GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Ust. Pujiono Pompa Semangat Guru SMKN 1 Ngawen dalam Sarasehan Keluarga
Ust. Pujiono Pompa Semangat Guru SMKN 1 Ngawen dalam Sarasehan Keluarga
KLATEN – majalahlarise.com – Keluarga menjadi sumber kekuatan, kasih sayang, keteladanan, sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Semangat tersebut mengemuka dalam Sarasehan Keluarga Besar SMK Negeri 1 Ngawen Gunungkidul bertema “Keluarga Menguatkan, STEMSANGA Membanggakan: Bersama Menjaga Harmoni, Bersinergi Meraih Prestasi”, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang digelar di rumah Bapak Samsu Sartono, S.Pd., Trucuk, Klaten, diikuti Kepala SMK Negeri 1 Ngawen Gunungkidul Drs. Sriyono, M.Ds. bersama keluarga besar sekolah. Hadir sebagai pemateri Ust. Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi, Boyolali.
Dalam sarasehan tersebut, Pujiono memompa semangat para guru agar tidak terjebak dalam rutinitas pekerjaan. Menurutnya, rutinitas yang dijalani tanpa refleksi dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk terus berkembang.
“Jangan sampai guru terjebak dalam rutinitas harian. Pergi pagi-pagi, pulang petang, begitu setiap hari. Tahu-tahu kita sudah tua,” ujar Pujiono.
Ia mengingatkan, profesi guru bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi merupakan amanah Allah SWT yang perlu dijalani dengan kesadaran, keikhlasan, dan rasa syukur. Karena itu, guru perlu melihat kembali kontribusi yang telah diberikan melalui profesinya.
“Allah telah mengamanahkan kita sebagai guru. Maka jangan hanya bertanya, apa yang kita dapat dari profesi ini? Tetapi mari bertanya, apa yang sudah kita berikan melalui profesi ini?” pesannya.
Pujiono mengajak guru SMKN 1 Ngawen mewujudkan rasa syukur atas amanah profesi melalui tiga sikap. Pertama, tidak mendholimi profesi dengan menjalankan tugas secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Jangan kita mendholimi profesi dengan mengajar sekadar menggugurkan kewajiban. Anak-anak berhak mendapatkan guru terbaik yang kita mampu berikan,” ungkapnya.
Kedua, guru harus mau mengembangkan profesi. Perubahan zaman, teknologi, karakter peserta didik, hingga perkembangan kecerdasan buatan menuntut guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Guru yang hari ini sama dengan guru lima atau sepuluh tahun yang lalu, tanpa ada perkembangan, harus bertanya kepada dirinya sendiri: apakah saya masih mau bertumbuh?” katanya.
Menurut Pujiono, guru hebat bukanlah guru yang merasa dirinya sudah hebat, melainkan guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan bersedia memperbaiki diri.
Ketiga, guru perlu ridha dengan ketentuan Allah SWT. Setiap orang memiliki jalan, rezeki, posisi, dan tantangan masing-masing. Karena itu, proses pengabdian perlu dijalani dengan ikhlas dan penuh keyakinan.
“Jalani profesi ini dengan ikhlas. Ada kalanya kita mendapatkan sesuatu yang sesuai harapan, ada kalanya tidak. Ada kalanya perjuangan kita langsung mendapatkan penghargaan, ada kalanya tidak terlihat. Tetapi yakinlah, tidak ada satu pun amal kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pujiono mengajak keluarga besar SMKN 1 Ngawen membangun budaya sekolah yang harmonis, saling menguatkan, dan mampu bersinergi. Prestasi sekolah dinilai penting, tetapi harus tetap berpijak pada nilai pengabdian dan karakter.
“Jangan hanya mengejar sekolah berprestasi, tetapi mari membangun guru yang berprestasi sekaligus berkarakter. Jangan hanya hebat di dunia, tetapi juga selamat di akhirat,” pesannya.
Pujiono optimistis kepemimpinan Drs. Sriyono, M.Ds. bersama kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah mampu membawa SMKN 1 Ngawen Gunungkidul semakin berkembang dan membanggakan.
“Insya Allah, guru-guru SMK Negeri 1 Ngawen adalah guru-guru hebat. Hebat dalam mengajar, hebat dalam mendidik, hebat dalam memberi keteladanan, dan yang paling penting: hebat dalam menjalankan amanah Allah. Semoga menjadi guru yang selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Sarasehan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar SMKN 1 Ngawen untuk kembali menyegarkan niat dalam menjalankan profesi. Menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah dan jalan pengabdian. Rutinitas boleh berulang setiap hari, tetapi semangat, ilmu, keteladanan, dan kebermanfaatan seorang guru harus terus bertumbuh. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...


Tidak ada komentar: