Pelaksanaan kegiatan kerja bakti mahasiswa KKNT Unisri bersama warga desa Pancot.

    Kelompok 2 KKN-T Unisri Laksanakan Kerja Bakti Bersama Warga Desa Pancot

    Karanganyar- majalahlarise.com -Kelompok 2 KKN-T Unisri Surakarta bersama dengan warga desa Pancot melaksanakan kegiatan kerja bakti yang merupakan agenda rutin bulanan warga desa Pancot, Kalisoro, Tawangmangu. Minggu (1/7/2021) pukul 07.00 WIB sampai selesai. 

    Salah satu mahasiswa KKN-T, Nabela Fadlilah dalam keterangan tertulis menyampaikan dalam pelaksanaan kerja bakti ini seluruh warga, mahasiswa KKN UNISRI dan UIN berkumpul di pintu masuk desa Pancot dengan membawa alat-alat kebersihan seperti sapu, sabit, cetok, tempat sampah, dan lain-lain.

    "Warga Pancot kompak menggunakan kaos karang taruna berwarna biru. Sebelum kerja bakti dimulai, kegiatan diawali dengan memasang umbul-umbul di sekeliling jalan sekitar pintu masuk desa Pancot," katanya.

    Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar pintu masuk desa. Selain itu warga juga menanam bunga di sekeliling jalan sekitar pintu masuk desa Pancot. 

    "Acara berlangsung lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Kelompok 10 KKNT Unisri Edukasi Warga Melalui Benner 5M


    Pemasangan benner 5M oleh kelompok 10 KKNT Unisri Surakarta.

    Kelompok 10 KKNT Unisri Edukasi Warga Melalui Benner 5M

    Karanganyar- majalahlarise.com -Mahasiswa KKNT Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Tahun 2021 "Mewujudkan Desa Bangkit" Kelompok 10 melakukan edukasi kepada warga dusun Tembok desa Harjosari, Karangpandan, Karanganyar melalui pemasangan banner mengusung tema patuhi 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas). Senin (2/7/2021).

    Salah satu mahasiswa KKNT, Rudy Gymelar dalam keterangan tertulis menyampaikan pembuatan dan pemadangan benner 5M ini bertujuan sebagai upaya pencegahan Covid-19 agar warga selalu ingat akan protokol kesehatan, supaya terhindar dari virus Covid-19 dan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga dapat mewujudkan desa bangkit.

    "Tanggapan salah satu warga dari bapak Agus Prasetyo sangat merespon positif adanya kegiatan tersebut karena dinilai bisa lebih mengingatkan dan sebagai sarana edukasi yang mudah di pahami tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan 5M," katanya.

    Lebih lanjut disampaikan, ada beberapa program yang sudah direncanakan untuk dilaksanakan beberapa hari ke depan diantaranya  sosialisasi tentang bahaya demam berdarah,  kegiatan bakti sosial dengan sasaran warga yang sedang melakukan isoman.

    "Kami berharap program dapat terlaksana baik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat desa setempat sesuai tema dalam KKNT ini yaitu Mewujudkan Desa Bangkit," harapnya. (Sofyan)


    Baca juga: Mahasiswa KKNT Unisri Kembangkan dan Bangkitkan Pengrajin Gula Kelapa Alami (Ekstrak Kulit Manggis) di Desa Kalak Donorojo Pacitan


    Pemenang hastag Abbiyu Faza Martanugraha menerima hadiah berfoto bersama direksi PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (PERSERODA).

    Siswa Kelas 2 IPA SMAN 1 Sragen Abbiyu Faza Martanugraha Juarai Lomba Hastag PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (Perseroda)

    Sragen- majalahlarise.com -PD BPR DJOKO TINGKIR yang berkantor pusat di jalan Sukowati 249, Sragen sejak tanggal 16 Juni 2021, telah berubah nama menjadi PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (Perseroda). 

    Perubahan status badan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi nomor AHU-0031048.AH.01.01 tahun 2021 dan Keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor KEP-60/KO.0301/2021. 

    Menandai perubahan peningkatan status badan hukum dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi  PT BPR BANK DJOKO TINGKIR (Perseroda) telah menggelar lomba hastag. Tampil sebagai pemenang siswa kelas 2 IPA SMAN 1 Sragen, Abiyyu Faza Martanugraha.


    Baca juga: Mahasiswa KKNT Unisri Kembangkan dan Bangkitkan Pengrajin Gula Kelapa Alami (Ekstrak Kulit Manggis) di Desa Kalak Donorojo Pacitan

    "Abbiyu Faza Martanugraha mampu menyisihkan puluhan peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, " ungkap Direktur Utama PT BPR BANK DJOKO, Titon Darmasto, SH yang didampingi Direktur Fungsi Kepatuhan, Endang Hestiningsih, SE, MM di ruang kerjanya, Senin siang (2/8/2021).

    "Hastag karya Abbiyu Faza Martanugraha #BergerakBersinergiBerkontribusi kami pandang sejalan dengan spirit visi, misi, serta logo dan branding kami yang baru, " tambahnya.

    Lebih lanjut, Titon Darmasto memaparkan tulisan hastag secara rinci, Bergerak bermakna senantiasa melakukan inovasi, terobosan, menjadi pionir dalam layanan perbankan. Bersinergi bermakna mampu menjalin kerjasama dengan semua stakeholder. Berkontribusi bermakna mampu memberikan kontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  PAD Kabupaten Sragen.

    "Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kami telah memberikan penghargaan hadiah sebesar Rp 1 juta  dan piagam penghargaan yang telah kami sampaikan Sabtu lalu di kantor pusat PT BPR BANK DJOKO TINGKIR," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: Pompa Semangat Belajar Siswa Kelas VI, SD Muh. PK Kottabarat Hadirkan Alumni Berprestasi

    Yenika Sari bersama salah satu warga pengrajin gula kelapa alami.

    Mahasiswa KKNT Unisri Kembangkan dan Bangkitkan Pengrajin Gula Kelapa Alami (Ekstrak Kulit Manggis) di Desa Kalak Donorojo Pacitan

    Pacitan- majalahlarise.com- Salah satu peserta KKNT “MBKM WUJUDKAN DESA BANGKIT" Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI), Yenika Sari dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Andri Astuti Itasari S.Sos, M.I.Kom melaksanakan program KKNT yaitu mengembangkan dan membangkitkan kembali UMKM Pengrajin ”Gula Kelapa Alami” (ekstrak kulit manggis) guna meningkatkan permintaan konsumen di masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan perencanaan strategis (SWOT) dan manajemen pemasaran berbasis digital marketing di Desa Kalak, Donorojo, Pacitan Jawa Timur.

    Mahasiswa KKNT, Yenika Sari dalam keterangan tertulis menyampaikan Program Kerja KKNT “MBKM WUJUDKAN DESA BANGKIT” dilaksanakan mulai tanggal 26 Juli sampai dengan 31 Agustus 2021. Dipilihnya program ini dikarenakan di Desa Kalak, Donorojo hampir sebagian warga menjalani profesi sebagai penderes kelapa yang digunakan untuk  bahan baku gula kelapa. Penderas yaitu  pekerjaan mengambil air nira kelapa di  puncak pohon kelapa dan memasukkan tetesan air nira ke dalam bumbung bambu. 

    Yenika Sari membantu pengemasan produk gula kelapa alami dengan kemasan modern.

    “Pekerjaan menderas kelapa menjadi  usaha sampingan warganya mengingat  setiap warga desa rata-rata mempunyai  kebun kelapa luas di samping  rumahnya. Namun saat ini produktivitas para pengrajin gula kelapa di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Pacitan  mengalami  penurunan. Disebabkan  karena beberapa faktor, salah satunya  adalah masa pandemi Covid-19 menjadikan pendapatan pengrajin gula kelapa menurun  drastis serta produksi gula juga ikut merosot. Untuk itu pengelolaan gula kelapa perlu terus dikembangkan, seperti sentuhan tekhnologi yang menjadikan gula kelapa tetap bisa produksi,” paparnya.

    Lebih lanjut disampaikan, tujuan dari program kerja yang dilaksanakan yaitu mengutamakan kualitas produk dengan cara menggunakan pengawet alami  yang larunya terbuat dari bahan  tumbuh-tumbuhan dan tanpa sedikit pun campuran obat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. Memanfaatkan Sumber Daya Alam  (SDA) yang tumbuh di lingkungan sekitar dan sangat mudah didapat,  serta terjadwal waktu pengambilan sari-sari gula kelapanya (air nira). Memaksimalkan Sumber Daya Manusia  (SDM) yang sudah memiliki keahlian  secara turun-temurun dan dikerjakan secara bersama - sama oleh para istri  dan para suaminya serta dibantu oleh  anak-anaknya  dengan membagi tugasnya masing-masing. 

