Direktur Utama PT BPR Gajah Mungkur, Agus Salim, SE, menunjukan penghargaan Golden Award dari Infobank.

    BPR Gajah Mungkur Raih Golden Award Dari Infobank

    Wonogiri- majalahlarise.com -Direktur Utama PT BPR Gajah Mungkur, Agus Salim, SE, dalam keterangan pers di Kantor Pusat BPR Gajah Mungkur, Ngadirojo, Wonogiri, Jumat (18/9/2020) mengucapkan terimakasih atas dukungan pemegang saham, komisaris, karyawan dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan sehingga pada tahun 2020 BPR Gajah Mungkur mampu kembali meraih predikat sangat sehat dari majalah Infobank untuk BPR dengan katagori aset  50 milyar dan di bawah 100 milyar.

    "Tahun ini kita meraih golden award dari majalah Infobank karena lima tahun berturut-turut meraih predikat sangat sehat," ungkap Agus Salim didampingi Direktur Kepatuhan, Maryati, SE.

    Lebih lanjut, Agus Salim, mengucapkan rasa syukur di tengah pandemi covid-19, kinerja BPR Gajah Mungkur bisa bertahan bahkan terus mampu berkembang, baik dari sisi aset, penghimpunan dana pihak ketiga, penyaluran kredit dan tingkat kredit bermasalah tetap terkendali sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah 5 persen.

    Direktur Kepatuhan, Maryati, menambah penilaian Infobank yang menyatakan BPR Gajah Mungkur sangat sehat menggunakan acuan 5 kreteria, yaitu aspek permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas dan efisiensi.

    "Aspek penilaian berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan dalam laman  web OJK menggunakan pendekatan kuantitatif," tuturnya.

    Penyerahan penghargaan sebagai BPR sangat sehat dari Infobank akan diselenggarakan dalam ajang bergengsi " The Best 350 BPR 2020 " secara virtual pada awal Oktober 2020.

    Pada kesempatan itu, Maryati, juga menjelaskan BPR Gajah Mungkur pada akhir tahun akan menyelenggarakan undiah hadiah tabungan Berkah dengan hadiah utama 5 sepeda motor dan puluhan hadiah menarik lainnya. (Sofyan)

    Narasumber Prof. Dr. Okid Pramana Astirin (Reviewer Nasional Pengabdian DRPM-RISTEK/BRIN) saat memaparkan materi secara daring.

    LPPM Univet Gelar Klinik dan Pendampingan Pembuatan Proposal Penelitian dan PkM Hibah DRPM 2021

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar kegiatan klinik dan pendampingan pembuatan proposal penelitian dan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat). Kegiatan secara webinar ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Okid Pramana Astirin, M.S (Reviewer Nasional Pengabdian DRPM-RISTEK BRIN), Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si (Reviewer Nasional Penelitian DRPM-RISTEK BRIN) dan Dr. Herry Agus Susanto, M.Pd (Peraih pendanaan PUPT 2019, Peraih pendanaan RISPRO 2020 dan Wakil Rektor 1 Univet Bantara). Kamis (17/9/2020).

    Ketua LPPM Univet, Sri Hartati menyampaikan melalui kegiatan ini mengajak dosen untuk membuat proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menarik para reviewer atau panilai. Sehingga proposal yang diusulkan nanti lolos dan didanai.

    “Proposal yang sudah masuk kita dampingi. Sehingga saatnya sistem buka proposal sudah siap. Dalam pendampingan kita koreksi, dibenarkan bagi yang belum sesuai agar memenuhi persyaratan,” terangnya. 


    Baca juga: Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Univet Adakan Webinar Magang di Jepang

    Lebih lanjut, pihaknya mengatakan LPPM menargetkan setelah adanya klinik dan pendampingan pembuatan proposal penelitian dan PkM ini terjadi peningkatan signifikan jumlah judul proposal yang lolos minimal 10 judul proposal.

    ”Saat klinik ini sudah ada 15 judul proposal penelitian dan 11 judul proposal pengabdian kepada masyarakat. Kalau dosen yang sudah mengirimkan judul proposal tersebut diberi masukan, bimbingan dan adanya revisi atau perbaikan berharap semua yang terkirim tersebut lolos semua,” harapnya.

