Radio Komunitas GENTARA FM Pracimantoro Wonogiri

Print Friendly and PDF


Argi Noor Hidayat
Ketua Radio Komunitas GENTARA FM Pracimantoro Wonogiri

Sofyan (Pemimpin Umum Majalah LARISE kunjungan ke Radio Gentara FM)

Siaran Radio





Mengedukasi dan Menggali Potensi Pemuda



Wonogiri – Teringat ucapan dari bapak Proklamator RI, Ir. Soekarno. “Saya butuh 10 pemuda untuk mengguncang dunia.” Kata inspirasi dari presiden pertama Republik Indonesia ini memberi inspirasi bagi pemuda Pracimantoro Wonogiri menggali potensi positif yang dimilikinya untuk kemajuan daerahnya. Penggalian potensi positif ini melalui radio komunitas pemuda Pracimantoro yang diberi nama radio komunitas GENTARA FM.
       Awal berdirinya radio GENTARA FM timbul dari salah satu pemuda Pracimantoro yang bernama lengkap Argi Noor Hidayat melihat banyak pemuda yang melakukan penyelewengan moral dan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat seperti suka berfoya-foya. Dari gejolak pribadi, Argi begitu ia disapa membentuk ruang ekspresi positif agar teman-temannya bisa berkembang dan memanfaatkan potensi diri.
        “Sejak itulah saya belajar ke salah satu radio lain. Setelah mendapatkan pembelajaran dari situ, coba dikaji teman-teman karang taruna yang disokong donatur dan relawan dengan semangat dan kesederhanaan membangun radio komunitas GENTARA FM dengan slogan ruang ekspresi anak muda. Saya belajar tentang radio komunitas yang penuh dengan kearifan lokal makanya slogan diganti ekspresi pemuda Pracimantoro dengan visi mengedukasi dan menggali potensi melalui kegiatan on air maupun off air,” jelas pemuda yang saat ini masih belajar di MAN Wonogiri kelas XI IPA 1 saat ditemui majalah LARISE di studio radio.
        Lalu, laki-laki kelahiran, Wonogiri, 7 Oktober 1999 ini menceritakan pendirian radio komunitas yang penuh liku-liku. “Kesulitan yang ada itu kaitannya dengan relawan atau penyiar. Awal berdiri banyak yang jadi penyiar. Seiring berjalannya waktu karena konsistensi  muda-mudi berkurang terlibat dalam radio bahkan sempat kehabisan penyiar, mood, dan banyak masalah. Tapi berjalannya waktu, saya dan teman-teman akhirnya cari donasi dapat bantuan dari dana desa bisa rehap. Hampir menjadi radio komunitas yang prospek ke depan bisa memegang ijin penyiaran radio komunitas dari KPID,” ungkap Argi.
        Putra dari pasangan Wagiyo dan Sarmi ini mengatakan semua yang ada di radio GENTARA FM tidak mencari keuntungan profit atau laba. Sebab pendanaan dari donatur dan iklan layanan masyarakat hanya untuk operasional.
       “Diulang tahun pertama, 27 Desember 2016, Radio GENTARA FM mengadakan event yang disiarkan langsung dan dipertontonkan. Menghadirkan potensi lokal dari Pracimantoro, group band dari Pracimantoro. Menaikan jangkuan siaran se Kecamatan Pracimantoro dan membuat event triwulan berupa seminar corel draw, seminar lingkungan, seminar broadcasting, seminar bloger dan event sosial. Itu semua memanfaatkan potensi teman-teman disini,” ucapnya. (Sofyan)
 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top