PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA SEHAT ITU PENTING SUBTEMA GANGGUAN ORGAN PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA MELALUI METODE DISCOVERY LEARNING

Print Friendly and PDF

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA SEHAT ITU PENTING SUBTEMA GANGGUAN ORGAN PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA MELALUI METODE DISCOVERY LEARNING


Oleh: Sri Wahyuni

Guru SD Negeri 1 Slogoretno Jatipurno, Wonogiri

Sri Wahyuni

       Pandemi Covid 19 saat ini membawa dampak perubahan yang besar dalam segala bidang, salah satunya yang paling terasa adalah dalam bidang pendidikan. Pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka antara guru dan peserta didik menjadi dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau online. Hal ini tentunya menuntut guru sebagai pendidik untuk tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan namun tetap mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

       Guru yang biasanya dianggap sebagai satu-satunya sumber pengetahuan sudah seharusnya dirubah, yaitu dengan banyak menggunakan berbagai sumber yang dapat menambah pengetahuan siswa. Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, maka SDN 1 Slogoretno Jatipurno, Wonogiri menyelenggarakan pendidikan secara tatap maya (daring) melalui aplikasi yang paling mudah diakses oleh siswa. Hal ini dikarenakan peserta didik di SDN 1 Slogoretno Jatipurno, Wonogiri berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, yang dalam kesehariannya smartphone atau gadget bukan hal wajib bagi mereka. Melihat kondisi ini SDN 1 Slogoretno Jatipurno, Wonogiri khususnya kelas 5 menerapkan pembelajaran daring dengan aplikasi google meet sebagai media sinkron dan liveworksheet serta google form sebagai media asinkron untuk mengirim tugas.

       Meskipun dilaksanakan secara daring, namun pembelajaran harus tetap mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi (HOTS). Untuk itu guru harus mampu menyusun pembelajaran yang memungkinkan siswa berlatih mengembangkan kemampuan berpikir krtitis dengan memanfaatkan sumber belajar yang beragam dengan memanfaatkan teknologi internet. Dengan demikian diharapkan hasil belajar peserta didik dapat sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. 

       Dalam kenyataannya pembelajaran pada tema sehat itu penting subtema gangguan organ peredaran darah peserta didik masih mengalami banyak permasalahan. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya hasil belajar peserta didik. Dari 7 peserta didik kelas V SDN 1 Slogoretno, baru 3 anak yang berhasil mencapai KKM dalam pembelajaran tema sehat itu penting subtema gangguan organ peredaran darah muatan pelajaran IPA. Sedangkan untuk muatan pelajaran SBdP dan Bahasa Indonesia sudah mencapai KKM. Dari data tersebut didapat permasalahan bahwa dalam pembelajaran tema sehat itu penting subtema gangguan peredaran darah muatan pelajaran IPA baru 58% peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar, sisanya sebesar 42% masih belum mencapai ketuntasan belajar.

       Jika dianalisa permasalahan muncul dari proses pembelajaran sehari-sehari yang belum mengembangkan kemampuan berpikir kritis, peserta didik masih menganggap bahwa belajar adalah mendengarkan ceramah dan mengerjakan tugas serta menghafal materi pelajaran. Padahal pada prinsipnya IPA didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen, pengamatan, dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati, (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati, dan kemampuan untuk menguji tindaklanjut hasil eksperimen, (3) dikembangkannya sikap ilmiah. 

       Didasarkan pada kenyataan tersebut, diperlukan suatu upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran gangguan organ peredaran darah. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini, upaya yang akan dilakukan pendidik kelas V adalah dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan liveworksheet. Penggunaan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan liveworksheet merupakan suatu alternatif untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran dan sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPA.

       Menurut Hosnan (2014:282), Discovery Learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi. 

       Model pembelajaran penyingkapan/ penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Langkah kerja (sintak) model Discovery Learning dalam pembelajaran penyingkapan/penemuan adalah 1) Pemberian rangsangan (stimulation); 2) Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement); 3) Pengumpulan data (data collection); 4) Pengolahan data (data processing); 5) Pembuktian (verification); dan 6) Menarik simpulan/generalisasi (generalization).

     Penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan aplikasi livewoksheet dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa muatan pelajaran IPA tema sehat itu penting subtema gangguan organ peredaran darah pada manusia terbukti adanya peningkatan hasil belajar  pada setiap siklusnya. Peningkatan hasil  belajar siswa dimana pada tahap studi awal / pra siklus  dengan rata-rata kelas 67, persentase ketuntasan 43% mengalami kenaikan pada siklus I dengan rata-rata kelas 77 , persentase ketuntasan 57% dan pada siklus II dengan rata rata kelas 97 persentase ketuntasan 100%. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas ini mencapai indikator ketuntasan yang ditentukan yaitu ketuntasan di atas 70%.

     Dari pemaparan tersebut penulis menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan aplikasi livewoksheet dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa muatan pelajaran IPA tema sehat itu penting subtema gangguan organ peredaran darah pada manusia peserta didik kelas V SDN 1 Slogoretno, Jatipurno, Wonogiri. (*)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top