     

    Baca juga: Pompa Semangat Belajar Siswa Kelas VI, SD Muh. PK Kottabarat Hadirkan Alumni Berprestasi

    “Mengutamakan kepuasan konsumen  dengan cara produk selalu tersedia berapa pun permintaan konsumen  dengan harga yang kompetitif serta dengan kemasan yang menarik. Untuk  menentukan alternatif  strategi pemasaran khususnya bauran pemasaran bagi home industry gula kelapa di desa Kalak dengan metode analisis  yang  digunakan analisis SWOT  (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan SPACE (Stategic Position and Action Evaluation),” ujarnya.

    Dengan terlaksananya program ini, pihaknya berharap pelaku UMKM pengrajin gula kelapa alami ekstrak kulit manggis dapat mengembangkan pasarnya menjadi  jauh lebih luas dan  bisa membantu peningkatan pendapatan dimasa pandemi Covid-19. Mengubah penerapan pemasaran  tradisional menjadi  digital  marketing. 

    “Dalam penjelasannya tidak hanya memberikan teori saja tetapi juga memberikan contoh secara langsung sehingga dengan mudah memahami apa itu digital marketing. Serta memberikan sosialisasi pelatihan terkait mudahnya pembukuan digital menggunakan aplikasi kepada pelaku UMKM pengrajin gula kelapa alami ekstrak kulit manggis sebagai sarana dalam melakukan pembukuan sederhana yang mudah dan praktis,” tuturnya. (Sofyan)


    Baca juga: Tim KKNT Unisri Sosialisasi Pembuatan dan Pelatihan Minuman Bawang Dayak Asli Kalimantan


    Tampilan tangkapan layar kegiatan parenting virtual yang digelar melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, 

    Pompa Semangat Belajar Siswa Kelas VI, SD Muh. PK Kottabarat Hadirkan Alumni Berprestasi

    Solo- majalahlarise.com -Sejumlah 85 siswa kelas VI angkatan ke -17 SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan parenting virtual yang digelar melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, Sabtu (31/7/2021).

    Parenting motivasi ini dikemas dengan kegiatan sharing motivasi bersama alumni. Kegiatan yang mengangkat tema “Sukses Belajar dan Memaksimalkan Potensi di Masa Pembelajaran Daring” ini menghadirkan narasumber alumni lulusan terbaik angkatan ke–16, Aisyah Syafira Putri Wibawa (Syasa) bersama Bundanya, Sri Rejeki Pujiati.

    Selain mendapatkan rata-rata nilai ujian sekolah tertinggi, Syasa juga menyandang segudang prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat nasional.


    Baca juga: Tim KKNT Unisri Sosialisasi Pembuatan dan Pelatihan Minuman Bawang Dayak Asli Kalimantan

    Kegiatan diawali dengan diskusi dan tanya jawab terkait kebiasaan yang dilakukan Syasa sehingga dapat mengantarkanya menjadi lulusan terbaik angkatan ke-16 SD Muhammadiyah PK Kottabarat.

    “Bagun pagi sebelum subuh, mengisi waktu setelah subuh dengan membaca, membantu orang tua menyapu, dan merapikan tempat tidur”, ucap Syasa mengawali pemaparannya. 

    Ia mengaku terbiasa membuat jadwal harian sendiri secara tertulis sehingga ia melakukan kegiatan dengan tertib.

    Pada sesi selanjutnya, Syasa menceritakan bagaimana ia memahami potensi dirinya, kemudian mengasahnya dengan optimal, sehingga ia kerap menjadi juara lomba di bidang akademik maupun nonakademik. 

    Baca juga: APTSIPI Wilayah 6 Jawa Tengah Gelar Webinar "Peluang Kerja Bidang Pertanian"

    “Menuliskan target, manajemen waktu, belajar lebih awal, aktif diskusi dengan teman, dan selalu berlatih” ungkap Sasya.

