Teknisi saat memeriksa kondisi mesin mobil.

    SMK Veteran 1 Sukoharjo Bersama Toyota Nasmoco Solo Baru Gelar Servis Mobil Murah dan Tes Drive

    Sukoharjo- majalahlarise.com -SMK Veteran 1 Sukoharjo bekerjasama dengan Toyota Nasmoco Solo Baru mengadakan servis mobil murah sebesar Rp. 50.000 dan tes drive Avansa Veloz terbaru. Bertempat di Teaching Factory SMK Veteran 1 Sukoharjo. Rabu (19/1/2022).

    Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya, S.Pd saat ditemui majalahlarise.com disela-sela kegiatan menyampaikan kegiatan servis murah ini merupakan kerjasama yang sudah terjalin dengan Toyota Nasmoco Solo Baru serta ajang latihan bagi siswa dalam teaching factory kompetensi keahlian otomotif kendaraan ringan.

    "Tujuan dari kerjasama ini untuk meningkatkan kompetensi siswa khususnya ketika mereka nantinya lulus bisa menghadapi persaingan di dunia kerja," terangnya.

    Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo, Malkan Maliya, S.Pd.

    Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini sekaligus bentuk publikasi kepada masyarakat bahwa bengkel teaching factory SMK Veteran 1 Sukoharjo melayani masyarakat berupa bengkel mobil berstandar Toyota. 

    "Harapan adanya servis ini yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali sampai akhirnya kita membuka bengkel ini. Selanjutnya secara terbuka untuk masyarakat yang setiap hari membuka layanan kepada masyarakat," ujarnya.

    Malkan Maliya menambahkan melalui servis murah ini juga sebagai sarana promosi sekolah yaitu bengkel sekolah merupakan bengkel Toyota  yang melayani masyarakat di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling Unisri Gelar Diskusi Ilmiah 

    Tampilan layar diskusi ilmiah Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling Unisri yang diselenggarakan secara virtual.

    Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling Unisri Gelar Diskusi Ilmiah 

    Solo- majalahlarise.com -Himpunan Mahasiswa Progam Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar Diskusi Ilmiah bertempat di Studio Mini Unisri yang dilaksanakan secara daring. 

    Menurut Yunika Kusumardani, ketua pelaksana kegiatan ini bertemakan "Diskusi Ilmiah: Perkembangan Bimbingan dan Konseling Abad 21", diikuti oleh anggota HMPS BK dan juga mahasiswa aktif prodi Bimbingan dan Konseling. 

    Tujuan dari kegiatan ini untuk  menyelesaikan atau merencanakan sebuah permasalahan yang  sedang dihadapi dalam perkembangan bimbingan dan konseling serta menambah wawasan, ilmu pengetahuan serta pemahaman terhadap realitas tertentu. Dalam diskusi ini juga dapat melatih seseorang untuk berbicara dihadapan kelompok dan belajar menjadi pendengar yang baik. 

    Dengan menghadirkan Agnes alumni prodi BK sekaligus guru dari home scooling kak seto, dra. Sri Hartini, S. pd, Gabriel Levi Thusiapratama selaku ketua HMPS Bimbingan dan Konseling. 

    Acara dibuka, ketua prodi BK, Ahmad Jawandi, S. Pd, M. Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini pendidikan di Indonesia sedang dihadapkan pada sebuah fenomena yang luar biasa yaitu digitalisasi, tantangan abad 21, dan creativity and innovation.” jelasnya. 

    Dalam paparannya, Sri Hartini menjelaskan bahwa Bimbingan Konseling  (BK) adalah sebuah bidang yang sangat menarik.  Peran dan tugas guru BK dibandingkan dengan guru kelas, yaitu memiliki tugas yang berbeda, tetapi harus saling mengisi, berkaitan dan melengkapi. Di abad 21 ini, ditandai dengan pesatnya dan guru BK harus mengikuti perkembangannya.

    Pentingnya kita mengupgrade skill, karena menghadapi era milenial itu menyenangkan dan membingungkan. Sebagai contoh anak-anak jaman sekarang pengennya serba instan dan tugas guru BK harus mengayomi dan merangkulnya, jelas Agnes dalam paparannya. 

