Siswa berinfak lewat program "Kencleng Surga".

    SD Muhammadiyah PK Kottabarat Peduli Kemanusiaan Melalui "Kencleng Surga"

    Solo- majalahlarise.com -Untuk menanamkan karakter peduli terhadap sesama, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta memopulerkan program "Kencleng Surga".

    Program ini sudah berjalan sejak tahun 2018 dan bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Solo.

    Program “Kencleng Surga” berupa infak rutin setiap hari Jumat oleh para siswa. Uang infak dimasukkan ke dalam kencleng, yaitu kaleng bekas kemasan susu yang dimodifikasi menjadi seperti celengan dan ditempel stiker supaya lebih menarik.

    Teknisnya, setiap siswa diberi satu kencleng yang akan disimpan di loker kelas masing-masing. Mereka bertanggungjawab untuk merawat serta menghitung perolehan infak secara berkala.


    Baca juga: Perdalam Ilmu Komunikasi Bisnis, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Kunjungi PT Agrikencana Perkasa

    Meskipun dalam suasana pandemi dan siswa belajar dari rumah, program ini tetap bisa berlangsung. Kencleng yang biasanya ditinggal di loker siswa di dalam kelas, selama pandemi ini dibawa pulang dan disimpan di rumah.

    Secara berkala, uang hasil infak tersebut dikumpulkan ke sekolah untuk disalurkan melalui Lazismu Solo.

    Tujuan program “Kencleng Surga” adalah untuk melatih siswa supaya gemar berinfak dan sedekah. Melalui pembiasaan tersebut, diharapkan bisa melatih rasa empati dan kesadaran bahwa ada hak orang lain di dalam harta yang dimiliki. Selain itu, bisa melatih siswa untuk senantiasa bersyukur karena telah diberikan kecukupan harta, sehingga perlu menumbuhkan semangat kepedulian kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

    Program ini juga merupakan media pembelajaran tematik yang sangat sesuai dengan Kurikulum 2013. Melalui program ini, siswa belajar materi perhitungan uang, konsep kejujuran, tanggung jawab, dan kompetensi sosial, yaitu kepedulian.


    Baca juga: Sambut Dies Natalis ke-41 Unisri Hijaukan Lingkungan Kampus Tanam 18 Pohon Keben

    Muhamad Arifin, Staf Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengungkapkan bahwa sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018, program "Kencleng Surga"  terlibat aktif dalam penggalangan donasi kemanusiaan untuk kegiatan sosial dan bantuan korban bencana alam di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

    "Di penghujung tahun ajaran 2020/2021, program Kencleng Surga terlibat dalam dua proyek kemanusiaan, yaitu wakaf sumur bor di Wonogiri dan donasi peduli Palestina," ujar dia.

    Ia menambahkan bahwa wakaf sumur bor untuk daerah rawan kekeringan sudah diserahterimakan kepada warga dusun Bengle, Desa Baleharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri pada bulan Mei 2021 yang lalu, sedangkan donasi untuk Palestina terkumpul dana sejumlah Rp 40.934.400,00 dan sudah disalurkan melalui Lazismu Solo.

    "Semoga keluarga besar SD Muhammadiyah PK Kottabarat selalu istikamah peduli terhadap problem kemanusiaan dan program ini menjadi ladang amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Prodi PBSI FKIP Univet Selenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper

    Rektor Unisri, Prof. Ir. Sutardi, M.App.Sc, melakukan penanaman pohon Keben di lingkungan kampus. 

    Sambut Dies Natalis ke-41 Unisri Hijaukan Lingkungan Kampus Tanam 18 Pohon Keben

    Solo- majalahlarise.com -Dalam rangka menyambut dies natalis ke-41 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Sabtu (12/6/2021) melakukan penghijauan lingkungan kampus berupa penanaman 18 pohon Keben. 