    Disinggung mengenai hambatan yang dihadapi saat ini, Sri Hartati menjelaskan  ada faktor penyebab penurunan keberterimaan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyakat yang lolos dari pendanaan DRPM Kemenristek/BRIN di Univet pada 2 tahun terakhir diantaranya kebijakan skema penelitian dosen pemula (PDP) tidak lagi dapat diusulkan oleh perguruan tinggi dalam klaster Madya.


    Baca juga: SMPN 8 Surakarta Persiapkan PTS Daring

    “Padahal kita ketahui energi-energi baru dalam pengusulan proposal dimiliki mayoritas dosen-dosen muda. Dari 170 dosen di Univet hampir 48 dosen jabatan akademik AA, dan 44 tenaga pengajar, 92 dosen (54,12%). Kondisi ini berakibat tidak eligible untuk masuk pada simlitanmas,” jelasnya.

    Dalam pemaparan materi, Prof. Dr. Okid Pramana Astirin, M.S menerangkan strategi membuat proposal pengabdian masyarakat yang baik. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si menjelaskan cara membuat penelitian dan Dr. Herry Agus Susanto, M.Pd berbagi pengalaman dalam pembuatan proposal yang lolos dan didanai selama tiga tahun dalam skema penelitian unggulan perguruan tinggi. (Sofyan)


    Operator SMPN 8 Surakara, Rekyan Pamusthi, S.Pd. 


    SMPN 8 Surakarta Persiapkan PTS Daring

    Solo- majalahlarise.com -Wabah covid-19 yang masih terjadi saat ini mengharuskan siswa belajar dari rumah melalui sistem daring. Begitu pula dalam Penilaian Tengah Semester (PTS) juga dilaksanakan secara daring. Untuk itulah SMP Negeri 8 Surakarta mempersiapkan pelaksanaan PTS secara daring yang direncanakan PTS  mulai Senin (21-28/9/2020).

    Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan kesiapan pelaksanaan PTS secara daring kepada orang tua siswa dengan simulasi atau uji coba daring tanggal 15 September 2020.

    “Pelaksanaan PTS daring kita siapkan dengan melaksanakan uji coba  dengan platform yang kita sepakati menggunakan googleform. Mata pelajaran yang kita simulasikan adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS yang diambil acak karena mapel IPS tidak ada kaitannya dengan pilihan mata pelajaran yang mudah atau sulit bagi peserta didik tetapi berkaitan dengan kesiapan sekolah saja,” terangnya.

    Baca juga: Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Univet Adakan Webinar Magang di Jepang

    Lebih lanjut, Triad Suparman berharap semoga semua Peserta Didik dan Orang Tua/ Wali memperhatikan proses PTS sehingga Guru dapat melakukan penilaian baik sikap, pengetahuan dan keterampilan Peserta Didik. “Jangan sampai ada Peserta Didik yang kurang memperhatikan hal ini. Sekali lagi kami mengingatkan bahwa kegiatan pembelajaran ini adalah wajib bagi semua Peserta Didik,” ungkapnya.



    Operator Rekyan Pamusthi, S.Pd mengemukakan setelah dilakukan simulasi PTS bahwa kelas 9 berjumlah 256 siswa yang belum bisa masuk nilainya ada 7 siswa. Hal ini dikarenakan pengumpulan dari siswa mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan pukul 14.00 WIB.

    Sementara itu, operator kelas 7 dan 8, Hesti Setyaningsih, S.Kom menjelaskan siswa yang belum bisa masuk nilainya ada beberapa orang. Kemungkinan itu terjadi karena salah masuk tautan (link), kuota chat tidak ada kuota data, mengabaikan tugas (menyepelekan), kurang persiapan (tidak belajar sehingga waktu habis), mengerjakan soal dan mencari jawaban melalui google. 

