Mendikbud Resmikan Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Print Friendly and PDF

Mendikbud Muhadjir Effendy saat keliling meninjau gedung baru SMP dan SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta. 

Mendikbud Resmikan Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah
Program Khusus Kottabarat Surakarta

Solo-majalahlarise.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy meresmikan Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta yang terletak bersebelahan di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Banyuanyar dan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat (4/10/2019). Peresmian gedung sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi sekolah.

Saat memberikan amanat di hadapan tamu undangan, Mendikbud mengapresiasi pencapaian prestasi dari SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Menurutnya, Pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta adalah model perguruan yang konsisten mengikut garis kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya harapkan jadinya seperti ini, saya bangga dan senang,” katanya.

Mendikbud menambahkan apa yang ia gagas selama ini apabila bisa diterapkan dengan sungguh-sungguh maka jadinya seperti ini yaitu Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Peraturan Menteri tentang komite sekolah, ruhnya adalah sekolah mampu membangun ekosistem. Terdapat 3 hal yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga. Ketiga hal tersebut saling menjalin dan memajukan proses belajar mengajar maka hasilnya bakal bisa maksimal. Selain itu, sekolah mampu menumbuhkan semangat belajar secara terus menerus. Sekolah harus mampu membuat anak nyaman dan menganggap sekolah sebagai rumah kedua.

“Hal tersebut tergambar di sini. Maka untuk sekolah swasta, kami dorong untuk full day school sehingga anak-anak bisa belajar mengembangkan bakatnya di sekolah. Jangan menghambat bakat siswa,” jelasnya.

Mendikbud juga mengajak sekolah untuk meningkatkan level belajar sesuai dengan level PISA.

“Apa yang menyebabkan PISA rendah? Kesalahan meletakkan standar pembelajaran yaitu memakai standar LOT (Low Order Thingking) atau standar berpikir rendah. yaitu, mengetahui, menghafal, menjawab” terangnya.

Ia menambahkan bahwa PISA memakai standar HOTS (High Order Thingking Skill), dengan kriteria bernalar kritis, mengevaluasi apa saja yang dikerjakan (penilaian), dan mencari solusi.

Harapan terhadap perkembangan SMP dan SMA Muhamamdiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta adalah mengajak kader untuk menguasai sains, Bahasa, dan Matematika dan melakukan digitalisasi sekolah.

“Saya berambisi jika kader dari SMP dan SMA Muhammadiyah bisa menguasai sains, Bahasa, dan Matematika. Selain itu, sekolah Muhammadiyah segera melakukan digitalisasi sekolah. Belajar memakai portal rumah belajar yang dibuat Kemendikbud,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta, Marpuji Ali menjelaskan sejarah berdirinya Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta dan prestasi-prestasi dari SD, SMP, dan SMA.

“Kemajuan dari program khusus adalah sinergi dari persyarikatan, orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah,” jelas Marpuji Ali.

Prosesi peresmian gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta adalah Mendikbud menandatangani prasasti dengan didampingi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahlan Rais; Ketua Komite, Marpuji Ali; Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto; dan Kepala SMP dan SMA Muhammadiyah PK. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top