PKBM Syifa Surakarta Bersholawat, Awali Tahun Ajaran Baru dengan Doa Cetak Generasi Ulul Albab

Print Friendly and PDF

Ustadz Zaina Ashoml  saat menyampaikan materi tausiah dilanjutkan doa bersama.


PKBM Syifa Surakarta Bersholawat, Awali Tahun Ajaran Baru dengan Doa Cetak Generasi Ulul Albab

Surakarta - majalahlarise.com – PKBM Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No.44, Serengan, Kec. Serengan, Kota Surakarta, menggelar kegiatan Syifa Surakarta Bersholawat sebagai rangkaian pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut diikuti orang tua, santri, warga belajar, serta tamu undangan. Suasana berlangsung khidmat melalui rangkaian acara yang meliputi gema musik Islami, sambutan, mahallul qiyam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mauidhoh hasanah, hingga doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan dalam mengawali proses pembelajaran selama satu tahun ke depan.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan kajian rutin yang sekaligus menjadi pembukaan akademik tahun pelajaran baru. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun semangat spiritual seluruh warga belajar sebelum memasuki proses pendidikan.

"Kegiatan ini sudah memasuki tahun kedua. Harapan kami, tahun ajaran baru ini menjadi lebih berkah bagi kita semua. Kami juga mohon bimbingan dan doa agar PKBM Syifa semakin membawa manfaat," ujar Puri.


Ia menjelaskan, doa bersama menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan pendidikan agar seluruh proses pembelajaran berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi peserta didik maupun lembaga. Menurutnya, pendidikan tidak hanya dimulai dengan kesiapan akademik, tetapi juga dengan memperkuat ikhtiar spiritual melalui kebersamaan dan doa.

Dalam kesempatan tersebut, Puri juga memperkenalkan PKBM Syifa sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Selain itu, PKBM Syifa mengelola delapan pondok pesantren yang tersebar di wilayah Solo Raya sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai keislaman.

"Kami mengelola delapan pondok pesantren se-Solo Raya. Untuk kegiatan ini kami masih meminta bantuan Pondok Pesantren Al-Muayyad, meskipun beberapa santri kami juga ikut bergabung," jelasnya.

Menurut Puri, kolaborasi dengan Pondok Pesantren Al-Muayyad masih terus dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan. Kehadiran para santri dari berbagai pondok pesantren di bawah naungan PKBM Syifa menjadi wujud sinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang religius sekaligus memperkuat ukhuwah antarwarga belajar.


Lebih lanjut, Puri menjelaskan tujuan utama pendidikan di PKBM Syifa bukan hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, melainkan juga membentuk karakter yang kuat sehingga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Harapan kami nanti peserta didik kami itu menjadi lebih cerdas, lebih terampil, dan berakhlak, yang menjadi salah satu tujuan dari pendidikan yang kita laksanakan ke depannya," ungkapnya.

Sementara itu, dalam tausiah yang dilanjutkan doa bersama, Ustadz Zainal Ashom menjelaskan pendidikan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk calon pemimpin yang memiliki akhlak, integritas, dan karakter yang kuat.

Ia menjelaskan Al-Qur'an telah memberikan pedoman mengenai sosok generasi terbaik melalui konsep ulul albab sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran. Generasi ulul albab merupakan insan yang paripurna atau insan kamil yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional.

"Generasi terbaik umat ini adalah generasi ulul albab. Generasi ulul albab ini generasi yang paripurna atau biasa disebut dengan istilah insan kamil," tutur Ustadz Zainal Ashom.

Menurutnya, generasi ulul albab dibentuk melalui kebiasaan berzikir kepada Allah sebagai wujud kecerdasan spiritual, kemampuan berpikir kritis sebagai bentuk kecerdasan intelektual, serta sikap tawaduk dan kebijaksanaan sebagai cerminan kecerdasan emosional. Ketiga aspek tersebut harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang utuh.

"Menjadi orang-orang yang ahli pikir, ahli zikir, dan orang-orang yang tawaduk, atau menjadi orang-orang yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional," jelasnya.

Di akhir tausiahnya, Ustadz Zainal Ashom berharap seluruh lembaga pendidikan, termasuk PKBM Syifa Surakarta, terus memperoleh keberkahan dalam menjalankan misinya mencetak generasi ulul albab. Ia meyakini penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dalam proses pendidikan akan melahirkan generasi berkarakter yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, damai, dan penuh keberkahan.

"Insya Allah, jika kita mengamalkan isi dan kandungan Al-Qur'an ini, Indonesia akan menjadi Indonesia yang baldatun, dan mudah-mudahan lembaga pendidikan menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang ulul albab," pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Penerimaan Tamu Ambalan SMA Veteran 1 Sukoharjo 2026, Bentuk Pramuka Penegak Berkarakter Tangguh


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top