    “Siswa kelas 7  berjumlah 253 orang yang belum bisa masuk nilainya ada 42 orang. Sedangkan untuk kelas 8 berjumlah 251 orang, belum masuk nilainya ada 35 orang,” ujarnya. (Sofyan)


    Dosen Prodi Agribisnis dan alumni magang di Jepang saat mengikuti Webinar.

    Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Univet Adakan Webinar Magang di Jepang

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo kembali mengelar Webinar. Webinar yang kedua ini mengangkat topik internship atau magang di Jepang dengan menghadirkan narasumber mahasiswa alumni magang di Jepang dari tiga angkatan yaitu Pramesti Handayani (angkatan pertama tahun 2017), Arif Setyo Nugroho (angkatan kedua tahun 2018) dan Rosyid Abdulah (angkatan ketiga tahun 2019). Kamis (17/9/2020).

    Ketua Program Studi Agribisnis, Ir. Joko Setyo Basuki, M.P saat ditemui disela-sela webinar menyampaikan Prodi Agribisnis bisa memberangkatkan tiga tahap kegiatan internship ke Jepang. Tahap pertama memberangkatkan 7 mahasiswa, tahap kedua memberangkatkan 12 mahasiswa dan ketiga ada 14 mahasiswa semua bekerja sama dengan perusahan Yukiguni Maitake Co.LTD Nagata Jepang bergerak dibidang pembudidayaan jamur.

    Baca juga: Univet Gelar Ajang Penghargaan AMI Awards 2020

    “Di perusahaan itu mahasiswa diberikan materi-materi tentang manajemen, sanitasi, kedisiplinan terkait dengan mata kuliah seperti manajemen penanganan pasca panen. Sehingga kegiatan magang selain KKL ada mata kuliah yang disetarakan dan sejalan dengan program Kemendikbud kampus merdeka dan merdeka belajar,” terangnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, manfaat yang bisa diambil dari kegiatan magang di Jepang terbentuknya sikap disiplin, sikap kemandirian, memiliki ketrampilan dan memperoleh uang saku yang sebagian bisa untuk modal usaha sebagian untuk biaya kuliah. 

    “Manfaat yang diperoleh institusi mendapatkan point sendiri dibidang akreditasi terutama bidang kerjasama luar negeri bisa berlangsung lama. Mudah-mudahan dengan kegiatan internship menjadi daya tarik kepada adik-adik mahasiswa maupun calon mahasiswa yang lain untuk bisa masuk ke program studi Agribisnis,” tuturnya. (Sofyan)


    Ketua YPPP Veteran Sukoharjo, Bambang Margono saat menyerahkan tropi piala AMI Awards 2020.

    Univet Gelar Ajang Penghargaan AMI Awards 2020

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Veteran Bantara (Univet Bantara) Sukoharjo meraih penghargaan Apresiasi Unit Kerja dengan capaian tertinggi dalam ajang Audit Mutu Internal (AMI) Awards 2020 dalam mutu kinerja unit dengan predikat terbaik. Rabu (16/9/2020). Bertempat di Gedung H lantai 3.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, MP usai penyerahan penghargaan menyampaikan adanya AMI Awards ini bertujuan agar para Pemimpin Program Studi, Pimpinan Fakultas maupun Pimpinan Program Pasca Sarjana ketika membuat rencana program kerja atau rencana kegiatan lebih terfokus pada titik mutu di score akreditasi. Sehingga tahu titik lemah yang harus ditingkatkan.

    “Ketika kita adakan penghargaan semacam ini, masing-masing akan terpacu lebih bagus. Ketika ada akreditasi dokumen-dokumen sudah tersedia tidak terlalu sibuk untuk menyediakan dokumen ketika akan reakreditasi,” terangnya.

    Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Univet Sukoharjo Gelar Wisuda “Drive Thru"

    Lebih lanjut dikatakan, ajang AMI Awards yang baru pertama kali ini direncanakan secara rutin diselenggarakan dua tahun sekali yang mengaudit auditor internal.

    “Kita adakan AMI Awards dua tahun sekali paling tidak semua prodi ada persiapan akreditasi menyediakan data yang dibutuhkan ketika akreditasi lima tahun sekali,” tuturnya.