    Panitia Pelaksana Dies Natalis Unisri, Ir. J. Sartono Santoso, MP menjelaskan kegiatan penanaman pohon Keben dalam rangka untuk mendukung terciptanya suasana kampus yang asri, rindang, sejuk dan segar.

    Lebih lanjut, Sartono Santoso, menjelaskan 18 pohon Keben ditanam di halaman depan kampus yang secara simbolis dilakukan oleh pengurus yayasan, pimpinan universitas, dekanat dan direktur paska sarjana, serta panitia dies.


    Baca juga: "NUNGGAK SEMI” Pameran Kriya Virtual Purna tugas Dr. Karju, M.Pd. dan Drs. Sulistyo Joko Suryono, M.Sn

    "Pemilihan pohon Keben ini dengan pertimbangan pohon ini tumbuh rimbun, namun daunya tidak mudah rontok dan indah dipandang. Di samping itu pohon Keben juga mempunyai makna filosofis yaitu hangrungkebi jejering bebener," ungkapnya.

    "Diharapkan seluruh warga Unisri bisa memegang filosofi pohon Keben yaitu selalu melakukan dan menegakkan kebenaran dalam kegiatan keseharian di mana pun berada," tandasnya.

    Usai penanaman pohon Keben dilanjutkan pembukaan selubung foto Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, sejak periode pertama sampai sekarang. 

    Rektor Unisri, Prof. Ir. Sutardi, M.App.Sc, memaparkan bahwa keberadaan Unisri saat ini tidak bisa lepas karena perjuangan dan peran para pendahulu.

    "Kita tidak boleh melupakan sejarah. Agar generasi berikutnya mengenal dan mengetahui sejarah Unisri, maka upaya yang kita lakukan adalah memasang foto para Ketua Yayasan sejak pertama sampai sekarang, yang akan ditempatkan di Ruang Sidang lantai 3," jelasnya.

    Kegiatan penanaman pohon Keben dan pembukuan selubung foto Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta dilakukan dengan protokol kesehatan sesuai standar yang berlaku berjalan dengan lancar. (Sofyan)


    Baca juga: Perdalam Ilmu Komunikasi Bisnis, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Kunjungi PT Agrikencana Perkasa

    Pameran Kriya Virtual Purna tugas Dr. Karju, M.Pd. dan Drs. Sulistyo Joko Suryono, M.Sn.

    “NUNGGAK SEMI” Pameran Kriya Virtual Purna tugas Dr. Karju, M.Pd. dan Drs. Sulistyo Joko Suryono, M.Sn

    Solo- majalahlarise.com -“Nunggak Semi” dalam konsepsi kebudayaan Jawa adalah proses gumanti atau lahir dan berkembangnya kebudayaan tanpa meninggalkan akar kebudayaan itu sendiri. Purna tugas adalah siklus lumrah yang didalamnya terdapat proses regenerasi. 

    Semangat dan dedikasi yang kuat oleh pendahulu akan menjadi panutan bagi generasi berikutnya. Seperti halnya konsep nunggak semi, nunggak berasal dari kata tunggak yang artinya adalah batang pohon yang telah ditebang. Biasanya dari bekas batang pohon yang ditebang akan muncul tunas baru yang disebut dengan istilah semi. Harapannya tunas-tunas tersebut semakin tumbuh dan berkembang di atas pijakan akar yang kuat yang telah ditorehkan oleh pendahulunya. 

    Uraian di atas menjadi motivasi tersendiri dan muncul melatarbelakangi bergabungnya tiga puluhan kriyawan, terdiri dari dosen aktif, dosen telah purna tugas, dan PLP dari Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta, menggelar karya secara virtual di pertengahan tahun 2021 ini.


    Baca juga: Perdalam Ilmu Komunikasi Bisnis, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Kunjungi PT Agrikencana Perkasa

    Karya yang ditampilkan mewakili tiga prodi yang ada yaitu Prodi Kriya, Prodi Desain Mode Batik, serta Prodi Senjata Tradisional Keris. Berbagai media garap akan ditampilkan yaitu mulai dari logam, kayu, kain, serat, kaca, kulit, keramik, batu, dan materi lainnya. Total karya yang dipamerkan berjumlah 50an karya kriya. 

