Kemah "Smart Children Camp" SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo

Print Friendly and PDF

Peserta kemah menyusuri sungai saat kegiatan wide game. 

Kemah "Smart Children Camp" SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo

Tanamkan Kemandirian Melalui Kemah

SOLO-majalahlarise.com-Sebanyak 150 siswa kelas IV dan V yang tergabung dalam kepanduan Hizbul Wathan Qabilah SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Solo mengadakan kegiatan perkemahan di Wisata Agro Kampoeng Karet Ngargoyoso, Karanganyar, Jumat-Sabtu (19-20/10/2018).

Kegiatan bernama Smart Children Camp (SCC) VI ini mengangkat tema "Semangat Menjadi Pandu Hizbul Wathan yang Berkemajuan". Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah menciptakan sikap disiplin, mandiri, dan tanggung jawab.

"Kegiatan ini merupakan program tahunan sekolah di bawah koordinasi Wakasek Kesiswaan guna mendidik sikap kedisiplinan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab," kata ketua panitia kemah, Testa Nur Hardiyono kepada media.

Selama di perkemahan, peserta yang terbagi menjadi lima belas kuntum (regu) ini mengikuti beragam kegiatan yang dilombakan. Perlombaan tersebut meliputi, hasta karya dari barang bekas, yel-yel, baris-berbaris, pengenalan tanaman obat keluarga, pentas seni dalam api unggun, dan ketangkasan saat wide game menyusuri perkebunan karet.

Salah seorang peserta kemah, Nazwa Alynesya Ganesh, mengaku senang dengan kegiatan ini karena merupakan pengalaman pertama mengikuti perkemahan. "Saya sangat senang saat susur sungai dengan mata ditutup kain," ungkapnya.

Ganesh menambahkan bahwa saat matanya tertutup kain tersebut, ia harus mengikuti perintah dari ketua regu supaya tidak terjatuh atau menabrak benda di sungai. "Saya sangat khawatir karena di situ banyak pepohonan dan batuan, tapi saya harus patuh pada ketua regu," tambahnya.

Muhamad Arifin, selaku Wakasek Kesiswaan SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengungkapkan bahwa kegiatan kemah ini bersifat wajib bagi siswa kelas IV dan V sebagai upaya mendidik siswa supaya kuat fisik dan mentalnya.

"Selama enam tahun sekolah, para siswa diwajibkan mengikuti dua kali perkemahan saat kelas IV dan V," ungkapnya.

Arifin menggarisbawahi pentingnya penanaman karakter disiplin, mandiri, dan tanggung jawab sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

"Karakter tersebut merupakan soft skill yang harus dikuasai siswa kami sebagai antisipasi menghadapi masa depan," imbuhnya.

Di akhir kemah diumumkan para juara dan penyerahan piala sebagai bentuk apresiasi sekolah atas kerja keras para siswa. Hasta karya siswa yang terbuat dari barang-barang bekas rencananya akan ikut ditampilkan saat kegiatan pameran sekolah yang akan dilangsungkan tahun depan. (Sofyan).


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top