    Sementara itu, Dekan FKIP Univet, Toni Harsan dalam pesan dan kesan mengucapkan selamat dan terimakasih atas dukungan dari program studi di FKIP atas prestasi yang dicapai dalam ajang AMI Awards. Tanpa dukungan prodi yang baik maka FKIP tidak bakal baik termasuk akreditasi Univet akan mendapat A kalau prodinya dapat A.

    Baca juga: Univet Bantara Sukoharjo Tandatangani Naskah MoU dengan Pemkab Karanganyar Tentang Seleksi Perangkat Desa

    “FKIP mustahil dapat AMI Award kecuali prodi berjalan baik. Terimakasih prodi yang telah bersinergi dan bekerja satu tim yang selalu kompak,” katanya.

    Di tempat yang sama, Ketua YPPP Veteran, Bambang Margono mengatakan AMI Awards dalam rangka untuk mempersiapkan akreditasi program studi.

    “Kami harapkan apa yang sudah diaudit internal akan melihat kekurangan dan kelebihan program studi. Kalau ada kekurangan perlu ditambah paling tidak memenuhi standar untuk pelaksanaan akreditasi BAN PT. Kami berharap mulai sekarang masing-masing prodi meningkatkan kualitas menuju akreditasi,” paparnya.

    Dalam AMI Awards ini juga memberikan penghargaan apresiasi capaian audit mutu internal UPPS dan UPS kinerja bidang pendidikan, bidang penelitian, bidang PKM, bidang manajemen keuangan, manajemen tata kelola.  (Sofyan)


    Penyerahan hadiah lomba tiktok di kampus Unisri Surakarta, Selasa (15/9/2020).

    Nayla Raih Juara Pertama Lomba Tiktok Unisri

    Solo- majalahlarise.com -Nayla Kardita, siswa SMPN 2 Mojolaban Sukoharjo memenangi lomba tiktok yang diselenggarkan Program Studi Bimbingan Konseling FKIP Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

    Video pendeknya berdurasi kurang lebih satu menit yang mengisahkan kegalauan seorang anak perempuan yang mencari perguruan tinggi setelah lulus SMA dinyatakan sebagai juara pertama oleh juri.

    Baca juga: Himadi Unisri Gelar Webinar Hadirkan Wirausahawan Millenial

    Nayla mendapatkan hadiah uang Rp 1 juta, tropy, dan sertifikat. Juara kedua dan ketiga direbut Natalia Sri Suryanti dari SMKN 1 Sambirejo Sragen dan Winda Ari Susanti dari SMPN 1 Kedawung Sragen, masing-masing mendapatkan hadiah Rp 700 ribu dan Rp 500 ribu, berikut sertifikat dan tropi.



    "Sama sekali tidak menyangka kalau video yang saya ikutkan dalam lomba tiktok Unisri bisa menjadi juara pertama," kata Nayla usai menerima hadiah. Selasa (15/9/2020).

    Ketua panitia lomba, Eko Adi Putro mengapresiasi kreatifitas anak-anak dalam lomba tiktok yang digelar Prodi Bimbingan (BK) FKIP Unisri. Kategori lomba itu untuk umum, tapi yang menang justru anak-anak yang masih SMP dan  SMA.

    Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Univet Sukoharjo Gelar Wisuda “Drive Thru”

    "Selain sebagai ajang kreatifitas anak-anak dalam pembuatan konten video, lomba ini juga sebagai sarana promosi bagi FKIP Unisri, terutama program studi bimbingan konseling," kata Eko. (Sofyan)

    Wisudawan saat turun dari mobil.

    Terapkan Protokol Kesehatan, Univet Sukoharjo Gelar Wisuda “Drive Thru”

    Sukoharjo- majalahlarise.com -Ada pemandangan berbeda prosesi wisuda yang digelar Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo tahun 2020 ini. Sebanyak 288 wisudawan dari SI dan S2 yang sedianya diwusuda bulan Maret 2020, kali ini diwisuda menggunakan sistem Drive Thru untuk mencegah penyebaran wabah covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu dilaksanakan di luar ruangan kalau sebelumnya di Auditorium kampus. Selasa (15/9/2020).