    Pameran dikuratori oleh Dr. Bagus Indrayana, M.Sn., dimana gelar karya akan berlangsung dari tanggal 11-17 Juni 2021, tujuan dari pameran ini sebagai ajang mengasah kemampuan dan kreativitas kriyawan sekaligus ajang apresiasi masyarakat terhadap karya-karya seni kriya. Secara khusus, pameran ini merupakan wujud penghargaan purna tugas Dr. Karju, M.Pd. dan Drs. Sulistyo Joko Suryono, M.Sn. atas pengabdian dan dedikasinya selama kurang lebih 30an tahun pada dunia seni kriya. (Sofyan)


    Baca juga: Prodi PBSI FKIP Univet Selenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper

    Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Univet saat foto bersama dengan owner Agrikencana Perkasa dan jajaran Direksi RRI Surakarta usai siaran dialog interaktif luar studio RRI  di PT Agrikencana Perkasa Ceper Klaten.

     

    Perdalam Ilmu Komunikasi Bisnis, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Kunjungi PT Agrikencana Perkasa

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Era ketidakpastian dan pandemi Covid-19 saat ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan dalam segala bidang baik bidang usaha, maupun perekonomian. Namun begitu, tidak boleh menyerah begitu saja dengan keadaan yang terjadi. Tetap mencari cara dan solusi agar dapat mempertahankan usaha maupun meningkatkan ekonomi.

    Hal inilah yang dilakukan oleh Dosen prodi ilmu komunukasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Drs. Joko Suryono, M.Si dan Haryanto, S.Sos, M.I.kom memperdalam serta mengkaji komunikasi bisnis dari situasi yang terjadi saat ini dengan usaha yang dikembangkan oleh PT. Agrikencana Perkasa dalam mempertahankan roda usaha bisnis bidang pertanian yang dilakukannya.

    Dosen sekaligus Dekan FISIP Univet Bantara Sukoharjo, Drs. Joko Suryono, M.Si saat ditemui usai acara dialog interaktif di luar studio RRI di Agrikencana Perkasa Ceper Klaten. Kamis (10/6/2021) menyampaikan dalam bidang apapun terlebih dalam bidang bisnis, peran komunikasi sangat penting menyampaikan informasi dalam merubah sikap, mental, psikologi, sosiologi melalui media.


    Baca juga: Prodi PBSI FKIP Univet Selenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper

    "Komunikasi antar personal atau komunikasi antar pribadi efektif merubah sikap mental. Sedangkan komunikasi massa hanya merubah mindsite, merubah pengetahuan. Untuk merubah sikap mental diperlukan komunikasi antar pribadi secara intensif menyangkut keterbukaan, mendukung usaha dalam hal ini petani agar dapat mandiri," ucapnya.

    Sementara itu, Direktur sekaligus Owner Agrikencana Perkasa, Andreas Gunapradangga menyampaikan dalam situasi saat ini orang tidak bisa kemana-mana harus segera dilakukan pembenahan atau reformasi sedini mungkin dalam usahanya. Kita bisa meneropong yang saat ini terjadi lalu segera ambil keputusan jangan hanya diam.

    "Kalau saya tidak segera ambil keputusan, situasi saat ini menanggung 52 karyawan dan omset menurun sampai 50 persen kondisi usaha semakin terpuruk. Saya tidak berpikir panjang lakukan riset ayam 250 ekor dilakukan sendiri dari awal pandemi sampai bulan September 2020 memelihara ayam. Setelah hasil riset positif dan mampu mendatangkan cashflow saya lakukan tindakan buat dua kandang ayam yang mampu menampung ribuan ayam petelur dan sekarang beternak ayam," ujarnya.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam usaha gagal tidak usah dipikir karena tidak seseram yang dipikirkan apa yang terjadi nanti. Terpenting jika gagal terus bangkit cari solusi dan cara jangan berhenti berusaha ibaratnya gas pol dan rem blong. (Sofyan)


    Baca juga: Workshop Publish or Perish, Jalan Mudah Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Membuat Skripsi




    Dosen Prodi PBSI Univet Bantara saat mengikuti Seminar Nasional dan Call For Paper secara daring.

