Rektor UMS Prof Sofyan Anif memberikan bingkisan lebaran pada mahasiswa yang masih tinggal di kost dan asrama di sekitar kampus.

    Mahasiswa Tidak Mudik Dapat Bingkisan Lebaran Dari Rektor UMS

    Sukoharjo-Ada ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terpaksa tidak bisa mudik pada Lebaran kali ini.

    Berempati kepada mahasiswa yang tidak bisa mudik, Rektor UMS Prof Sofyan Anif memberikan bingkisan lebaran pada mahasiswa yang masih tinggal di kost dan asrama di sekitar kampus. Bingkisan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anis, pada mahasiswa ke kos kos.

    "Ini bentuk kepedulian UMS pada mahasiswa yang patuh tidak mudik. Baik mahasiswa asal Indonesia maupun asal Luar Negeri." Kata Sofyan Anif, Senin (25/5/2020).

    Penyerahan bantuan sembako dan makanan kering, diawali oleh Rektor UMS yang didampingi Ketua LAZISMU UMS Mahasri Shobahiya, untuk kemudian diserahkan melalui LAZIZMU UMS.

    Isi dalam bingkisan tersebut yaitu beras 2,5 kilogram, Abon pedas dan manis, Energen, Kopi, kerupuk rambak, gula pasir, teh celup, Vitamin C.

    Rektor juga mengunjungi Pesantren Mahasiswa Internasional K.H. Mas Mansur dan Pondok Pesantren Hj. Nuriyah Shobron UMS.

    "Kami pastikan bahwa saat mereka tidak mudik, kesejahteraan mereka aman dan terjaga." Ungkap Rektor UMS yang hari ini juga mengundang sejumlah mahasiswa asal luar negeri untuk jamuan makan bersama di rumahnya.

    Sebelumnya kurang lebih sekitar 363 mahasiswa mendapat bantuan voucher berbuka dan sahur selama bulan Ramadhan penuh. (Dea/Sofyan)

    Sabahat Diva saat membagikan paket sembako.

    Sahabat Diwa Lancarkan Aksi Berbagi 500 Paket Sembako Pada Malam Takbir

    Solo- Hingga hari terakhir bulan Ramadhan 1441 H ini, Diah Warih Anjari bersama Sahabat Diwa terus melancarkan aksi berbagi.

    Pada malam takbir, atau malam sebelum Hari Raya Idul Fitri, sebanyak 500 paket sembako dibagikan. Sebagai puncak agenda ramadhan yang dilakukan bersama Sahabat Diwa.

    "Paket sembako ini kita sebar di lima titik kecamatan di Banjarsari, Jebres, Semanggi, Laweyan dan Pasar Kliwon. Kita bagikan mulai pagi hingga malam takbir ini baru selesai," kata Diah Warih atau akrab disapa Diwa, ditemui di Posko Diwa Centre, Ngemplak, Solo, Sabtu (23/5/2020)

    Paket sembako yang disebar berisikan beras, minyak, roti, mie instan, gula, dan sirup. Selain sembako juga memberikan sarung dan masker.

    Masih dengan gaya khas nya yang unik, yakni membagikan sembako dengan naik sepeda motor bronjong. Yang dibagikan secara door to door. Hingga menjadi ikon dan viral, Diwa Srikandi Solo.

    "Semua dari kami, tidak ada titipan sponsor, untuk membantu masyarakat agar bisa merayakan Hari Raya Lebaran," tandas Diwa yang juga pengusaha asli Solo.

    Sebelumnya, selama bulan Ramadhan, Diwa Centre juga membagikan 300 takjil dan makanan buka untuk masyarakat, setiap hari.

    "Kami tidak berhenti di bulan Ramadhan ini saja, nanti pasca ramadhan juga aksi berbagi ini terus berlanjut. Salah satu pertimbangannya pandemi Covid19 masih berlanjut," imbuhnya. (Dea/Sofyan)

    Anggota DPR RI Mohammad Toha saat menyerahkan APD kepada perwakilan Komunitas Relawan Sukoharjo.

    Komunitas Relawan Sukoharjo Terima Bantuan APD Dari Anggota DPR RI Mohammad Toha

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Anggota DPR RI Dapil V Jateng Mohammad Toha memberikan bantuan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk Komunitas Relawan (Komrel) Sukoharjo.

    Bantuan yang diserahkan langsung oleh Politisi dari PKB ini diterima oleh perwakilan Komrel Sukoharjo Ginanjar dan sejumlah anggota Komrel lainnya, di Mako SAR Sukoharjo, Jumat (22/5/2020).