    Pelaksanaan wisuda sistem Drive Thru, para wisudawan turun dari mobil mengenakan masker dan face shile kemudian naik ke podium untuk diwisuda yang ditandai pemindahan kucir oleh Rektor dan Dosen serta menerima ijasah. Setelah itu masuk kembali ke mobil lanjut keluar kampus dan pulang.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, MP menyampaikan meskipun acara wisuda tertunda selama setengah tahun tapi tidak ada masalah artinya apapun yang terjadi bisa diwisuda tahun ini.

    Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid WM, MP saat mewisuda mahasiswa.

    “Selama empat bulan awal pandemi kami berpikir sebuah wisuda yang bukan online. Kami mengamati dari perguruan tinggi lain wisuda di rumah kurang khidmat dan kepuasan dari wisudawan dan keluarga kurang. Kemudian kami konsep wisuda modifikasi drive thru setelah kami konsultasikan kepada satgas covid-19 kabupaten Sukoharjo. Dari hasil konsultasi satgas memberikan rekomendasi untuk dilaksanakan dengan berbagai perubahan kemudian kami mengkonsep wisuda drive thru,” jelasnya.


    Baca juga: Univet Bantara Sukoharjo Tandatangani Naskah MoU dengan Pemkab Karanganyar Tentang Seleksi Perangkat Desa

    Lebih lanjut dikatakannya, wisuda dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama pukul 07.30 WIB ada 61 mahasiswa wisuda, sesi kedua pukul 10.00 WIB ada 61 mahasiswa wisuda dan sesi ketiga pukul 13.00 WIB ada 166 mahasiswa wisuda.

    “Ini pengalaman pertama ternyata dari 61 mahasiswa diwisuda membutuhkan waktu 40 menit,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua YPPP Veteran Bambang Margono mengatakan wisuda Drive Thru untuk menjaga jangan sampai berkumpulnya mahasiswa diwisuda menyebabkan penyebaran covid-19 maka ditata sesuai protokol kesehatan. Dalam wisuda ini melibatkan salpol PP dari Pemda Sukoharjo dan puskesmas Bendosari.


    Baca juga: Himadi Unisri Gelar Webinar Hadirkan Wirausahawan Millenial

    “Prosesi selintas menggunakan pelindung kesehatan yang sudah disiapkan Univet. Wisuda itu momen membanggakan bagi mahasiswa yang lulus. Kalau wisuda sistem daring tidak puas maka diadakan seperti ini supaya orang tua paham dan mahasiswa merasa puas,” ujarnya.

    Di tempat yang sama, salah satu wisuda peraih predikat cumlaude dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP, Dwi Ningsih mengaku senang bisa melaksanakan wisuda menggunakan sistem drive thru karena wisuda merupakan pengalaman pertama.

    “Awalnya kecewa karena wisudanya tidak seperti teman-teman yang lain. Tapi sekarang senang banget ada wisuda drive thru dari pada tidak diadakan wisuda,” katanya.


    Baca juga: Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Univet Adakan Webinar Penerapan Hypnosis Pada Penyembelihan Hewan Ternak

    Salah satu anggota satgas covid-19, dr. Didik Budhi Setiawan mengatakan acara wisuda menggunakan metode baru drive thru betul-betul menerapkan protokol kesehatan.

    “Kedepan kita lanjutkan seperti ini. Karena sudah mendapatkan restu dari berbagai pihak. Ini sudah sesuai standar dari semua pihak dan protokol kesehatan,” tuturnya.

    Dalam laporan wisuda, Wakil Rektor 1, Dr. Herry Agus Susanto menyampaikan dari 288 wisudawan yang berhasil lulus dengan predikat dengan pujian (cumlaude) sebanyak 40 orang. Mahasiswa yang berhasil memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada program Pasca Sarjana (S2) atas nama Sidi program studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia IPK 3,82. Sedangkan mahasiswa yang berhasil memperoleh IPK tertinggi pada program Sarjana (S1) yaitu Kharisma Meika Putri dari program studi Agribisnis IPK 3,86. (Sofyan)


Top