    Prodi PBSI FKIP Univet Selenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper selama tiga hari, (7-9/6/2021) secara daring.

    Seminar ini menghadirkan pembicara Dr. Ganjar Harimasyah (Peneliti/Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah), Dr. Kastam Syamsi, M.Ed (Universitas Negeri Yogyakarta), Dr. Sutardi, S.S, M.Pd (Universitas Islam Darul Ulum Lamongan Jawa Timur), Muh. Ekshan Rifai, M.Si (Kepala Redaksi Penerbitan Percetakan Sindhunata Surakarta), Rini Yustiningsih, S.Sos  (Pimpinan Redaksi Solopos Group).

    Panitia kegiatan, Dr. Muhlis Fajar W., M.Pd. saat ditemui disela-sela acara, Rabu (9/6/2021) menerangkan acara kegiatan ini juga merupakan program kuliah kerja lapangan (KKL) bagi mahasiswa semester 6 yang dikemas dalam seminar nasional dan Call For Paper bagi dosen secara virtual.


    Baca juga: Workshop Publish or Perish, Jalan Mudah Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Membuat Skripsi

    "Seminar ini diikuti sekitar 117 dari mahasiswa semester 2, 4, 6 dan 8 prodi PBSI dan dari Pascasarjana serta luar Univet. Selain itu ada 43 pemakalah," ucapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, luaran dari seminar ini dalam bentuk laporan KKL, e-sertifikat, e-prosiding dari 43 makalah yang diseminarkan. 

    "KKL mahasiswa prodi PBSI  untuk menambah wawasan, ketrampilan bidang kompetensi mahasiswa terkait dengan kompetensi yang ada di program studi. Untuk mendukung KKL tersebut menjalin kerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Penerbitan Percetakan Sindhunata Surakarta, dan Solopos Group," terangnya.

    Pada hari terakhir seminar ini hadir sebagai pembicara Dr. Kastam Syamsi, M.Ed (Universitas Negeri Yogyakarta) memaparkan materi pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa dan dosen yang up to date terkait pembelajaran bahasa Indonesia menarik, kreatif dan inovatif.

    Hadir juga, Dr. Sutardi, S.S, M.Pd (Universitas Islam Darul Ulum Lamongan Jawa Timur) menyampaikan wawasan pembelajaran sastra bagi mahasiswa yang dapat diaplikasikan kesusastraan teori-teori yang sudah diperoleh untuk mengembangkan pembelajaran di sekolah.

    "Mahasiswa KKL sebentar lagi PPL. Sehingga seminar ini juga untuk mempersiapkan semua terkait media pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran, penilaian, sastra. Sehingga mahasiswa bisa menyesuaikan ketika PPL di SD, SMP, SMA, SMK," papar Muhlis Fajar. (Sofyan)


    Baca juga: Effy Indratmo Gelar Pameran Tunggal Seni Patung "GALUR" 


    PENGGUNAAN KOMBINASI MEDIA PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PENDEMI COVID-19


    Oleh: Muhammad Husain Ariffudin, S.Pd.

    Guru SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo, Jawa Tengah

    Muhammad Husain Ariffudin, S.Pd.


          Dalam situasi seperti sekarang di mana wabah corona menjadi pendemi di Indonesia, lembaga pendidikan baik formal dan non formal selalu memiliki cara agar proses pembelajaran tetap bisa dilaksanakan. Pembelajaran daring manjadi pilihan yang tepat sebagai bentuk kepatuhan terhadap pemerintah yang menghimbau dengan kebijakan social distancing dan work from home (WFH). Oleh karenanya opsi e-learning menjadi sangat relevan dalam proses transfer ilmu tanpa tatap muka langsung.