    Gabriel Levi menambahkan  teknologi dan digitalisasi itu semakin nyata. "Sebagai mahasiswa apa yang sedang kita kerjakan dan pelajari, harus benar- benar kita geluti karena nantinya akan berguna di dunia kerja," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Asah Keterampilan Public Speaking, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Apresiasi Cerpen

    Salah satu siswa kelas VI sedang berlatih public speaking.

    Asah Keterampilan Public Speaking, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Apresiasi Cerpen

    Solo- majalahlarise.com -Salah satu kecakapan abad 21 yang harus dikuasai murid adalah keterampilan mengkomunikasikan atau public speaking. 

    Keterampilan tersebut harus terus dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler, yaitu masuk dalam kurikulum pembelajaran keseharian.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Siti Junaidati, guru kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Sebagai upaya melatih keterampilan public speaking, belum lama ini ia memberikan pengayaan materi apresiasi cerita pendek (cerpen) pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia.

    Tujuan pembelajaran apresiasi cerpen secara umum adalah untuk menumbuhkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi murid. Keterampilan tersebut mencakup keterampilan menyimak, berbicara, menulis, dan membaca.

    Baca juga: Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (DEM FATIPA) Gelar Dialog Mahasiswa

    "Pada pembelajaran ini fokus kami adalah mengasah keterampilan berbicara di depan umum, karena selama pandemi ini murid lebih banyak belajar secara daring," ujarnya.

    Menurut Dati, ada beberapa langkah pembelajaran yang dilakukan. Pertama, murid diberi naskah cerpen untuk dibaca dengan seksama dan ditulis poin-poin pentingnya. 

    Kedua, tanpa ditunjuk oleh guru, murid secara bergantian menyampaikan isi cerpen yang telah dibaca di depan kelas sesuai kesiapan  masing-masing.

    Jika selama ini murid hanya pandai membaca dan menyimak, maka dengan mempresentasikan isi cerpen di depan kelas, diharapkan murid akan terbiasa menyampaikan gagasan di depan umum. 

    "Yang tidak kalah penting, apresiasi cerpen juga melatih kepekaan murid terhadap nilai-nilai moral atau norma, karena cerita yang disajikan berkaitan dengan pengalaman hidup sehari-hari," ungkapnya.

    Aristasani Naveeda, salah satu siswa kelas VI, mengaku belum terbiasa menyampaikan pendapat di depan banyak orang. Oleh karena itu, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk maju di urutan paling awal.

    “Pada awalnya grogi dan takut salah, tapi Alhamdulillah bisa presentasi dengan lancar,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Unisri Gelar Pengenalan Budaya Jawa pada Mahasiswa PPMM

    Mahasiswa saat berdialog menyampaikan aspirasinya.

    Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (DEM FATIPA) Gelar Dialog Mahasiswa

    Solo- majalahlarise.com -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (FATIPA) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar dialog mahasiswa, bertempat di gedung H lantai 5 Unisri, belum lama ini.

    Menurut Yani Asri, wakil Dekan FATIPA dialog mahasiswa ini menggambil tema "Speak up, show and find solutions to make us better" yang mempunyai maksud memberikan aspirasi untuk fakultas dengan cara berani menyampaikan kritik dan saran terhadap fakultas sehingga mendapatkan solusi yang terbaik dan tepat untuk kedepannya. 

    Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada mahasiswa FATIPA UNISRI berkaitan dengan kinerja dan fungsi Dekanat FATIPA UNISRI, sebagai sarana mahasiswa menyampaikan aspirasi, berupa saran dan kritik terhadap perubahan, dan adanya ide-ide, solusi serta perbaikan terhadap berbagai permasalahan yang ada di FATIPA. 

    Kegiatan ini diadakan secara luring di gedung H lt.5 Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan online melalui platfrom ZOOM, diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen, staff dan karyawan Fatipa.

    Acara dibuka Dekan Fatipa, Dr. Nanik Suhartatik,S.TP., M.P. dalam sambutannya sangat mengapresiasi acara ini, dan berharap dengan adanya dialog mahasiswa ini mampu memberikan solusi yang lebih baik untuk FATIPA kedepan.

    Sebelum pelaksanaan dialog diawali dengan mengisi angket kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik fakultas, jelas Vivi Nur’aini, S.Pi., M.Sc. selaku moderator.

    Lebih lanjut Vivi menjelaskan bahwa akan dibacakan hasil rekap angket kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik fakultas dan mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung maupun melalui aplikasi ZOOM. (Sofyan)


    Baca juga: Unisri Gelar Pengenalan Budaya Jawa pada Mahasiswa PPMM

    Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger saat menyampaikan materi seminar pengenalan Budaya Jawa.

