Asyiknya Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar di Kebun Sayur

Print Friendly and PDF

Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo sedang belajar di kebun sayur.


Asyiknya Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar di Kebun Sayur

SOLO-Sejumlah 84 siswa bersama orang tua kelas I SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip di Agrowisata Amanah Farm Tawangmangu, Kamis (4/10/2018).

Kegiatan ini merupakan praktik pembelajaran tematik dengan tema "Kegemaranku Bahagiaku" untuk menyeimbangkan aktivitas pengetahuan, sikap, dan ketrampilan siswa.

Field trip merupakan aktivitas belajar di luar kelas yang disesuaikan dengan  tema pembelajaran. Pada field trip kali ini para siswa dikenalkan dengan jenis-jenis pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi. Mereka diajari cara memetik berbagai macam sayuran, seperti wortel, sawi, dan kangkung. Selain itu siswa juga diajari  cara menanam padi dan mengenal berbagai jenis hewan ternak. Dan tidak kalah seru adalah permainan ketangkasan di arena outbond.

Para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini dirancang untuk melatih kompetisi antarkelompok. Salah satu siswa, Syifa Az-Zahra Nurdin mengaku senang mengikuti field trip. "Aku tadi mainan lumpur dan agak takut saat meniti di atas air", ungkapnya.

Berbeda dengan Syifa , Boy Radityo Utomo mengungkapkan kekagumannya kepada petani yang sudah menghasilkan sayur-sayuran. "Kita harus berterimakasih kepada petani, berkat jasanya kita bisa makan sayur", jelasnya.

Saat anak-anak sedang asyik dengan aktivitasnya, para orang tua mengikuti parenting program dengan tema "1 Jam Belajar Membaca Al Qur'an Metode Tajdied". Metode Tajdied merupakan cara belajar membaca Al quran yang disusun oleh Ustaz Misbahul Munir dan Ustaz Achmad Jufri. Parenting program diisi langsung oleh salah satu penyusun metode tersebut, yaitu Ustaz Misbahul Munir.

Tujuan parenting ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua siswa serta mempraktikkan secara langsung penggunaan metode ini dalam mengenal huruf-huruf Al quran. Harapannya, ketika di rumah para orang tua mendampingi anak-anaknya menggunakan metode ini sehingga selaras dengan program sekolah.

Ciri khas metode Tajdied adalah menggabungkan dua metode, yaitu Struktural Analitik Sintetik (SAS) Murni dan Mnemonic. Metode SAS Murni mengedepankan penyusunan yang menggiring para siswa untuk berpikir analitis dan sistematis. Sedangkan metode Mnemonic untuk mengenalkan huruf-huruf Al quran menggunakan kata kunci yang mudah diingat dan dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa.

Wahyu Widodo, selaku koordinator guru kelas I mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang satu paket antara siswa dengan orang tua.
"Tujuan kami adalah supaya para orang tua siswa memahami betul program-program sekolah sehingga diharapkan bisa diterapkan di rumah", ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keselarasan pendampingan siswa saat di sekolah dengan di rumah merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan di kelas I SD. (Sofyan)


1 komentar:


Top