          Penggunaan media daring memungkinkan sebuah pertemuan dilaksakan secara daring serta bertatap muka melalui vicon / video conference. Tidak hanya itu beberapa media daring lainnya menawarkan berbagai macam layanan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, seperti Google Classroom, Edmodo, Schology dan masih banyak lagi. Melalui media tersebut pengajar bisa membuat sebuah kelas dan mengundang peserta didik untuk bergabung. Sebagaimana Google Classroom, pengajar/guru dapat mengunggah materi pembelajara dalam bentuk PPT, artikel atau bentuk lain yang relevan. Sedangkan untuk tujuan evaluasi google classroom menawarkan dalam bentuk penugasan, quizz melalui google form.  Jika pengajar ingin mengunakan model penilaian yang lain agar bervariasi, bisa dikombinasikan dengan kahoot.com, Quizizz. Melalui media ini maka peserta didik dapat mengakses secara online proses penilaian dan langsung bisa diperoleh skor nilainya. 

          Perlu kita ketahui bahwa pembelajaran online/daring/e-learning pastinya ada kekurangan dan kelebihan. Bagi sebagian peserta didik menghadapai kesulitan dalam akses internet dan pemenuhan kouta internet yang dirasa sangat boros.  Misalkan kita ambil contoh pembelajaran daring/online dalam bentuk video conference. Untuk mengakses perlu bandwith yang besar sehingga menyedot kuota internet yang besar pula. Semakin lama proses  loading video yang akan ditampilkan dalam video conference maka akan semakin besar bandwith yang diserap dari layanan kouta pengguna

          Menurut penulis opsi kombinasi menjadi yang paling direkomendasikan. Selain memberikan pengalaman pembelajaran lebih luas, kombinasi penggunaan media daring bisa melengkapi kekurangan dari variasi media yang digunakan. Penggunaan variasi media akan memperkaya model dan strategi pembelajaran sehingga tidak terasa membosankan.

          Dalam kaitan dengan implementasi pembelajaran online/daring/e-learning, bisa kita ketahui bahwa proses pelaksanaannya perlu persiapan yang matang baik sistem, kebijakan dan regulasi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari ketidakmeratanya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Oleh karena itu, penggunaan media daring perlu dirumuskan dan disepakati sehingga kombinasi yang dilakukan oleh pengajar bisa setara. 

          Perlu menjadi perhatian bahwa dalam proses pelaksanaan daring harus mempertimbangan tingkat kehadiran peserta didik, tingkat pemahaman atas materi yang disampaikan serta model evaluasi yang akan di lakukan, mengingat durasi waktu daring yang terbatas, kemudahan akses yang tidak sama tiap peserta didik maka harus dilakukan penyesuaian agar hak dan kewajiban peserta didik terpenuhi dengan asas keadilan.  Jika tujuan pembelajaran adalah mempelajari materi, maka materi bisa dikirim melalui media sosial, baik WhatsApp, Telegram, Google Classroom, Line dan media yang relevan lainnya. Untuk aspek memperdalam materi, proses belajar mengajar bisa melalui forum diskusi, video konferensi, bahkan audio.  Sedangkan jika tujuan pembelajar adalah mengukur penguasan dan mempraktikkan /menerapkan , pengajar bisa menggunakan media quiz dan test online dan assignment via google classroom dan sejenisnya

          Pada akhirnya harapan penulis,  proses pembelajaran dengan menggunkaan kombinasi media pembelajaran daring bisa menjadi salah satu referensi dan alternatif pembelajaran yang dapat dilaksanakan pada saat terjadi kejadian luar biasa seperti kejadian wabah corona di awal tahun 2020.

