PBSI Univet Bantara dan PBSI UNIPMA Selenggarakan Webinar Berseri Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Pada Era Society 5.0

Print Friendly and PDF

Tampilan layar Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat memberi sambutan Webinar.


PBSI Univet Bantara dan PBSI UNIPMA Selenggarakan Webinar Berseri Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Pada Era  Society 5.0

Sukoharjo- majalahlarise.com -Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) S1 dan Prodi PBSI S2 Universitas Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo bekerjasama dengan Prodi PBSI S1 dan Prodi PBSI S2 UNIPMA serta Universitas Lumajang dan Universitas Muhammadiyah Makassar menyelenggarakan Webinar Berseri mengangkat tema "Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Pada Era Society 5.0" menghadirkan pembicara Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd (Rektor Universitas PGRI Madiun) dan Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum (Rektor Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo). Rabu (16/2/2022) secara virtual.

Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum saat dikonfirmasi menyampaikan webinar ini merupakan bentuk kerjasama antara Univet Bantara dengan perguruan tinggi lain dalam kaitannya dengan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Ada delapan kegiatan MBKM direncanakan bisa diimplementasikan yang telah dibicarakan bersama diantaranya tentang pertukaran dosen, pertukaran mahasisiswa, penelitian bersama dan visiting profesor.

"Kegiatan ini seminar bersama perguruan tinggi lain yang luarannya akan diterbitkan dalam bentuk book chapter dan dalam jurnal," terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, terkait materi seminar secara umum pada era abad 21 atau era 5.0 dituntut untuk mampu menyelenggarakan perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan banyak pintar, memiliki berbagai keterampilan dan juga kemampuan sesuai perkembangan zaman.

"Zamannya sekarang ini era berbasis digital. Jadi kemampuan literasi digital menjadi hal sangat penting. Namun dibalik itu karakter menjadi panglimanya. Jadi kita harus menanamkan nilai-nilai karakter kepada para lulusan, mereka juga harus mampu memiliki keterampilan berkaitan dengan literasi digital," paparnya.

Menurutnya, untuk membuat lulusan memiliki banyak keterampilan haruslah  bergandeng tangan dengan mitra saling membutuhkan. Hal ini sesuai delapan indeks kinerja utama perguruan tinggi antara lain yang akan dinilai oleh Kementerian yaitu memberikan kesempatan mahasiswa belajar di luar kampus, dosen mengajar di luar kampus.

"Tukar menukar mahasiswa dan dosen bisa saling mengisi kekurangan masing-masing bisa ditambah kelebihan masing-masing. Sehingga diharapkan mahasiswa memiliki banyak pengalaman, punya soft skill yang banyak karena bertemu banyak orang, bertemu dengan problem banyak juga dari pada belajar di rumahnya sendiri," ungkapnya.

Pembicara Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd (Rektor Universitas PGRI Madiun) menyampaikan materi Webinar.

Sementara itu, pembicara Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd menyampaikan society 5.0 merupakan suatu sistem yang menghubungkan manusia melalui teknologi, dengan menerapkan Internet of Thing (IoT), big data, dan kecerdasan buatan dengan tujuan mengatasi berbagai permasalahan sosial masyarakat, dengan tetap mengedepankan interaksi humanis untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

"Kesiapan manusia dalam memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi menjadi point penting yang dikaji dalam society 5.0. Penguatan pendidikan karakter, literasi digital, teknologi, dan numerasi, higher order thinking skill, 4C (Creativity and inovation, Critical thinking and problem solving, Communication, Colaboration) merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik," jelasnya. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa KKN Univet Sosialisasi RCU (Rumah Cerdas Univet) DI SDN 1 Mojoreno


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top