    Bunda Syasa, Sri Rejeki Pujiati, mengungkapkan bahwa upaya mengoptimalkan potensi Syasa biasa dilakukan dengan demokratis.

    "Sebagai orang tua, saya tidak memaksakan kehendak tetapi lebih kepada mendukung, memfasilitasi, dan memberikan kesempatan Syasa untuk menuliskan targetnya sendiri," ujarnya.

    Ia juga memberikan trik 5T supaya sukses dalam belajar, yaitu tepat waktu, tenang, terampil, teliti, dan tekun. 

    Koordinator guru kelas VI, Agus Supardi berharap siswa angkatan-17 lebih bersemangat dalam belajar meskipun dilakukan secara daring.

    “Melalui kegiatan ini semoga motivasi siswa untuk belajar dan mengoptimalkan potensi diri lebih meningkat, sehingga kelak lulus dengan predikat terbaik dalam bidang akademik maupun nonakademik," pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: 150 Dosen dan Mahasiswa Ikuti Riset Fair Nasional Unisri

     

    Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan minuman Bawang Dayak Tanaman Asli Kalimantan Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Dan Ide Kewirausahaan Di Era Pandemi kepada warga.

    Tim KKNT Unisri Sosialisasi Pembuatan dan Pelatihan Minuman Bawang Dayak Asli Kalimantan

    Sragen- majalahlarise.com -Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKNT MBKM) “MEWUJUDKAN DESA BANGKIT” dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Solo mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan minuman Bawang Dayak Tanaman Asli Kalimantan Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Dan Ide Kewirausahaan Di Era Pandemi Kepada warga.

    Kegiatan tim KKNT “MBKM MEWUJUDKAN DESA BANGKIT” ini  untuk memberikan pengetahuan salah satu manfaat dari Bawang Dayak asli Kalimantan dapat meningkatkan imunitas tubuh khususnya bagi lansia agar tidak terpapar Covid-19 dan pelatihan pembuatan Bawang Dayak asli Kalimantan tersebut, dapat menjadi ide usaha baru bagi warga yang sulit mencari pekerjaan karena adanya dampak pandemi Virus Covid-19.

    Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Bawang Dayak tanaman asli Kalimanntan dilaksanakan oleh tim KKN MBKM, Vinda Lestari dari Kelompok 05 dengan DPL Drs. Suprayitno, M.Si. Dengan Bantuan Dena febriana dan Via Nur Diana dari Kelompok 05 dengan DPL Drs. Suprayitno, M. Si di Lingkungan Demplot Kelompok Tani Wanita (KTW) “SUBUR MAKMUR” Dk. Putatan Rt. 13, Jenggrik, Kedawung, Sragen. Minggu, (1/8/2021).


    Baca juga: Kelompok KKNT 37 Unisri Laksanakan Program Pengabdian di Dukuh Mundu  Gedongan, Plupuh, Sragen

    Menurut Vinda Lestari kegiatan sosialisasi yang diikuti sebanyak 10 anggota Kelompok Tani Wanita (KTW) Dk. Putatan Rt 13, Jenggrik, Kedawung, Sragen. “Sosialisasi dan pelatihan pembuatan minuman Bawang Dayak untuk meningkatkan imunitas dan ide kewirausahaan baru di era  pandemi, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan jumlah peserta terbatas yang sesuai dengan aturan pemerintah," terangnya.

    Pada saat kegiatan berlangsung semua anggota dari Kelompok Tani Wanita (KTW), Menerima dengan baik dan mengucapkan banyak terimakasih atas inovasi baru yang datangnya Bawang Dayak tanaman asli Kalimantan tersebut dapat menjadikan peluang usaha bagi warga khususnya pada Kelompok Tani Wanita (KTW) yang sekaligus dapat dikonsumsi sendiri untuk meningkatkan imunitas tubuh di era Pandemi.

    Tim KKNT “MBKM MEWUJUDKAN DESA BANGKIT” dalam penyampaian pengetahuan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mudah di pahami menjelaskan apa itu bawang dayak, khasiatnya, dan langsung mempraktekkan bagaimana cara pembuatan minumannya.