    "Ini kepedulian kami untuk para relawan. Mereka harus mendapat perhatian dan kepedulian, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan peralatan dan perlengkapan. Kita bantu sejumlah APD untuk komunitas relawan Sukoharjo," kata Moh Toha usai menyerahkan bantuan.

    Bantuan yang diserahkan antara lain APD disposal, sepatu medis, masker medis, sarung tangan, fesil, kacamata dan Desinfektan sebanyak 60 liter.

    Toha mengaku bangga di Sukoharjo ada komunitas relawan yang mewadahi banyak kelompok relawan dari berbagai organisasi. 

    "Komunitas relawan merupakan potensi besar, apalagi kabupaten Sukoharjo termasuk daerah yang rawan bencana. Mereka perlu diperhatikan dan diapresiasi." Imbuhnya.

    Toha juga meninjau Mako dan peralatan SAR Kabupaten Sukoharjo. Ia melihat banyak kekurangan, seperti perahu karet.

    "Kelengkapan peralatan harus ada, karena sifatnya siaga, jadi sewaktu waktu digunakan sudah siap," imbuhnya.

    Ginanjar mewakili komunitas relawan Sukoharjo menyatakan terimakasih atas bantuan dari Toha yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sukoharjo selama dua periode.

    "Bantuan ini sangat bermanfaat, nanti akan kami gunakan bersama-sama untuk Komunitas Relawan Kabupaten Sukoharjo," tandasnya. (Dea/Sofyan)

    Irwan Effendi, owner dan founder Bioenergi Solution Center yang tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur


    Irwan Effendi Siap Injeksi Sars COV-2, Buktikan Kemampuannya Membasmi Virus Dalam 48 Jam

    Jakarta- majalahlarise.com -Upaya dalam membantu penanggulangan Covid-19 melalui jalur formal mengalami jalan buntu. Owner dan founder dari Bioenergi Solution Center yang tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur, Irwan Effendi  menyatakan bahwa dia dan rekan-rekannya di PRI (Perkumpulan Reiki Indonesia) memiliki kemampuan menginstal secara masal agar orang-orang memiliki kemampuan membasmi virus dengan listrik statis.

    Saat ini sudah ada 13.000 orang yang telah mendapatkan instalasi energi anti virus dan tercatat total 18 orang yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 telah diterapi menggunakan energi anti virus ini, dengan hasil 17 diantaranya dinyatakan negatif dalam waktu 3 hari setelah pertama kali diterapi, dan total lama dirawat sampai dinyatakan sembuh kurang dari 6 hari (bandingkan dengan median perawatan dengan obat yang membutuhkan 14 hari untuk bisa dinyatakan negatif).

    Hanya 1 orang yang tidak berhasil disembuhkan karena kondisinya sudah parah dan sudah dirawat selama seminggu sebelum PRI dihubungi. Dengan demikian sejauh ini tingkat kesembuhan untuk orang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19adalah 94 persen.

    Selain itu juga ada 194 orang berstatus PDP, 129 diantaranya dinyatakan negatif dalam 4 hari sejak pertama kali diterapi, 62 dinyatakan negatif antara 5 sampai 8 hari sejak pertama kali diterapi, sementara 3 orang tidak memberikan kabar lanjutan. 

    "Jadi tingkat keberhasilan di kalangan PDP adalah 98 persen dan jika digabung dengan yang berstatus positif, tingkat keberhasilan adalah 208 dari 212 atau 98 persen," kata Ketua Harian Pelaksana PRI Irwan Effendi dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2020).

    Lebih lanjut, Irwan Effendi memaparkan upaya agar ada perusahaan penelitian yang bonafid yang tergerak untuk melakukan pengujian dengan metodenya agar ada penilaian yang yang obyektif tentang mentodenya menggunakan energi listrik statis dalam menanggulangi virus, pernyataanya tersebut diunggah di akun youtubenya, pada tanggal 22 Mei 2020.

    "Jika anda bekerja di sebuah perusahaan penelitian yang bonafide yang memiliki akses ke pengambil keputusan, anda dipersilahkan menghubungi saya, karena saya siap diuji dengan cara diinjeksi virus ke tubuh saya. Saya akan buktikan bahwa dalam waktu 48 jam, saya bisa mengembalikan kondisi saya dari yang positif ke negatif. Untuk menghubungi saya, silahkan kontak di nomor telpon/WA 08129592695," pungkasnya. (Sofyan)

    Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya saat melatih life skill anak yatim via daring.

    Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya Latih Life Skill Anak Yatim

    Surabaya- majalahlarise.com -Masa pandemi Covid-19 bukan halangan untuk tetap melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Bagi civitas academika STIE Perbanas Surabaya, kegiatan rutin pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat harus tetap berjalan.

    Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya. Pihaknya merealisasikan Pengabdian Masyarakat Internal untuk SMA Panti Asuhan Yayasan Pendidikan dan Penyantunan Anak Yatim Addinu Waddunya (YPPAY Adinda), Sidosermo, Surabaya. Dengan mengusung kegiatan bertajuk Peningkatan Life Skill melalui Pelatihan Komputer dan Job Preparation. Program ini menyasar kepada anak yatim dari lulusan sekolah setempat.

    Ketua Pelaksana, Dr. Nurul Hasanah Uswati Dewi, M.Si., CTA., membenarkan pihaknya menyelenggarakan pelatihan secara daring. Pelatihan life skill ditujukan untuk membantu puluhan lulusan dari anak yatim untuk meningkatkan kemampuan bekerja dalam sektor administrasi serta keterampilan kerja. Menurutnya, kepercayaan diri dan pengetahuan etika sangat diperlukan di dunia kerja. ”Pelatihan persiapan kerja ini dibutuhkan karena orientasi anak yatim yang cenderung langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus SMA,” jelasnya usai memberi pelatihan pada Sabtu-Minggu, 16-17 Mei 2020.

    Nurul merinci, keseluruhan materi disampaikan dalam tiga tahap. Pertama, peserta mendapatkan pelatihan hardskill pemanfaatan buku kas berbasis Excel. Kedua, menunjukkan pentingnya memiliki softskill kepercayaan diri dan etika kerja. Dan, ketiga lulusan SMA setempat mendapatkan bekal cara menulis surat lamaran kerja dan surat pengunduran diri yang baik.

    “Kegiatan pelatihan secara virtual melalui Zoom dan Whatsapp. Mekanismenya, tim pengabdian menyusun video sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi dan menyiapkan percakapan daring untuk diskusi,” jelasnya.

    Lanjutnya, saat diskusi berlangsung, peserta dapat menyampaikan pertanyaan atas materi yang telah diberikan. Video materi yang disusun juga memberikan keleluasaan kepada peserta untuk belajar kembali kapan pun.

    ”Harapannya, pelatihan life skill ini dapat menjadi sarana bagi anak asuh Panti Asuhan YPPAY Adinda untuk menyiapkan diri siap bekerja. Nantinya, mereka dapat memperoleh pekerjaan yang kompetitif dan berkinerja dengan keseimbangan antara hard skill dan soft skill yang baik,” harapnya.

    Tim pelaksana pengabdian masyarakat STIE Perbanas Surabaya, beranggotakan: Dr. Nurul Hasanah Uswati Dewi, M.Si., CTA, Dr. Tjahjani Prawitowati, M.M., Psikolog, Dr. Luciana Spica Almilia, QIA, CPSAK, Lufi Yuwana Mursita, S.E., M.Sc. Selain itu, ada dua mahasiswa STIE Perbanas Surabaya yang turut terlibat, yaitu Wicaksono Bagus Dewandaru dan Ranti Widiastuti. (hms/ Sofyan)

    Organisasi Sukoharjo Ngayomi bersama Babinsa melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor kelurahan Sukoharjo.

    Organisasi Sukoharjo Ngayomi Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Kelurahan Sukoharjo

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Organisasi Sukoharjo Ngayomi yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan melakukan giat penyemprotan disinfektan bersama warga masyarakat dukuh Krendetan Rt 1 Rw 8 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Mereka melakukan penyemprotan sebagai upaya melindungi warga dan menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19. Jumat (22/5/2020).

    Ketua organisasi Sukoharjo Ngayomi, Danang Probo Satopo disela-sela kegiatan penyemprotan mengatakan penyemprotan disinfektan rutin dilakukan seminggu dua kali sejak merebaknya pandemi Covid-19.

    "Kita sebelumnya melakukan penyemprotan disinfektan dua hari sekali sudah berjalan tiga kali. Pada kegiatan ke empat kita mengundang Babinsa kelurahan Sukoharjo. Atas saran dari Babinsa penyemprotan dilakukan tiga sampai empat hari sekali karena obat semprot hilangnya sampai 72 jam. Lalu disepekati penyemprotan dilakukan seminggu dua kali," terangnya.

    Lebih lanjut dijelaskan Danang, untuk giat penyemprotan hari ini dilakukan di lingkungan kantor kelurahan Sukoharjo dan dukuh yang ada di kelurahan Sukoharjo.