    Unisri Gelar Pengenalan Budaya Jawa pada Mahasiswa PPMM

    Solo- majalahlarise.com -Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta gelar seminar Pengenalan Kesenian Tradisional Jawa, bertempat di ruang seminar lantai3 kampus B, Senin (17/1/2022). 

    Menurut Andri Astuti, ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PPMM) yang diselenggarakan oleh kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). sebagai perguruan tinggi penerima pertukaran mahasiswa merdeka dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Unisri berusaha mengenalkan budaya Jawa kepada mahasiswa yang berasal dari luar Jawa. 

    Tujuan kegiatan ini, untuk memberikan pemahaman yang terkait keragaman budaya di Indonesia sehingga bisa menumbuhkan rasa saling menghormati dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Dengan menghadirkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, kami berharap mahasiswa luar Jawa bisa mengenal keragaman Budaya Jawa, jelasnya. 

    Acara dibuka oleh Rektor Unisri, Prof. Dr. Ir. Sutardi. MAppSc., dalam sambutannya beliau sangat bersyukur dengan adanya program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini kita bisa di pertemukan oleh Mahasiswa dari dari sabang sampai merauke. 

    Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pilar yang sangat ampuh yang bisa menjadi perekat dan pemersatu bangsa Indonesia yang tentunya menjadi pondasi. 

    Dalam paparannya, Gusti Puger menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan agar membangkitkan jiwa peserta untuk lebih mengenal kesenian dan mampu berkarya. 

    "Selain melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai-nilai dasar dalam kebudayaan tradisional diharapkan kesenian ini mampu menjadi trobosan yang baru dalam dunia modern," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: PKC WONOGIRI Juara Umum Event International Virtual Karate Campionship Rector Cup Budi Luhur University

    Peraih medali PKC Wonogiri saat foto bersama.

    PKC WONOGIRI Juara Umum Event International Virtual Karate Campionship Rector Cup Budi Luhur University

    Wonogiri- majalahlarise.com -PKC WONOGIRI berhasil meraih juara umum pada Event International Virtual Karate Campionship Rector Cup Budi Luhur University memperoleh medali 13 emas, 7 perak dan 18 perunggu yang diselenggarakan tanggal 8-9 Januari 2022 lalu.

    Coach PKC Wonogiri Anshar Nur Huda kepada majalahlarise.com menyampaikan keberhasilan ini tidak terlepas atas izin Allah SWT, do'a keluarga besar PKC WONOGIRI, serta semangat anak-anak semuanya, PKC WONOGIRI diberikan hadiah istimewa di awal tahun 2022.

     "Ini merupakan salah satu kado istimewa kami, karena sebentar lagi besok tanggal 1 Februari PKC WONOGIRI tepat berusia 3 tahun. Selamat untuk semua kohey PKC WONOGIRI," ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, pada pertandingan ini pihaknya menggabungkan 2 Dojo, yaitu Dojo Koramil 13 Pracimantoro dan Dojo Kodim 0728 Wonogiri untuk menjadi satu PKC WONOGIRI dalam mengikuti event ini. 

    "Masih banyak kekurangan, evaluasi, dan materi yang harus di benahi, dan tentunya masih banyak hal yang harus di persiapkan lagi agar lebih matang, baik dari fisik dasar, materi dasar, materi inti, mental, dan karakter Karate-Ka," tuturnya.

    Disampaikan pula, melalui prestasi tidak hanya sekedar berusaha mencapai hasil akhir ataupun hasil juara. Tetapi, bagaimana dapat menikmati setiap proses, setiap langkah, dan memaknai juara adalah kita yang mampu melawan diri kita sendiri untuk lebih maju lebih baik dan lebih baik. Tubuh menjadi lebih sehat, proses pertumbuhan dan perkembangan anak semakin baik, karakter terbentuk perlahan-lahan, disiplin dalam belajar, dan memacu semangat untuk belajar akademik dan non akademik lebih baik lagi.

    "Intinya, kita adalah insan manusia serta insan Karate-Ka yang di wajibkan untuk selalu belajar, belajar, dan belajar," terangnya.

