. Bantuan lain berupa seribu tanaman palem.

    "Kegiatan merupakan bagian dari Dies Natalis Unisri ke 42 dan kelanjutan dari pendampingan yang dilakukan Unisri sejak 2021 lalu. Setelah ini, kita akan menerjunkan lagi mahasiswa untuk KKN di sini," kata Kharis yang juga dosen pertanian itu.

    Camat Cawas Kabupaten Klaten M. Prihadi mengapresiasi dan berterima kasih pada Unisri yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kecamatan Cawas, khususnya di Desa Mlese. Dia berharap, pendampingan dan bantuan dari Unisri dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan desa. 

    "Masyarakat dan Pemerintah Desa Mlese sangat terbantu dengan bantuan dan pendampingan yang diberikan Universitas Slamet Riyadi," kata Camat. (Sofyan)


    Baca juga: Universitas BSI Kampus Surakarta Jalin Kerjasama dengan WITPARI 


Top