    ALTERNATIF PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN WHATSAPP DAN GOOGLE FORM


    Oleh: Rizka Hanifah, S.Pd

    Guru SMP Negeri  2 Plantungan, Kendal Jawa Tengah 

    Rizka Hanifah, S.Pd


          Bencana pandemi Covid-19 yang saat ini masih memprihatinkan sangat berpengaruh pada berbagai bidang kehidupan. Keadaan ini berdampak pula pada proses pembelajaran di sekolah. Pemerintah mengambil kebijakan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah atau lebih dikenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kondisi tersebut membuat perencanaan pembelajaran yang telah dibuat harus rencanakan ulang. Akan tetapi. semua harus tetap dijalani dan dikerjakan sebagaimana mestinya.

          Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan seperti saat ini memerlukan energi ekstra bagi guru. Tidak hanya harus mengubah metode pembelajaran yang diberikan, namun guru juga harus beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi, seperti perubahan proses penilaian, perubahan cara absen, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana cara guru mengatasinya?

          Sebenarnya, penyebaran Covid-19 seperti saat ini, tidak selamanya membawa dampak negatif. Justru dengan adanya keterbatasan seperti saat ini kita dapat menyadari pentingnya penggunaan teknologi dalam keseharian kita. Saat ini, tidak hanya di lingkungan pendidikan, semua orang di segala bidang sedang berlomba-lomba memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengatasi segala keterbatasan yang ada.

          Namun tentunya, kesadaran akan perkembangan teknologi untuk mengahadapi krisis saat ini juga memerlukan proses penyesuaian. Tidak mungkin proses peralihan pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan  atau daring seperti sekarang langsung dapat berjalan lancar. Saya sendiri merasakan berbagai penyesuaian yang terjadi pada diri saya, peserta didik, maupun instansi tempat saya mengajar.

          Jumlah siswa di SMP N 2 Plantungan sebagai berikut: kelas VII berjumlah 37 siswa, kelas VIII berjumlah 31 siswa dan kelas IX berjumlah 27 siswa jadi jumlah seluruhnya adalah 95 siswa. Dengan jumlah tersebut saya menggunakan media sosial whatsapp dengan cara  mengupload catatan ataupun berkas soal yang kemudian akan dijawab oleh para peserta didik yang saya ajar.

          Namun, kemudian saya merasakan berbagai kendala dengan metode yang saya gunakan. Kendala paling utama adalah dalam memeriksa tugas peserta didik. Saya harus melihat tugas yang dikirimkan satu persatu dan mencatat nama serta hasil jawabannya. Hal ini memerlukan waktu yang tidak sedikit. Selain itu ada juga siswa yang menuliskannya di buku tulis dan mengirimkannya dalam bentuk gambar. Tapi tidak masalah yang penting siswa mau belajar dan mengikuti segala perintah yang guru arahkan pada mereka. 

          Kemudian selain menggunakan WhatsApp guru juga menggunakan Google form dalam PJJ, terutama untuk penilaian harian, PTS,PAS/PAT, untuk mempermudah siswa dalam mengerjakan, jadi siswa tinggal menulis nama, identitas kemudian mengeklik salah satu jawaban yang benar pada soal-soal tersebut. Selain mempermudah siswa guru juga sangat terbantu dengan penggunaan Google Form ini karena nilai langsung jadi dengan sistem yang ada tanpa perlu kita mengoreksi satu persatu hasil pekerjaan siswa. 

          Google Form dapat dijadikan alternatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa pandemi virus corona yang mengharuskan semua aktivitas dikerjakan di rumah. Selain itu juga perlu adanya inovasi pembelajaran yang beragam agar warna pembelajaran lebih menarik. 

          Semoga Pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran di sekolah dapat berjalan seperti sedia kala agar siswa bisa lebih paham mengenai berbagai materi dalam pembelajaran serta mendapat perhatian yang lebih dari para guru dari berbagai aspek baik kognitif, afektif maupun psikomotorik, agar menjadi generasi penerus bangsa yang handal yang mampu bersaing di dunia Global serta mengharumkan Bangsa Indonesia.



Top