    "Kemarin giat kampung sekarang giat kelurahan. Kegiatan diperluas agar masyarakat tahu dan bisa bergabung bersama-sama kita minimal satu Rt bisa jadi koordinasi. Kalau ada aksi ada koordinatornya. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh lurah Sukoharjo pak Sugiyo kebetulan menjadi salah satu pembina Sukoharjo Ngayomi," ujarnya.

    Disinggung mengenai pendanaan aksi penyemprotan, Danang mengungkapkan dana diperoleh dari para sukarelawan dan donatur warga masyarakat serta bantuan dari komunitas yang lain.

    "Kita tidak meminta sumbangan. Kita tidak mau membebani. Tapi masyarakat secara sukarela memberikan bantuan obat, alat pelindung diri, alat penyemprot, dana dan tenaganya. Selain itu menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pihak sponsor maupun komunitas sosial lainnya," ujarnya.

    Dikatakannya, sebelum ada pandemi Covid-19 organisasi Sukoharjo Ngayomi sudah melakukan berbagai kegiatan sosial diantaranya penyemprotan foging pencegahan penyakit cikungunya dan demam berdarah di lingkungan masyarakat setempat. (Sofyan)

    Dokter Dien Kalbu, Ketua MCCC-19 Kota Surakarta sekaligus Dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta.


    MCCC-19 Kota Surakarta Menolak Berdamai dengan Covid-19

    Solo-Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Surakarta sebagai gugus tugas penaggulangan Covid di Surakarta menyampaikan sikapnya untuk menolak berdamai dengan terus berupaya melawan penyebaran Covid-19.

    Pergerakan Covid-19 di Solo memang stagnan namun terjadi pergerakan kasus positif yang masih terus naik di wilayah Soloraya. Wacana pemerintah untuk melonggarkan masyarakat khususnya usia di bawah 45 tahun , menyongsong kehidupan baru “new normal” dengan berdamai dengan Covid-19.

    Hal itu diungkapkan Dokter Dien Kalbu, Ketua MCCC-19 Kota Surakarta sekaligus Dokter RS PKU Muhammadiyah Surakarta menolak tegas wacana untuk berdamai dengan Covid-19.

    “Terinspirasi dari perjuangan para pahlawan yang telah dijajah oleh para penjajah, selama itu pula kita tidak pernah berdamai,” katanya dalam rilis. Jumat (22/5/2020).

    Lebih lanjut, pihaknya menegaskan akan terus melawan virus corona dengan rajin cuci tangan, jaga jarak, tidak boleh mudik, dan menggunakan masker ketika keluar rumah untuk menyambut new normal yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia. Kita akan tetap menjaga protokoler kesehatan yang sudah ada. pemerintah harus konsisten dengan kebijakan yang ada.

    “Kami menyesalkan kebijakan pemerintah yang membingunkan di tingkat masyarakat, ketika masjid dibatasi untuk kegiatan, tapi mall, bandara, malah sangat ramai dan berpotensi menambah jumlah kasus positif Covid-19. Ini menjadi masalah karena ketika sudah diberikan sanksi otomatis sudah terjadi peneularan, kita mohon pemerintah konsisten terhadap komitmen untuk penaggulangan Covid-19," ungkapnya.

    Dirinya mengaku melihat betul, para tenaga kesehatan saat ini bertaruh nyawa menyelamatkan mereka yang terpapar Covid-19, mereka harus dijaga agar dapat bekerja dengan baik. Untuk itu, kata dia, sebagai wujud perlawanan terhadap penyebaran Covid-19, Muhammadiyah melalui jaringan strukturnya dari tingkat daerah hingga ranting akan terus melakukan berbagai upaya dalam rangka penanganan pandemic.

    "Kami juga sampaikan bahwa dalam penaggulangan Covid-19 di Surakarta, MCCC-19 telah menyalurkan paket bantuan kemanusiaan kepada 9000 masyarakat terdampak. Selain melalui lumbung pangan Muhammadiyah berupa sembako dan makanan siap saji, MCCC-19 juga aktif melakukan promosi kesehatan melalui kanal-kanal media sosial. Selain itu juga aktif dalam melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid-masjid, amal usaha Muhammadiyah, perkampungan, dan pusat keramaian. Tak hanya itu kita juga menyalurkan bantuan alat pelindung diri ke rumah sakit di Soloraya, mulai dari RS PKU Muhammadiyah Selogiri, RS Nirmala Suri, RSUD Karanganyar, RS PKU Muh Surakarta, RS PKU Muh Sampangan, dan RS Kasih Ibu," paparnya. (Sofyan)


Top