    Melalui media ini, pihaknya atas nama PKC WONOGIRI mengajak semua warga yang ada di sektor barat, selatan, dan utara khususnya, dan seluruh Wonogiri pada umumnya untuk bergabung bersama kami INKAI WONOGIRI untuk mencetak generasi emas, generasi muda yang berkarakter kuat, berkepribadian baik, dan berjiwa Karate-Ka BUSHIDO. 

    "Melalui jalur prestasi ini memudahkan kohey untuk mencari sekolah favorit ataupun sekolah unggul. Tentunya agar kohey tidak hanya belajar di dalam zona nyaman, tetapi mengembangkan potensi dan menggali potensi yang ada di dalam dirinya pribadi. Salam Karate Ossh," harapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Serunya Belajar Konsep Median dengan Media Kartu

    Siswa saat belajar konsep median dengan media kartu.

    Serunya Belajar Konsep Median dengan Media Kartu

    Solo- majalahlarise.com -Pembelajaran Matematika kelas VI semester II membahas materi statistika dengan materi mean, median, dan modus. Materi tersebut sangat abstrak, sehingga guru perlu mengkonkretkannya dalam bentuk simbol atau gambar.

    Seperti yang dilakukan oleh Testa Nur Hardiyono, guru Matematika kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran konsep median, baru-baru ini ia menggunakan media kartu poker mainan bergambar karakter Tobot.

    Alasan Testa menggunakan kartu poker mainan karena berisi angka 1 sampai 10 untuk mengkonkretkan konsep angka dan data. Penggunaan kartu diharapkan mampu memberikan pengalaman dan memori jangka panjang pada siswa, sehingga pembelajaran benar-benar bermakna.

    "Seperti halnya pisau, kartu poker hanya alat yang bisa digunakan untuk kebaikan maupun keburukan, tergantung siapa yang menggunakannya," ujar Testa saat memberikan pemahaman kepada siswa.

    Siswa kemudian dibagi menjadi empat kelompok dengan anggota 3 sampai 4 anak. Mereka duduk di lantai dengan posisi melingkar. Setiap kelompok diberi kartu dengan angka acak dan jumlah berbeda-beda, ada yang mendapatkan 8 atau 9 kartu. 

    Tugas mereka adalah menyelesaikan soal yang ada pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menggunakan media kartu tersebut. 

    LKPD berisi pertanyaan, di antaranya: 1) Hitunglah banyak kartu yang kalian dapatkan! Berapa banyak kartu yang didapat? 2) Apakah banyak kartu termasuk bilangan ganjil atau genap? 3) Bagaimana cara mengurutkan kartu terkecil hingga terbesar? 4) Kartu ke berapa yang berada di posisi paling tengah? 5) Berapa nilai kartu yang berada di tengah? 6) Bagaimana cara menentukan nilai tengah?

    Setelah selesai berdiskusi dan menjawab pertanyaan pada LKPD, perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk presentasi. Kelompok yang maju ke depan merupakan perwakilan dari kelompok yang mendapat kartu ganjil maupun genap.

    Perwakilan kelompok kartu ganjil menyampaikan cara menemukan nilai tengah, yaitu dengan menghitung jumlah kartu di sebelah kiri dan kanan dari nilai tengah adalah sama. Nilai angka pada kartu yang di tengah merupakan median dari kartu atau data tersebut. 

    Sedangkan perwakilan kelompok kartu genap menyampaikan cara menentukan nilai tengah dengan mengambil kartu di ujung kiri dan kanan secara bersamaan, sampai tersisa dua kartu yang di tengah. Dari dua kartu yang di tengah, dilihat angkanya kemudian dijumlahkan dan dibagi dua.

    Pembelajaran diakhiri dengan penyampaian simpulan dari guru. Testa menjelaskan cara mencari nilai median dari data yang diberikan. Kartu merupakan simbol dari data sedangkan angka yang terdapat pada kartu adalah nilai dari data. 

    "Untuk mencari median pada data genap, letak nilai tengah berada pada dua suku, yaitu di n/2 , n/2 + 1. Nilai tengahnya adalah nilai pada suku ke n/2 ditambah nilai pada suku ke n/2 + 1, kemudian dibagi 2. Sedangkan pada data berjumlah ganjil, adalah dengan mengambil suku yang tepat berada di posisi tengah," pungkas Testa. (Sofyan)


    Baca juga: GKN Wonogiri Gelar Musyawarah Cabang, 2022 Fokus Dampingi Usaha Mikro



Top