    Diakhir acara tim KKNT “MBKM MEWUJUDKAN DESA BANGKIT” UNISRI, mengajak para anggota Kelompok Tani Wanita (KTW) untuk meneruskan materi yang disampaikan kepada para warga dilingkungannya, dan memberikan Tanaman Bawang Dayak Asli Kalimantan untuk di tanam pada lahan perkarangan yang ada guna di budidayakan atau dikembangkan agar Bawang Dayak Asli Kalimantan tersebut, menjadi salah satu cara untuk menjadikan desa Jenggrik sebagai desa bangkit dalam perekonomian dan pencegahan virus Covid-19.

    "Tanaman Bawang Dayak Asli Kalimantan tidak membutuhkan lahan luas, tetapi tanaman relatif langka dicari di luar Kalimantan, namun sangat bermanfaat bagi kesehatan khususnya untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terpapar Covid-19 dan belum banyak dijumpai. Maka peluang ide usaha baru cukup besar  dengan bantuan bibit tanaman dari Tim KKNT “MBKM WUJUDKAN DESA BANGKIT” Universitas Slamet Riyadi Surakarta," jelasnya. (Sofyan)


    Baca juga: 150 Dosen dan Mahasiswa Ikuti Riset Fair Nasional Unisri



    Foto bersama usai pelaksanaan diskusi dan evaluasi Covid-19 bersama jajaran pemerintah Kabupaten Sragen.

    Kelompok KKNT 37 Unisri Laksanakan Program Pengabdian di Dukuh Mundu  Gedongan, Plupuh, Sragen

    Sragen- majalahlarise.com -Sebanyak 20 mahasiswa UNISRI yang tergabung dalam kelompok KKNT 37 mengikuti pelepasan di Balai Desa Gedongan, Kec. Plupuh, Kab. Sragen. Rencananya 20 mahasiswa setelah dilepaskan melaksanakan progam pengabdiannya di Dukuh Mundu, Gedongan. Selasa (27/7/2021).

    Pembukaan pelepasan dilakukan oleh perwakilan kelompok, Sadewo Wahyu Wibowo secara simbolis dilepaskan oleh Maryanto selaku Kepala Desa Gedongan dan disaksikan oleh perangkat desa lainnya. 

    Melalui prakata yang disampaikan oleh Sadewo bahwa selama melaksanakan kegiatan KKNT di Dukuh Mundu, Gedongan ini kelompok KKNT 37 UNISRI akan selalu mengedapankan serta melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

    Pelaksanaan program kerja Bidang Kesehatan 

    Baca juga: 150 Dosen dan Mahasiswa Ikuti Riset Fair Nasional Unisri

    Setelah resmi dilepas, Kelompok KKNT 37 UNISRI langsung melaksanakan progam kerja pertama mereka di bidang kesehatan. Program Kerja ini diprakarsai oleh Bela Nuke mahasiswi Fakultas Ekonomi. Program Kerja ini bertujuan supaya masyarakat setempat peduli akan dampak Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

    Program kerja kedua yang dilaksanakan oleh Kelompok KKNT 37 ini adalah Sosialisasi Budidaya Tanaman Porang oleh Sadewo Wahyu Wibowo mahasiswa Fakultas Pertanian. Program kerja ini termasuk dalam bidang Ketahanan Pangan dengan harapan pertanian di Dukuh Mundu, Desa Gedongan mampu terangkat dengan inovasi budidaya tanaman pertaniannya serta mampu menghasilkan nilai jual lebih di era kemajuan dan diversifikasi produk pertanian.

    Seiring dengan maksud dan tujuan KKNT “Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Wujudkan Desa Bangkit” yang dicanangkan LPPM UNISRI yaitu berusaha membantu pemerintah dalam mengurangi dampak Covid-19 dan membantu desa bangkit untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19 pada tanggal 29 Juli 2021 beberapa perwakilan kelompok KKNT 37 UNISRI menghadiri undangan Kepala Desa Gedongan di Balai Desa.

    Kegiatan ini merupakan diskusi dan evaluasi Covid-19 yang ada di desa Gedongan, Kec. Plupuh. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh H. Suroto Wakil Bupati Kab. Sragen, Camat Plupuh, Kapolsek, serta Perwakilan Danramil. (rilis/Sofyan)


    Baca juga: APTSIPI Wilayah 6 Jawa Tengah Gelar Webinar "Peluang Kerja Bidang Pertanian"


Top